Menikmati Keindahan Makassar, Sulawesi Selatan

December 28, 2016 0 Comments
Makassar menjadi salah satu kota yang paling sering saya kunjungi saat bertugas. Bila bolangers ingin travelling namun tak ingin jauh dari perkotaan, Makassar atau Ujung Pandang lah pilihannya. Berada di kawasan Indonesia Timur,  kota multi kultur ini terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi. Kota dengan banyak destinasi wisata dan kuliner ini menyajikan pesona yang tak pernah habis. Ada beberapa tempat ikon Makassar atau daerah di sekitarnya yang bisa jadi alternatif bagi bolangers.

Pantai Losari
Tepat di jantung kota Makassar, pantai Losari menjadi destinasi wajib bagi bolangers saat berkunjung ke Makassar. Pantai Losari merupakan ikon dan wisata popular kota Makassar. Awalnya pantai unik ini hanya diperuntukan sebagai pasar ikan. Kini, anjungan yang dibangun di tepi pantai menjadi ruang publik yang dimanfaatkan sebagai area wisata. Bolangers dapat berfoto dengan latar tulisan ‘Pantai Losari’ yang instagramable. Spot sunset menjadi view terbaik di pantai Losari. Dengan lokasi yang mudah dijangkau, pantai ini berdekatan dengan pusat keramaian. Bolangers yang ingin mencicipi kuliner khas Makassar dengan mudah dapat ditemukan di sekitaran pantai seperti pisang epe, konro, pallubasa dan lainnya.
Pantai Losari memang menjadi tempat favorit kaum muda dan keluarga untuk menghabiskan akhir pekan menjadikan jalan sekitaran pantai dilanda macet.



Museum Balla Lompoa, Gowa
Balla Lompoa, dalam Bahasa Bugis yang berarti rumah besar atau rumah kebesaran yang terletak di Sungguminasa, Somba Opu, tak jauh dari perbatasan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Museum berbentuk rumah panggung khas Bugis ini merupakan rekontruksi kerajaan Gowa yang menyimpan sekitar 140 koleksi benda-benda kerajaan bernilai tinggi. Dibatasi oleh pagar tembok tinggi dengan area kompleks seluas satu hektar, kemegahan Balla Lompoa sangat terasa menggetarkan jiwa. Bangunan museum terbagi menjadi dua bagian yaitu ruang utama seluas 60 x 40 m2 tempat menyimpan benda-benda bersejarah dan ruang teras, tempat penerima tamu seluas 40 x 4,5 m2.

Bolangers dapat mencapai museum ini dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum.





Taman Nasional Batimurung, Maros
Taman Nasional Batimurung, Maros, berjarak ±42 km dari kota Makassar. Suguhan pemandangan alam indah akan menyambut bolangers di taman hutan yang berjuluk “The Kingdom of Butterfly”. Taman ini merupakan wahana pendidikan dan konservasi kupu-kupu. Sesuai dengan Namanya, di tempat ini terdapat tempat penangkaran kupu-kupu. Meski termasuk wisata alam, bolangers tidak perlu kuatir karena tidak perlu jarak jauh untuk menikmati keasrian taman nasional ini. Selain penangkaran kupu-kupu, bolangers juga dapat menikmati air terjun yang mengalir deras namun tetap aman untuk dinikmati.



Referensi disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi

Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam)

October 04, 2016 0 Comments
Setelah tugas ke sekian kalinya ke Makassar, akhirnya saya kesampaian juga berkunjung ke Benteng (Fort) Rotterdam. Terletak di Jl. Ujung Pandang No 1, Makassar, Sulawesi Selatan, masih di seputaran kota sehingga bolangers akan mudah untuk sampai kesana. Benteng yang keasliannya masih terpelihara hingga saat ini merupakan peninggalan Kesultanan Gowa. Benteng Rotterdam terbuat dari campuran batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. 

Nama Rotterdam sendiri berasal dari nama tempat kelahiran Gubernur Speelman, Gubernur Jenderal Belanda yang membangun kembali benteng yang hancur saat ada penyerangan terhadap Kesultanan Gowa.

Patung Sultan Hasanuddin

img_20160907_081356
Gerbang benteng

Suasana asri menyambut kedatangan setiap pengunjung begitu kita memasuki gerbang utama. Dinding benteng ini mempunyai tinggi 5 meter dengan tebal dinding 2 meter. Benteng ini berbentuk segilima atau seperti penyu sehingga dahulu disebut dengan Benteng Payyua.

Pelataran bersih dan terpelihara











Di dalam benteng ini terdapat pula Museum La Galigo yaitu museum koleksi prasejarah, numismatik, keramik asing, sejarah, naskah dan etnografi. Selain ini di dalam benteng terdapat ruang tahanan Pangeran Diponegoro saat diasingkan oleh Belanda.


img_20160907_082541
Museum La Galigo

img_20160907_082631
Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi

Nasi Liwet...Nasi AntiDietDietClub

June 22, 2016 0 Comments
Saya sendiri baru mengenal nasi liwet saat mulai bekerja, artinya 20 tahun lebih besar dan tinggal di Bandung tak pernah mencicipi nikmatnya nasi spektakuler khas sunda ini. Awalnya nasi liwet identik dengan kehidupan pesantren. Para santri laki-laki biasanya memasak nasi dengan bahan seadanya dan dalam waktu singkat.

Nasi liwet merupakan hidangan yang unik karena dibuat dengan sangat praktis, mudah dan cepat dalam panci khusus yang dinamakan ‘kastrol’. Nasi liwet dimasak dalam satu tahap hingga terbentuknya kerak di dasar kastrol atau periuk yang terbuat dari aluminium. Kini, demi alasan kepraktisan, nasi liwet dapat juga dimasak dengan menggunakan ricecooker.

Racikan nasi liwet sangat sederhana:

1 liter beras
5 siung bawang merah
2 buah cabe merah
2 lembar daun salam
1 batang sereh
Garam secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Lauk pelengkap

Beras yang ditanak langsung dalam kastrol lengkap dengan garam, bawang merah, cabe merah daun salam, sereh dan sedikit minyak goreng.
Tanak hingga terbentuk kerak.
Jangan lupa, selama memasak nasi liwet, tutup kastrol harus sesekali dibuka agar buih tidak meluber keluar kastrol.
Sesaat setelah nasi liwet matang, celupkan kastrol yang masih dalam keadaan panas ke dalam air sehingga kerak akan mudah terlepas. Beberapa orang menyukai bagian kerak ini sehingga akan menunggu giliran terakhir demi mendapatkan bagian kerak nasi liwet (termasuk saya diantaranya :D )


Lauk khas nasi liwet sendiri -biasanya ikan peda, jambal roti, teri atau impun- dimasukan langsung ke dalam kastrol sesaat sebelum nasi liwet matang sehingga menimbulkan aroma dan rasa gurih.

Nasi liwet akan kurang lengkap bila tidak tidak dihidangkan dengan lauk lain yang biasanya berupa tempe, tahu, oncom, ikan atau ayam goreng dan kerupuk. Dan tak ketinggalan sambal dadak dan lalapan seperti daun singkong, daun pepaya, petai atau jengkol. 

Sambal dadak :
3 buah cabai rawit domba
1 buah cabe merah
1 buah tomat
1 siung bawang merah (opsional)
Garam secukupnya
Terasi secukupnya
Gula merah secukupnya

Cabai rawit domba, cabe merah diulek terlebih dahulu dengan garam. Masukan bawang merah lalu tomat, terasi dan gula merah. Koreksi rasa

Nasi liwet disajikan hangat-hangat dengan menggunakan tampah atau alas daun pisang dengan aneka lauk yang disebar di atas tampah atau daun pisang lalu disantap bersama-sama di kebun atau di sawah sehingga akan terasa nuansa kebersamaan dan kesederhanaan.

Nasi liwet terkadang membuat saya melupakan program diet karena nikmatnya. Aahhhh…..jadi kangen nasi liwet….



Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi

Jalan-jalan Cantik di Taman Bandung (2)

February 06, 2016 0 Comments
Taman Teras Cikapayang

Taman Superhero, Jl. Bengawan
Taman ini jadi favorit anak-anak –dan para orang tua tentunya–kar ena dapat berwisata gratis namun menyenangkan. Terletak sedikit tersembunyi dari jalan utama kota Bandung, taman ini ramai dikunjungi. Beberapa patung superhero seperti Gatot Kaca, Spiderman dan Batman – sesuai dengan namanya – jadi sasaran berfoto anak-anak. 



Superhero

Juga para superhero ‘dadakan’ dengan kostum yang superkeren yang bisa bolangers ajak foto –jangan lupa beri kencleng ya-. Taman ini ini menyediakan permainan seperti ayunan dan perosotan.

Taman Cibeunying, Jl. Taman Cibeunying
Taman ini jadi destinasi favorit kedua setelah Taman Superhero. Mengapa? Karena di taman ini ada Bumblebee dan temannya yang juga heroik transformer ala Cicaheum Ciroyom. Masih di jalur Cilaki, taman Cibeunying diapit oleh deretan kafe dan warung tenda. Sembari bercengkrama bersama keluarga, bolangers dapat menikmati kuliner khas Bandung.


Bumble Bee dan Transkotmer Caheum - Royom

Taman Lansia, Jl. Cisangkuy
Taman ini menjadi salah satu taman yang serba ada. di taman ini bolangers dapat menikmati teduhnya pepohonan, gemericik air mengalir di kolam retensi saat musim hujan –kolam ini kering di musim kemarau- dan juga menikmati kuliner khas Bandung karena letaknya tepat di jalan Cisangkuy yang penuh dengan kafe dan pedagang kaki lima. Meski diberi nama lansia, taman ini bisa jadi tempat seru-seruan bagi seluruh anggota keluarga. Bolangers dapat berfoto sambil bersepeda seolah-olah dikejar dinosaurus.


Taman semua umur

Kolam retensi yang berfungsi sebagai penahan air

Taman Pet Park
Sesuai namanya, taman ini dipersembahkan untuk pecinta hewan. Taman seluas 800 m ini ditujukan untuk para pecinta hewan yang biasanya tidak bisa mengajak hewan kesayangannya ke taman lain.






Berjalan-jalan di  taman jadi alternatif murah meriah untuk menghabiskan waktu senggang. Cukup bermodal sepeda motor dan bekal seadanya, jadilah piknik gratisan. Tentu saja jangan lupa...buanglah sampai pada tempatnya😉


-Baca juga Jalan-jalan cantik di Taman Bandung (1)-


Foto : Dokumentasi Pribadi

*Me

Jalan-jalan Cantik di Taman Bandung (1)

February 06, 2016 0 Comments
Bandung, kota yang terletak di cekungan Danau Bandung ini sedari dulu terkenal dengan kecantikan kontur alamnya. Suasana yang sejuk, rimbun pepohonan membuat kota kembang ini punya banyak taman yang menyebar hampir di seluruh penjuru kota. Sejak dipimpin oleh Ridwan Kamil, taman di kota Bandung banyak mempercantik diri. 

Patung Badak Putih di Taman Balaikota

“Ciri kota yang bahagia adalah bila warganya suka menghabiskan waktu di luar rumahnya.” 

Yuuk ah…intip taman-taman di Bandung yang memang lovable dan instagramable banget.

Taman Balaikota, Jl. Wastukancana
Taman ini terletak di pusat pemerintahan Kota Bandung atau biasa disebut dengan Balaikota. Berada di jantung kota Bandung, dekat dengan pusat perbelanjaan dan mesjid besar, taman ini menjadi destinasi wisata baru bagi warga. Ada taman labirin bagi bolangers yang gemar menelusuri kejutan di labirin. Selain itu taman balaikota tetap mempertahankan ikonnya yaitu patung badak putih. Bila beruntung bolangers dapat bertemu dengan walikota yang memang berkantor di kompleks ini.


Labirin

Gembok Cinta


Taman Monumen Perjuangan, Jl. Dipatiukur
Taman ini terletak berseberangan dengan lapangan Gasibu. Di taman ini, bolangers dapat melihat langsung ikon kota Bandung, Gedung Sate, dan gunung Tangkuban Perahu dari kejauhan. Taman ini lumayan luas memanjang antara Jl. Surapati hingga Jl. Dipatiukur tepatnya depan Universitas Padjadjaran. Setiap pagi taman ini menjadi tempat berkumpul para lansia untuk berolah raga.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, biasa disebut markas Power Rangers😊


Spot asik untuk jalan santai

Taman Teras Cikapayang, Jl. Siliwangi
Ada 3 spot yang berbeda di taman ini yaitu amphiteater untuk acara pagelaran musik, air mancur dan sungai, masing-masing mempunyai keunikan sendiri. Di taman yang memadukan konsep urban dan ekologi ini, bolangers dapat menikmati gemericik air sambil berendam di kolam berhiaskan patung kura-kura. Anak-anak dapat turun langsung –dengan pengawasan orang tua tentu saja  ke dasar sungai Cikapayang untuk bermain air. 

Indung kudu dijunjung, Bandung kudu disanjung, urang pikanyaah Cikapundung nu agung
Ibu harus dijunjung tinggi, Bandung harus disanjung, mari kita cintai Cikapundung yang agung

Bermain air...muda dan tua

Turun ke sungai...horeeeee

Amphiteater, tempat pagelaran

Ada jagung bakar dan minuman hangat yang disajikan di kios sederhana tepat di pinggir sungai juga looh😏

Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa,Jl. Citarum
Taman ini jadi taman yang paling asik untuk jadi menenangkan diri. Terletak berhadapan dengan Taman Lansia, taman ini terletak memanjang penuh dengan tanaman dan aneka bunga. 
Pepohonan peneduh taman

Awal dibuka, taman ini jadi favorit karena dipercantik dengan bunga-bunga yang bermekaran sehingga memberikan nuansa ala eropa. Saat SMA dulu –karena letaknya tepat disamping taman–   taman ini menjadi tempat olah raga, kerja kelompok, dan sekedar duduk ngobrol bersama teman.


-Baca juga Jalan-jalan Cantik di Taman Bandung (2)-


Foto : Dokumentasi Pribadi