Hal yang menyenangkan saat berkunjung ke Cirebon adalah banyaknya destinasi yang bisa disambangi. Setelah puas berjalan-jalan di Keraton Kasepuhan Cirebon, kami mampir di masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di kompleks keraton.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa beralamat di Jl. Kasepuhan No.Komplek, Kesepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Mesjid ini masih berada dalam kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon. Setelah puas menikmati wisata sejarah di Keraton Kasepuhan, kami jalan-jalan di alun-alun.
Karena sudah masuk ke waktu sholat dzuhur kami sepakat untuk sholat di mesjid terdekat. Dan ternyata, kami menemukan sebuah mesjid yang masih berada di area keraton. Mesjid ini memang terkesan berumur sangat tua. Tentu saja karena mesjid ini dibangun di jaman pemerintahan Sunan Gunung Jati.
Dari arah keraton, mesjid berada di sebelah kiri. Awalnya kami tak menyadari adanya mesjid di dekat keraton karena suasana depan keraton cukup ramai. Keraton Kasepuhan yang didirikan Pangeran Cakrabuana, cucu dari Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran pada tahun 1529 ini mempunyai peran yang sangat penting dalam dakwah Islam.
Keraton Kasepuhan juga menjadi pusat pemerintah sehingga tak heran tata letaknya mengikuti konsep Catur Gatra Tunggal. Keraton di Pulau Jawa biasanya berada di sebelah selatan alun-alun, mesjid agung di barat alun-alun, pasar di timur, dan penjara di selatan
Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam paling penting di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, mesjid ini menjadi pusat penyebaran dakwah pada masa Kesultanan Cirebon.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa sendiri didirikan sekitar tahun 1480 Masehi. Mesjid ini tak hanya dibangun atas prakarsa Sunan Gunung Djati namun juga dibantu sunan lainnya untuk semakin memantapkan penyebaran dakwah Islam.
Arsitek mesjid merupakan Raden Sepat dari Majapahit bersama kurleb 500 pembantunya yang berasal dari Demak. Konon pembangunan mesjid ini dilakukan hanya dalam waktu semalam saja. Sebetulnya melihat struktur mesjid yang sederhana dan jumlah pekerja, bisa saja pembangunan dilakukan dalam waktu singkat.
Nama mesjid ini sangat unik. Berbeda dengan nama mesjid lain yang biasanya dekat dengan nama dalam bahasa arab, mesjid ini dinamai dengan bahasa yang mirip bahasa Indonesia atau Sansekerta.
Nama Sang Cipta Rasa memiliki makna filosofis yang dalam. Kata 'Sang' berarti keagungan atau kemuliaan, 'Cipta' berarti pikiran atau karya, dan 'Rasa' yang memiliki arti perasaan atau spiritualitas.
Arsitektur Mesjid
Saya terpesona dengan arsitektur mesjid yang menarik, akulturasi budaya antara Islam, Jawa, serta pengaruh Hindu Majapahit (mungkin karena pengaruh kemitraan di waktu itu.
Teman Menong bisa melihat gapura yang kental dengan budaya Jawa berupa bata merah berundak (ini sama dengan gapura Keraton Kasepuhan Cirebon). Begitupun atap masjid berbentuk tumpang tiga tanpa kubah, menyerupai rumah joglo. Tiga tingkatan tersebut melambangkan iman, Islam, dan ihsan—tiga pilar utama dalam ajaran Islam.
Bangunan masjid disangga oleh tiang-tiang kayu jati yang kokoh. Beberapa tiang diyakini dibuat dari potongan-potongan kayu kecil yang disatukan dengan sebutan 'saka tatal'. Saka tatal menggambarkan persatuan dan kebersamaan yang terbentuk dari bagian-bagian kecil yang bersatu.
Kami melangkah memasuki mesjid yang terkesan lapang karena tak ada dinging atau sekat. Nuansa masa lalu langsung terasa.
Warna coklat kayu mendominasi mesjid baik lantai, kayu dan atap. Mihrab mesjid dihiasi ornamen klasik dengan ukiran pengaruh seni Majapahit. Begitupun pintu-pintu kayu berukir dan dinding bata merah semakin mempertegas nuansa tradisional yang kental. Tempat wudhu mesjid memiliki desain unik tersendiri.
Dalam mesjid banyak orang yang turut beristirahat dengan merebahkan badan sehingga nampak tidak teratur untuk sebuah mesjid.
Setelah sholat, kami mencoba makanan khas Cirebon yaitu doclang untuk makan siang dan tentunya tahu gejrot yang ada di dekat Masjid Agung Cipta Rasa Cirebon.

Post a Comment
Post a Comment