Jajanan Jadul Legendaris Indonesia

March 29, 2022 0 Comments
Day 14

Sedari kecil, jajan adalah hobi utama saya. Meski badan (dulu) tergolong kurus tipis namun jangan ditanya berapa takaran jajan saya, pastinya orang takan menduga. Sejak kecil, kami yang tinggal bersama Aki dan Nini, kakek dan nenek dari pihak ayahanda memang tak dibiasakan untuk jajan di luar karena beliau termasuk orang yang sangat apik dalam hal makanan. 

Sebagai mantan koki kepresidenan, beliau pandai memasak sehingga semua jenis makanan sehat tersedia di rumah. Namun, ya namanya juga anak-anak yang tentunya akan mudah tergoda dengan jajanan di luar. Dari sekian banyak memori masa kecil, Jajanan Jadul Legendaris Indonesia mendapat tempat tersendiri di hati saya.



Jajan secara sembunyi-sembunyi adalah ‘jalan ninjaku’. Salah satu pantangan yang jajanan adalah bakso dan chiki balls. Yap, bakso jajanan sejuta umat salah barang langka di keluarga kami dan juga chiki balls, si ayam berwarna kuning yang dulunya masih seharga 75 perak. 

Alasan utama adalah kandungan vetsin alias MSG yang banyak yang terkandung dalam jajanan di luar rumah. Bila dipikir-pikir, Aki termasuk orang yang aware terhadap bahaya pecin (vetsin) di saat dulu belum banyaknya informasi seputar nutrisi sehat.

Saat saya beralih tinggal di rumah Embah, nenek dari pihak Ibunda, saya mulai merasakan bebasnya jajan sesuka hati saya.

Apa saja ya jajanan jadul kesukaan saya?

 

Kue ‘Keju’

Kue legendaris ini menjadi jajanan favorit saya waktu kecil. Rasanya ‘wah’ bagi bocil yang gemar jajan karena bentuknya menyerupai kue keju yang tentunya dulu hanya dapat dinikmati kalangan atas. Kue ‘keju’ ini dijual dalam bentuk panjang yang dapat dipotong menjadi beberapa bagian, mungkin 5 bagian. Seperti kue keju yang asli, bagian atas kue ‘keju’ KW ini berwarna kuning seperti diolesi kuning telur. Jangan bayangkan rasanya seperti kastengel asli, ya? Kue ini sebenarnya hanya adonan tepung yang dicetak menyerupai kastengel saja.

Kastengel


Kue keju KW super ini masih dapat nikmati di beberapa outlet jajanan jadul yang biasa ada di mall atau di pasar tradisional. Kue jadul ini terkadang jadi oleh-oleh Zauji bila menemani Ibunda Zauji belanja ke pasar.


Tahu Berontak

Tahu berontak adalah toge tahu atau gehu yang ditambah bihun. Tahu berontak ini dulu banyak dijual di kawasan (kini) Jl Pusdai, Bandung, tepatnya di area jalan pintas antara Jl. Diponegoro dan Jl. Surapati di tahun 80-an. Tahu berontak memiliki rasa gurih yang berpadu rasa agak manis yang berasal dari bumbu bihun. Sayang nya kini sudah jarang ditemui lagi. Sepertinya lain waktu, saya dan Zauji harus mencoba nya di seputaran Taman Cilaki yang menjadi pusat kuliner yang menyajikan aneka gorengan lengkap dengan cabe rawit, saos atau bumbu coleknya.


Permen Chiclets

Permen kesukaan ini memiliki rasa mint dan menyerupai permen karet sehingga tak bisa ditelan. Kemasannya mewah pada jamannya. Rasanya menyegarkan, keras namun chewy saat dikunyah. Untuk ukuran anak kecil, permen Chicklets adalah permen mewah yang harus dibeli dengan harga lumayan.

Permen Chiclets (sumber : Kaskus)


Permen Switzel

Permen dengan isi karamel dan lelehan coklat ini menjadi permen favorit nomor satu. Permen ini masih sering saya beli hingga tahun 90-an. Namun sayangnya, permen ini sudah lama tak diproduksi lagi. Alhamdulillah, kini ada permen yang serupa dengan merek yang berbeda.


Permen Karet Lembaran

Saya masih ingat, permen karet lembaran ini dijual dengan harga ukuran mahal untuk anak SD, 50 rupiah per buah. Bungkus berwarna warni dan bentuknya unik berupa persegi panjang tipis. Tak semua warung atau toko menjual permen karet ini. 

Satu-satunya toko yang saya temui berada di dekat Pasar Cihaurgeulis, Bandung yang saya lewati setiap pergi dan pulang sekolah. Sebagai bocil yang belum diperbolehkan mengunyah permen karet, permen ini adalah idaman yang akhir nya bisa saya beli setelah menginjak kelas 3 SD. 


Kurupuk Banjur

Kurupuk atau kerupuk merupakan penangan khas orang Indonesia yang nyaris harus selalu ada dalam menu utama kita. Kurupuk banjur biasanya terdiri dari kurupuk blek kaleng atau kurupuk emih (mie) dan saos oncom pedas. Rasanya maknyuss. 

Kini kurupuk banjur identik dengan jajanan berbuka puasa yang bisa dibeli saat ngabuburit dengan hanya 1000 rupiah untuk 1 buah kurupuk mie ukuran sedang. Selain bulan ramadhan, kurupuk satu ini langka ditemui lagi. Saya dan seorang teman menemukan kurupuk banajur ini di sebuah resto dengan harga 13.000 rupiah untuk satu porsi yang berisi 2 kurupuk blek putih dan saos oncomnya. Well, lumayan sebagai obat rindu.



Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge

Foto : Kaskus dan @iraatuh

14 Ide Menarik Sebagai Kado Ulang Tahun Pernikahan

March 27, 2022 0 Comments

Day 13

Berapa lama saya menikah dengan Zauji? Belum lama, kurang dari satu dekade. Bila dibandingkan dengan teman-teman sebaya, pernikahan kami masih seumur jagung karena saya dan Zauji sama-sama menikah di usia yang sudah dewasa. Seperti pasangan lainnya, tentunya kami selalu merayakan hari pernikahan kami yang jatuh pada tanggal 27 Dzulhijah. Tahun ini kami akan merayakan ulang tahun kesekian dan insyaallah kami sudah merancang 14 ide menarik sebagai kado ulang tahun pernikahan kami. 


Apa saja yaa?

Yuks check it out!

Kalender Masehi dan Dzulhijah

Mengapa kami memilih penanggalan islam sebagai wedding anniversary kami? Karena kami ingin tanggal istimewa ini dikenang sebagai bagian dari salah satu bulan penuh berkah umat islam. Sebetulnya, dalam penanggalan masehi, tanggal pernikahan kami jatuh di tanggal cantik yang banyak diburu orang. Karena satu hal, kami memilih penanggalan islam yang tentunya akan berganti bulan masehi setiap tahunnya.


Luangkan Waktu Berdua

Wedding anniversary day selalu menjadi hari khusus bagi kami untuk lebih meluangkan waktu berduaan tanpa kehadiran orang lain. Sebetulnya, setiap hari pun kami selalu berduaan bahkan 24 jam sehari, 7 hari seminggu bila saya sedang menjalani Work From Home atau tak ada giliran menjaga Ibunda yang tinggal hampir 20 km jauhnya. Tentunya waktu berduaan ini lebih spesial karena di hari ini kami kembali mengingat banyak momen suka dan duka.

 

Mengenang Masa Taaruf

Tak mengenal masa pacaran, proses ta'aruf saya dan Zauji hanya berbilang 3 bulan saja. Sempat terpisah beberapa waktu namun takdir mempertemukan kami kembali bahkan hingga melanjutkan ke jenjang pernikahan. Masa-masa ini masih sering kami bicarakan terutama di hari istimewa ini, bagaimana manusia tak kuasa menolak kehendak-Nya, sekuat apapun kita menjauh.

 

Mengingat Ijab Kabul

Saya terima nikahnya xxxx binti xxxx dengan mas kawin xxxx berarti juga saya terima manjanya, bawelnya, cemberutnya, ngoroknya, kentutnya dan segalanya. Mungkin inilah yang membuat Zauji sabar menghadapi istrinya yang luar biasa ini. Saat segala sesuatu berjalan hambar, Wedding anniversary menjadi waktu yang tepat untuk mengenang manisnya momen indah itu.

 

Kue Istimewa

Terkadang saya berpikir bahwa Zauji jauh lebih romantis dari saya dan cenderung mengiyakan apapun yang saya mau. Tahun ini, saya meminta kue khusus yang tak pernah kami beli sebelumnya. Kue ini sudah lama menjadi incaran saya namun karena belum tersertifikasi halal MUI, jadilah keinginan ini saya pendam. Alhamdulillah, sejak akhir tahun lalu, kue idaman saya ini sudah sah mendapatkan sertifikat halal.

 

Jajanan Kesukaan

Mencoba berbagai kuliner baru sering kali kami lakukan di waktu senggang. Jangan bayangkan kami berburu kuliner di resto mahal dengan budget ratusan ribu. Kuliner ala kami adalah kuliner murah meriah super low budget. Di awal pernikahan, kami punya list berbagai kuliner yang ingin kami jajal berdua. 

Berhubung Zauji tipe orang rumahan yang jarang makan di luar, saya lah yang lebih banyak merekomendasikan jajanan apa yang akan kami jajal tiap minggu. Seiring waktu, nampaknya keinginan mencoba berbagai menu baru mulai pupus diganti menu dadakan hasil spontanitas kami berdua. Tahun ini kami ingin menjajal Saung Apung yang menyediakan Ikan dan Ayam Bakar. Seperti nya cukup seru untuk menikmati makan siang sambil menikmati nuansa alami.

Sate Jando favorit kami

Terkesan sederhana ya tapi mungkin benar adanya, “Yang terpenting bukan makan dengan apa tapi makan dengan siapa.”

 

Jalan-jalan

Ini acara wajb kami setiap minggu. Karena penglihatan Zauji sudah mulai berkurang, sebisa mungkin kami menghindari bepergian saat hari sudah gelap atau jarak yang terlalu jauh. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berencana untuk keliling Bandung Raya melalui jalur pesisian yang masih didominasi pedesaan dan kebun sayuran. Ide ini sudah lama saya utarakan dan mustinya akan seru bersepeda motor-ria sambil lebih mengenal tanah kelahiran kami berdua.

 

Klik di sini yuks untuk baca : 10 Spot Cantik Kawah Rengganis, Ciwidey Bandung

  

Hadiah

Hadiah dan kejutan manis menjadi bagian tak terpisahkan di setiap perayaan pernikahan kami. Alhamdulillah, bagi seorang istri, bukanlah barang bernilai mahal namun effort yang luar biasa bagi seorang lelaki demi memberikan yang terbaik untuk istrinya, rasanya perlu diacungi dua jempol ya.

 

Catatan Kecil

Sebetulnya tak hanya di perayaan pernikahan, sedari awal saya sering menuliskan catatan kecil di post it bagi Zauji sebagai ungkapan rasa sayang. Meski kadang tak mendapatkan respon dari Zauji, sepertinya kaum pria memang begitu ya, jurus ini cukup jitu untuk memantik romantisme kami berdua.

 

Chat Romantis

Sering berjauhan karena tugas atau saat harus menemani Ibunda, kebiasaan melakukan chat romantis tetap kami jaga hingga kini. Jangan bayangkan chat ‘aneh’ ya. Cukup katakan “I love you atau kangen” di hari ulang tahun pernikahan, sepertinya sudah cukup mewakili bunga-bunga cinta meski usia kami tak lagi muda.

 

Membicarakan Cita-Cita

Sekian tahun tinggal di rumah Ibunda Zauji, memiliki rumah sendiri adalah cita-cita kami berdua. Rumah bercat putih dengan halaman yang cukup luas untuk berkebun, jendela terbuka lebar dan pagar halaman yang tak terlalu tinggi menjadi desain impian kami. 


Menghitung Tabungan

Mungkin ini menjadi ide paling akward bagi pasangan saat merayakan ulang tahun pernikahan. Tapi inilah yang sering saya dan Zauji lakukan. Kami berdua punya selangit impian dan tentu saja perlu dana lebih untuk mencapainya. Menghitung receh demi receh uang yang kami kumpulkan dalam kaleng khusus bekas biskuit selalu jadi momen seru setiap tahun.


Pelukan Hangat

Konon katanya pelukan memberikan banyak manfaat salah satunya menghasilkan oksitosin, hormon anti stress. Selama diberi kesempatan untuk bertemu di hari ulang tahun pernikahan kami, rasanya ritual ini selalu kami lakukan sebagai kado pertama. 


Foto Berdua

Well, entah mulai kapan, kami berdua selalu mendokumentasikan setiap perjalanan kemanapun kami pergi. Awalnya hanya berupa foto namun kini kami dokumentasikan dalam bentuk video dan tentunya tak akan kami publish karena hanya untuk dokumentasi pribadi. Foto-foto ini biasa saya rangkai dan menjadikan kado spesial bagi Zauji. 


Bersyukur

Alhamdulillah Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.

Inti dari segala kado pernikahan adalah bersyukurnya seorang suami dan seorang istri atas karunia Allah yang telah memberikan pasangan yang sehati dan sejiwa. Suatu hal yang luar biasa bila pasangan dapat merayakan ulang tahun pernikahannya setiap tahun karena tentunya tak mudah melewati setiap detik, menit, jam, hari dan tahun bersama seseorang yang telah ditentukan Allah untuk menjadi penggenap dien kita.

Semoga Allah merahmati setiap pernikahan yang diniatkan untuk mencari ridho-Nya.


Happy Wedding Anniversary, Selamat ulang tahun pernikahan ke-14 untuk Mba Marita Ningtyas...14 Tahun Bersama semoga senantiasa menjadi pernikahan yang penuh keberkahan hingga jannah.

Aamiin



Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge

Foto : Dokumentasi Justmenong

Cara Menjadi Blogger Pemula Bersama Blogspedia

March 26, 2022 0 Comments

Day 12

Pertama Kali Bikin Blog

Kapan pertama kali saya nge blog?

Rasanya sudah hampir 10 tahun. Kala itu saya harus mengajarkan materi tentang blog sehingga saya pun ngebut belajar demi memberikan hasil terbaik. Seorang teman dengan sukarela mengajari saya, terlebih saya sangat suka menulis, jadilah saya semangat bersemangat menekuni dunia blog. 


Banyak kendala ‘iklan’ karena saya juga harus membagi waktu dengan pekerjaan kantor membuat saya tertatih mempercantik blog baik secara konten maupun tampilan. Hal yang sangat saya perlukan tentunya bagaimana cara menjadi blogger pemula. Yuks kita simak Cara Menjadi Blogger Pemula Bersama Blogspedia.


Pilih Platform

Awalnya saya menggunakan platform Wordpress sesuai dengan rujukan teman. Namun, pada saat akan berganti dengan domain berbayar, saya berganti ke platform oranye, Blogger agar tak perlu mengeluarkan biaya tambahan hosting. Seorang teman (yang lain) membantu saya dengan sukarela saat pindahan dari platform yang berbeda itu. 


Tampilan

Saat memulai membuat blog, tentunya tampilan blog sangat penting untuk diperhatikan karena bak rumah, tampilan adalah fasad rumah yang pertama kali dilihat pengunjung. Proses memperindah fasad ini berlangsung lama karena saya harus belajar terlebih dahulu dari nol tanpa bantuan orang lain. Alhamdulillah, tampilan kedua blog saya tidak-lah terlalu buruk untuk dilihat.


Konsisten

Inilah kunci dari dunia blogging. Jujur, saya masih terbata untuk posting dalam waktu yang teratur. Kesibukan adalah dalih saya yang utama.


Belajar Terus

Tak akan pernah habis ilmu yang telah kita pelajari. Bila menulis hanya sekedar menulis tanpa arti, blog akan lebih sering dikunjungi laba-laba untuk membuat sarangnya. Dan tentu saja, proses beberes akan lebih sulit. Sayangnya, saat itu saya belum berkenalan dengan Blogspedia, Blog Cupu yang banyak memberikan tips dan trik cara menjadi blogger pemula seperti saya.


Klik di sini untuk baca : Day 2 : Menulis Blog Itu "Me Time"


Blogspedia

Apa Itu Blogspedia?

Nama yang mudah diingat. Blogspedia adalah blog yang dibuat seorang blogger yang sudah malang melintang di dunia per blog-an namun masih menamai dirinya sebagai blog cupu. Blog ini didesain untuk membantu blogger pemula yang terkadang kesulitan mencari referensi yang ramah untuk membantu memperindah blog dengan segala ilmu per-blog-an.


Saya mengenal Blogspedia saat mengikuti kelas bersama Founder Blogspedia, seorang MomBloger, Marita Ningtyas. Dan, saya menemukan banyak hal menarik yang membuat saya semakin berbinar untuk terus semangat menjadi seorang blogger.

 

Ada apa yaa di Blogspedia ini? Yuks, cusss meluncur!

Dasar Blogging

Yup, buat kamu yang masih pemula dalam berkarir sebagai blogger, Blogspedia bisa menjadi pilihan untuk belajar dan meningkatkan keahlian nge-blog.  Tak perlu paham bahasa jlimet seperti yang sering disajikan di blog tutorial lain, kamu akan mudah memahami karena dituturkan dengan bahasa yang luwes dan sederhana. Walau terkesan cupu, tak perlu khawatir ya....Blogspedia dikelola dengan profesional yang ahli di dunia per-blogging-an.


Tampilan Eye Catching

Didominasi latar warna biru, my favorite color, dan pink, tampilan Blogspedia memberi kesan ramah dan hangat pada siapa saja yang datang berkunjung. Bagi orang yang sudah lama berkacamata, tentunya jadi lebih nyaman untuk memantengi artikel demi artikel di blog yang sarat ilmu ini.


Banyak Tips

Nah....ini dia salah satu hal yang saya sukai di Blogspedia ini. Blogger pemula masih terus mencari harus melengkapi diri dengan berbagai senjata agar jadi bloggerpreuneur sejati (ini istilah saya yaaa...maksudnya jadi menjadi blogger yang kreatif, inovatif dan tentunya punya nilai lebih bahkan nilai jual). 


Masih banyak ilmu yang harus kita pelajari. Tak cukup waktu untuk berkelana apalagi bila disuguhi dengan tips yang susah saya aplikasikan sendiri, Blogspedia menyediakan berbagai artikel untuk blogger pemula.


Blogspedia Coaching

Yup, ini salah satu layanan keren di Blogspedia. Program keren ini dibuka setiap tahun dengan berbagai materi keren yang penting banget dikuasai new blogger diantaranya kemampuan dasar blogger, memahami fitur blogspot (karena masih ditujukan untuk platform blogspot ya), menulis berbagai jenis artikel, mempercantk tampilan blog dan tentu saja SEO (Search Engine Optimatization).


Syarat utamanya hanya satu, konsisten menulis dan masih pemula (yang sudah tak pemula tak boleh ngaku-ngaku ya). Kelas ini gratis alias tak ada pungutan biaya.


Kelas ini berlangsung selama 3 bulan dibawah coach keren MomBlogger Cupu yang saya yakin tak cupu sama sekali.

Asyik kan yaa...

Apakah saya sudah ikut kelas ini?

Jawabannya belum...dan ini menjadi cita-cita dan target saya tahun ini yaa, semoga ada kesempatan.

Aamiin.


Dari Cupu menjadi Kupu-Kupu

Blogspedia menjadi tempat nongkrong yang friendly buat teman-teman blogger pemula. tak salah bila kini saya memilih Blogspedia ini menjadi blog yang layak saya kunjungi setiap waktu. Selain artikel menarik, tips dan triks, Blogspedia juga menyediakan jasa buat kamu blogger yang tak punya waktu banyak waktu.

 

Cuss, klik di sini buat meluncur ke Blogspedia!!!


Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge

Foto : Blogspedia

Budaya Lais, Fakta Unik Indonesia yang Jarang Diketahui

March 23, 2022 0 Comments

Day 11

Budaya Sunda

Indonesia, negeri yang saya cintai ini menyimpan banyak fakta mengejutkan yang tak ada habisnya. Terdiri dari berbagai suku dan budaya di hampir 17.000 pulau, tentunya banyak budaya dan tradisi tersembunyi yang masih kukuh dipertahankan atau bahkan punah tergerus jaman. Dan inilah yang terjadi pada Lais, salah satu budaya dan atraksi Sunda yang jarang dibicarakan.

Meski tak kehilangan jati diri sebagai orang Sunda yang berdarah campuran Jawa, ada beberapa budaya Sunda yang hingga kini tak pernah saya ketahui hingga saya merantau belasan tahun di kota lain atau saat berkesempatan bertugas ke daerah lain.

Garut

Bulan ini saya mendapat tugas ke sebuah kota tak jauh dari Bandung, Garut, juga dikenal sebagai kota dodol. Garut memiliki banyak sekali kulliner khas seperti dorokdok (kerupuk kulit), burayot (kue dari tepung beras dan gula merah), dan es goyobod (es campur ala Garut). Garut memiliki sentra domba garut yang memiliki genetik asli Indonesia dengan banyak keunggulan yang diakui dunia. Garut juga kaya kerajinan tangan seperti batik dan perkakas dari bambu.


Kerajinan tangan
Kerajinan Tangan


Dari sekian banyak keunikan kota Garut, ada satu hal yang membuat saya terpukau yaitu Lais. Dituturkan salah satu teman saya yang memang asli urang Garut, saya baru mengetahui ternyata Jawa Barat memiliki atraksi akrobatik yang tak semua orang tahu, bahkan orang Sunda sekalipun.


Lais

Lais merupakan atraksi akrobatik yang telah diakui sebagai Warisan Benda Tak Benda (WBTB) Indonesia pada tahun 2016. Lais sudah ada sejak tahun 1925 dan berasal dari nama seorang pemanjat pohon kelapa, Laisan, yang sering menampilkan atraksi menarik saat memetik buah kelapa. 


Berbeda dengan pemetik yang lain, Laisan cukup bergelantung di pelepah pohon dan seketika berpindah tanpa harus memanjat ulang tanpa harus memanjat ulang setiap kali akan memetik kelapa di pohon yang berbeda. 

  

Waiiiit.....tidak semua tahu bukan??


Atraksi khas Garut ini dilakukan oleh seorang pemain profesional yang bermain di atas tali yang dihubungkan di antara kedua batang bambu dengan ketinggian 12 – 13 meter yang jarak keduanya sekitar 6 meter. Agar kuat dan stabil, bambu yang digunakan ditanam tegak dalam tanah sedalam 6 meter.

Dan bagaimana ya cara menaiki bambu setinggi itu?

Well, pemain cukup mahir menaiki tiang bambu untuk mencapai tali di puncaknya.

 

Woooow....seru dan menegangkan bukan?


Pemain dapat melakukan atraksi berayun, berjalan, tiduran, bergelantung dengan kaki atau melakukan atraksi lain seperti membelah kelapa dengan golok. Tak ada alat pengaman apapun yang tentunya membuat jantung penonton semakin berdebar sekaligus berdecak kagum.


Atraksi Lais (Sumber : goodnewsformindonesia.id)

Atraksi ini diiringi tabuhan reog dan pencak silat. Pengiring lais biasanya terdiri dari 4 orang pemegang dogdog, seorang pemain terompet dan pemain yang bertugas untuk menghibur penonton dengan lawakannya.


Aksi Ketangkasan

Meski terlihat menegangkan, jangan lupa ya, atraksi ini hanya dilakukan profesional yang sudah berlatih dan berpengalaman. Keseimbangan, ketangkasan dan koordinasi motorik yang baik sangat diperlukan agar dapat bertahan dan aman di atas tali.

Pertunjukan sekitar 45 menit ini sering dipertontonkan sebagai hiburan baik dalam acara khitanan, pernikahan dan lainnya. Sayangnya, karena masih di masa pandemi, saya masih belum bisa menonton Lais secara langsung karena demi menjalankan protokol kesehatan, kegiatan berkerumun dilarang untuk mencegah penularan Covid 19.


Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge

Referensi dari berbagai sumber

Foto : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/11/25/mengenal-lais-seni-akrobatik-tradisional-warisan-budaya-leluhur-garut

Cara Hidup Sehat dan Awet Muda

March 23, 2022 0 Comments

Day 10

Panjang umur, sehat dan tetap terlihat muda. Mungkin itulah yang dicita-citakan kaum hawa sehingga semua berlomba-lomba untuk menerapkan berbagai cara hidup sehat dan awet muda. Meski seiring usia, badan saya makin ber’flower’ namun ada beberapa pola yang tetap saya lakoni hingga kini.

 

Sehat dan Awet Muda

Kurangi Gula

Saya memiliki turunan diabetes dari pihak Ayahanda dan gula darah saya sempat naik beberapa tahun lalu. Meski Ayahanda dan Ibunda keduanya sehat dan tak mengidap diabetes, sudah belasan tahun saya mengurangi gula dalam makanan atau minuman yang saya konsumsi. 


Tetap makan secara normal dan banyak jajan, saya sudah terbiasa tak menambahkan gula dan jus atau jarang sekali membeli minuman instan. Selain itu, air putih tetap menjadi pilihan kami. Saya dan Zauji sendiri tidak pernah menyengaja membeli minuman instan, bahkan yang kami dapat dari bingkisan pun lebih sering diberikan kepada orang lain dibanding kami konsumsi sendiri.


Lantas apakah jadi terasa aneh?


Semua serba plain. Alhamdulillah lidah saya sudah familiar dengan rasa tanpa gula. Jus atau minuman apapun tak pernah saya tambahi dengan gula putih kecuali rasa buah yang terlalu asam seperti strawberry atau mangga. 


Bahkan lidah saya sedikit sensitif bila ada makanan atau minuman yang terlalu manis atau menggunakan pemanis buatan seperti sakarin (gula biang) atau aspartam. Hidung saya bahkan bisa membaui rasa manis dalam secangkir teh.


Karena terbiasa, pada akhirnya saya sedikit bisa menahan diri bila ada makanan manis termasuk cake dan coklat yang tentunya jadi bertolak belakang dengan kegemaran saya sebagai chocolate lover.


Demi kesehatan dan ‘bertoleransi’ dengan Zauji yang sudah harus menyetop gula sama sekali, hobi saya yang satu ini jelas harus saya kurangi.


Alhamdulillah, hingga saat ini, kadar gula kami berdua masih ada di ambang batas normal.

 

Kurangi Gorengan

Naah...ini habbit yang paling susah untuk saya tinggalkan.


Gehu dan bala-bala adalah sarapan terenak buat saya. Tahu goreng yang disajikan panas-panas plus kecap bisa jadi makanan super mewah bagi saya.


Satu hari tanpa gorengan, tentunya jadi tantangan besar buat saya.


Masih berusaha mengurangi makanan favorit, gorengan yang hampir setiap hari tersaji di rumah atau dimana saja. Kini, saya mulai membatasi membeli gorengan kecuali Ibunda Zauji yang menyediakan di rumah.


Lantas bagaimana dengan berbagai jenis makanan yang digoreng lainnya?


Well, sampai saat ini kami masih mengkonsumsi jenis makanan yang digoreng. Tentunya akan sangat sulit untuk berhenti total. Selain jumlah yang dibatasi, jangan lupa untuk selalu sertakan buah dan sayuran dengan jumlah yang cukup.

 

Kurangi Nasi Putih

Sejak Zauji divonis menderita diabetes, saya membatasi nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama. Alhamdulillah Zauji menuruti saran saya dan menggantinya dengan nasi merah. Meski harus memasak dua jenis nasi yang berbeda, terlebih kami masih memasak dengan cara tradisional mengggunakan dandang, cara ini cukup jitu untuk menurunkan kadar gula Zauji.


Saya sendiri sudah makan nasi putih sebagai syarat lidah saya. Seperti orang Indonesia pada umumnya, rasanya belum lengkap alias belum makan bila tidak makan nasi dulu. Terkadang Ibunda protes dengan kebiasaan ini karena porsi makan saya semakin lama semakin ‘mengecil’.


Karena terasa hambar, saya pun mensiasati nasi merah dengan biji-bijian agar rasanya lebih enak. Nasi multigrain ini dibuat dengan cara mencampurkan beras merah dengan multigrain pada saat proses aron. Tak hanya sebagai nasi pokok, nasi multigrain dapat diolah menjadi nasi goreng kesukaan Zauji tanpa mengubah rasa.


Nasi goreng multigrain mix
Nasi goreng multigrain mix


Baca juga yuks, klik di sini:

Usaha Kreatif dan Unik..Multigrain Mix...Ramah Diabetes dan Diet


Olah Raga

Saya bukan tipe orang yang senang berolah raga tapi dulu selama kurang lebih 4 tahun saya rutin mengikuti kelas yoga di sela-sela hari kerja saya. Kesenangan ini berakhir saat saya sering terkena vertigo yang membuat saya tak leluasa untuk melakukan gerakan yoga. Kursus renang pun terhenti karena beberapa gerakan juga justru memicu vertigo kambuh lagi. 


Saat cuti studi dulu saya pun tergerak mengambil kelas gym yang bisa memilih berbagai jenis olah raga yang berbeda seperti zumba, line dance, yoga, tergantung waktu luang. Dan nasib kelas ini pun sama dengan kelas-kelas saya sebelumnya.


Mengukur Jarak Jalan Kaki dengan Amazfit Smartwatch


Tiga tahun terakhir, akhirnya saya memilih olah raga murah meriah dan super simpel yaitu jalan kaki. Sejak Zauji mengalami ablasio retina, olah raga berat atau rentan guncangan tak lagi diperkenankan sehingga jalan pagi menjadi pilihan kami.


Ini bukanlah pilihan yang buruk karena aktivitas pagi ini bisa kami nikmati berdua sambil mengobrol dan belanja (selalu, yaaa)

 

Berpikir Positif

Mungkin ada satu hal yang sulit dihilangkan dari pikiran saya.

Saya selalu merasa gemuk.

Yup...perasaan itu ada sejak belasan kilo gram yang lalu.

Body positivity, belajar mencintai dan mensyukuri tubuh kita sendiri. Banyak orang yang mengataan seorang istri harus selalu menjaga penampilannya, Alhamdulillah Zauji tak banyak menuntut dan selalu mensyukuri rupa dan bentuk saya. 


Body positivity bukan untuk penilaian orang lain namun untuk hati dan jiwa kita sendiri agar kita tetap sehat dan awet muda sebagai bentuk menysukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.



Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge

Referensi dari berbagai sumber

Foto : Dokumentasi Justmenong dan @ambuherbal

Cara Sederhana Membahagiakan Diri Sendiri

March 17, 2022 0 Comments

Day 9

Di tengah berbagai aktivitas yang rutin saya jalani, tentunya sering kali terselip perasaan suntuk atau mumet. Banyak cara untuk membahagiakan diri sendiri. Dahulu, belasan tahun yang lalu, coklat dan buku adalah dua hal ajaib yang membuat saya bahagia. Sejak tak punya banyak waktu dan menjaga diri dari asupan gula yang terlalu banyak saat usia merambat naik, kedua hobi menyenangkan ini otomatis tinggalkan.


Yuks, simak list-nya:

Rebahan

Saya adalah kaum rebahan sejati.

Entah kenapa, salah satu hal yang membuat saya bahagia adalah bisa rebahan sesuka hati saya dan kapan pun saya mau.

Karena lebih sering menghabiskan waktu sekitar 8 jam di luar rumah (7 am – 4 pm), berdiam diri di kamar sambil berleha-leha di atas kasur menjadi pilihan utama saya di waktu luang. Tentu saja, setelah semua pekerjaan selesai. Saya adalah morning person yang lebih suka mengerjakan banyak hal di pagi hari.


Hobi yang satu ini terkadang diprotes Ibunda karena kebiasan mager ini selalu saya lakukan setiap kali saya ‘mendarat’ di rumah Ibunda.

Bukan tanpa sebab, terkadang pekerjaan yang saya lakoni tidak mengenal weekend atau weekday sehingga bermalas-malasan menjadi opsi pertama untuk kembali me-recharge energi saya.

Dan alhamdulillah, Zauji dan Ibunda Zauji pun tak pernah rewel dengan kebiasaan saya ini dan cukup memahami bila saya perlu istirahat cukup.

Tidak termasuk orang yang memiliki hobi begadang, saya akan memilih tidur bahkan dalam special event yang biasanya dirayakan banyak orang seperti tahun baru dan lainnya.


Instagram

Melihat postingan instagram jadi salah satu hal yang membuat saya rileks dan bahagia.

Nyaris tak pernah menonton TV.

Saya mengikuti segala perkembangan berita dari media sosial, instagram dan twitter. Jangan tanya iklan dan gosip artis, jujur saja saya akan jawab tidak tahu kecuali berita nya muncul di beranda instagram saya.

Bermimpi punya rumah sendiri, saat ini kami berdua masih tinggal di rumah Ibunda Zauji, melihat-lihat desain rumah di instagram adalah cara membahagiakan berikutnya. Desain cantik dengan segala detilnya yang akan saya simpan sebagai bekal mendesain rumah kami.

Meski masih jauh untuk memiliki rumah sendiri, namun mendesain dan memilih-milih bahan dan segala pernak perniknya menjadi keasyikan tersendiri.

Aamiin.

Spot Cantik Rumah Mba Debby Malindaa (ig debbymalindaa)


Klik di sini untuk baca juga : Day 13 : 7 Hal yang Paling Membuat Bahagia


Berdua dengan Zauji

Meski tak lagi menjalani LDR, namun tak begitu saja kami dapat menghabiskan waktu untuk berduaan sepanjang minggu. Tugas yang terkadang waktunya tak menentu plus kami harus pula berbagi untuk menjaga Ibunda dan Ibunda Zauji yang keduanya tinggal sendirian, membuat kami harus pintar mengatur waktu berduaan.

Bila berkesempatan bertugas di dalam kota, biasanya Zauji akan menemani saya di hotel pada malam hari. Di masa pandemi, biasanya saya mendapat jatah kamar untuk satu orang sehingga saya leluasa mengajak Zauji atau keluarga untuk ikut menginap.

Lain waktu kami juga sengaja pergi ke luar kota untuk mengunjungi saudara atau teman. Pergi berdua naik motor, kami menghabiskan waktu untuk mengobrol seru sepanjang perjalanan. Bila tak memungkinkan, jalan-jalan dalam kota atau hanya sebatas membeli jajanan di seputaran kelurahan, sudah cukup menyenangkan bagi kami.

Berkuda...yeaay


Klik di sini untuk baca cerita : Pengalaman Berkuda Bersama Rabbanian Horse Adventure di Alam Bebas Cikole, Lembang

Klik di sini untuk baca cerita : Pantai Ambal, Kebumen, Alternatif Wisata di Jalur Selatan Jawa


Bahagia itu sederhana.

Tak perlu biaya mahal atau waktu yang lama.

Yang terpenting bahagia datang dari diri kita sendiri.

Pribadi yang bahagia tentunya akan dapat memberikan aura kebahagiaan kepada orang lain pula.


Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge #lombablog

Foto : edukasi.okezone.com

Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil

March 16, 2022 0 Comments

Berpuluh tahun berlalu. Untuk sebagian besar orang, mungkin masa-masa panjang itu cukup untuk menghapus sebuah kenangan dari masa lalu. Namun tidak dengan saya yang ternyata masih harus berjuang mengatasi trauma masa kecil.


Tonggeret

Ketakutan dan kesedihan itu masih tampak nyata setiap kali saya mendengar suara tonggeret.


Ya, serangga kecil yang nyaring terdengar di akhir musim penghujan ini adalah ketakutan terbesar saya. Bahkan jauh bila dibandingkan dengan kucing atau ulat yang keduanya saya hindari namun tak cukup untuk membuat saya histeris ketakutan atau sedih setengah mati.Lahir dan besar di kota besar, tentunya jadi pertanyaan besar mengapa saya anti dengan jenis serangga sub ordo Cicadomorpha ini. Dan tentunya, tonggeret atau yang juga dikenal dengan sebutan garengpun nyaris jarang terdengar bahkan tak diketahui keberadaannya.

 

Entah Bermula Dari Mana

Saya sendiri nyaris tak ingat mengapa saya selalu merasa sedih, hampa dan ketakutan setiap mendengar nyanyian orchestra alam yang kerap ditemui di pedesaan ini.

Berbelas tahun nyaris tak ingat, suatu sore tiba-tiba saya menangis begitu mendengar suara tonggeret di kebun belakang rumah kontrakan saya. Saya sendiri tidak mengerti apa yang terjadi. Dan kejadian ini berulang sehingga saya mulai menghapal ritmenya.

 

Petang…tonggeret…hawa dingin…hutan…bau hujan…dan rasa sedih yang membuat saya menangis.


Rasanya saya sudah cukup dewasa untuk tahu bila ada luka di batin saya yang menimbulkan trauma sehingga saya bereaksi negatif setiap kali mendengar tonggeret.

 

Trauma sendiri diartikan sebagai respons emosional seseorang terhadap kejadian tidak menyenangkan yang menimpa diri kita atau orang terdekat kita. Respon terhadap trauma dapat berbentuk fisik seperti sakit kepala atau mual dan respon secara psikis seperti stres.

 

Telusuri Asal Mula Trauma Kita

Sebagai pribadi introvert (rasanya dulu saya introvert dan kini tak lagi karena Sebagian besar teman mengatakan saya ini cerewet, bawel dan terbuka), saya tak pernah menceritakan ini kepada siapapun. Saya membuka lembaran ingatan masa kecil saya.

 

Sebagian memori saya masih menyimpannya. Halaman besar, rumah bercat merah, ayunan, sekolah, pintu kayu yang bagian atasnya terbuka, anjing, hutan dan rel kereta api. Meski tak mengerti mengapa saya mengingat semua itu dengan detil dan tak tahu apakah itu hanya khayalan saya belaka atau memang demikian adanya.



Tepat pada saat ayah saya berpulang, kami kembali ke tempat di mana berpuluh tahun yang lalu, tepatnya saat saya berusia dua tahun, saya tinggali saat saya hidup terpisah dari Ibunda karena sesuatu hal.

 

Dan itu terjadi begitu saja, saat kami tiba di rumah duka (ayah saya dimakamkan di tempat berbeda dengan tempat kami tinggal sesuai amanat beliau), saya melihat gambaran yang dulunya hanya ada di ingatan saya. Kembali ke sana ternyata memicu kembali trauma saya. Saya menjadi sangat sensitif dengan suara tonggeret. Dan hal itu bisa membuat saya menangis bercucuran air mata secara tiba-tiba.

 

Tidak Menyalahkan Diri Sendiri

Saya tidak pernah menyangkal bahwa saya menderita trauma. Namun saya tidak pernah menyalahkan diri saya atas semua yang terjadi pada masa lalu. Saya tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di masa kecil saya. Saya pun tidak menyalahkan orang-orang dewasa di sekitar saya dulu.

Semua yang terjadi adalah takdir Allah. Bagaimanapun, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk bernafas hingga saat ini, sehat dan bahagia.

Saya hidup untuk diri saya dan masa depan saya. Meski tak bisa saya lupakan, biarkan masa lalu tetap ada di belakang.

Adapun respons yang selalu muncul saat mendengar suara tonggeret pun saya maklumi sebagai respon alamiah. Belajar berdamai dengan diri sendiri karena bagaimana pun sebagai manusia makhluk yang tak memiliki kekuatan apapun selain ijin-Nya, kita akan memerlukan proses dan waktu untuk healing.

Bicaralah Pada Seseorang

Well I know I need talk to someone.

Berbicarakan tentang perasaan kita kepada orang lain dan cari dukungan pada orang yang kita anggap amanah, entah orang tua, saudara atau psikolog.

Sejujurnya saya bukan orang yang mudah curhat, tapi kondisi ini tentunya sudah memasuki tahap serius dan saya tidak mau hidup saya terus-terus dilanda ketakutan. Orang yang pertama saya temui adalah adik saya yang menyarankan dengan tegas kalau saya tak boleh lagi kembali ke tempat trauma asal berasal apapun alasannya.

Sejak duduk di bangku SMA, saya juga tidak malu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Karena bantuan professional akan membantu saya mengenali diri sendiri.

 

Beri Waktu Untuk Diri Kita Sendiri

Bukanlah hal yang mudah untuk menghilangkan dan mengatasi trauma yang sudah lama terpatri dalam pikiran alam bawah sadar. Ingatan yang kerap datang tiba-tiba tentunya tak selama nya kita hindari. 

Cobalah untuk rileks dan menyadari, kita lah yang seharusnya mengendalikan diri kita sendiri. Beri waktu untuk diri kita untuk mengenali, mempelajari dan belajar mengalihkan perhatian kita agar dapat fokus pada hal lain.

Tidak perlu tergesa-gesa. Segala sesuatu perlu proses dan waktu.


Kembalikan kepada Allah

Allah-lah yang menggerakan sel-sel di otak kita dan membolak balikan hati kita. Bermohonlah kepada Allah untuk menghilangkan rasa sedih, takut, cemas, gelisah, khawatir di pikiran kita.

Tiada yang Maha Menggenggam Segalanya kecuali Allah.

Kembalikan segala kepada Allah.

Masa Lalu.

Masa Depan.

Sejatinya hanya milik Allah.


Klik di sini untuk baca : Day 13 : 7 Hal yang Paling Membuat Bahagia


Dan apakah saya sudah bisa mengenyahkan perasaan itu?

Jawabannya adalah...belum.


Saya masih sering memeluk Zauji saat tiba-tiba mendengar suara makhluk kecil lucu menggemaskan yang belum pernah sekalipun saya temukan.


Insyaallah saya sudah mengikhlaskan semua yang terjadi sebagai bagian dari skenario Allah untuk saya dan belajar mengatasi trauma masa kecil. Lebih banyak orang-orang yang mencintai saya.

Tetap bersyukur dan semangat.


Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

#14DaysBlogspediaChallenge #lombablog

Foto : edukasi.okezone.com