Day 22 : Tips Olahraga Saat Puasa

Rasanya sudah berabad lamanya, saya tidak berolah raga. Meski tahu pasti, rutin berolah raga penting bagi kesehatan, jadwal olah raga sering kali terlewat. Sepertinya niat memang menjadi faktor yang utama.

Saya bukan penggemar olah raga sehingga selalu saja mencari alasan untuk tidak ikut serta dalam segala jenis kegiatan olah raga. Jaman sekolah, nilai pelajaran olah raga bisa jadi menjadi nilai terendah disamping nilai fisika dan matematika yang memang tidak saya kuasai dengan baik.

Satu-satunya olah raga yang bisa saya lakukan mungkin hanya badminton. Dulu, kami mempunyai jadwal khusus untuk bermain badminton di teras rumah Embah setiap sore. Tak ada olah raga khusus yang rutin saya kerjakan namun ada beberapa olah raga yang sempat saya tekuni dengan serius.

 

Karate Woman Self Defense Kushin Ryu (WSDK)

Well, mungkin sedikit mengejutkan bila saya katakan pernah mempelajari bela diri yang satu ini. Seperti banyak hal lain yang saya tekuni berawal dari rasa penasaran, karate khusus perempuan ini saya pelajari karena kebutuhan utnuk menjaga diri karena seirng bepergian sendirian. Karate khusus ini mengajarkan perempuan membela diri dengan peralatan sederhana seperti lisptik, payung atau botol air mineral. Kendati terlihat sederhana dan ringan, WSDK juga mengajarkan olah pernafasan dan kebugaran tubuh.

 

Yoga

Hampir 10 tahun yang lalu saya berkenalan dengan olah raga yoga. Rasa penasaran saya membawa saya bertemu seorang instruktur yoga bersertifikat internasional, Mrs Maya. Di kelas yoga khusus putri ini saya belajar banyak hal terutama cara mengolah pernafasan, kelenturan dan keseimbangan tubuh. Mungkin inilah olah raga terlama yang saya tekuni. Meski saya tak lagi bergabung dengan Mrs Maya di studio yoga milik beliau, saya masih menekuni yoga di tempat lain. Beberapa pose yoga sederhana bisa dengan mudah dipraktekan di rumah tanpa didampingin instruktur. 


Jalan Kaki

Pada akhirnya, jalan kaki menjadi pilihan saya yang terlanjur mager di waktu luang. Dulu, saat masih bekerja di Cianjur, karena luasnya lahan, saya menjadi terbiasa untuk kaki minimal 5000 langkah setiap hari. Ditemani udara segar khas pedesaan, olah raga minimalis ini bisa saya lakukan tanpa effort berlebihan kecuali niat yang kuat. Di tengah perjalanan banyak hal yang bisa kami lakukan seperti melihat-lihat tanaman atau memetik buah-buahan.



Kini, saat lebih sering di rumah, berjalan kaki setiap pagi menjadi agenda rutin saya dan Zauji. Hal inilah yang menjadi andalan agar tetap bisa berolah raga meski saat sedang berpuasa. Menaiki tangga menjadi pilihan agar tubuh tetap bergerak. Terlebih bagi kami, pegawai yang lebih banyak bekerja di ruangan dalam posisi duduk. Sebetulnya jalan kaki merupakan olah raga yang mudah dan murah. Dan alasan apalagi yang akan membuat kita malas berolah raga?😍

Mampir yuks : Foto Sejuknya Hutan Kota Baksil, Babakan Siliwangi, Bandung


#BPNRamadhan2021

#BPNDay22

Foto : Dokumentasi Justmenong

No comments:

Post a Comment

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa