Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 15...Electroretinography (ERG)

November 18, 2021 0 Comments

Hasil OCT Bulan Juli

Hasil pemeriksaan terakhir dengan dr. Made Indra Widyanatha, SpM (K) di RS Mata Cicendo menyatakan Zauji cukup kontrol rutin 3 bulan berikutnya untuk mengobservasi kondisi Zauji, terutama kondisi retina dan tekanan mata kanan dan kiri. 
Hasil OCT Mata Kanan

Hasil OCT Mata Kiri


ERG atau Electroretinography

Di bulan awal November 2021, kami sepakat untuk melakukan kontrol di hari Selasa. Alhamdulillah tepat dengan jadwal dr. Rova Virgana, SpM(K). Kami tak lupa membawa hasil OCT bulan Juli dan menceritakan kembali penjelasan dokter Indra. Dokter Rova menyarankan agar kami melakukan ERG.

ERG atau Electroretinography (Elektroretinografi) merupakan pemeriksaan mata yang dapat mengukur respons listrik sel mata yang peka terhadap cahaya. Sel yang merupakan bagian dari retina ini disebut batang dan kerucut. Kerucut bertanggung jawab atas rasa sensitif mata terhadap warna.

ERG digunakan untuk mengetahui kondisi retina termasuk kondisi sel di area makula pada retina.

Namun, berhubung biaya yang harus dikeluarkan lumayan mahal berkisar 4 juta rupiah bila dilakukan secara mandiri di klinik paviliun, dokter Rova mengijinkan kami untuk melakukan pemeriksaan di klinik reguler dengan pembayaran BPJS tanpa ada batas waktu. 

Selain timol dan glaupen untuk menjaga tekanan bola mata, dr. Rova memberikan vitamin syaraf mata untuk menguatkan syaraf mata yang mulai melemah.


Hasil Pemeriksaan ERG

Kali ini, Zauji melakukan pemeriksaan di klinik reguler tanpa saya temani dari awal karena saya baru menyusul menjelang siang. Pemeriksaan dan hasil pemeriksaan syaraf retina kami dapatkan pada hari itu juga. Tanpa perlu menunggu antrian hingga bermingggu-minggu. Qodarullah dokter Indra yang bertugas sebagai dokter kepala sehingga kami langsung dapat berkonsultasi dengan beliau. 
Hasil ERG

Hasil ERG


Hasil pemeriksaan menunjukan adanya sel-sel mati di area makula retina mata hal ini yang menyebabkan syaraf retina melemah sehingga penglihatann menurun. Hal ini tentunya sejalan turunnya penglihatan Zauji karena resiko tidak dievakuasi nya silikon HD sejak operasi terakhir, Juni 2020. Tidak ada hal yang dapat kami lakukan selain menjaga mata kiri Zauji tetap sehat dan mengurangi segala resiko yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata kiri. Dokter Indra pun memberikan kelonggaran kepada Zauji untuk kontrol 3 bulan lagi mengingat kondisi Zauji pun sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa. 

Alhamdulillah ‘ala kulli hal. 

Bersyukur di segala keadaan. 

Yang harus kami syukuri bersama, hingga saat ini Zauji masih dapat beraktivitas seperti biasa meski tak lagi dapat berkendara di malam hari seperti dahulu. Dan setidaknya, kami masih  menjalani segala sesuatunya bersama. Kondisi buruk yang dulu sempat saya bayangkan saat pertama kali Zauji divonis menderita ablasio retina, alhamdulillah memudar seiring perjalanan waktu. 


Semoga menjadi kifarat dosa bagi Zauji. 

Semoga Allah memudahkan langkah kami untuk selalu berikhtiar mencari pengobatan terbaik bagi Zauji. 

 Aamiin.

Yuks klik di sini untuk baca cerita selanjutnya : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 16

Foto : Dokumentasi JustMenong
Rerefensi : hellosehat.com