Saat kecil dulu, saya termasuk anak yang sering sekali sakit gigi. Ada saja keluhan gigi yang saya rasakan terutama nyeri hebat yang pastinya berulang. Setelah menikah, barulah saya mengenal RSGM Unjani Cimahi yang menyediakan layanan kesehatan gigi.
Kesehatan Gigi
Saat SD dulu, sekolah kami memiliki program Unit Kesehatan Sekolah atau UKS yang menyediakan layanan pemeriksaan gigi setiap beberapa bulan. Saya masih ingat, kami diajari dan praktek langsung gogok gigi yang benar. Pasta gigi yang digunakan seingat saya berwarna merah, entah untuk apa fungsinya.
Selain itu kami diberi layanan pemeriksaan gigi sehingga sering kali ada beberapa teman yang giginya dicabut. Kami juga pernah diajari cara menyikat gigi yang benar yang telah saya praktikan sejak kelas 4 SD hingga sekarang.
Namun kesehatan gigi ini memang kurang jadi perhatian keluarga. Saya sendiri langganan sakit gigi sejak SD dan mulai belajar memperhatikan kesehatan gigi saat kuliah. Dulu, BPJS memang belum dicanangkan pemerintah jadi masyarakat hanya memiliki pilihan terbatas untuk berobat termasuk memeriksakan gigi. Dan biasanya masyarakat biasa datang ke dokter gigi hanya bila gigi terasa sakit dan tak kembali saat sembuh atau tak terasa sakit.
Alhamdulillah karena rumah masih di dekat Puskesmas, saya sering mampir untuk memeriksakan gigi. Sayangnya biaya pemeriksaan gigi tergolong mahal sehingga tidak menjadi prioritas banyak orang. Dan ternyata ada tawaran untuk pemeriksaan gratis atau dengan biaya lebih terjangkau yaitu menjadi pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Padjadjaran di Jl. Sekeloa. Mengapa gratis? Ternyata layanan ini diberikan oleh calon dokter atau yang biasa disebut koas atau residen (dokter gigi yang akan mengambil spesialis).
RSGM Unpad terletak tak jauh dari rumah, ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit jalan kaki. Dulu kami berjalan menelusuri gang dan perkampungan. Saya dan adik saya pernah menjadi salah satu pasiennya terutama untuk layanan scalling atau membersihkan karang gigi. Bila dilakukan di RS, scalling berbiaya mahal (yang pastinya tidak bisa dijangkau).
Para koas ini melakukan praktek dalam satu ruangan besar, penuh dengan dental chair. Setelah selesai, pekerjaan koas akan diperiksa oleh dokter gigi senior. Layanan scalling, pemasangan kawat gigi atau lainnya diberikan gratis asal bersedia hadir sesuai jadwal pertemuan. Para koas ini juga memberikan layanan pemasangan gigi palsu yang harganya relatif lebih murah.
Kota Bandung juga memiliki RSGM lainnya yaitu RSGM Kota Bandung yang terletak di Jl. LLRE. Martadinata No 45, Bandung. RSGM Kota Bandung menerima layanan BPJS sehingga teman Menong yang ingin diperiksa secara intensif bisa meminta rujukan terleboh dahulu di faskes 1.
RSGM Unjani
Sejak menikah, saya pindah mengikuti Zauji dan tinggal di Kota Cimahi. Tentunya kami tak memiliki pilihan ke Kota Bandung lagi bila ingin menggunakan layanan BPJS. Setelah melakukan survei dari berbagai RS, akhirnya kami menemukan kecocokan di RSGM Unjani (Universitas Achmad Yani). RSGM Unjani terletak di Jl. Encep Kartawiria No.88, Citeureup, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, tak jauh dari Pasar Atas.
Sesuai namanya, RSGM Unjani merupakan salah satu fasilitas di bawah naungan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani). Seperti halnya RSGM Unpad, rumah sakit ini menjadi sarana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Unjani.
Di sini, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi akan bisa mempraktekan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan dengan praktik langsung, pastinya di bawah pengawasan dokter gigi dan dosen yang berpengalaman.
Layanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan mulai dari pemeriksaan gigi rutin, penambalan, pencabutan gigi, perawatan saluran akar, hingga tindakan bedah minor.
Saya sendiri pertama kali menginjakan kaki di RSGM Unjani ini saat harus mengantar Zauji ke IGD RSGM Unjani yang buka 24 jam, di suatu malam yang kesakitan karena giginya berlubang. Karena bukan kondisi darurat akhirnya kami dirujuk ke poli bagian umum. Alhamdulillah dokter gigi umum ada meskipun hari sudah malam.
Setelah dirontgen, drg. Tarisa Zakiri melakukan perawatan yang membuat rasa sakit menghilang. Saat itu kami menggunakan biaya mandiri karena non IGD tanpa rujukan tidak dicover BPJS. Dokter Tarisa sangat baik dan komunikatif. Meski biaya terbilang mahal, 1,5 juta untuk rontgen dan tindakan Zauji memutuskan untuk kembali berobat ke RSGM Unjani karena dirasa cocok.
RSGM Unjani memiliki layanan dan fasilitas yang lengkap sehingga menambah kisah sehat kami.
Setelah dirontgen, drg. Tarisa Zakiri melakukan perawatan yang membuat rasa sakit menghilang. Saat itu kami menggunakan biaya mandiri karena non IGD tanpa rujukan tidak dicover BPJS. Dokter Tarisa sangat baik dan komunikatif. Meski biaya terbilang mahal, 1,5 juta untuk rontgen dan tindakan Zauji memutuskan untuk kembali berobat ke RSGM Unjani karena dirasa cocok.
RSGM Unjani memiliki layanan dan fasilitas yang lengkap sehingga menambah kisah sehat kami.
Post a Comment
Post a Comment