Cara Membersihkan Luka Bekas Operasi

15 comments
cara membersihkan luka operasi


Entah mengapa ya, saya sering kali berurusan dengan per-rumahsakit-an dalam hidup saya, baik untuk saya sendiri atau pun orang-orang terdekat saya. Saya sendiri, Zauji, Ibunda dan adik saya pernah mengalami operasi sehingga sedikit banyak kami memiliki pengalaman pribadi bagaimana cara membersihkan luka bekas operasi. Luka bekas operasi harus ditangani dengan baik untuk mencegah infeksi dan komplikasi lain.

Kali ini saya akan ajak teman Menong untuk mengenal cara membersihkan luka bekas operasi.

Membersihkan Luka Lecet Penderita Stroke

Bertahun-tahun menemani Embah yang terbaring sakit karena stroke membuat saya banyak belajar banyak hal bagaimana merawat orang sakit. Di awal tahun 2000-an tentunya pengetahuan lebih banyak didapat dari buku yang secara fisik ada dalam genggaman kita. Kala itu internet belum banyak dimanfaatkan karena hanya terbatas bisa diakses melalui warnet saja. 

Sebagai orang awam yang tak pernah mempelajari ilmu kesehatan, saya lebih sering belajar secara otodidak dengan cara memperhatikan bagaimana perawat bekerja. Saat menjaga Embah di rumah sakit, saya sering ikut memandikan, mengganti pampers, memasangkan baju dan lainnya. Inilah yang banyak membantu kami saat harus merawat Embah di rumah karena otomatis semua pekerjaan dilakukan sendiri.

Penderita stroke harus dirawat dengan lebih hati-hati, terlebih bagi pasien stroke yang memiliki riwayat diabetes miletus. Banyak hal yang harus diperhatikan terutama posisi tidur yang bila tidak dibiasakan dengan posisi yang tepat dapat menimbulkan masalah baru seperti munculnya ruam atau lecet di bagian punggung hingga bokong. 

Lecet  ini muncul di area belakang terutama bagian bokong terkena tekanan terus menerus akibat berbaring dalam waktu lama. Luka ini dikenal dengan nama ulkul dekubitus. Pada kasus Embah, luka ini muncul karena pemakaian pampers yang terkadang terlampau penuh hingga carian urine membasahi bagian bokong.

Alhasil beberapa bulan muncul seperti luka lecet terbuka. Tentunya ini membuat kami waspada karena berdasarkan cerita luka lecet seperti ini akan berbahaya bila didiamkan. Embah sendiri terkadang merasakan perih dan sakit.

Pengobatan yang bisa kami lakukan adalah mengoleskan cairan betadine agar luka mengering. Pemakaian cairan betadine hanya diperkenankan dengan syarat bagian belakang tidak tertutup apapun termasuk pampers. Sementara waktu, Embah kami posisikan tanpa pampers sampai luka mengering.

Selanjutnya, posisi tidur penderita stroke diatur agar dalam waktu-waktu tertentu berubah sehingga bagian belakang tubuh Embah tidak tertekan terlalu lama. Tak lupa, bila luka sudah kering, jadwal pampers harus diganti lebih sering agar pampers tidak penuh cairan dan membasahi luka yang baru mengering. 

posisi tidur penderita stroke
Posisi Tidur Penderita Stroke (Sumber : Mehmet-Topcuoglu, Research Gate)

Tentunya biaya untuk pembelian pampers menjadi lebih membengkak. Hal ini kami siasati dengan terkadang Embah tidak menggunakan pampers dalam beberapa jam. Meski lebih repot karena tentunya Embah tak bisa mengontrol sendiri kapan buang air kecil, setidaknya sedikit upaya ini membantu luka lebih cepat mengering.

Setelah luka sembuh kami rajin mengoleskan salep bioplacenton untuk mencegah lecet atau ruam yang baru dan mengganti posisi tidur lebih sering lagi.

Luka Bekas Operasi Ganglion

Setiap tindakan operasi memiliki bekas luka yang khas yang berbeda satu sama lain. Dan ini terjadi pada saya yang akhirnya ‘mencicipi’ meja operasi karena ada benjolan kecil tepat di nadi tangan kanan. Benjolan ini tak sengaja saya raba. Awalnya benjolan ini tidak begitu terlihat namun semakin lama semakin membesar dan menimbulkan rasa pegal yang menjalar hingga pundak.

Tak menunggu lama saya berkonsultasi dengan dokter bedah umum yang mendiagnosa benjolan itu merupakan ganglion, benjolan berisi cairan. Meski tak berbahaya, ganglion dapat menekan syaraf bila membesar yang secara tidak langsung mengganggu aktivitas karena rasa pegal yang ditimbulkan.

gejala ganglion

Operasi ganglion tidak berlangsung lama dan berdasarkan kebijakan BPJS, pasien operasi harus rawat inap satu malam sehingga saya menghabiskan satu malam di RS Hermina Bandung. Karena perban baru terpasang, perawat hanya memberikan instruksi untuk memberishkan luka dan mengganti perban 3 hari kemudian.

Naah, berhubung saya termasuk takut untuk membuka perban sendiri, akhirnya saya meminta bantuan adik untuk membantu saya membersihkan luka bekas operasi. Dokter meresepkan larutan NaCl 0,9% dan dermafix plester.

Saat membuka perban, luka bekas operasi masih terlihat merah dan basah. Luka dibersihkan dengan larutan NaCl 0,9% dengan cara menyemprotkan atau mengguyur tanpa bantuan kapas karena khawatir kapas akan menempel pada luka. Meskipun takut karena terasa perih dan sedikit sakit namun karena adik saya ‘sedikit galak’, akhirnya saya pasrah juga karena memang luka bekas operasi harus selalu dibersihkan agar tidak terjadi infeksi. 

Setelah dibersihkan, luka dibalut dengan dermatix plester, plester kedap air, steril dan transparan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka karena daya serapnya tinggi. Dan tentunya saya baru mengetahui plester jenis ini yang lebih bagus dibandingkan plester yang biasa saya pakai.

Terakhir saya bebat dengan pembalut perban elastis warna coklat dengan ketebalan cukup agar tidak mudah luka tidak terasa sakti saat tersenggol atau terkena benturan. Di hari kontrol seminggu kemudian, dokter mengganti perban plester dengan dermatix plester dengan ukuran lebih kecil karena luka sudah mulai mengering sempurna. 

Kini bekas operasi ganglion di nadi saya terlihat samar seperti tak ada bekas meski masih terasa sakit bila ditekan keras. 

Operasi Ablasio Retina

Qodarullah, kami berdua diberi ujian dengan diagnosa ablasio retina yang dialami Zauji. Pengalaman ablasio retina ini memberikan pengalaman baru bagi saya untuk belajar cara membersihkan luka bekas operasi khususnya bagian mata. Meski beberapa tahun sebelumnya, saya juga pernah merawat Ibunda pasca operasi katarak, rasanya kali ini berbeda terlebih Zauji melewati 7 kali operasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Luka bekas operasi bagian mata berbeda dengan luka di bagian tubuh lain. Secara umum, pasien operasi mata akan diberikan beberapa obat tetes mata berbentuk minidose. Sebelum pulang, perawat memberikan beberapa aturan yang harus dipatuhi pasien selama perawatan di rumah.

Aturan terpenting, pasien harus mengikuti anjuran untuk berada dalam posisi telungkup atau terlentang selama beberapa jam dalam sehari agar kerja silicon untuk menekan retina agar menempel kembali bisa lebih maksimal (untuk silicon atau gas tertentu ada aturannya masing-masing ya, silakan tanyakan pada dokter/perawat). 

Jangan lupa untuk bergegas ke RS atau IGD terdekat apabila penglihatan berkurang, kepala sakit luar biasa atau terjadi mual muntah hebat. Ini bisa jadi tanda naiknya tekanan bola mata yang sangat berbahaya bagi pasien.

Apa saja yang harus dilakukan untuk membersihkan luka bekas operasi ablasio retina?

Cek Perban

Pertama, perban harus diganti sehari 2x dengan kapas yang harus disterilkan terlebih dahulu. Cara yang mudah adalah merendam kapas dalam air panas (tentunya dalam wadah stainless steel yang bersih ya). Kapas yang digunakan adalah kapas bulat atau kapas hypoallergenic.

Buka plester yang menempel di kelopak mata dengan perlahan. Biasanya plester menempel dengan ketat sehingga menimbulkan rasa sakit saat ditarik. 
Bersihkan area sekitar kelopak mata perlahan dan keringkan dengan cara menepuk perlahan dengan tissue. 

Momen membuka perban menjadi momen yang membuat jantung saya berdetak lebih cepat karena saya sendiri belum terbiasa melihat bagian mata yang ‘merah menyerupai darah’. Saya seolah dapat merasakan mata Zauji yang berdenyut sakit meski tak ada darah yang menetes seperti halnya luka bekas operasi. 

Beri Obat Tetes Mata

Kedua, obat tetes diberikan sesuai jadwal. Ada 4 obat tetes mata minidose yang harus diberikan dalam jam yang berbeda sesuai yang tertera di label yaitu antibiotik, antiradang, penurun tekanan bola mata dan lainnya.

obat tetes timol

Teteskan sesuai urutan dalam petunjuk label dan beri jeda waktu 5 menit antara obat tetes.

Aturan Lain

Ketiga, mata yang dioperasi tidak boleh terkena air selama 2 minggu, tidak boleh dikucek dan terkena benturan. Keempat, pasien tidak boleh berhubungan suami istri (sementara ya)

Luka Pasca Masektomi 

Berbeda saat membersihkan luka bekas biopsi, pengambilan benjolan untuk mendeteksi tumor atau kanker, yang dibantu salah seorang kerabat karena saya masih fokus merawat Zauji. Kali ini saya merawat sendiri Ibunda. Momen ini menjadi saat yang takkan terlupakan dalam hidup saya. 

Di saat luka bekas operasi mata retina belum kering, saya harus bergegas untuk menjaga Ibunda yang menjalani masektomi atau operasi pengangkatan payudara di rumah sakit berbeda. Luka bekas operasi masektomi tentunya harus ditangani secara khusus sehingga pasien dirawat selama 10 hari pasca operasi untuk dilakukan observasi guna memastikan kondisi pasien stabil.

Selain selang infus, selang panjang terpasang dalam jahitan yang berfungsi mengeluarkan darah kotor dari bekas operasi. Hingga hari ke 4, tabung penampung darah kotor masih bersih namun di hari ke-5 darah kotor mulai mengalir turun karena Ibunda sudah diperkenankan untuk bolak-balik ke kamar mandi.

Meski perban belum dibuka, pastikan area sekitar perban tetap bersih dengan cara dilap perlahan dengan washlap dan air hangat. Jangan lupa area ketiak yang masih sakit untuk digerakkan harus juga dipastikan bersih.

Hari ke-8 dokter sudah mengijinkan selang penampung darah kotor dicabut. Meski penampung berisi banyak namun dilihat secara kasat mata dianggap normal dan tidak ada hal yang diluar kewajaran. 
Perban sudah diganti sebanyak dua kali dan perawat menyatakan luka bersih dan kering.

Setelah 10 hari rawat inap pasca masektomi, dokter mempersilakan Ibunda pulang dengan catatan perban luka diganti per tiga hari. 

Kali ini saya minta bantuan tetangga yang berprofesi sebagai bidan. Bu bidan meminta saya membeli dermatix plester dengan ukuran yang agak besar karena area luka yang besar. Sayangnya ukuran dermatix plester ini sukar didapat.

dermatix plester
Dermatix plester (sumber : Halodoc)

Luka bekas dioperasi dengan dibersihkan dengan larutan NaCl 0,9% dan diberi salep dengan resep dokter agar luka mudah mengering. Kondisi Ibunda sendiri cukup bagus sehingga luka mengering dengan mudah.

Menjelang kemoterapi, dengan membersihkan luka bekas operasi secara benar, luka lebih cepat mengering sehingga dokter bedah onkologi mengintruksikan untuk melepas benang jahitan. Saya sendiri menunggu luka benar-benar kering dan meminta bantuan dokter umum di faskes 1. Alhamdulillah hingga saat ini Ibunda sudah kembali sehat dan beraktivitas.

Informasi lebih lengkap dan akurat bagaimana cara membersihkan luka bekas operasi dapat teman Menong tanyakan langsung pada dokter atau perawat agar hasil yang diharapkan lebih maksimal.



Mampir di ig JustMenong
Referensi dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi JustMenong, Research Gate, Canva, digstraksi.com, Halodoc.com



Related Posts

15 comments

  1. MasyaAlloh,, semoga sehat selalu buat kaka dan keluarga..

    ReplyDelete
  2. mashaAllah, infromasi nya sangat bermanfaat kak. Karena masih banyak yang kurang mengetahui cara memebersihkan luka bekas operasi terutama saya.

    ReplyDelete
  3. Meski sebagai orang kesehatan.. Kadang membaca ulang jg bisa merefresh ilmu kembali terimakasih mba sangat mencerahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon koreksi bila ada yang kurang tepat ya karena ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja

      Delete
  4. Pengalamannya banyak sekali mba. Kalo aku kayaknya gag bakal mampu krn sudah takut duluan sih. Sehat terus mba dan keluarga

    ReplyDelete
  5. Bapaknya Ece waktu mudik pernah kena ganglion awalnya jatuh biasa trus benjol dipriksa sama dok cuma dikasih tunjuk buku bayarnya lumayan sama suruh operasi dengan biaya yang tambah lumayan akhirnya dibiarkan begitu saja. Sampai turki diambil cairan itu udah kelar nga usah bayar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba...biaya nya lumayan tapi kalau tidak segera dioperasi tangan saya pegal terus jadi akhirnya saya memutuskan untuk operasi saja menggunakan BPJS

      Delete
  6. masyaAllah, cuma mau bilang, mbaknya luar biasa. dan terima kasih sudah berbagi, karena ini bisa jadi pelajaran buat pembaca blog mbak.

    ReplyDelete
  7. Ngga kebayang jadi mbaknya. Strong.💪

    Ikutan ngilu pas baca part operasi retina. Aku juga pernah operasi usus buntu, tapi ganti perbannya di rumah sakit seminggu sekali, aku pakai perban yang plastik anti air. Ngeliat luka jahitannya aja aku udah ngilu..😶

    ReplyDelete
  8. semangat mbaknyaaaa! semoga sehat selalu yaa. thank youu sudah sharing

    ReplyDelete
  9. waduh, kalau saya pasti udah nangis berdiri tuh... paling ngga tega bersihin luka. baca tulisan mba aku jadi ngilu sendiri. anyway , nice sharing mba. setidaknya saya jadi punya bayangan musti gimana kalau mau bersihin luka bekas operasi.

    ReplyDelete
  10. Masya Allah Mbak, ini pengetahuan yang penting banget. Karena kita tak tahu apa yang terjadi. Harus selalu siap siap, plester, dan obat-obatan untuk luka pertolongan pertama ya Mbak. Terima kasih pengetahuan penting ini mbak, salam sehat selalu..

    ReplyDelete
  11. Masyaallah sharing pengalaman yg sangat bermanfaat mbak krn membantu terutama sy yg awam ini.

    ReplyDelete
  12. Wah aku baru tau soal ini. Soalnya mamaku pernah operasi kecil, masih ada sedikit bekasnya. Bisa aku share ke mama nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya bekas operasi sangat dipengaruhi juga keterampilan dokter yang mengoperasi....seperti ada istilah tangan nya dingin...rapi banget kalau 'jahit'

      Delete

Post a Comment