Selasa, 28 November 2017

Menjelajah Bromo, A Breathtaking Journey (1)

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif yang menjadi tujuan wisata di Indonesia. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut yang terletak di 4 wilayah kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo bertautan dengan lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas 10 Km2 dan merupakan konservasi alam yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang biasa disebut BTS.

Menjelajah Bromo adalah satu keharusan saat mengunjungi Malang. Setelah mencari informasi mengenai tour guide yang dapat mengantarkan kami ke Bromo, jadilah kami bersiap. (1,8 juta rupiah untuk satu rombongan dengan maksimal 6 orang). Tak salah bila outfit khusus sudah dikemas di antara baju batik dan seragam outbound kantor demi menikmati indahnya matahari terbit yang menjadi buruan wisatawan. Sedikit merepotkan karena suhu yang dingin memaksa kami membawa pakaian khusus ala musim dingin.

Penjelajahan ke Gunung Bromo dapat ditempuh hanya dengan menggunakan mobil jeep yang disediakan oleh tour guide. Jam 12 tengah malam kami sudah bersiap agar tiba sebelum subuh. Perjalanan memang disarankan dilakukan lewat tengah malam agar dapat menikmati sunrise di Bromo. Berjarak ±65 km dari Kota Malang, trip ke bromo dapat ditempuh selama 2 jam.

Bersiap menjelajah Bromo


Duduk berhimpitan, satu mobil berkapasitas maksimal 6 orang penumpang, 2 orang di depan (bertiga plus sopir tentunya) dan 2 orang di belakang dengan jok saling berhadapan. Meski jalanan penuh dengan goncangan, saya sukses tertidur lelap karena memang tak ada pemandangan yang bisa kami lihat di malam hari. Mobil hanya berhenti satu kali tepat sebelum memasuki gerbang taman nasional untuk memberi kesempatan kepada penumpang ke toilet. Baru terasa dinginnya suhu mendekati Bromo.


Love Hill, spot favorit menikmati sunrise
Spot pertama adalah Love Hill, salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise di BromoLove Hill dapat dicapai lewat anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Jaket plus masker dan sarung tangan sudah siap dikenakan meski di bulan November udara tidak terlalu dingin seperti bulan di musim kemarau. Setelah menyesuaikan diri rasanya saya masih bisa bertahan hanya dengan jaket yang tidak terlalu tebal saja. 

Tiba di atas, tempat sudah penuh sesak. Ada banyak jasa penyewaan tikar. Dan kami pun shalat subuh secara berjamaah di antara himpitan dan riuhan bolangers yang sama-sama menanti momen indah di Bromo.

Beautiful sunrise


Mengabadikan keindahan matahari terbit

Bromo

Menatap Bromo, selayaknya menatap karya Allah dan manusia terasa sangat kecil di hadapan-Nya. 



Referensi : Disarikan dari berbagai sumber.
Foto : Dokumentasi Pribadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamualaikum, teman!
Jangan lupa tulis komentarmu di sini ya :)