Doa Saat Hujan

December 02, 2012 0 Comments
02.12.12
2.58 pm.



Hujan besar. Atap bocor tepat di atas meja yang penuh dengan coretan Tugas Komputasi Proses Lanjut. Ouch…terkena getah karena menunda-nunda pekerjaan yang dead-ine nya baru disadari ternyata hari Selasa –satu lagi alasan untuk menunda pekerjaan :D

Bandung bersiap menghadapi musim penghujan. Bersiap pula menyimpan payung  dan jaket tebal sebagai teman kala bepergian. Hujan biasanya turun menjelang sore meski terkadang mendung menutupi langit sejak pagi hari. 

Ada saat yang saya suka saat hujan turun. Biasanya saya akan membuka jendela lebar-lebar dan membiarkan udara segar masuk. Wangi rumput dan tanah basah tercium seketika.

Meski hujan terkadang membuat galau –jemuran yang susah kering, atap yang selalu bocor dan sukar diperbaiki, jalanan macet akibat genangan air dan keresahan lainnya, hujan adalah rezeki  yang membawa rahmat dan kebaikan. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berdoa agar kebaikan dan kebermanfaatan hujan semakin bertambah.



Seorang teman juga mengingatkan bahwa saat hujan adalah kesempatan yang baik untuk berdoa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan yaitu saat bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun.

Ada dua doa yang tidak akan ditolak yaitu doa ketika adzan berkumandang dan doa ketika turunnya hujan.
Saat hujan lebat dan kita khawatir atas dampak yang akan terjadi, Rasulullah mencontohkan kita untuk berdoa :

Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi wa buthunil awdiyati wa manaabitisy syajari

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.

3.38 pm.
Hujan baru saja berhenti


Rekomendasi Wisata Sejarah di Museum Kota Bandung (2) : Museum KAA, Gedung Indonesia Menggugat, Museum Geologi dan Museum Pos Indonesia

November 22, 2012 0 Comments
Museum Geologi

Bila bolangers  berminat untuk memperoleh informasi mengenai bebatuan atau materi geologi umumnya, Museum Geologi yang terletak di Jalan Diponegoro No 57 – tak jauh dari Gedung Sate dan Lapangan Gasibu–, bisa menjadi tempat yang tepat untuk dikunjungi.


Museum ini diresmikan pada 16 Mei 1929 dan terbagi menjadi Ruang Geologi Indonesia yang berada di sayap sebelah kanan yang memperagakan asal muasal bumi, struktur dan pergerakan kerak bumi, batuan dan mineral, pelapukan dan erosi. Koleksi bebatuan asli Indonesia beraneka bentuk dan warna akan membuat bolangers takjub dengan keindahannya.

Ruang lainnya adalah Ruang Sejarah Kehidupan yang berada di sayap sebelah Timur. Sejarah kehidupan terbagi menjadi 4 sudut peraga (pra Kambrium dan Paleozoikum, Mesozoikum, Kenozoikum yang terdiri dari zaman Tersier dan Kuarter), 1 sudut dunia fosil, informasi sejarah terbentuknya Bandung, peninggalan artefak dan fauna yang hidup di Bandung.
Teori munculnya manusia pertama yang --konon- berasal dari kera

Menjelajahi museum Geologi, bolangers serasa kembali ke masa lampau. Setiap sudut museum dikemas sajian asik yang sarat informasi. Terdapat koleksi batuan, mineral, dan fosil yang dilengkapi dengan informasi secara audio.
Air accu yang terkena dampak letusan gunung berapi

Museum ini beroperasi setiap Senin – Kamis jam 08.00 – 16.00 WIB, Sabtu – Minggu jam 08.00 – 14.00 WIB. Hari Jumat dan hari libur nasional tutup. bila berkunjung di hari Minggu, tentunya menjadi waktu yang pas karena bolangers dapat berwisata sejarah sekaligus berbelanja di pasar murah di area Cilaki dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.


Museum Pos Indonesia

Seperti halnya Museum Geologi, Museum Pos Indonesia telah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Didirikan pada tahun 1931, museum yang berada di Jalan Cilaki No 73 ini terkadang luput dari pandangan. Terletak di sayap timur gedung pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat atau dikenal dengan sebutan Gedung Sate.

Musium ini menyajikan koleksi perangko Indonesia dan berbagai negara (ada 131.000.000 keping perangko), peralatan seperti timbangan paket, alat cetak perangko, surat berharga, armada pengantar surat dan lainnya. Untuk penggemar filateli tentunya museum ini penuh dengan daya tarik.

Replika pengiriman surat jaman dahulu

Buka setiap Senin – Sabtu mulai jam 09.00 – 16.00 WIB. Minggu tutup.

Selain wisata fashion dan kuliner...ternyata Bandung menyimpan wisata sejarah yang seru juga yaa😍

Referensi disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong

Rekomendasi Wisata Sejarah di Museum Kota Bandung (1) : Museum KAA, Gedung Indonesia Menggugat, Museum Geologi dan Museum Pos Indonesia

November 21, 2012 0 Comments
Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan salah satu museum terpenting di Bandung bahkan di Indonesia. Museum ini memuat gagasan mengabadikan tonggak keberhasilan politik luar negeri Indonesia yang turut menyebarkan jiwa, semangat dan sumber inspirasi perjuangan kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika. Terletak di jantung kota Bandung, Jalan Asia Afrika No 65 – tak jauh dari alun-alun kota Bandung–  , museum ini diresmikan pada 24 April 1980, tepatnya pada peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.

Museum Konperensi Asia Afrika

Bolangers dapat mengintip peninggalan-peninggalan, informasi yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika. Ada beberapa fasilitas yang layak untuk dikunjungi yaitu ruang pameran tetap, diorama pembukaan Konferensi Asia Afrika 1955, perpustakaan, dan ruang audio visual.

Pidato Ir. Soekarno : Lahirlah Aisa dan Afrika yang Baru

Salah satu koleksi Museum KAA

Meja dan kursi yang digunakan saat konferensi

Gong simbol perdamaian bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, berdiameter = 2 m, berat 270 kg
Satu gong perdamaian ini disimpan di Afrika Selatan


Museum Konferensi Asia Afrika buka setiap hari Selasa – Minggu dari mulai jam 08.00 – 16.0 WIB, hari Senin dan hari libur nasional tutup. Saat mengunjungi museum, saya berkesempatan berkenalan dan berbincang dengan wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke museum KAA. Kebanyakan berasal dari negara Afrika. Selain itu saya dapat menyaksikan penaikan 109 bendera negara peserta KAA yang dilakukan oleh adik-adik pramuka.


Gedung Indonesia Menggugat


Terletak di kawasan Viaduct, Jalan Perintis Kemerdekaan No 5, tak jauh dari Balai Kota Bandung, Gedung Indonesia Menggugat merupakan salah satu gedung fenomenal di kota Bandung. Di gedung ini Ir. Soekarno membacakan pledoinya yang berjudul “Indonesia Menggugat (Indonesiё Klaagt Aan)” pada tanggal 2 Desember 1930. Gedung ini dijadikan aset sejarah dan diresmikan pada tahun 1999.



Di gedung ini terdapat replika suasana sidang Ir. Soekarno saat dituduh makar oleh Belanda. Sayangnya bolangers tak diijinkan berfoto di ruangan ini.

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong

Rasa Coto Kuda di Jeneponto, Sulawesi Selatan

June 13, 2012 0 Comments
Berkesempatan mengunjungi Kabupaten Jeneponto, salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, jadi salah satu pengalaman unik saat bertugas. Sendirian, pergi ke tempat yang sebelumnya hanya tahu sebatas wilayah yang memanjang di antara Makassar dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sedikit nekad tentunya namun juga menarik dan penuh tantangan.


Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, perjalanan menuju Jeneponto bebas hambatan. Seperti umumnya kota-kota di luar Pulau Jawa, kemacetan hanya saya temui saat berada di kota Makassar aja. Pemandangan di kanan dan kiri hanya perkebunan yang membentang luas. Kabupaten Jeneponto berjarak tempuh sekitar 90 km atau 2,5 jam dari Kota Makassar. Jeneponto memiliki luas wilayah 749,79 km2 dengan kondisi tanah (topografi) pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 - 1400 m, bagian tengah 100 - 500 m dan pada bagian selatan 0 - 150 m di atas permukaan laut.

Rumah Tradisional

Menginap di hotel yang terletak tepat di tepi pantai, tak banyak tempat yang bisa dikunjungi di kota berpenduduk sekitar 300.000 jiwa ini. Kegiatan saya sehari-hari selain menyelesaikan urusan kantor hanya berjalan-jalan di pedesaan nelayan sepanjang pantai. Suasana lumayan sepi. Deburan ombak dan suara burung laut lah yang menjadi teman saya. Pemukiman nelayan berada tak jauh dari hotel yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pantai. 
Tambak Garam

Rumput Laut Segar

Rumput Laut Kering

Ada satu hidangan yang khas dari kota ini yakni olahan daging kuda seperti coto kuda. Bila di daerah lain sapi merupakan sumber protein hewani terbanyak maka di kota ini kuda dan kerbau menjadi santapan utama di saat sebuah pesta diselenggarakan. Bolangers dapat dengan mudah menemukan coto kuda di berbagai rumah makan.

Coto Kuda


Sesuai dengan namanya, coto kuda merupakan coto dengan bahan dasar daging kuda. Coto sendiri merupakan hidangan berkuah khas Makassar. Coto kuda khas Jeneponto, Sulawesi Selatan, awalnya merupakan hidangan istimewa raja atau bangsawan Jeneponto. Coto kuda biasanya dihidangkan bersama ketupat sayur dan bawang. Serat daging kuda lebih besar dan tebal bila dibandingkan dengan serat daging sapi.

Kota yang tenang ini bisa menjadi pilihan untuk 'melarikan diri' dari rutinitas yang padat. Ngabolang tanpa teman tidak jauh dari kawasan hotel, Jeneponto menyuguhkan pesona Indonesia dengan keaslian masyarakatnya, yang kembali menyadarkan saya betapa indah dan uniknya negeri ini.

Langit biru dan ombak menemani selama 5 hari 'kesendirian'

Referensi: Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong


Pesona Pantai Tanjung Bira…Pantai Cantik di Ujung Selatan Sulawesi

May 23, 2012 0 Comments

Tanjung Bira

Tanjung Bira terletak 200 km dari Makassar atau  sekitar 41 km ke arah timur kota Bulukumba tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari. Tanjung Bira dapat ditempuh kurang lebih 5 – 6 jam dengan perjalanan darat dari Makassar (± 200 km).

Sebagai orang yang lahir dan besar di kota tanpa pantai. Wisata pantai jadi hal yang menarik bagi saya. Pantai Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan mungkin menjadi pantai tercantik yang pernah saya kunjungi,  hamparan pasir putihnya yang indah dan airnya yang jernih. 

Pantai Bira dari Jauh


Wisata di Tanjung Bira

Selain dapat menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam, kita juga dapat menikmati fasilitas lain seperti berjemur, berenang, banana boat, snorkling dan diving

Dan bila ingin meneruskan wisata selam di Pulau Selayar, kapal feri di Pelabuhan Tanjung Bira akan siap mengantarkan.
Seperti kawasan pantai pada umumnya, Tanjung Bira sudah dilengkapi pula dengan fasilitas restoran dan berbagai jenis penginapan. Hidangan khas di pantai adalah ikan bakar atau sop ikan seperti ikan Sunu (Kerapu) atau ikan Bolu (Bandeng). 

Sampai saat ini Tanjung Bira belum banyak terekspos sebagai tempat wisata. Meski bukan suatu hal yang mustahil kelak menjadi salah satu primadona wisata bahari.

tanjung bira sulawesi selatan




Indahnya Tanjung Bira


Referensi: Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong 

Mengenal Menong, Boneka Cantik Asal Purwakarta

May 22, 2012 0 Comments
Saat akan serius membuat blog, tentunya saya serius pula mencari nama terbaik yang akan saya gunakan sebagai ”brand'' saat akan berkecimpung di dunia blogging. Saat memilih nama untuk domain ini, hanya ada satu pilihan dan nama terbaik yang ada di pikiran saya yaitu menong, boneka cantik asal Purwakarta.

Bendul,Purwakarta

Menong sendiri adalah suvenir khas Purwakarta, tepatnya desa Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Berjarak kurang lebih 60 km dari kota Bandung yang dapat ditempuh dalam waktu dua jam lebih. 

Kakek saya, seorang laki-laki jawa, hijrah dari Kertasono, Nganjuk, Jawa Timur ke desa Bendul, tak jauh dari Plered, sebelum pindah dan akhirnya menetap di Bandung di awal tahun 1930-an. 

Sebagai generasi yang terpaut usia lebih dari setengah abad, hanya sedikit kenangan yang masih terpatri dalam ingatan saya mengenai riwayat Aki dan Nini. 

Yang saya tahu, beberapa bulan sekali, Aki akan mengajak saya ke Bendul, kini dikenal dengan nama desa Sukatani, untuk mengambil hasil panen dari kebun Aki yang memang luas melimpah. Dawegan atau kelapa muda adalah hasil kebun favorit saya.

Terkadang, kami pergi ke Bendul dengan menaiki Elf, transportasi yang lazim digunakan masyarakat di tahun 80-an. Dan tentunya, Elf akan melintasi pula daerah Plered yang telah lama menjadi sentra keramik atau gerabah di Jawa Barat. Di Plered, kita dapat melihat banyak kerajinan dari tanah liat dengan beragam bentuk dan kreasi.

boneka menong purwakarta
Menong

Menong

Tak banyak dikenal, menong merupakan boneka kecil perempuan yang terbuat dari tanah liat atau keramik. Menong memiliki arti perempuan cantik atau budak geulis. Menong awalnya dibuat oleh Yanto, seorang pengrajin keramik pada tahun 1980-an. 

Menong sebenarnya perpaduan beberapa ornamen khas Indonesia seperti siger Lampung, motif pakaian Dayak, hiasan bunga kamboja Legong Bali dan rumbai serat pakaian tradisional Papua. Dan, bagi saya, menong menjadi perwujudan Indonesia karena didesain unik dari berbagai budaya.

Meski awalnya menong diciptakan sebagai hiasan rumah namun kini menong menjadi oleh-oleh khas dan ikon Purwakarta. Kini boneka menong banyak ditemui di berbagai toko suvenir di Purwakarta.

Menong, Panggilan Kesayangan

Saya memiliki berbagai nama panggilan. Tak banyak Aki ceritakan mengenai menong yang kemudian hari menjadi panggilan kesayangan keluarga Aki untuk saya. 

Meski kedua orang tua saya tak pernah memanggil saya dengan sebutan ini, lain halnya dengan anggota keluarga yang lain, paman, bibi, uwa dan sepupu-sepupu saya memanggil saya dengan nama unik ini. 

Dan entahlah, dulu saya sangat kesal dibuatnya. Mungkin karena saya tak paham artinya. Beranjak besar, di saat orang-orang tak lagi memanggil saya dengan nama ‘menong’ karena saya sering protes, saya mulai mencari tahu apa arti kata ‘menong’ sesungguhnya. Voila, akhirnya saya tahu maknanya.

Dalam bahasa sunda sendiri, menong juga dapat diartikan tikar tradisional.

Dan mengapa saya menamai blog ini “justmenong”?

Because it was my childhood nickname. It’s classy, unique and memorable


Nama adalah doa. Sesuai dengan arti nama yang disematkan, www.justmenong.com, semoga blog ini menjelma menjadi perempuan cantik, tidak hanya secara fisik –saya yang masih terbata-bata mempelajari bagaimana blogging yang baik– namun juga bermakna secara bahasa. 

Sesuai dengan namanya, Menong, blog ini menjadi blog yang penuh daya tarik dan menginspirasi karena manfaatnya. Lucu karena menghibur lewat untaian kata dan maknanya.



*Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
**Foto : @giantidp – Gianti Dewi Permatasari, thx,mba…sudah memberikan ijin