Jalan-jalan di Malang, Paris Van East Java

Post a Comment
Simpang Balapan, Kota Malang

Jalan-jalan di Malang menjadi destinasi wisata favorit di timur pulau Jawa. Banyak lokasi yang bisa dikunjungi di kota yang -di luar dugaan- suasana dan cuacanya yang mengingatkan saya akan kota Bandung tercinta. Mengunjungi Malang, Jawa Timur, tak lengkap rasanya bila tak menjelajahi kota wisata di sekitarnya.

Wisata Petik Apel di Batu

Teringat Malang pasti teringat buah apel yang khas berwarna hijau. Ada banyak wisata petik apel di Kota Batu. Rasa apel malang memang berbeda dari apel impor yang rasanya campuran asam dan manis. Di wisata petik apel, teman Menong dapat memetik dan makan apel sepuasnya atau  dapat membeli apel kiloan langsung hasil dipetik sendiri. Meski harga apel kiloan ini relatif lebih mahal apabila dibandingkan dengan tempat lain namun sensasi memetik sendiri apel-lah yang menjadi pembeda.

Apel segar siap dipetik

Memilih apel hasil petik

Museum Angkut

Destinasi kedua adalah Museum Angkut. Bila teman Menong membayangkan museum tidak layak dijadikan destinasi wisata...hhmmmm....sepertinya teman Menong  harus mampir ke Museum Angkut ini. 

Area seluas 3,8 hektar yang dibuka sejak tahun 2014 ini menjadi destinasi favorit lain di Jawa Timur. Museum Angkut merupakan arena campuran indoor dan outdoor yang bisa jadi sarana edukasi transportasi. Jadi teman Menong harus bersiap jas hujan atau payung saat berkunjung di musim hujan yaaa. 




Kuliner Malang

Selain keripik apel, bakso Presiden (di Malang tentu tidak ada namanya ‘Bakso Malang’), salah satu kuliner yang wajib dikunjungi untuk penggemar Bakso Malang seperti saya. Dan rasanya belum resmi jalan-jalan ke Malang kalau belum menikmati sensasi makan bakso di pinggiran rel kereta api. Setiap hampir 10 menit sekali, kereta lewat tepat di samping warung bakso karena letak rel tepat di hadapan warung. Rasa bakso nya hampir mirip dengan bakso malang yang biasa dijumpai di kota Bandung. Yang membedakan sepertinya bakso bakar dan jeroan.

Bakso ---saja tanpa Malang--

Masih banyak makanan khas Malang yang layak dicoba. Hanya saja bagi bolangers yang berpantang makanan pedas --saya salah satunya-- tentunya harus sedikit waspada karena rasa pedas jadi dominasi makanan tradisional Jawa Timur-an seperti rawon dan rujak cingur.

Dan sebagai catatan, jangan sampai salah memesan 'teh' di rumah makan. Berbeda di tanah sunda, di Malang saat bolangers memesan ‘teh’ artinya teh manis-lah yang akan disajikan.
Tempe dengan bahan kacang kedelai yang lebih besar

Bila ada kesempatan, insyaallah saya akan kembali jalan-jalan di Malang -teringat janji bertemu seseorang yang tidak sempat saya tunaikan :(

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Justmenong

Related Posts

Post a Comment