Mengapa Saya Memilih Menulis di Blog?


Cover cerpen
Cover Kumpulan Cerpen : Hatiku Merah Jambu

Selain membaca, saya sangat suka sekali menulis. Tahun ini menjadi tahun ke-10 bagi saya untuk menuliskan banyak hal di blog, entah blog pribadi, blog pekerjaan atau blog lain. Mengapa saya memilih menulis di blog? Ada sejuta alasan tentunya. Dan semua alasan itu berawal dari mimpi dan langkah seorang kanak-kanak yang menyukai buku, kertas dan sebatang pensil.


Bahasa Indonesia

Pelajaran Bahasa Indonesia selalu menjadi pelajaran favorit saya. Karangan bebas mengenai kegiatan liburan panjang yang biasanya menjadi tugas rutin setiap awal tahun ajaran baru selalu saya tunggu dengan gembira. ‘Liburan di rumah nenek’ yang biasa dijadikan topik utama sebagian besar anak-anak saat diminta menulis karangan, saya tulis panjang lebar kali tinggi dengan sudut pandang yang berbeda agar tak lagi berkesan ‘B’ aja.


Saya masih ingat, saat saya duduk di kelas 4 SD, saat itu saya baru saja pindah sekolah, saya sudah dapat menuliskan kerangka karangan dengan baik dalam setiap karangan yang saya buat. Semua cerita dibuat runut sesuai ‘time line’ dan tak ada kalimat yang diawali dengan kalimat yang sama di setiap awal paragrafnya. Bagi saya, sebuah karangan haruslah menjadi suatu mahakarya luar biasa meski penikmat nya hanya saya sendiri 😘

Menjelang abege, diari menjadi jalan bagi saya menulis. Diari yang penuh dengan kode rahasia dan dibuat dengan tulisan sekecil mungkin secara bertumpuk, saya simpan di bawah kasur dengan harapan tak ada orang yang akan membacanya. Dan kebiasaan ini berakhir saat saya punya teman dekat yang tinggal berbeda kota. Saling berkirim surat hingga berlembar-lembar lagi-lagi menjadi jalan berikutnya untuk menulis. Surat-surat ini masih saya simpan berbelas tahun dan akhirnya saya musnahkan dengan hanya mengingatnya saja sebagai kenangan indah di masa kanak-kanak.


Bu Ratni Bezriati

Beliau adalah guru Bahasa Indonesia SMA saya, yang namanya selalu saya sebut setiap saya diminta menceritakan seberapa dalam dan berharganya kecintaan saya menulis. Tiba-tiba saja, saya yang pendiam, nyaris tak terlihat dan biasanya hanya menjadi remahan di antara para siswa, mendadak populer karena cerpen saya dipilih Bu Ratni sebagai cerpen terbaik di antara siswa kelas 1 yang beliau ampu.


That was the best moment
.

Tanpa harus tampil, saya bisa menjadi diri sendiri yang hadir melalui tulisan-tulisan saya. Di masa kuliah, hobi saya menulis akhirnya mendapat jalan lewat mading di kampus yang kami kelola. Dengan nama samaran ‘Diva’ yang berarti perempuan hebat dalam bahasa latin (dulu istilah ini belum setenar sekarang sebagai kata ganti seorang penyanyi dengan bakat luar biasa), saya mengelola mading dengan sepenuh hati. Di sela kesibukan kuliah, praktikum dan menyusun laporan, menulis untuk mading adalah cara paling ampuh dan menenangkan untuk mengekspresikan hobi saya.


Kenangan akan Bu Ratni, membuat saya semakin percaya diri untuk terus mengembangkan diri. Salah satunya bergabung dengan Forum Lingkar Pena asuhan Helvy Tiana Rosa, yang menjadi persinggahan pertama saya belajar menulis. Berbagai cerpen saya mulai diterima di berbagai majalah bahkan sempat mendapatkan juara harapan lomba nasional.

Memilih Menulis di Blog

Hobi menulis tak lantas terhenti kendati saya mulai bekerja. Berubah haluan menjadi penulis materi untuk keperluan pekerjaan, cita-cita menjadi seorang penulis tak pernah hilang dari angan saya. Dan akhirnya kesempatan itu datang. Menyadari diri sebagai orang yang tak cakap teknologi alias gaptek.Tawaran untuk berlatih membuat blog tak saya sia-siakan. Blog pertama saya hadir meski dengan tampilan sederhana. Tertatih untuk selalu belajar memperbaiki blog yang saya asuh, rasanya saya kembali menemukan dunia yang dulu sempat saya tinggalkan. 


Dan akhirnya saya memilih menulis di blog, dengan harapan tulisan saya akan dinikmati dan bermanfaat bagi banyak orang tanpa perlu diterbitkan pihak manapun. Sejujurnya, di awal menulis blog, saya memilih menulis artikel berbagai kegiatan kantor yang saya ikuti atau tulisan mengenai keilmuan yang saya miliki. Tak terbersit sedikitpun untuk menulis blog pribadi. Rasanya “bukan gue banget” mengingat saya termasuk golongan anti-anti curhat club di media sosial. 


Seiring waktu, saya menemukan format tulisan di blog yang sesuai dengan yang saya inginkan. Ide ini bermula menumpuknya berbagai catatan perjalanan yang telah saya lakoni selama saya bertugas. Memotret menjadi hobi baru lainnya yang saya tekuni sehingga rasanya sayang bila foto-foto yang berhasil saya jepret hanya tersimpan begitu saja dalam laptop. Meski bukanlah sebuah karya yang luar biasa, sejatinya, foto dapat menyiratkan sebuah kisah. Dan mulailah saya merangkaikannya bersama tulisan di blog pribadi. 


Justmenong

Nama ini saya pilih sebagai penghargaan pada nama kanak-kanak saya. Menong adalah boneka khas Purwakarta, sebuah kota di Jawa Barat, yang memiliki arti ‘budak geulis’ atau anak perempuan cantik. Demi mewujudkan keseriusan menulis di blog, saya tak ragu memilih untuk membeli domain berbayar dan mempelajari berbagai tips dan trik blogging secara otodidak. Blog www.justmenong.com lahir 10 tahun yang lalu dengan berbagai harapan dan impian. 

Menong Asal Purwakarta
Menong

Berawal dari cerita seru saat ngabolang, akhirnya blog justmenong menjadi  tempat ’curhat’ saat Zauji divonis menderita ablasio retina dan Ibunda divonis kanker payudara. Di tengah kebingungan karena tidak mendapatkan referensi yang cukup mengenai keduanya, saya pun tergelitik untuk menuliskan pengalaman saya selama mendampingi Zauji dan Ibunda hampir 3 tahun ini. 

Pengobatan Kanker Payudara
Kemoterapi Ibunda


Tulisan saya mungkin didominasi mengenai Pengalaman Operasi Ablasio Retina…Saat Nikmat Mata Berkurang dan Pengalaman Menderita Kanker Payudara....Part 1...Cerita DimulaiAlhamdulillah, kisah ini menjadi pelipur lara bagi teman-teman yang sedang sama-sama berjuang. Tak ada yang lebih mengharukan saat teman-teman saling bercerita dan memberikan semangat untuk kembali sembuh.


Menulis dan Waktu Luang

Tak dapat dipungkiri, manajemen waktu saya tidak lah sebaik blogger lain (mungkin saya belum layak bila menyebut diri sendiri sebagai blogger) yang begitu konsisten untuk selalu menuangkan segala kisahnya dalam blog masing-masing. Seringkali berdebu, blog ini saya isi begitu waktu luang tersedia. Sejak Zauji dan Ibunda tak lagi intensif bolak balik ke rumah sakit, sesungguhnya waktu luang saya jauh bertambah. Namun apa daya, daya tarik kaum rebahan masih dominan ‘menjajah’ saya.


Kini, teman-teman yang saya temui di berbagai kursus online blogger menjadi penyemangat dan pengingat saya untuk selalu konsisten menulis kembali di blog. Caranya, pilihlah waktu khusus untuk menulis dan memposting tulisan di blog meski hanya 1x dalam seminggu atau bahkan 1x dalam sebulan. Konsitensi adalah kuntji. 


Dimana waktu luang itu berada?


Waktu luang selalu ada dalam niat kita untuk menulis di blog. Tak perlu berbagai alasan karena banyak blogger dengan segudang kegiatan dan urusan tetek bengek yang masih menyempatkan untuk konsisten menulis. 


Jadi, mulailah menulis walau hanya 1 paragraf setiap hari. Di sela istirahat kegiatan kantor, saya terkadang mengintip dashboard hanya untuk menuliskan secuil ide atau mengubah sedikit setingan dalam postingan lama sesuai arahan coach dalam salah satu kelas blogging. Saat saya harus menjalani LDR dengan Zauji karena harus menemani Ibunda, waktu menulis menjadi lebih fleksibel. Meski berjalan lamban, setidaknya satu langkah coba saya jejakkan setiap waktu.


Saya pun lebih bersemangat untuk berburu ide dan melengkapinya dengan foto-foto cantik jepretan saya sendiri. Kebiasaan ini sering diprotes Zauji karena saya lebih sibuk mengambil gambar daripada menikmati momen berdua😐


Bukankah menulis di blog menjadi cita-cita dan impian saya sejak lama? Menulis di blog adalah 'me time' versi saya, bagian dari cara saya untuk healing dan menjadi diri sendiri.


Seperti yang saya tulisan di halaman About Just Menong, Imam Al Ghazali, seorang pemikir muslim terkemuka, mengatakan :

Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis
.”



Yuks mampir di ig JustMenong

Foto : Dokumentasi JustMenong

Foto Menong : **Foto : @giantidp – Gianti Dewi Permatasari, thx,mba…sudah memberikan ijin

22 comments:

  1. Terjawab sudah pertanyaan dalam hati saya atas nama Just Menong :) Keep blogging & sharing mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal waktu kecil saya tak suka nama ini tapi ternyata artinya cantik :D

      Delete
  2. Saya suka, saya suka. Saya baru tau kalau menong adalah boneka khas purwakarta, lucu ya. Semangat ka

    ReplyDelete
  3. Wah, saya juga suka sekali menulis di blog mba, terima kasih sudah berbagi.
    Belakangan saya lebih senang menulis di blog dibanding media sosial yang rasanya terlalu ramai. Senang sekali nemu tulisan ini di bloggerperempuan dan bisa baca pengalaman blogger lainnya :)) Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal, mba...saya sedang belajar juga bagaimana blogging yang baik

      Delete
  4. Salam kenal mba. Tulisannya menggugah semangat saya supaya rajin lagi. Btw bonekanya lucu banget😁😁. Semangat buat kita!

    ReplyDelete
  5. menong, nama yang unik mbak
    aku jadi inget juga waktu sekolah dulu, kalau disuruh mengarang, bisa panjang banget, 1 kertas folio full. Nulis ya nulis aja waktu itu
    waktu SMP pernah coba kirim cerpen ke majalah ibukota dan ternyata dimuat. Dari situ aku udah berpikir ternyata aku juga bisa berkarya
    lulus kuliah baru bikin blog dengan tujuan untuk sharing cerita ke temen temen kuliah awalnya yang udah ga pernah ketemu lagi
    dan keterusan ngeblog sampe sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya salah satu ciri khas orang yang hobi menulis adalah kuat membuat tulisan super panjang yaaa

      Delete
  6. Suka banget sama quote di paragraf terakhir mbak, hehe, makasi ya sudah berbagi kisah ablasio retina, baru tahu banget, semangat terus

    ReplyDelete
  7. Masya allah perjalanan menulis dan pengalaman hidup, mbak 'menong'.

    Terkait waktu luang dikaitkan dengan seberapa kuat niat kita. Jadi pengingat nih, buat kita.

    ReplyDelete
  8. Saya juga sangat suka pelajaran Bahasa Indonesa. Satu-satunya pelajaran yang mengkombinasikan logika dan hati. Terimakasih infonya tentang arti menong. Baru tahu ternyata menong adalah boneka khas Purwarkarta :-D

    ReplyDelete
  9. Waaah semangatnya membara. Meskipun diterpa ujian yang berat masih bisa meluangkan waktu buat nulis. Btw, nama domainnya unik loh. :)

    ReplyDelete
  10. Akhirnya tau arti nama blognya. Menarik nama blognya mbk. Mudah diinget juga.

    ReplyDelete
  11. Baca blognya jadi flashback inget waktu sd nulis cerita liburan pas masuk sekolah lagi, wkwkwk. Udah ketebak bgt kalau masuk pasti tugas pertama disuruh nulis cerita. Anak sekolah skrng ngalamin gak yaa...baru tau jga kalau di pwk ciri khasnya boneka menong, padahal sering lewat pwk huhu gak ngeh.

    ReplyDelete
  12. Saya baru tau juga kalo menong itu budak geulis. Jadi unik ya, mba, out of the box nama blognya. Semangat ngeblog, kita, mba semoga selqlu berdampak positif.

    ReplyDelete
  13. Ternyata dibalik nama justmenong artinya perempuan cantik. semoga ke depannya blog justmenong semakin menebar banyak manfaat ya mbak..semangat

    ReplyDelete
  14. MasyaAllah udah 10 tahun yaa blognya mba.. semoga just menong semakin melejit apalagi tulisan-tulisannya tentang kesehatan dan pengalaman.. sangat berharga.. semangat mbaa

    ReplyDelete
  15. Pernah beberapa kali kunjung ke blog kakak, sempat bingung apakah nama menong itu terinspirasi dari boneka khas purwakarta atau ada cerita lain, eh terjawab deh sekarang

    ReplyDelete

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa

Assalamualaikum, friends!
Please write your comments here.
Use good language.