Cara Menabung Umroh untuk Orang Tua

20 comments
cara menabung umroh

Setiap kaum muslimin tentunya memiliki cita-cita menunaikan rukun islam kelima yaitu ibadah haji atau umroh. Tak terkecuali bagi saya dan Zauji. Tak hanya itu, tentunya kita semua ingin pula berbagi kebahagiaan dengan orang yang paling kita sayangi yaitu orang tua. Biaya hampir pasti menjadi kendala. Lantas bagaimana ya cara menabung umroh untuk orang tua dan diri kita sendiri? Yuks, intip tips nya!

Niat Kuat

Sejak SMA, saya punya cita-cita untuk sesegera mungkin mendaftar dan berangkat ke tanah suci. Jujur saja, saya ‘kabita’ alias tergiur dengan kakak sepupu saya yang sudah mulai menabung sejak tahun 90an, saat pertama kali bank syariah didirikan. Alhamdulillah kakak sepupu saya akhirnya menunaikan ibadah haji yang pertama di tahun 2010, di usianya yang masih pertengahan 30an. 

Perasaan itu semakin menggebu saat saya berjumpa dengan saudara atau kawan yang akan pergi ke tanah suci. Bulan Dzulhijah adalah bulan kesedihan bagi saya manakala harus mengantar kerabat atau berpapasan dengan rombongan pengantar jamah haji atau sekedar melihatnya di layar kaca.

Sadar diri, bukan berasal dari keluarga berpunya, tentunya saya harus bekerja lebih keras untuk mengumpulkan sen demi sen demi menggapai cita-cita saya. 

Dan ternyata, hal yang paling harus kita tanamkan terlebih dahulu adalah niat umroh atau haji yang kuat. Niat tak hanya dilafalkan secara lisan namun juga dibuktikan dengan nyata alias 'dieksekusi' langsung termasuk mencari tahu cara menabung umroh untuk orang tua dan diri kita sendiri dan DAFTARkan orang tua dan diri kita di travel umroh/haji yang terpercaya sesegera mungkin.

Dana Talangan Umroh

Awal tahun 2012, salah seorang teman dekat mengajak saya untuk umroh bareng plus jalan-jalan ke Turki. Ow, sungguh tawaran yang menggiurkan, hanya dengan 17 juta saja, sudah bisa mencicipi udara dingin Eropa. Sayangnya, saat itu keuangan saya masih pas-pasan sehingga belum bisa digunakan untuk keperluan lain.
Jalan-jalan di Turki


Terbersit untuk menggunakan dana talangan umroh. Yak, kala itu sudah banyak bank syariah yang menawarkan dana talangan untuk haji dan umroh (dan tentunya mengakibatkan lonjakan antrian jamaah). Setelah bertanya kesana kemari, ternyata resiko yang harus ditanggung sangat besar. 

Pertama, tentunya selisih antara dana talangan yang diperoleh dengan uang pinjaman yang harus dibayar lumayan besar (misal dana talangan 20 juta, uang pinjaman yang harus dibayar 25 juta), Proses nya tidak mudah, ada beberapa berkas yang harus diketahui kantor. Hmmm, rasanya saya kurang sreg bila rencana saya ini digembar gemborkan lebih dulu,

Kedua dan yang terpenting, bila Allah berkehendak ajal saya tiba di tanah suci, utang dana talangan ini akan tetap wajib dibayar. Siapa yang harus membayar? Tentunya ahli waris kita (dalam hal ini ibu dan adik saya). Aahh, rasanya saya tak tega bila harus ‘pergi’ dengan meninggalkan beban seperti itu.

Akhirnya, sayapun berketetapan hati untuk tak lagi memaksakan diri pergi di awal tahun itu. Dan ternyata, keputusan saya didukung banyak orang. 

Bila keuangan masih belum mencukupi, sejatinya kita masih belum diwajibkan untuk menunaikan haji atau umroh. Menabung menjadi jalan untuk mewujudkan cita-cita. 

Tabungan Emas atau Uang

Alhamdulillah di pertengahan tahun 2012, saya mendapat kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa. Di titik inilah saya berniat harus sudah melaksanakan umroh saat lulus sekolah nanti. Berbekal uang beasiswa yang  tak seberapa besar, saya mulai menabung dalam bentuk emas. Karena tidak menyukai perhiasan, saya mulai melirik logam mulia. Saat itu saya sedang tertarik dengan dinar dan mulai mencari informasi mengenai dinar dan dirham. 1 koin dinar antam setara dengan 4,25 gram emas 22 karat, seharga kurleb 2 juta.

Informasi ini saya dapatkan dari sebuah akun twitter yang meng-update harga koin dinar dan dirham setiap hari. Untuk satu koin dikenakan pula biaya ongkos sebesar 10rb (nah ini yang tidak saya pahami alasannya karena saat menjual, uang 10rb ini tak kembali). 

Dari pengalaman mengkoleksi dinar, tabungan emas hanya efektif bila teman Menong menyimpannya lebih dari 3 tahun, saat ada kenaikan harga per gramnya. Karena bila hanya menyimpan dalam hitungan bulan, ada kemungkinan harga menurun seperti yang saya alami, harga jual mencapai 1,7juta sehingga tentunya rugi dari segi nilai.

Selain itu, saya hanya berani menjual dinar kepada penjualnya semula karena tidak semua gerai emas menerima dengan harga yang sesuai. Bagi orang yang tidak memiliki simpanan lain, cara menabung umroh untuk orang tua dan pribadi seperti ini rasanya kurang efektif. Saran saya, untuk keperluan jangka pendek, menabung dalam bentuk uang menjadi cara paling tepat.

Bertekad menyisihkan 2 juta rupiah setiap bulan nya, saya benar-benar mengetatkan ikat pinggang dalam arti sebenarnya. Tak ada lagi jajan, salon atau beli barang apapun. Pengeluaran hanya terbatas ongkos rumah - kampus dan jatah makan siang. 

Saya pun meminta keridhoan Ibunda untuk sementara tak bisa memberi beliau uang bulanan. Pun dengan kedua keponakan saya tersayang yang terkadang bertanya, mengapa kini saat jalan-jalan tak boleh lagi minta jajan ini ituπŸ’”

Daftar Umroh

Tak pernah terbersit sedikitpun bila saya akan menginjakan kaki lebih awal dari rencana semula, 6 bulan sebelum saya menyelesaikan studi. Terlebih, tak hanya tanah suci namun juga daratan Eropa impian saya. 5 bulan pasca menabung dinar, akhirnya saya memberanikan diri mendaftar umroh. Travel yang saya pilih adalah travel yang digunakan saat teman dekat saya umroh di awal tahun 2012 lalu. Travel ini sudah kami survei sebelumnya, dengan membandingkan harga dan layanan dengan travel lain, begitupun dengan status ijin resmi dari Kementerian Agama.

Di kota Bandung, travel ini termasuk travel low budget. Biaya relatif lebih murah bila dibanding dengan travel lain. Di awal tahun 2013, saat travel lain mematok umroh reguler kurleb 20 juta, travel pilihan kami ini masih berkisar 15jt. 

Bila teman Menong berminat, siapkan terlebih dahulu mental untuk menerima fasilitas yang sederhana seperti hotel bintang 3 dan konsumsi yang tidak mewah dan berlebih. Bagi saya dan teman dekat, hal ini tak menjadi masalah karena dalam kehidupan sehari-hari pun kami hidup dalam kondisi sederhana. Yang terpenting bisa melihat Kabah sesegera mungkin.
Kabah


Dengan berbekal 10 juta rupiah, saya berbulat hati daftar umroh reguler. Qodarullah, di tempat pendaftaran saya bertemu dengan Bu Ros, tetangga saya semasa kecil. Beliau lalu membujuk saya agar mengambil paket umroh plus Turki yang bisa dijangkau dengan biaya kurleb 19 juta. 

Awalnya saya menolak karena uang yang pas-pasan dan tak akan sanggup harus menyediakan uang sebesar 9 juta lagi dalam waktu 7 bulan saja (belum termasuk biaya Jakarta Bandung PP, passport, surat mahrom, perlengkapan umroh pribadi dan bekal). Namun Bu Ros menyemangati dan mengatakan :

Minta sama Allah yang Maha Kaya, nanti Allah akan mendatangkan rizki entah dari pintu mana saja yang dikehendaki-Nya.

Dengan mengucap basmallah, akhirnya saya pun mendaftarkan diri.

Akhirnya Berangkat

Tiba di bulan pelunasan. Saat itu dolar mulai beranjak naik yang otomatis kekurangan biaya umroh membengkak menjadi 11 juta. Saya pun meminta waktu karena uang belum terkumpul. Alhamdulillah, Allah memberikan jalan dari rezeki tak disangka yang jumlahnya setara dengan biaya yang harus saya lunasi dan masih tersisa untuk bekal nanti (saya hanya membawa 1,2 juta saja yang saya belanjakan di Turki sebesar 600rb dan di Makkah-Madinah sebesar 300rb).. 

Hanya 2 buah baju gamis putih, jaket tebal, syal dan kupluk yang saya beli dengan harga murah. Selebihnya saya dapatkan dari saudara dan teman, baik masih baru atau memang sudah tak dipakai lagi. Saya juga menyisihkan uang untuk bekal selama Ibunda saya tinggal. 

Januari 2014, Alhamdulillah, akhirnya saya tiba juga di tanah suci (dan Turki) dengan cerita mengharu biru.
Masjidil Haram Makkah

Mesjid Nabawi Madinah

Dan pastinya banyak yang mempertanyakan mengapa saya tidak mendahulukan Ibunda untuk menyegerakan pergi umroh?

Dari yang saya pelajari, mendahulukan pribadi dalam hal ibadah dan segala sesuatu yang bertujuan mendekatkan diri pada Allah SWT, lebih dianjurkan ketimbang mendahulukan orang lain.

Cara Menabung Yang Efektif

Dan berapa tabungan saya sepulang umroh? Nol rupiah
Lantas bagaimana cara menabung umroh untuk orang tua yang sudah saya niatkan sedari dulu padahal saya hanya punya uang beasiswa dan gaji yang tentunya akan saya pakai untuk keperluan rutin bulan berikutnya.

Alhamdulillah, satu bulan kemudian saya mendapatkan kenaikan gaji yang lumayan besar. Dua bulan berikutnya, ditambahkan dengan tabungan Ibunda, saya mendaftarkan Ibunda di travel yang sama untuk keberangkatan Januari 2015. Masih ada 8 bulan tersisa, dengan ijin Allah saya kembali menapaki langkah yang dulu pernah lakoni.

Di akhir bulan oktober 2014, saya menguras semua tabungan saya demi melunasi biaya umroh Ibunda. 

Dan berapa tabungan saya di bulan November ? Hanya sebatas gaji yang tentunya akan saya pakai untuk biaya hidup selama satu bulan ke depan.

Namun, ternyata Allah mengganti semuanya dengan mudah. Alhamdulillah, 25 Januari 2015 pagi hari saya mengantarkan Ibunda untuk berumroh dan di siang harinya, saya mendaftar haji untuk daftar tunggu 12 tahun. 

Beberapa bulan berselang, di pertengahan tahun 2015, saya ikut urunan mendaftarkan bibi saya untuk juga berangkat umroh dengan travel yang sama. Setahun kemudian, akhirnya kami bisa merenovasi rumah kecil kami agar lebih nyaman untuk Ibunda tinggali. Begitupun Zauji dan Ibunda yang akhirnya memperoleh porsi haji beberapa tahun kemudian.

Looh, uang sebanyak itu saya dapatkan darimana yaa? Entahlah saya sendiri tak tahu dan tak memahami bagaimana dalam waktu yang singkat, tabungan yang tadinya nol kembali terkumpul lagi dan lagi dalam jumlah yang fantastis. Secara hitungan matematika manusia, ajaib dan tak akan pernah terbayang dalam benak saya. Allah memberikan banyak kesempatan yang rasanya mustahil didapatkan.

Dan apakah selama itu hidup saya kekurangan? Alhamdulillah, meski belum memiliki rumah pribadi dan masih mengendarai motor kesayangan kemana-mana, hingga saat ini kami berdua tak pernah kekurangan segala sesuatu. Ibunda dan Zauji kini dalam kondisi terbaik. Bahkan kami masih bisa melancong berdua untuk sekedar healing😘

Jadi, bagaimana ya cara menabung umroh untuk orang tua?
Yakin Allah akan selalu memudahkan niat hamba-Nya, apalagi bila kita berniat untuk birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua)
Niat yang kuat, mulai membuat tabungan uang (jangka pendek) dan emas (jangka panjang), dan mendaftar secepatnya karena tidak ada yang bisa menjamin apakah umur kita sampai ke rencana kita atau tidak. 

Inilah cara menabung umroh untuk orang tua termudah yang pernah saya alami. Tak perlu harta berlimpah dan tak perlu banyak alasan untuk menunda. Insyaallah, Allah akan memudahkan segalanya. Aamiin

Related Posts

20 comments

  1. MasyaAllah, mbak... Merinding bacanya. Jadi makin pengen.... Semoga sy jg segera diundang dan dimampukan ke tanah suci..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, niatkan dan eksekusi berapa pun jumlah nya...nanti Allah yang akan mencukupkan kebutuhan kita

      Delete
  2. alhamdulillah sudah pergi ke Tanah Suci ya, Mbak. semoga mabrur.
    memang butuh komitmen untuk menabung dan mengusahakan. semoga selalu diberkahi.
    jadi inget waktu aku umroh tahun 2019 kemarin. karena ada agenda ke Turki dulu sebelum ibadah, jadi lebih capek dan nggak fokus ibadah huhu. rada nyesel sih. semoga lain waktu diberi kesempatan lagi dan bisa lebih fokus ibadah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, memang rata2 ke trip dulu baru umroh ya...jadi harus dipersiapkan kalau punya rencana umroh plus

      Delete
  3. MasyaAllah, doakan kami juga ya bisa diundang segera ke tanah suci brikut bersama keluarga.
    Rasa haru nya terasa sampai disini. Dan semangat nya sampai membuatku tertampar, knapa aku ngga sesemangat ituuu. Bismillah skrg aku ingin bertekad kuat. Trimakasih mbak sangat menginspirasi.

    Memang, matemarika manusia berbeda dengan matematika Allah. Kalo manusia 1+1=2. Kalau matemarika Allah, bisa jadi 1+1=100. Maka tak heran ketika kita memberi sebetulnya kita sedang menabung untuk diri kita sendiri. Sudahlah berpahala ditambah banyak kelebihan.

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah watabarokallah, semoga dapat mengikuti jejak Mbak Menong untuk berkunjung ke Baitullah. Dengan niat yang kuat dan ikhtiar maksimal, tak ada yang mustahil ya ketika kita bergantung hanya pada Allah saja

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah luar biasa cerita pengalamannya. Sangat inspiratif, kalo sudah niat memang tidak ada yg bisa menghalangi kecuali kehendakNya

    ReplyDelete
  6. Masya Allah inilah contoh jika kita punya keinginan dan niat baik yg kuat, Allah pasti mudahkan. Kun fayakun, tidak ada yg tidak mungkin.

    ReplyDelete
  7. Masyaallah udah sampe Tanah Suci duluan. Kemarin aku umrohin Ibu dulu karena pertimbangan faktor usia dan kesehatan. Doakan aku segera nyusul ya. Semangat nabung lagi!

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah... Matematikanya Allah emang dahsyat ya, mba. Hanya perlu keyakinan yang kuat minta sama yang Maha Kaya.

    ReplyDelete
  9. Maa shaa Allah tabarakallah, keren banget mbaa
    Keinginan kuat itu terasa banget sampe akhirnya terwujud, tujuannya bener-bener Lillah ya mbaa dan nyata Allah mudahkan jalannya 😍 Subhanallah!

    ReplyDelete
  10. Masya Allah, aku juga pengen umroh dengan uang sendiri deh, makasih sharingnya ya mba apalagi soal nabung uang atau emas.

    ReplyDelete
  11. masyaallah mbak, saya merinding bacanya
    alhamdulillah sudah umroh ya mbak, semoga mabrur
    sepakat dnegan kutakan niat, Allah akan memudahkan, termasuk ibadah sleanjutnya, entah bagaimana ceritanya dananya ada aja
    semoga saya dan keluarga juga bisa segera menunaikan ibadah umroh dan haji

    ReplyDelete
  12. Masya Allah, sangat menginspirasi mba, semoga bisa segera umroh juga bersama orang tua, Pasti Bisa.

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah bahagianya bisa mengumrahkan orang tua yaa, aku juga pernah Alhamdulillah membayarkan biaya umrah Abah dengan simpanan LM ku Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah...Allah menitipkan banyak rezeki untuk memberi kita kesempatan berbakti kepada orang tua

      Delete
  14. MasyaAllah tabarakAllah semoga rezekinya nular ya mba. Alhamdulillah juga mba ga jadi ambil dana talangan karena kayaknya mirip paylater gtu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya, mungkin sekarang dinamakan paylater yaa

      Delete
  15. MasyaAllah, aku juga akhir-akhir ini kebetulan kaya pengen umroh tapi dana pas-pasan juga. Pas baca ini langsung mikir, emang harus ada niat kuat untuk nabung buat ibadah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat, mba..insyaallah akan dimudahkan

      Delete

Post a Comment