RSGM Unjani Cimahi Bagian 2

Post a Comment
Akhir-akhir ini saya dan Zauji sering kali bersilaturahim ke RSGM Unjani. Mungkin banyak teman Menong yang tak mengenal RSGM Unjani, bahkan bagi warga Kota Cimahi atau Bandung Raya.

Dokter di RSGM Unjani

Meski sering lewat Jl. Encep Kartawiria No.88, Citeureup, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, kunjungan kami di RSGM Unjani justru di suatu malam karena Zauji sudah tak tahan dengan giginya yang sakit selama dua hari ini.

Kami langsung menuju IGD dan disambut dokter jaga yang baik. Karena tidak termasuk darurat, dokter jaga merujuk kami bertemu dokter gigi umum, drg. Tarisa Zakiri. Beliau menangani Zauji dengan baik hingga rasa sakitnya seketika hilang.

Kontrol berikutnya kami ketemu drg. Aldi Ahmad Syarif Muhyidin, dokter gigi umum untuk perawatan gigi. Dokter Aldi menyarankan untuk menggunakan fasilitas BPJS dan meminta rujukan dari faskes 1. Karena menunjukan riwayat perawatan di RSGM Unjani, dokter umum di faskes 1 memberikan rujukan. Alasan utama adalah perawatan akar gigi dengan menggunakan BPJS harus dilakukan di faskes 2 oleh dokter gigi spesialis endodonti (konservasi gigi).

Di bagian endodonti, kami bertemu dengan drg. Muhammad Adhitya, SpKG. Beliau juga baik dan ramah dan melayani kami hingga perawatan akar gigi selesai. 

Pelayanan RSGM Unjani termasuk terbaik, tak hanya untuk RS Gigi namun juga RS yang memberikan layanan BPJS. Pengalaman berikutnya saat Zauji memerlukan tindakan untuk giginya yang goyang. Saat itu RSGM Unjani tidak bisa ditunjuk langsung dari faskes 1 karena kami berbeda kecamatan. Dokter gigi di faskes 1 merujuk kami ke bagian periodonti dan kami memilih RS A namun Zauji trauma karena dokter tidak komunikatif alias langsung menyuruh Zauji untuk duduk di dental chair tanpa memberikan penjelasan apa-apa.

Sempat pindah ke RS yang lain, yaitu RS B dan ternyata tindakan lanjutan tidak dicover BPJS, meliputi tindakan operasi dengan bius total, jangka waktu yang  berbulan-bulan dan biaya yang mahal (minimal 6 juta untuk 1 rahang). Jujur saja ada rasa takut menghadapi rangkaian perawatan ini.

Akhirnya kami mencoba meminta rujukan ke RSGM Unjani dengan alasan Zauji sudah ditangani sebelumnya di sana. Berbekal catatan dari dokter RS B, akhirnya RS B meneruskan rujukan ke RSGM Unjani.

Kami bertemu dengan drg. Andi Supriatna, MM, Sp.Perio. Ternyata gigi yang goyang ada pengaruh dari diabetes harus dilakukan splintting (menstabilkan gigi). Alhamdulillah beliau baik dan komunikatif tapi sering mulai praktik lewat dari jam 5 sore. Ternyata drg. Andi Supriatna merupakan direktur RSGM Unjani.

Pemasangan splitting lebih sederhana dan biaya lebih murah dari RS B. Beberapa tindakan saat akan pemasangan splinting ternyata bisa dicover BPJS sehingga kami meminta rujukan dari faskes 1 dan rujukan faskes 2 langsung ditujukan ke RSGM Unjani. Total biaya kurang dari 10 juta termasuk1 gigi palsu (gigi yang goyah sudah terlanjur copot), splintting rahang atas dan bawah.

Saya sendiri sendiri menjadi pasien endodonti sejak beberapa bulan terakhir ini karena gigi geraham yang berlubang mulai terasa sakit. Meski dulu sempat ditambal namun tak pernah sampai tuntas, akhirnya dengan kesadaran penuh (karena sakit tak tertahan) saya memilih berobat di RSGM Unjani. Awalnya memang menggunakan biaya mandiri namun karena biaya lumayan tinggi setiap kali kunjungan, saya mencoba menggunakan BPJS.

Faskes 1 sendiri mudah memberikan rujukan karena layanan perawatan akar gigi harus dilakukan di faskes 2. Awalnya saya memilih dokter wanita namun karena jadwal beliau sering kali ditangguhkan akhirnya saya kembali ke drg. Adit. Saat ini perawatan masih berjalan.

Layanan RSGM

RSGM Unjani termasuk faskes 2. Dalam 2 tahun belakangan ini, fasilitas layanan BPJS memang semakin meningkat. Bila dulu BPJS identik dengan antrian lama (terkadang harus datang dari subuh) dan layanan terkesan 'asal', kini BPJS semakin menampakan kualitas pelayanannya.

Setelah mendapatkan rujukan dari faskes 1, kita hanya cukup mendaftarkan antrian melalui aplikasi mobile JKN. Layanan klinik di RSGM Unjani, selain IGD yang 24 jam, tersedia di pagi hari jam sore hari. Teman Menong bisa memilih sesuai jadwal dokter yang dipilih dan waktu yang disuka.

Saya sendiri memilih dokter yang cocok. Sejauh ini baru satu dokter yang saya rasa kurang komunikatif sehingga saya memilih dokter lain sebagai penggantinya.

Teman Menong dapat melihat estimasi dilayani di aplikasi mobile JKN, jadi teman Menong hanya perlu datang satu jam sebelum waktu estimasi tersebut. Saat datang, biasanya petugas sekuriti akan bertanya klinik apa yang akan kita tuju. Biasanya petugas sekuriti sudah punya daftar nama pasien setiap klinik.

Kita hanya perlu menunggu dipanggil petugas admin, setelah pengecekan administrasi teman Menong harus menyerahkan berkas ke meja perawat untuk diukur tensi dan riwayat medis. Setelah itu kita hanya perlu menunggu giliran diperiksa.

Bila menggunakan BPJS, pastinya pemeriksaan per kunjungan sedikit dibatasi sehingga perlu dilakukan beberapa kunjungan hingga tindakan beres.

Salah satu nilai plus dari RSGM Unjani, petugas admin akan memberikan info via whatsapp bila ada perubahan jadwal. Nomor admin ini juga bisa digunakan untuk layanan dengan biaya mandiri.

Fasilitas

RSGM Unjani memiliki fasilitas yang lengkap. Dari luar, teman Menong bisa melihat lapangan parkir yang luas tepat di depan IGD. Di sebelah kiri, gedung kaca dengan desain unik akan menyambut teman Menong.

Layanan poliklinik ada di pagi dan sore hari. Di pagi, antrian pasien relatif lebih padat namun semua antrian tak begitu lama. Kadang, kami juga antri hingga malam hari karena pasien sangat banyak. Teman Menong bisa bayangkan, satu pasien bisa sampai 30 menit lebih.

Tempat antrian sangat bersih dan lapang. Poliklinik memang hanya di lantai 2 dengan fasilitas ruang tunggu, arena bermain anak, toilet, feedingn machine dan colokan listrik. Mushola ada di basement.

Jujur, saya menilai A+ untuk RSGM Unjani. Sayangnya karena dilingkup medis, tak ada foto yang bisa saya share.


Newest Older

Related Posts

Post a Comment