Rame Boikot Aice. Yuk Kenali Bahan Aditif Es Krim

5 comments
es krim


Saat ini sedang ramai di lini masa Twitter tagar #BoikotAice. Tagar Boikot Aice ini menjadi perbincangan publik berawal dari unjuk rasa mantan pekerja Aice terkait dengan perjuangan mereka untuk menuntut haknya sebagai karyawan. Es krim asal Singapura ini mencuri hati banyak penggemar es krim karena rasanya yang relaatif murah. Sebagai smart buyer, tentunya teman Menong harus kenali bahan aditif es krim agar tak hanya menikmati namun juga tetap sehat.

Sebagai pencinta es krim, kali ini saya akan mengajak teman Menong untuk kenalan lebih lanjut dengan es krim dan bahan aditif yang biasa ada di dalamnya.

Sejarah Es Krim

Rasanya tak ada di dunia ini yang tidak menyukai es krim. Manis, dingin, lembut yang menempel di mulut benar-benar membuat siapapun pasti jatuh cinta pada hidangan dari susu ini. Secara teori, es krim dapat diartikan makanan beku yang dibuat dari produk susu (dairy) yang ditambah dengan atau tanpa bahan aditif.

Kini hadir dalam berbagai varian dan olahan, es krim sendiri muncul lebih dari 1500 tahun yang lalu, di masa pendingin bahkan masih belum ada.

Kekaisaran Romawi mengenal es krim dengan cara membuatnya dari salju halus yang dicampur dengan nektar (sari bunga), sirup buah dan madu. Sedangkan kekaisaran Cina memproses gumpalan salju, susu dan sari buah yang mulai dikenal di tahun 700 M. 

Es krim mulai dikenal di daratan Eropa setelah Marcopolo membawa resep pembuatan es krim dari Cina ke Italia dan memodifikasinya dengan tambahan bahan dasar es sirup, susu dan krim. 

Istilah ice cream mulai dikenal pada abad 18. Indonesia sendiri mulai mengenal es krim sebagai barang mewah yang dulu hanya dikonsumsi penjajah Belanda di kota besar. Kini es krim dikenal sebagai makanan selingan (dessert) yang disukai banyak orang dari anak-anak hingga dewasa.

Resep Es Krim

Es krim dapat dibuat dengan mudah di rumah. Susu pasteurisasi menjadi bahan dasar es krim yang paling mudah. Lemak susu berfungsi untuk membentuk tekstur es krim agar lebih halus. Sedangkan proses pasterurisasi bertujuan menghilangkan bakteri dalam susu. 

Olahan tersebut didinginkan dan dibekukan sebelum disajikan dengan aneka topping sebagai pelengkap.

Meski awalnya es krim dibuat dengan penambahan bongkahan es atau gumpalan salju, seiring dengan penemuan mesin freezer di tahun 1846 dan mesin pembuat es krim di tahun-tahun berikutnya, es krim mulai diproduksi secara massal dan dikenal lebih banyak orang. 

Pabrik es krim pertama dibangun di Amerika pada tahun 1851. Selain kuantitas yang semakin banyak, kualitas es krim juga semakin baik karena proses pengadukan dengan menggunakan mesin menghasilkan es krim dengan tekstur rata dan halus.

Tak hanya mesin pembuat es krim, teknologi juga mulai menggunakan listrik dan gas sebagai pendingin es krim agar es krim dapat didistribusikan lebih jauh.
 
Teman Menong bisa dapat mencoba sendiri di rumah dengan alat dan bahan sederhana dan mudah didapat.

Alat yang digunakan adalah panci, pengaduk kayu, mixer, baskom, wadah es krim dan kompor yang pasti teman Menong punya di dapur masing-masing.

Bahan yang digunakan meliputi :
  • 1 liter susu sapi yang telah dipasteurisasi
  • 6 butir telur ayam, jangan lupa pisahkan bagian putih dan kuning ya
  • ½ gula pasir
  • Garam
  • Vanili
  • Perasa bila perlu
Cara membuat :
  • Campurkan bagian kuning telur dengan gula pasir dan aduk dengan mixer hingga rata, mengembang dan lembut (A)
  • Campurkan bagian putih telur dengan garam dan vanili lalu aduk hingga homogen (tercampur rata) dan halus (B)
  • Campurkan bagian (A) dan (B) dan masak hingga mendidih.
  • Pastikan adonan diaduk terus menerus 
  • Masukkan susu dan perasa bila perlu
  • Aduk kembali campuran hingga mengental.
  • Dinginkan adonan dan tuangkan ke dalam wadah
  • Masukan ke dalam freezer pada suhu 5 C selama 4 – 24 jam
Proses penyimpanan dalam freezer ini dinamakan aging yang bertujuan untuk membuat campuran lebih stabil, kental, halus dan mengkilap. Agar es krim lebih awet dan tidak mudah meleleh, es krim dapat disimpan pada freezer suhu -18 C.

es krim turki

Teknologi membawa perkembangan positif bagi industri es krim termasuk munculnya varian dan bentuk baru seperti sorbet, gelato, es krim vegan, es krim low fat dan es krim instan. 

Bahan Aditif Es Krim

Selain susu dan gula, es krim memerlukan bahan lain yang ditambahkan untuk menambah kualitasnya. Bahan tambahan tersebut biasa disebut dengan bahan aditif. 

Momentum boikot Aice ini membuat banyak orang mulai cari tahu dan kenali bahan aditif es krim. Apa saja ya bahan aditif yang biasa ditambahkan ke dalam es krim?

Simak yuk!

Pemberi Rasa (Flavor)

Meski flavor es krim sering dihasilkan dari lemak susu yang bersifat creamy, adonan es krim sering pula ditambahkan pemberi rasa sintesis untuk meningkatkan kualitasnya

Pemanis (Sweetener)

Pemanis berfungsi untuk memberikan rasa manis dan menghasilkan tekstur es krim yang lebih halus dan lembut. Pemanis dibagi menjadi dua yaitu pemanis alami seperti gula pasir dan madu.
gula pemanis alami

Gula banyak digunakan sebagai pemanis dalam pengolahan es krim karena memberikan rasa manis yang kuat sekaligus berfungsi melembutkan terkstur dan menurunkan titik beku air. Teman menong tentunya sering mengamati meki es krim dalam kondisi beku, kita masih dapat menyendoknya dengan mudah, bukan?

Pemanis buatan yang sering digunakan adalah aspartam, sakarin dan siklamat. Dan tentunya meski harganya lebih mahal, pemanis alami akan terasa lebih enak bila dibandingkan pemanis buatan.

Penstabil (Stabilisator)

Bahan penstabil berfungsi untuk mempertahankan emulsi dan mencegah pembentukan kristal es yang kasar sehingga es krim tidak mudah meleleh atau mencair.

Penstabil es krim yang umum digunakan adalah guar, locust bean gums (LBG), cellulose gum, karagenan.

Pengembang

Bahan pengembang digunakan untuk meningkatkan volume dan membuat tekstur es krim menjadi lebih ringan. Bahan pengembang yang sering digunakan adalah natrium bikarbonat atau baking powder.

Nah, bila digunakan sembarangan, bahan aditif  ini sering kali tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sehingga kita harus lebih cermat untuk memilah dan memilih produk es krim yang baik. Tampilan es krim tentunya tidak hanya menarik namun juga aman bagi kesehatan.

Isu boikot AICE membuat teman Menong harus mulai memperhatikan bahayanya mengkonsumsi es krim secara berlebihan seperti kadar gula berlebihan pemicu diabetes, kalori dan lemak yang cukup tinggi, nutrisi yang sedikit dan bahan aditif. Jangan lupa untuk jeli selalu memperhatikan nilai gizi di label dan takaran porsi es krim yaa agar kita tetap sehat!!!


Mampir di ig JustMenong

Referensi dari berbagai sumber
Foto: Canva dan dokumentasi JustMenong

Related Posts

5 comments

  1. Wah sayang bgt ya kalau sampai di boikot. Padahal termasuk penikmat es krim Aice juga aku kalau ke warung hihi

    ReplyDelete
  2. Es krim Aice ini udh jd favorit anak2q,murah jg enak....sayang bgt ya kl di boikot

    ReplyDelete
  3. lengkap nih mba..jadi tahu bahan aditif yang ditambahkan ke es krim beserta cara buat eskrim sederhana di rumah. yuhuuu makasih mbaa

    ReplyDelete
  4. kadang beli es krim ini karena penasaran sama rasa varian barunya mba... kan macem-macem tuh...

    ReplyDelete
  5. isu aice ternyata bukan hanya soal kesejahterahan pekerja, bahan aditif juga termasuk ya, semoga ada tindak lanjutnya ya dari pihak terkait. kita juga harus cermat juga memilih produk untuk cemilan. agar tetap sehat dan happy

    ReplyDelete

Post a Comment