Bakso Supradinasty, Bakso Halal di Denpasar, Bali

5 comments
bakso halal di Denpasar Bali

Denpasar, Bali. Minggu ini, saya kembali diberi kesempatan menjejakkan kaki kembali di pulau yang dijuluki Islands of Paradise. Berbeda dengan tahun 2017 yang hanya menginap selama dua malam tiga hari, kali ini saya tinggal untuk waktu yang lumayan lama yaitu 10 hari. Di pulau yang menjadi destinasi wisata mancanegara favorit ini, saya berkenalan dengan bakso halal di Denpasar yang ternyata rasanya maknyus luar biasa. 

Pulau Bali

Pulau Bali, salah satu daerah yang sangat ingin saya kunjugi. Selain karena keistimewaannya sebagai pulau surga, saya juga sangat ingin menjejakan kaki ke Pantai Sanur yang pernah Ayahanda dan Ibunda kunjungi di akhir tahun 70-an. Kenangan terhadap kedua orang tua menjadi perekat yang seolah memanggil saya untuk segera singgah.

pantai sanur 1976

Di tahun 2017, saya mendapat tugas pertama ke pulau Bali yang saya sambut dengan antusias karena akhirnya impian saya tercapai. Tiba di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai dengan pesawat Garuda, Kabupaten Badung menjadi persinggahan pertama sekaligus menarik hati saya untuk jatuh cinta kepada Bali lebih dalam.

Menelusuri daerah pendesaan yang kental dengan suasana berbalut adat dan tradisi, saya pun diperkenalkan dengan rumah adat Bali asli dan kearifan warga lokal yang ramah menyambut saya. Saya diajak mengunjungi beberapa destinasi wisata terkenal dengan segala kekhasan Bali yang unik seperti desa panglipuran, Jembatan Tukad Bangkung dan obyek wisata Sangeh tempat saya berfoto bersama monyet jinak yang duduk di pangkuan saya.

Di hari kedua, kami menginap di kota Denpasar yang berdekatan dengan pantai Sanur, pantai Kuta dan pantai Lebih. Kami mampir untuk menikmati hidangan laut dan sate lilit dan membeli oleh-oleh di toko souvenir Krisna.

Alhamdulillah, kami menginap di sebuah penginapan sederhana yang dekat dengan sebuah rumah makan padang sehingga memudahkan kami untuk memilih makanan halal selama kami di sana. 

Warung Halal

Seperti halnya, di hari pertama saat kami berkelana di Kabupaten Badung, pemandu kami selalu mengarahkan untuk mampir di warung khusus muslim yang banyak terdapat di sepanjang jalan menuju tempat yang kami tuju. Beliau pun memastikan kami mendapatkan menu halal agar aman untuk kami konsumsi. Cara yang termudah adalah melihat tulisan di plang warung yang biasa bertuliskan warung muslim, no babi. Jangan sungkan untuk menanyakan langsung apakah warung tersebut juga menjual makanan yang tidak halal seperti babi. 

Di Denpasar, menu masakan pedas yang terbatas karena serba santan dan pedas membuat saya mencari alternatif lain yaitu mencari fast food terdekat yang memang sudah mendapatkan sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perkenalan dengan mbak-mbak penjaga hotel membuat saya mendapat ijin untuk meminjam motor untuk sekedar berjalan-jalan keliling kota Denpasar sembari berburu makanan halal di seputar kota.

Bakso Halal

Dalam perjalanan ke Bali tahun ini, saya sedikit lebih siap dengan membawa banyak ‘amunisi’ dari rumah agar saya tak kerepotan mencari makanan yang halal. Kali ini saya menginap langsung di kota Denpasar tak jauh dari Lapang Puputan.

Alhamdulillah, karena lokasi yang strategis, kali ini saya tak begitu kesulitan mencari makanan halal. Banyak pilihan terlebih lagi kita bisa memesan secara online saja. Voila, saat berjalan pagi, saya menemukan rumah makan bakso yang sudah bersertifikat halal MUI, tak jauh dari hotel tempat kami menginap.

Cuaca panas yang lumayan menyengat dan rasa lelah setelah beraktivitas seharian membuat kami memilih untuk berjalan-jalan di sekitar hotel. Tujuan utama mencari ‘bakso’ yang sempat kami lihat sehari sebelumnya.

Dan…taraaa…Bakso Supradinasty kami temukan tepat di belokan. Ada satu hal yang membuat saya tertarik untuk mampir, yaitu logo halal yang terpasang di plang rumah makan bakso ini. Saya pun akhirnya menyengaja mampir selepas sore.

Bakso Supradinasty

Rumah makan yang terletak di Jalan Kepundung No 1 ini menyajikan menu sederhana dengan harga yang relatif terjangkau, bahkan untuk ukuran kota Denpasar. Jujur saja, saat tiba di Denpasar, kami menikmati makan siang di sebuah rumah makan padang. Dan saat membayar, ada rasa terkejut karena biaya untuk kami berenam dengan menu masing-masing satu buah lauk seperti rendang, kikil, ayam, dan tempe plus jeruk hangat dibanderol dengan harga Rp. 420 ribu. Sungguh jauh lebih mahal untuk menu serupa di daerah Jawa.


Sebelum bertransaksi, saya membiasakan diri untuk bertanya kepada penjual apakah bahan makanan yang dijual halal atau tidak. Halal didefinisikan bukan hanya mengandung daging babi atau alkohol (khmar) namun juga tidak bersentuhan dengan bahan/alat yang mengandung babi atau sembelihan tidak syar’i termasuk menggunakan wajan bebas memasak olahan babi, menggoreng/menumis dengan menggunakan minyak babi, ayam atau sapi yang disembelih tanpa menyebut nama Allah dan lainnya.

Tidak perlu malu atau sungkan untuk bertanya, karena Indonesia memiliki rasa kemajemukan dan toleransi tinggi yang menghormati keyakinan orang lain dengan sangat baik. Dan penjual akan dengan ramah mengatakan apakah makanan yang akan kita beli halal atau tidak. Untuk lebih yakin, teman Menong bisa memilih makanan yang sudah tersertifikasi halal MUI dengan mengecek apakah ada logo halal yang tertera atau tidak.

Menu Bakso Supradinasty

Karena lapar teramat sangat, saya memilih menu komplit : Super Dinasty yang berisi bakso jumbo, siomay, tahu, basreng, pangsit, mie dan lumpia. Pelayan di kasir dengan ramah menawarkan bakso daging atau bakso ayam yang akan saya pilih. Berhubung, saya menyukai bakso urat, bakso daging menjadi pilihan saya. Hanya berkisar Rp.22 ribu saja untuk satu porsinya. Lumayan murah bila dibandingkan dengan masakan padang yang kami beli satu hari sebelumnya. 
daftar harga bakso supradinasty

Teman saya sendiri memilih porsi yang lebih kecil yaitu bakso campur yang terdiri dari tiga bakso kecil, tahu, pangsit dan mie. Jeruk hangat menjadi menu pelengkap kami sore itu.

Kami duduk tak jauh dari meja kasir, tempat yang lumayan nyaman untuk menikmati semangkuk bakso sambil mengobrol. Di dekat meja kasir, terdapat dua buah freezer tempat menyimpan bakso dan olahan daging lainnya. Semua produk yang dipajang sudah memiliki logo halal MUI yang membuat saya semakin yakin. Selain aneka bakso, teman Menong juga bisa memilih kopi atau snack lain.

Rumah makan bakso Supradinasty cabang Kepundung memiliki desain dengan bangku dan meja minimalis namun tetap nyaman dan terkesan bersih. Tak ada live music karena sepertinya konsep yang diusung cabang Kepundung ini hanya rumah makan biasa.

Meski menu bakso jumbo yang saya pilih, namun porsi yang saya dapatkan tidak se'jumbo' yang saya bayangkan. Satu buah bakso besar, siomay, tahu, basreng, pangsit, mie dan lumpia muat dalam satu mangkuk biasa. Hanya saja, mangkuk yang digunakan bukan mangkok 'ayam jago' seperti umumnya dipakai di rumah makan. 
bakso halal supradinasty

Satu yang menjadi catatan saya, mangkuk yang digunakan untuk menu yang saya pilih terasa kurang nyaman karena strukturnya yang mengecil di bagian dasar, sehinga menyulitkan saya untuk menyendok bakso atau kuah hingga ke dasar. Rasanya tak mungkin pula bila nekad mengangkat mangkuk dan menyeruput kuahnya begitu daja, tentunya tak etis secara etika😊
bakso jumbo superdinasty

Dari segi rasa, menu yang kami pilih tak mengecewakan, bahkan tanpa perlu menambahkan kecap, saos atau sambal, rasa kuahnya sudah terasa enak dan gurih tanpa penyedap rasa. Bakso jumbo yang saya pilih memiliki rasa bakso khas seperti halnya rasa bakso di kota Bandung. Sentuhan rasa bakso modern dengan tekstur daging yang dominan. Begitu pula dengan siomay, tahu, basreng, pangsit, mie, semua enak tanpa kecuali.

Sambil mengobrol, kami melahap bakso dalam sekejap. Di sekeliling kami tampak banyak pengunjung yang datang tak hanya berdua tapi juga rombongan. Area rumah makan tidak terlalu banyak sekat membuat kondisi tidak terasa sesak sehingga protokol kesehatan masih terjaga. Beberapa pengunjung, muda mudi dan setengah baya menggunakan pakaian dengan model khas bali.
ruang bakso supradinasty

Cabang Bakso Supradinasty

Selain di Kepundung, Bakso Supradinasty juga membuka cabang di tempat lain seperti di Jalan Cok Agung Tresna dan Jalan Tukad Yeh Aya. Bila teman Menong memilih untuk berkunjung di cabang Kepundung, pastikan ada ruang parkir yang tersedia karena lokasinya yang tepat di belokan ramai, sedikit menyulitkan kita untuk mencari tempat parkir, begitu pun bila kita datang berjalan kaki, hati-hati saat menyeberang karena rata-rata kendaraan melaju dengan kecepatan sedang meskipun dari arah belokan.
bakso halal supradinasty

Bakso Supradinasty bisa menjadi piihan bagi teman Menong yang sedang mencari bakso halal di Denpasar, Bali. Selain rasanya yang enak dan harganya yang tak menguras dompet, bakso supradinasty sudah memiliki logo halal dan banyak cabang yang teman Menong pilih. Manajemen bakso Supradinasty juga menyediakan hotline untuk kritik dan saran di 082123521251. Yuks, mampir di rumah makan Bakso Supradinasty!

Mampir di ig JustMenong
Referensi dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong

Related Posts

5 comments

  1. Jadi mengiler tema tugas kali ini kulineran sih ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...iya nih...jadi pengen coba satu2 yaa

      Delete
  2. Alhamdulillah, ya, dapat kesempatan stay di Bali selama 10 hari. Mantap. Apalagi nemu bakso halal di sana, berasa nemu harta karun ;)

    ReplyDelete
  3. Sebenernya banyak kok mbak makanan halal di Bali. Apalagi yg jualan juga muslim. Ada berbagai jenis makanan di kampung jawa namanya.

    ReplyDelete
  4. wah nambah khasanah perkulineran ini. semoga suatu saat berkesempatan jalan-jalan ke bali... hehe

    ReplyDelete

Post a Comment