Lagu Romantis Suami Istri

33 comments
Lagu romantis


Saya dan suami menikah di usia yang sudah matang. Saat pertama kali diperkenalkan, tentunya kami berdua sudah sama-sama memiliki tujuan untuk membangun rumah tangga. Tanpa mengenal masa pacaran dan hanya berbilang minggu dari mulai mengenal dengan serius hingga ke jenjang pernikahan. ‘Sweet moment’ baru tercipta saat kami berdua telah SAH menjadi suami istri. Salah satunya dengan mengkoleksi lagu-lagu romantis. Lagu romantis suami istri apa saja ya yang menjadi favorit kami berdua?

How I Met My Husband

Topik ini selalu menjadi pembahasan seru antara saya dan suami hingga kini meski kami sudah beberapa tahun menikah. Mengapa kami masih sering membahas topik yang mungkin bisa dikatakan basi ini? 

Jawabannya adalah karena kami berdua sama-sama merasa ‘takjub’ dengan cara Allah SWT mempertemukan kami berdua. Kami berdua diperkenalkan oleh teman saya mengaji di sebuah Rumah Quran, sebut saja Bu Lierce. Kini saya menyapa beliau dengan panggilan Bule Lierce. 

Bisa dibilang, Bu Lierce adalah sahabat baru saya meski usia kami terpaut jauh karena beliau sendiri hampir seusia Ibu saya. Sosoknya yang ramah, lembut dan pendengar yang super baik membuat siapa saja betah berdekatan. Tak jarang kami sengaja memilih angkot yang sama agar bisa bercerita panjang lebar di sepanjang perjalanan pulang. 

Di tahun kedua, Bu Lierce meminta ijin saya untuk memperkenalkan saya dengan keponakan beliau yang juga masih sendiri. Sebetulnya, obrolan seperti ini seolah setengah tabu bagi saya yang tengah berada di 'level krisis ditanya kapan nikah' karena saya pribadi tak suka mengumbar obrolan super rahasia seperti ini. Pembawaan beliau yang hangat, amanah dan selalu memberikan energi dan solusi positif akhirnya membuat saya mulai berani membuka diri untuk memperbincangkan masalah ‘jodoh’ pada beliau.

Dengan cerita yang berliku, baru di tahun ketiga saya baru benar-benar mengiyakan permohonan Bu Lierce dan mengijinkan untuk memberikan nomor HP saya. Meski awalnya separuh hati saya masih menolak karena banyak hal yang tak sesuai dengan harapan saya sebagai calon suami idaman, beliau terus meyakinkan saya bila keponakan beliau adalah laki-laki yang baik, sholeh dan yang terpenting sangat menyayangi ibunya. 

Seorang lelaki yang memuliakan Ibunya akan juga memperlakukan istrinya dengan cara yang sama

Setelah sempat berkenalan dan bertukar cerita, kami sempat saling menjauhkan diri dan hanya berkomunikasi sebatas teman. Tak pernah dapat diduga bagaimana skenario Allah berjalan, sebuah kisah tiba-tiba saja dimulai. Waktu rasanya berjalan lambat. Di tengah perjalanan, doa yang sama selalu saya panjatkan.

Apabila dia baik untukku, dekatkan dia dan bila dia tidak baik untukku maka jauhkan dia dan berilah aku pengganti yang jauh lebih baik.

Rasanya hati saya semakin mantap untuk menerima nya meski tak dapat saya pungkiri masih terganjal dengan kriteria yang dulu saya tetapkan yang tak bisa dipenuhi beliau. Banyak sisi lain yang Allah tampakkan seolah memberikan jalan kepada kami berdua untuk saling mendekat. Jarang bertegur sapa lewat whatsapp atau bertemu secara langsung karena saya masih bekerja di luar kota, keraguan yang dulu hinggap di hati saya perlahan memudar. 


Penggenap Separuh Dien

Tibalah kami di hari bahagia itu, 27 Dzulhijah. 

Setelah menikah, saya pun mulai belajar memaknai, nasihat yang dulu  disampaikan banyak orang kepada saya.

Pilihlah laki-laki yang sholeh dan baik bukan yang tampan atau mapan 

Yaa…saya baru menyadarinya sekarang seiring perjalanan waktu dengan banyaknya momentum yang hadir dalam kehidupan rumah tangga kami. Seorang laki-laki yang meski tak sempurna namun selalu berusaha menjaga dirinya dan keluarganya agar tak pernah jauh dari naungan Rabbnya. Selalu saya syukuri, pada akhirnya Allah memberikan saya kesempatan untuk menghabiskan sisa umur saya dengan seorang lelaki yang tak hanya menjadi sandaran tapi juga rumah bagi hati ini. Lelaki lembut yang mengulurkan tangan dan hatinya untuk selalu menggenggam jiwa yang rapuh ini.

Inilah alasan mengapa pada akhirnya saya memantapkan diri untuk menerima pinangannya. 

Saya berharap, seorang laki-laki yang sholeh tidak akan pernah berbuat dzalim pada istrinya, semarah apapun atau kecewanya ia.

Lelaki itu kini saya panggil dengan sebutan, suami. Lelaki yang menggetarkan Arsy-Nya dengan kalimat agung saat mengucap janji di depan penghulu. Lelaki yang akhirnya datang untuk menggenapkan separuh dien. Tak hanya bersama di dunia tapi juga insyaallah hingga Jannah-Nya kelak.

Lagu Romantis

Banyak momen lucu yang terjadi selepas akad. Tentunya akan terasa canggung, seorang lelaki ajnabi (asing) tiba-tiba menjadi bagian hidup saya yang selalu ada setiap helaian nafas dan untaian doa. 

Salah satu momen canggung itu adalah bagaimana saya harus menyebut suami, yang semula saya panggil ‘akang’ meski beliau bukan orang sunda. 

Hmmmm…..panggilan apa ya yang tepat???
Aa?
Mas?
Kakanda?
???
???

Mungkin hingga sebulan lamanya kami berdua masih saling memanggil dengan sebutan ‘kang’ dan ‘teteh’. Nama saya di panggilan kontak suami masih ditulis dengan ‘Menong Teman Bule Lierce’…bayangkan betapa jengkel nya saya saat itu😃

Pada akhirnya, suami saya menamai dirinya sendiri dengan sebutan abi dan mulai memanggil saya dengan sebutan umi. Sebutan yang dulu tidak pernah saya cita-citakan karena jujurnya saya lebih memilih sebutan lain bila kelak kami diberi kepercayaan menjadi orang tua. Namun apalah daya, akhirnya saya pasrah mengikuti apa yang suami saya maui. Tapi saya masih tak menyerah untuk mencari sebutan lain yang berbeda namun tetap unik bagi kami berdua. 

Selepas menikah, tentunya kami semakin saling mengenal sisi lain dari pribadi kami berdua termasuk sisi suami yang ternyata romantis, berbeda halnya dengan saya yang cenderung grasak grusuk. Salah satu hobi yang sering dilakukan adalah mengirimi saya lagu-lagu romantis yang tentunya lebih cocok untuk dinikmati pasangan halal. 

Telah lama tak pernah lagi mendengarkan musik secara spesifik kecuali beberapa kenangan pilihan lagu sebagai bagian dari mood booster, pesan cinta yang diungkapkan lewat lagu menjadi salah satu pengecualian. Tak hanya saat menjalani LDM-Long Distance Marriage, lagu romantis itu terkadang dikirim bahkan saat kami berdua sedang duduk berdekatan tapi sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Olala..ternyata diam-diam beliau asik mencari lagu romantis suami istri untuk dikirimkan kepada saya.

Salah satu lagu favorit saya adalah lagu yang diberikan suami kepada saya di awal-awal pernikahan dulu. Dan lagu ini akan saya bagikan pula untuk teman Menong semua. 




Sengaja memilih video klip tanpa model di dalamnya, hanya ada gambar berbentuk hati dengan lirik dalam bahasa arab beserta terjemahnya, lagu ini menjadi lagu suami istri paling romantis versi saya. Lagu berjudul ‘Zaujati’, atau dalam bahasa Indonesia diartikan ‘istriku’, dinyanyikan Ahmed Bukhatir, seorang penyanyi Nasyid Emirat, sebagai ungkapan rasa cinta seorang suami kepada istrinya. 

Lagu yang kemudian telah dicover banyak penyanyi ini berisi lirik yang sangat puitis dan tentu saja romantis yang bisa dipersembahkan sebagai lagu cinta bagi pasangan halal teman Menong.

Dari lagu inilah, saya terinspirasi untuk memanggil suami dengan sebutan ‘Zauji’ yang berarti suamiku. Dan akhirnya sayapun dapat mengganti nama kontak ‘Menong Temannya Bule Lierce’ menjadi ‘Zaujati’.

Dan tentunya, kami masih banyak menyimpan lagu romantis suami istri versi kami berdua, yang kapan-kapan akan kami bagikan ya😘


Mampir di ig JustMenong

Related Posts

33 comments

  1. wah menarik banget mba ceritanya, jadi ketawa-ketawa sendiri haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang-kadang emang suka lucu sekaligus ngeselin :D

      Delete
  2. Kisahnya benar-benar romantis..suka sama panggilan sayangnya. Klo namaku di kontak suami di ganti hatun(hatunum) artinya hatunku. Terdengar lucu ya, tapi ternyata istilah hatun ini sebutan kehormatan bagi wanita pada masa Ustmaniyah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah...saya baru tau nih,mba...bisa jadi ide buat yang sedang mencari panggilan sayang

      Delete
  3. Romantis banget mba, zaujati :istriku.
    Semoga langgeng selalu ya mba keluarga nya. Sakinah mawadah warahmah aamin

    ReplyDelete
  4. "Maka lenyaplah kelah saat dirimu tersenyum" - Uh masya allah teh... tergetar rasanyanya hati ini mendengar lagu yang berbalut cerita istimewa teteh... terima kasih sudah berbagi momen sweet tth dan suami ☆

    ReplyDelete
  5. mesem-mesem bacanya, maasyaa Allah sweet banget, aku juga dulu pas ldm sering kirim2 lagu ke suami, biar dia selalu terngiang2 dan terhantui.ahhaahaha

    ReplyDelete
  6. Balas komen sambil dengerin lagu ini. So sweet yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya banyak cinta deh kalau denger lagu inih

      Delete
  7. So sweeeeett mb kisah nyaa....suka banget dengan lagunya😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maariii...tambahkan lagu ini dalam koleksi.lagu favorit

      Delete
  8. ehm serasa dunia milik berdua dan yang lain ngontrak ya mbak wkwkwk
    duh panggilan sayangnya bikin kesengsem

    ReplyDelete
  9. So sweet banget ya rekomendasi lagu-lagunyaaa, haha. Kisahnya apalagi :v

    ReplyDelete
  10. So sweet ❤❤❤ setiap pasangan pasti punya lagu favorit yaaa...

    ReplyDelete
  11. Duh aku yang belum menemukan tambatan hati, ikut senang dan tersenyum bacanya. Semoga langgeng dan bahagia terus ya mbaa

    ReplyDelete
  12. Ya ampun so sweet banget ternyata kisah pertemuan dengan suamimu ya mbak, berawal dari angkot ketemu bulenya, mau dijodohin hingga tertunda tiga tahun akhirnya tergerak juga hati untuk menerima..kalah deh drakor ceritanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertanyaan nya sih kenapa tidak tiga tahun yang lalu yaaa

      Delete
  13. Wah barakallah, Mbak. Bacanya sambil senyum-senyum sendiri. Hihi.

    Romantisnya suami beda-beda ya. Hampir samalah panggilan kita ke pasangan, Mbak.

    Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah

    ReplyDelete
  14. romantis uuuyyyy..... hehehehe. jadi penasaran langsung nyari lagunya nih.... soalnya saya sendiri baru pertama kali tau tentang lagu ituuuh....

    ReplyDelete
  15. Maasyaa Allah tabaarakallaah, beneran romantis ini siiih. Soalnya dapat kata "uhibuki anti" langsung dari suami. Sangat halalan thoyyiban hehe. Baarakallaahu wa baaraka 'alaikuma WA jama'a bainakuma fii khaiir.

    ReplyDelete
  16. lanjut dong, mbak ceritanya. termasuk tips menjaga keromantisan suami istri meski sudah lama menikah #nodong #maksa, hehehe

    ReplyDelete
  17. Yaampuunn manis bgt 😍 masih inget semua ceritanya bahkan dari kali pertama ketemu, lagu favorit... Langgeng terus mba dan suami ❤️❤️

    ReplyDelete

Post a Comment