Ini Dia Biaya Akupuntur di Bandung

8 comments
biaya akupuntur di bandung

Gangguan asam lambung dan anak kost seperti dua hal yang tak bisa dipisahkan. Jauh dari keluarga selama bertahun-tahun, kesibukan dan rasa malas untuk membiasakan hidup sehat membuat asam lambung saya tidak bersahabat. Didera gangguan pencernaan kronis selama di perantauan membuat saya jera dan mencoba pengobatan alternatif akupuntur. Manfaat akupuntur untuk asam lambung akhirnya dapat saya rasakan setelah rutin berobat selama beberapa bulan. Berapa ya biaya akupuntur di Bandung? Yuks kita simak!

Gangguan Pencernaan

Sedari kecil dulu saya memang sudah terkena gangguan pencernaan yang semakin parah saat saya bekerja. Biasanya rasa tak nyaman akan muncul di perut sebelah kiri saat saya telat makan. Rasa sakit ini bisa mendera hingga berhari-hari dan baru reda saat mengkonsumsi obat maag ‘Pr***g’ atau antasida.

Dulu saya sangat menggemari pedas sejak masih duduk di sekolah menengah pertama. Level pedas makin lama makin naik. Keripik pedas ‘Mai*ih’ atau kurupuk gurilem level 10 sudah biasa saya habiskan sendirian dalam waktu sekejap. Belum lagi bakso atau sambal dadak yang tak pernah absen dalam setiap menu makan siang di tempat kerja. Makanan pedas menjadi best healing kala itu.

Sebetulnya saya pernah kena batunya di tahun 2008 saat terpaksa harus rawat inap dan bed rest berbulan-bulan karena terkena typhus. Bila awalnya hanya perut bagian kiri saja, semakin lama gangguan pencernaan ini semakin meluas. Saya kerap kali merasakan panas di ulu hati yang akhirnya menjalar naik. Puncaknya saya tiba-tiba sesak, tak bisa bernafas dan merasakan panas yang luar biasa di area dada.

Dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyatakan saya mengalami heartburn. Dokter memberikan suntikan yang langsung meredakan rasa panas di dada saya. Saya pun dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di bagian penyakit dalam. Dokter pun merekomendasikan saya untuk memperbaiki pencernaan saya yang nampaknya sudah kronis.

Karena masih membandel tetap makan pedas, saya pun akhirnya kapok saat divonis vertigo dan harus mengalami pengobatan dalam waktu lama karena kepala saya terasa berat  seperti mau pecah selama berbulan-bulan. Vertigo sendiri dapat disebabkan gangguan syaraf di kepala, psikis atau gangguan asam lambung. Dan inilah akhir dari petualangan saya dengan penyakit maag karena pada akhirnya saya berhenti ‘hampir’ total dengan makanan pedas.
Sampai saat itu terkadang saya masih bingung membedakan maag, asam lambung dan gerd. 

Sebetulnya apa ya perbedaan ketiga?

Maag dan Gerd

Maag menjadi istilah yang kerap kali digunakan untuk menggambarkan gangguan pencernaan. Maag sendiri sebenarnya kumpulan gejala yang ditandai nyeri di ulu hati, mual, muntah, perut kembung, mudah kenyang dan sendawa terus menerus. Secara medis, maag disebabkan iritasi pada dinding lambung. Saat seseorang mengalami maag,  asam lambung akan naik di sekitar lambung saja dan menimbulkan gejala yang biasa dirasakan penderita maag.

Lantas apa ya bedanya dengan GERD?
GERD atau Gastro Esophageral Reflux Disease merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan sensasi terbakar atau panas di daerah dada atau biasa disebut heartburn. GERD juga menimbulkan gejala lain seperti mual, mulut terasa pahit dan sesak nafas.

Baik maag atau GERD keduanya disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan namun area dan gejala yang ditimbulkan berbeda.

Akupuntur

Lelah dengan segala drama gangguan asam lambung ini membuat saya mencoba banyak hal. Langkah pertama tentu saja stop total makanan pedas dan asam (nah, sedari dulu saya memang tak begitu menyukai makanan asam). Tentunya sulit luar biasa bagi pecinta pedas seperti saya, makanan rasanya hambar tak berasa tak bersensasi. Namun demi sehat, saya pun rela mengganti sambal dadak dengan mengganti dari cabe rawit domba (cabe rawit merah/kuning ukuran besar) menjadi bawang merah saja. Jadilah ibu kantin menjuluki sambal khusus ini dengan sebutan ‘sambal baby’ karena hanya berisi bawang merah, terasi dan tomat saja.

Seseorang menyarankan saya untuk mencoba akupuntur atau tusuk jarum, pengobatan tradisional Tiongkok sejak 3000 tahun silam yang memang sudah lama dikenal masyarakat kita. Sebetulnya Embah dan Ibunda juga pernah mencoba akupuntur untuk mengobati stroke dan syaraf kejepit.

Teknik pengobatan akupuntur dilakukan dengan cara menusukan jarum kecil dan halus pada titik-titik tertentu di tubuh kita. Akupuntur sudah banyak diteliti secara ilmiah. Secara medis, akupuntur menstimulasi syaraf sensorik yang terdapat di bawah kulit dan otot sehingga mengeluarkan zat kimia atau hormon pada otot, syaraf tulang belakang dan otak yang dapat membantu tubuh merangsang proses penyembuhan.
titik akupuntur
Titik Akupuntur (Sumber: Kiswojo, 2007)

Ada 361 buah titik akupuntur umum. Lokasi titik ditentukan menurut pedoman yang tentunya telah dipelajari akupunturis atau terapis yang melakukan akupuntur. Ketepatan letak suatu titik akupuntur dapat diketahui dengan cara menekannya. Titik yang tepat akan menimbulkan rasa ngilu atau nyeri saat ditekan.
akupuntur di kepala

Akupuntur banyak digunakan untuk mengurangi sakit kepala atau migrain (seperti yang saya rasakan), meredakan nyeri seperti nyeri punggung, leher dan lutut, membantu mengobati insomnia atau susah tidur, gangguan kesuburan, meningkatkan imunitas tubuh, dan mencegah penurunan fungsi otak kognitif (ingatan, bahasa, kemampuan memutuskan sesuatu) yang berkaitan dengan usia.

Dalam kasus pengobatan gangguan asam lambung seperti saya, secara uji klinis, akupuntur secara signifikan dapat menurunkan gejala asam lambaung atau gerd dengan cara membantu menurunkan produksi asam lambung dan memperbaiki kerja katup kerongkongan (LES) sehingga mencegah asam lambung kembali naik.

Jarum yang digunakan terbuat dari stainless steel dengan ujung tumpul yang sangat tipis dan halus sehingga tidak akan menimbulkan rasa nyeri. Jadi jangan membayangkan akan terasa sakit seperti halnya tertusuk jarum sungguhan ya😊Efek samping biasanya berupa berupa nyeri atau memar di area bekas ditusuk jarum.

Jarum ini juga harus steril dan digunakan hanya sekali untuk mencegah penularan penyakit lewat jarum. Tentunya harus dilakukan olah orang yang terlatih dan ahli di bidangnya. Saat ini mulai banyak digunakan elektroakupuntur yaitu penggunaan arus listrik dalam teknik akupuntur.
elektroakupuntur

Biaya Akupuntur 

Klinik akupuntur pertama yang saya kenal berada tak jauh dari Gedung Sate, Bandung yaitu Biofit Health Center di Jalan Supratman No 69. Klinik ini sudah berdiri lama dengan fasilitas tempat tidur pasien yang berjumlah lebih dari 20 sehingga pasien dapat terlayani dalam jumlah banyak secara bersamaan. 

Dan ternyata, akupuntur memberikan efek yang bagus untuk sakit kepala yang saya idap selama berbulan-bulan. Alhamdulillah rasa sakitnya menghilang meski baru satu kali menjalani terapi. Meski harganya relatif lebih mahal dari terapi jenis lain, saya masih menjalani beberapa kali terapi. Saat ini biaya akupuntur dipatok 100K untuk satu kali terapi dan plus 70K bila ditambah terapi panas dan 30K untuk tambahan terapi getar atau elektroakupuntur.

Sayangnya terapis yang mengerjakan hanya ada laki-laki dan saya sedikit merasa tidak nyaman karena berada di kamar berdua saja dengan terapis.

Saya pun berpindah ke klinik lain selama beberapa kali dan akhirnya menemukan satu klinik akupuntur murah hanya 65K saja dengan terapis perempuan dan pria plus dokter ahli akupuntur yang stand by untuk konsultasi di daerah Mesjid Salman tepatnya di bagian atas klinik Bumi Medika Ganesha ITB. Sayangnya karena pandemi klinik ini tutup. 

Namun teman Menong masih bisa terapi di klinik resmi dr. Felesia Fanty di Komp. Sukamenak Indah Blok N-7 (Jl. Kopo Sayati KM. 7), Bandung. Beberapa akupunturis juga menerima panggilan untuk melakukan terapi di rumah pasien dengan biaya berkisar 150K per terapi.

Saat ini, gangguan asam lambung sudah jarang saya rasakan. Terkadang, saya masih mampir mengantar Zauji untuk terapi akupuntur di Klinik Sumber Sehat. Klinik yang dikelola Yayasan Sumber Sehat ini berlokasi di Jl. Arjuna No.8, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung, tepat di belokan Pasar Ciroyom - Andir. Bangunan terlihat tua namun bersih dan menampung banyak pasien.
konsultasi akupuntur
Biaya cukup terjangkau, 100K untuk terapi akupuntur sekaligus kop kering (seperti bekam tanpa ditusuk hingga mengeluarkan darah) dan moksa (diaup dengan herbal tertentu). Selain itu, tidak ada biaya tambahan dan obat. Terapi dikerjakan sinshe berpengalaman. Klinik Sumber Sehat menyediakan  tempat tidur terpisah untuk pasien laki-laki dan perempuan. Sebelum mulai terapi, pasien akan diukur tensi dan konsultasi seputar keluhan yang diderita.

Mayoritas pasien merupakan penderita stroke yang telah beberapa kali melakukan terapi dan Alhamdulillah ada perubahan yang nampak.

Biaya akupuntur di Bandung pada umumnya berkisar 100 - 150 K per satu kali terapi. Beberapa klinik memberikan obat herbal selama terapi namun banyak pula yang tidak memberikan rekomendasi obat apapun. Umumnya terapi dilakukan satu minggu sekali. Saya pribadi lebih memilih klinik yang tak terlalu banyak pasien sehingga tidak perlu mengantri lama. Teman Menong dapat mencari klinik akupuntur terdekat.

Mampir di ig JustMenong
Referensi dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong


Related Posts

8 comments

  1. lihat jarumnya kok udah ngeri ya mba... pengetahuan baru sih buat saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ngeri kok, mba....dan ga begitu sakit

      Delete
  2. Wah aku juga termasuk pecinta pedas mba. Semakin lama makin naik levelnya. Ternyata bahaya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus selalu ingat ada takaran maksimla untuk tubuh kita

      Delete
  3. Pgen nyoba...pgen tau rasany...tp gmn y rasany jarum nancep bnyk gt kn y 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang ngilu kadang kayak nyetrum tapi abis nya suka lebih pulas tidur

      Delete
  4. Aku pernah diakupuntur nggak sakit sie.. biasanya aja nggak ada rasanya cuma dokter q yang nyebelin mana lagi parkirnya mahal. Jadi males balik ke dokter itu lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya nyoba beberapa tempat juga sih...baru lebih cocok

      Delete

Post a Comment