Day 18 : Liburan...Ngapain Aja

April 30, 2021 0 Comments

 As a working wife...masa-masa liburan adalah masa yang paling dinanti. Hal apa yang paling ingin dilakukan? Yaap...beristirahat alias rebahan. I’m a sleepy head. Rasanya badan ini otomatis mengarah pada tempat tidur yang menggoda untuk ditemani. Hobi ini susah saya tinggalkan meski saya bukan lagi lajang. Zauji ‘agaknya’ memaklumi karena sehari-hari aktivitas saya berada di luar rumah bahkan mobile sering keluar kota.


Si Dukun

Saya bukan tipe orang yang menyukai kegiatan outdoor seharian atau perjalanan panjang kecuali untuk tugas kantor. Kini, bila ada waktu luang saya dan Zauji selalu gunakan untuk ngabolang.

Jangan bayangkan kami berdua ngabolang dengan kendaraan super nyaman. Kami hanya ditemani motor manual tua yang sudah belasan tahun jadi teman setia Zauji. Si Dukun, demikian kami memanggilnya, meski tua dengan banyak tambalan lakban di sana sini dan tampilan yang jauh dari good looking, motor ini telah mengantarkan kami bersilaturahim dengan banyak kerabat dan teman dekat. dan kini kami ditemani "Dukun Junior" yang siap mengantarkan kami untuk touring berikutnya.

Si Dukun, Teman Setia Kami


Dahulu, saat saya masih bekerja di Cianjur, kami mengambil start dari kota tauco ini. Perjalanan terjauh yang kami tempuh adalah Serpong, Tangerang dan Samarang, Garut. Dulu kami mengawali touring dari kota Tauco, tempat kami singgah untuk beristirahat. Jalur yang kami ambil bisa via Sukabumi atau Puncak, Bogor. Biasanya kami pergi bada subuh hingga bisa kembali ke Cianjur pada sore hari dan pulang ke Bandung keesokan harinya.


Mampir yuks : Ulasan Lengkap Curug Cimahi...Curug Seribu Tangga


GPS

Seperti kebanyakan perempuan, sayapun sangat gagap menggunakan GPS meski kini saya sudah mulai mahir menunjukan arah jalan dengan akurasi 90%. Biasanya jalur yang kami cari adalah jalur mobil karena banyak pengalaman jalur motor lebih sering mengarah ke jalanan kecil di daerah antah berantah. Terkadang kami kesasar ke daerah berbatu, area persawahan yang jauh dari mana-mana bahkan hutan lindung atau pemakaman yang sepi karena mengambil jalur pintas. Hal yang lucu, suatu ketika GPS menngarah pada temobok tinggi dengan yang ternyata megarahkan kami untuk menaiki tangga karena lokasi yang dituju berada tepat di belakang tembok, padahal kami sendiri berkendara untuk sampai sana😶

Alhamdulillah sampai saat ini, tak ada insiden yang ‘menyeramkan’. Hanya dua kali kami mengalami kebocoran ban selagi masih di jalan utama.

Jalanan sempit dengan kemiringan 45 derajat

Perjalanan antar kota menjadi sarana untuk mensyukuri keindahan negeri ini. Jalan yang berkelok, pemandangan hijau, lembah dan gunung sungguh memanjakan mata. Tak salah, bila seorang teman saya berkebangsaan Jerman mengatakan "Indonesia is beautiful green". Dan ternyata,masih banyak daerah dengan nuansa pedesaan yang asri jauh dari hiruk pikuk kota besar. Dengan kondisi mata yang terbatas, kami membatasi untuk touring hanya di sekitar Bandung Raya. Masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi....Semoga.


Mampir yuks : 10 Spot Cantik Kawah Rengganis, Ciwidey Bandung

#BPNRamadhan2021

#BPNDay18

Foto : Dokumentasi Justmenong

Day 17 : Masak...Masaaaak

April 29, 2021 0 Comments

Alhamdulillah, pandemi Covid 19 membawa banyak hikmah bagi saya pribadi. Karena lebih sering meluangkan waktu di rumah, bagi banyak perempuan yang mendapat giliran Work From Home tentunya jadi berubah Wife From Home. Dari hati yang paling dalam, tentunya hal ini jadi hal yang langka bagi saya pribadi. Saya dan Zauji menjalani Long Distance Marriage (LDM) karena berbagai hal yang menyebabkan saya hanya bisa bersama Zauji di akhir pekan. Dan sayapun bukan perempuan yang terampil di dapur. Kemampuan saya memasak hanya standar saja. Sebagai perempuan, tentunya sering dibilang aneh karena jarang memasak.

Nasi goreng spesial khusus untuk Zauji


Menu Istimewa

Sejak mengalami gangguan pencernaan lebih dari 10 tahun yang lalu, saya lebih selektif memilih makanan. Saya sendiri mengurangi nasi putih dan menggantinya dengan sumber karbohidrat yang lain seperti sayur atau buah. Sayuran pun saya pilih dalam bentuk lalapan ketimbang sayuran berkuah seperti sop, sayur asem atau sayur lodeh. Dan saya bukan tipe orang yang harus makan dengan menu lengkap. Sarapan favorit saya cukup dengan tahu goreng dan sambal kecap yang tidak terlalu pedas. Nasi liwet lengkap dengan sambal, lalapan dan ikan asin juga menjadi favorit saya.



Mampir yuks : Resep Nasi Liwet Sederhana...Nasi AntiDietDietClub


Sebetulnya ada beberapa menu yang biasa saya buat sendiri. Berada jauh dari rumah setiap hari kerja, membuat saya mau tak mau harus menyiapkan bekal sendiri untuk menjaga agar asupan nutrisi tetap sehat untuk penderita gerd seperti saya. Menu yang saya buat biasanya yang sederhana, mudah dan cepat dibuat. Selain tak ada waktu, peralatan ‘tempur’ di dapur juga terbatas. Naah...sejak berada di rumah, rasa penasaran saya untuk membuat menu tertentu akhirnya dapat terpuaskan.

 

Saya sangat jarang memasak menu utama seperti yang sering disajikan di rumah. Bagi saya yang merantau sendirian, menu ini lebih mudah saya dapatkan dengan membeli di kantin atau rumah makan. Begitupun Ibunda dan Ibunda mertua sering menyajikan makanan kesukaan saya yang tinggal saya nikmati saat saya ada di rumah.

 

Lantas menu apa yang sering saya pilih?

Well, karena saya menyukai makanan kekinian, terkadang saya tergelitik untuk mencoba-coba resep baru yang terlihat mudah dan tentunya tanpa menggunakan alat yang tidak saya punya di rumah seperti oven atau food processor (bye bye pizza dan bakso)

 

Resep yang pernah saya coba diantaranya makaroni skotel (ini favorit Zauji karena rasanya yang tidak manis dan banyak taburan keju), tomyam (dan akhirnya saya menemukan bumbu tomyam instan), takoyaki, udang bumbu asam manis, rawon, dimsum, oat pancake, sushi dan pizza instan. Sebagai urang sunda, saya juga penggemar aci sejati. Sebutlah cilok, cireng, cilor dan sajabana masuk ke dalam menu yang sering saya coba.


Mampir yuks : Resep Makaroni Skotel Sederhana

 

Resep Favorit

Resep favorit saya dapatkan dengan bantuan mbah google. Beberapa akun yang sering menjadi acuan saya justru bukan akun khusus makanan, saya lebih memilih akun random apa saja yang menggunakan bahan yang lebih mudah didapat seperti detikfood, fimela atau lainnya. Terkadang saya menyimpan postingan resep di instagram yang tentnya dilengkapi video tutorial sehingga lebih memudahkan. Saya juga menyukai postingan di akun sajiansedap, bunda_didi, video.masak, yackikuka dan doyancooking.


Meski akhirnya hanya saya dan Zauji yang menikmati karena Ibunda tidak familiar dengan makanan yang saya masak. Aktivitas di dapur menjadi hal yang menyenangkan. Terlebih lagi saat Zauji menemani saya dan melahap hidangan yang saya sajikan. A simple sweet thing.


Mampir yuks : Resep Nasi Goreng Spesial...Nasi Multigrain Ramah Diabetesi



#BPNRamadhan2021

#BPNDay17

Foto : Dokumentasi Justmenong


Day 16 : Mendadak Berkebun

April 28, 2021 0 Comments

Lagi-lagi tentang pandemi.

Salah satu berkah pandemi adalah banyaknya waktu luang untuk melakukan banyak hal yang dapat dikerjakan saat keadaan normal. Karena lebih sering meluangkan waktu di rumah, rasanya saya perlu kegiatan lain di luar pekerjaan kantor dan kursus online. Di awal pandemi, orang-orang memang berinisiatif melakukan sesuatu untuk mengatasi kejenuhan. Sebagai besar beralih ke hobi. Berkebun atau memelihara ikan hias bisa jadi alternatif yang paling banyak dipilih.

Meski belasan tahun bekerja di lingkup pertanian, saya akui minat saya terhadap tanaman memang sangat-sangat kurang. Padahal (Almarhum) Ayah dan Ibunda, keduanya hobi tanaman hias. Di pekarangan belakang, Ayah menanam berbagai jenis anggrek. Demikian pula Ibunda, tanaman apapun akan tumbuh dengan subur saat dirawat beliau. Tangan dingin, begitu sebutan orang-orang.



Namun, jangan tanya bagaimana putrinya saat bercocok tanam. Jujur saja, saya bukan tipe orang yang rajin dan telaten mengurus sesuatu.

Karena nyaris ‘dikurung’ di rumah selama berbulan-bulan, saya pun tertarik untuk mulai berkebun. Rasa tertarik berawal dari senangnya melihat pekarangan teman yang dihiasi berbagai sayuran baik secara hidroponik maupun dengan menggunakan media tanah.

Benih awal saya dapatkan dari teman secara gratis. Kangkung dan bayam menjadi pilihan karena lebih mudah tumbuh tanpa perawatan yang rumit. Benih berikutnya saya beli di instagram dan mulai jadi follower beberapa akun berkebun.


Berkebun di Lahan Sempit

Lahan di rumah kami memang minim dan terbatas. Berada di pemukiman padat, tak ada tanah kosong yang bisa digunakan sebagai media tanam. Akhirnya saya meniru dan memodifikasi alternatif berkebun di lahan sempit. Saya masih menggunakan tanah sebagai media tanam karena menurut saya hidroponik jauh lebih ribet denga peralatan dan lahan yang lebih luas. Kami hanya mempunya teras kecil yang masih memungkinkan mendapat cahaya matahari langsung. Saya memanfaatkan botol air mineral 1,5 L yang dibagi dua dan digantungkan di pagar. Beberapa pot plastik panjang diletakan di sebelah pagar dengan tujuan cukup tersinari.

Jejeran Pot


Karena awam di bidang pertanian, saya pun mulai belajar istilah-istilah pertanian dan cara berkebun. Alhamdulillah saya menemukan kursus berkebun online dengan biaya murah hanya Rp. 25.000 saja. Beberapa materi dasar diberikan dan cukup buat newbie seperti saya.

💕


Saya pun diijinkan Ibunda Zauji untuk memanfaatkan lahan umum yang biasanya beliau tanami rimpang dan bunga mawar kesayangan beliau. Dengan lahan seadanya, alhamdulillah sayuran sudah saya panen beberapa kali meski dalam jumlah sedikit.


Banyak hal baru yang saya pelajari selama berkebun. Kini saya bisa membedakan benih dan bibit, media tanam lebih baik dicampur dengan sekam, bagaimana cara menyemai, dulu yang fobia ulat kini sudah mulai berani membersihkan tanaman dari ulat jahil, tanaman juga perlu rutin dipangkas agar lebih rimbun. Hanya satu yang belum saya pahami, hama yang membuat daun pohon mawar berlubang. Secara tradisional, hama ini bisa dibasmi dengan merendam kunyit plus sabun cuci piring cair. Sayangnya hingga saat ini masih belum berhasil.


Beberapa tetangga yang kebetulan lewat dan melihat saya bermain tanah pun turut tertarik dan ijin meminta sebagian stek mawar yang sudah tumbuh atau benih sayuran. Saat saya pindah kerja ke kota asal, saya menghadiahi beberapa teman saya dengan tanaman. Semoga jadi pengingat pertemanan kami.


Kebanggaan

Tanaman kebanggaan saya adalah bunga telang dan bidara yang saya semai dari benih. Proses nya yang lama membuat perasaan luar biasa bahagia saat melihat bunga telang mulai bermunculan. Sayangnya tanaman anggrek yang sudah saya rawat sejak sebelum pandemi masih belum juga berbunga. Hmmm...sepertinya harus lebih banyak belajar nih.



Kini kemanapun saya pergi, saya punya kebiasaan baru. Rasanya mata otomatis berkeliling mencari tanaman. Naluri emak-emak mulai terasah meski hobi baru ini sering ditentang Zauji😀. Bolangers seperti saya kerap kali menemukan tanaman hias berharga mahal yang tumbuh secara liar di alam. 

Mampir Yuks : 10 Spot Cantik Kawah Rengganis, Ciwidey Bandung



#BPNRamadhan2021

#BPNDay16

Foto : Dokumentasi Justmenong

Day 15 : Belajar Bahasa Apalagi yaa???

April 27, 2021 0 Comments

Fiki Naki

Awal tahun ini saya terkagum-kagum dengan kemampuan Fiki Naki yang pandai berbagai bahasa dan sukses mendapatkan banyak teman baru di OME TV. Sebagai orang yang sering belajar bahasa asing, saya memahami kalau ada sebagian orang yang diberi karunia kemudahan menguasai bahasa. Beberapa orang terdekat saya begitu mudahnya pintar berbahasa asing sementara banyak orang mengeluh susahnya cas cis cus berbahasa inggris.


Kakek dan Nenek saya dari pihak Ibunda adalah salah sekian diantaranya. Beliau berdua fasih berbahasa inggris dan belanda, bahkan kakek saya adalah penerjemah saat bertugas di ketentaraan karena kefasihan beliau berbahasa jepang dan mandarin. Kakek saya dari pihak Ayah juga tak jauh beda, beliau juga paham bahasa belanda dan bahasa jepang karena pernah bertugas sebagai chef kepresidenan.


Beberapa cucu beliau ternyata mewarisi bakat kemudahan berbahasa asing seperti adik dan kakak sepupu saya. Dan ternyata keponakan saya mewarisi bakat mama nya. Sejak usia batita, keponakan saya sudah pintar berbahasa inggris hanya dengan hobinya menonton Disney Channel tanpa diajari siapapun termasuk mama nya yang notabene guru bahasa inggris. Dia lah yang menjadi partner saya mengobrol bahasa inggris di rumah.


Sejak duduk di bangku SMP, saya sudah tertarik dengan bahasa inggris. Entahlah mengapa saya punya hobi menghapalkan isi kamus bahasa inggris dan buku-buku conversation murah yang banyak tersedia di rumah. Barulah saat kuliah saya berkesempatan kursus bahasa inggris langsung dengan native speaker. Mungkin inilah satu-satunya kursus yang bisa dibilang berhasil untuk saya (kursus lain adalah kursus Fisika dan Matematika). Bahasa inggris ini lalu saya praktekan saat mengunjungi Istanbul di tahun 2014.


Mampir Yuks : Pengalaman Jalan-Jalan ke Istanbul, Turki : Terpesona Konstatinopel : Sightseeing (1)


Bahasa Jepang

Meski tidak begitu mahir, kemampuan bahasa inggris saya bisa diandalkan (tapi nilai TOEFL selalu mentok di 530). Setelah lulus kuliah dan masih menganggur saya mengisi waktu untuk belajar bahasa jepang lalu ikut Nihongo Noryoku Shiken (TOEFL untuk bahasa jepang) dan berhasil lulus di level 4 (level terendah) hanya karena saya hobi membaca komik Detektif Conan. Untuk pemula yang mempelajari hiragana, katakana dan kanji dalam waktu 6 bulan, ini sungguh pencapaian yang luar biasa.

 

Mampir Yuks : Day 6 : Top 5 Acara TV Favorit


Bahasa Jerman dan Bahasa Korea

Saat bekerja, saya kursus bahasa jerman karena kantor kami berkesempatan kerja sama dengan Indonesia German Institute yang mendatangkan konsultan langsung dari Jerman. Salah satu konsultan masih berteman baik dengan saya dan masih berkirim kabar melalui email hingga kini. Bahasa selanjutnya yang saya pelajari adalah bahasa korea karena salah seorang dosen asli korea membuka kursus gratis untuk mahasiswa. Namun kursus bahasa korea ini gagal total karena ketidakmampuan saya mengejar kemampuan teman-teman yang lain. Rasanya mati kutu kalau harus menganalisa bahasa lewat pemutaran video karena saya sama sekali bukan penggemar drakor atau K-Popers😪

Bergembira di Saung Angklung Udjo

Memasak Toppoki Bersama

Bahasa Arab

Bahasa yang saya pelajari paling akhir adalah bahasa arab. Tahun 2014, saya berniat mengunjungi Baitullah. Malu rasanya bila saya tidak mempelajari bahasa al quran yang sejatinya adalah bahasa umat muslim. Dan benar, sebanyak apapun bahasa yang kita kuasai, tak ada artinya saat saya menginjakan kaki di tanah suci. Kemana bahasa inggris dan bahasa lainnya pergi...tak ada yang menanyai saya dengan bahasa-bahasa itu selama di sana.


Mampir Yuks : Sebuah Catatan Perjalanan Umroh di Makkah : Memahat Rindu di Bumi-Mu


Bila banyak yang mengatakan bahasa jermanlah bahasa yang tersulit dipelajari. Namun nyatanya, bagi saya, bahasa arab adalah bahasa tersulit. Biasanya apabila saya mempelajari suatu bahasa, saya selalu menyandingkan dengan tata bahasa inggris sebagai padanan. Tapi ini tidak berlaku untuk bahasa arab. Berlembar-lembar saya berlatih, tetap saja saya belum mengerti pola perubahan yang harus dipahami. Well, seperti saya harus belajar lebih keras lagi.


Meski kini tak lagi punya banyak waktu untuk mempelajari bahasa baru namun saya tidak akan menolak. Masih ada rusia, spanyol dan bahasa arab tentunya.... yang menarik untuk dipelajari.


#BPNRamadhan2021

#BPNDay16

Foto : Dokumentasi Justmenong

Day 14 : Where I See Myself in Five Years

April 26, 2021 0 Comments

Apa yang ingin saya lakukan dan di mana saya dalam 5 tahun mendatang?

Well, pertama tentunya dunia bebas dari Covid 19. Seluruh isi bumi dapat bergandengan tangan tanpa rasa khawatir atau keharusan menjaga jarak. Senyum dan tawa lebar ceria dapat dinikmati tanpa terhalang masker.



Kembali Sehat

Harapan pribadi pertama, tentunya Zauji dan Ibunda kembali sehat seperti sedia kala. Alhamdulillah, dokter onkologi sudah menyatakan Ibunda sehat wal'afiat meski tetap mewajibkan kontrol setiap bulan. Zauji sendiri (dan saya yang masih terbata-bata belajar ikhlas) sudah bisa menyesuaikan dengan keadaan mata kanannya pasca operasi ke-7. Sambil menunggu keputusan dokter apakah harus evakuasi silikon atau tetap mempertahankannya, kami melakukan berbagai aktivitas seperti biasa.



Mampir yuks : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai..Part 11...Hasil OCT Kedua


Mampir yuks : Cerita Berjuang Melawan Kanker Payudara.. Fighting Another Battle...Part 1...Cerita Dimulai

 

Channel

Karena sudah bertugas di Bandung, Zauji bisa mengantar dan menjemput saya setiap WFO. Dengan banyaknya waktu luang yang kami habiskan bersama, kami sudah bisa memulai proyek kecil kami untuk membuat konten di channel pribadi kami. Ya....berbagi ilmu dan pengalaman adalah salah satu cita-cita saya. Untuk itulah saya belajar banyak hal. 


Tanah Suci

Harapan selanjutnya adalah kami segera bisa menginjakkan kaki di tanah suci, melihat kabah dan mengunjungi makam Rasulullah. Sejauh apapun kami pergi, tentunya menunaikan rukun islam ke-6 menjadi cita-cita yang harus tertanam dalam jiwa. Rasanya akan jadi momen teromantis bagi suami istri bila dapat beribadah bersama di depan Kabah. 


Mampir yuks : Sebuah Catatan Perjalanan Umroh di Madinah : Menautkan Cinta di Rumah Rasulullah


Rumah Impian

Setelah sekian tahun menikah, saya dan Zauji masih tinggal dengan Ibunda mertua. Komitmen sebelum menikah bahwa kami akan semaksimal mungkin merawat kedua Ibunda kami sehingga kami memutuskan untuk menunda rencana hidup terpisah dari keduanya. Semoga Allah memberikan waktu yang terbaik bagi kami untuk mewujudkan rumah impian kami.


Karir

Apa obsesi saya terbesar dalam hal karir?

Sesungguhnya saya bukan tipe perempuan yang ngoyo mengejar puncak karir tinggi. Meski banyak yang ingin saya capai, namun fokus utama saya adalah belajar lebih banyak lagi agar bisa mengerjakan tugas sebaik mungkin.

Dalam 5 tahun ke depan, semoga pengetahuan dan pengalaman saya tidak seminim sekarang yang masih dalam proses adaptasi dengan ritme dan bidang yang baru. Well, sebenarnya sebagai seorang pemula, saya tidak terlalu buruk😉

Saya pribadi tidak bercita-cita menjadi seorang pemangku kebijakan, cukuplah saya menjadi diri yang bermanfaat bagi orang lain seiring dengan ilmu yang saya berikan.



Foto : Dokumentasi Justmenong

#BPNRamadhan2021

#BPNDay14



Day 13 : 7 Hal yang Paling Membuat Bahagia

April 25, 2021 2 Comments

 1. Makkah dan Rumah Rasulullah

Hal yang paling membahagiakan adalah saat saya menginjakan kaki di kota yang paling dirindukan seluruh umat muslim. Alhamdulillah di tahun 2014, saya berkesempatan menunaikan umroh untuk pertama kalinya. Rasanya seperti mimpi Allah menyampaikan saya di kota Makkah dan Madinah. Dengan segala keterbatasan dana, menabung dalam waktu 7 bulan saja saat status saya masih sebagai mahasiswa sehingga otomatis tidak pemasukan tambahan. Namun dengan tekad kuat, rela tak jajan, beli baju atau ke salon selama berbulan-bulan, cita-cita saya tercapai sudah. Tak hanya itu, paket yang saya ambilpun bukan paket biasa tapi paket plus yang menerbangkan saya hingga bisa melihat peninggalan Rasulullah secara langsung di Istanbul, Turki.


Mampir Yuks : Sebuah Catatan Perjalanan Umroh di Makkah : Memahat Rindu di Bumi-Mu

Mampir Yuks : Pengalaman Jalan-Jalan ke Istanbul, Turki : Terpesona Konstatinopel : Sightseeing (1)

 

Bila umur kami masih panjang, semoga Allah menyampaikan saya, Zauji dan Ibunda ke tanah suci kembali.

 

2. Keluarga Nomor Satu

Berkumpul dengan keluarga menjadi acara favorit saya. It always makes me happy. Besar di rumah nenek, membuat saya dekat hampir dengan seluruh keluarga. Nenek saya, biasanya kami panggil Embah, merupakan anak pertama dari keluarga besar Marzuki. Otomatis setiap lebaran, semua keluarga Marzuki akan datang mengunjungi Embah di Bandung. Demikian pula, keluarga dari keluarga Aki, meskipun beliau sudah tiada namun masih ada kerabat yang datang untuk bersilaturahim bersama kami.

Embah sendiri mempunyai 10 orang anak dan 30 orang cucu (sekarang plus cicit yang tak terhitung). Tak perlu menunggu hingga libur panjang atau lebaran, rumah Embah selalu ramai dengan celotehan kami setiap akhir pekan. Ruang tamu menjadi ruang sementara tempat cucu-cucu nya berjejer tidur. Nasi goreng bumbu minimalis adalah menu tetap setiap pagi. Saking ramainya rumah Embah, pintu depan nyaris tidak pernah dalam posisi menutup karena selalu saja ada yang bolak balik keluar masuk. Tak terhitung pedagang yang kami kenal akan otomatis mangkal di depan rumah Embah.

Kini, setelah Embah tiada, momen kumpul keluarga mungkin sedikit berkurang. Karena sebagian besar masih berdomisili di Bandung, rumah salah satu bibi saya menjadi basecamp bagi kami untuk saling melepas rindu.   

 

3. Berdua

Saya mungkin termasuk istri yang bucin. Karena sempat menjalani LDM, saya dan Zauji memanfaatkan akhir pekan sebagai quality time bagi kami berdua karena kamipun harus berbagi waktu untuk Ibunda dan Ibunda mertua. Karena masih berduaan, kami tak bisa bepergian tanpa ditemani satu sama lain. Salah satu hikmah pandemi adalah waktu bagi kami berdua menjadi jauh lebih banyak karena saya lebih sering bekerja dari rumah. Di sela waktu luangnya, Zauji seringkali membantu saya mengerjakan banyak tugas atau proyek. Agenda jalan-jalan masih sering kami lakukan meski dibatasi protokol kesehatan.


3. Cita-cita tercapai

Hal lain yang sangat membahagiakan adalah saat segala sesuatu yang saya cita-citakan tercapai. Bagi sebagian orang mungkin cita-cita saya dapatlah terbilang sederhana. Dulu, saya sangat ingin sekali kuliah di salah satu universitas terbaik di Bandung di kala sebagian orang mungkin memilih untuk melanjutkan studi di luar negeri. Namun, kedekatan dengan keluarga lah yang membuat saya enggan pergi jauh meninggalkan Bandung. Alhamdulillah, setelah jungkir balik belajar, Allah menakdirkan saya menjadi bagian dari sekolah terbaik di negeri ini. Meski masa kuliah menjadi masa tersulit selama menjalankan studi tapi setelah lulus, rasanya semua pantas untuk dijalani. Bukan semata meraih gelar, kembali bersekolah memberikan jalan untuk selalu semangat menambah wawasan dan meraih cita-cita.

 

4. Ngabolang

Wow ini dia hal lain yang selalu membuat saya bahagia. Dahulu, jalan-jalan ke berbagai tempat rasanya mustahil saya lakukan. Kini, saat bertugas, selama tidak mengganggu kegiatan, terkadang saya menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat baru. Bersama Zauji pun, ngabolang jadi kegiatan wajib bagi saya di akhir pekan. Memang tak seperti keluarga lain yang menyengaja untuk berlibur, acara ngabolang kami lebih sering dimaksudkan untuk bersilaturahim dengan teman atau keluarga di kota lain. Selama masih bisa dilaju dengan sepeda motor, ngabolang berdua jadi acara seru-seruan untuk mengisi waktu libur.

Mampir Yuks : Berkuda Bersama Rabbanian Horse Adventure di Alam Bebas Cikole, Lembang


5. Secangkir Coklat Panas

Hmmmm....siapa yang bisa menahan diri dari godaan secangkir coklat panas. Saat hati sendu atau mood sedang tidak bersahabat, secangkir coklat panas bisa jadi moodbooster yang paling ampuh. Tak perlu biaya mahal, secangkir coklat panas dapat dibuat di rumah dengan resep sederhana.

Resep Coklat Panas

1 Sachet coklat, saya gunakan Ovaltine

1 - 2 sdm krimer


Seduh coklat dan krimer dalam 3/4 cangkir dengan air panas. 

Sajikan dan nikmati selagi hangat

 

6. Belajar Sesuatu Yang Baru

Saya addict mempelajari hal baru. Beragam kursus sudah saya ikuti secara online. Umumnya saya akan mengikuti kursus di penyelenggara yang sama yang menyediakan berbagai tema kursus yang dapat diikuti secara gratis atau berbayar agar kredibilitas penyelenggara kursus dapat kita ketahu.

Saya punya pengalaman tak mengenakan saat belajar tentang blog, terlihat pengelola tidak serius dan profesional menjalankan sesi pembelajaran. Materi yang tidak tersusun rapi, interaksi pemateri dan peserta yang berjalan lambat (berbeda pada saat mendaftar kursus, pertanyaan via japri dijawab cepat), jadwal kursus molor pada setiap sesi dimulai jam 7 malam, terkadang hanya dibuka tapi tidak ada materi yang diberikan, kursus yang mustinya diselesaikan dalam waktu 1 bulan mundur hingga 2 bulan. Salah satu faktor karena saya lupa mengecek jejak digital penyelenggara kursus. Seharusnya saya lebih hati-hati dan patut curiga saat komentar di instagram dikunci sehingga kita tidak bisa melihat testimoni peserta kursus. Sampai saat ini, saya masih melihat iklannya wara wiri di instagram.


7. Sharing is Caring

Inilah poin penting berbagi melalui blog. Tak ada yang membahagiakan selain apa yang kita lakukan bermanfaat bagi orang banyak.


#BPNRamadhan2021

#BPNDay13

Day 12 : My Random Mood Booster Song

April 24, 2021 0 Comments

Saya Bukan Penikmat Musik

Jujur saja, jaman saya kuliah dulu. Bila teman-teman rajin sekali mendengarkan lagu lewat radio. Terbalik dengan saya. Rasanya tangan saya otomatis ingin menekan tombol off radio agar suasana kembali hening.

Saya sendiri tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai fans penyanyi atau band tertentu, saya mendengarkan lagu dari berbagai genre. Apapun itu, pop, rock, dangdut, Indonesia, barat, lagu daerah atau nasyid.

Lagu yang saya dengarkan biasanya saya pilih dari cuplikan lagu yang ear catching yang mengendap dalam otak saya. Entah soundtrack film yang saya tonton atau lagu yang diputar berulang-ulang saat dalam perjalanan. Sebagai mantan pelanggan bis ekonomi antar kota, saya punya banyak stok memori lagu-lagu random yang dinyanyikan pengamen bis. Sebut saja lagu sunda yang legendaris: Jang & Tong Diceungceurikan (Oon B), Mawar Bodas (Darso), Mobil Butut (Bungsu Bandung) dan lagu dengan lirik paling epik “Cinta Paulina” (Bungsu Bandung)😍.


Lagu Sunda

Dulu saya pikir semua lagu sunda di bis itu lagu alm. Darso, seniman terkenal asal Bandung. Meski awalnya saya tidak menyukainya namun karena hampir setiap minggu saya dengar, lirik-lirik itu masuk dan menempel di otak saya. Hahahah....well, ternyata lagu-lagu itu sarat makna dan tak heran bisa mendapat tempat istimewa di hati penggemarnya.

Biasanya bila saya menyukai satu lagu, saya akan menempatkannya di list paling atas dan memutarnya berulang-ulang. Setiap lagu menyimpan memori yang membuat saya teringat pada momen tertentu, entah rasa senang atau rasa sedih. Lagu A mengingatkan saya saat kegiatan outbound di Malang. Lagu B mengingatkan saya pada teman saya karena kami memutar lagu itu saat perjalanan menghadiri pernikahan beliau dan seterusnya.


Mampir Yuks : Jalan-jalan di Malang, Paris Van East Java


Sweetest Song

Tak lagi menyimpan daftar lagu di telepon genggam dan laptop karena memori nya lebih banyak dipenuhi video dan gambar untuk keperluan pekerjaan, saya masih bisa memutar lagu langsung dari youtube. Hanya sedikit lagu yang masih saya dengar, diantaranya lagu-lagu istimewa yang diberikan Zauji kepada saya💖



#BPNRamadhan2021

#BPNDay12

Day 11 : Kesendirian adalah Sumber Inspirasi Saat Jenuh Melanda

April 23, 2021 0 Comments

Saya adalah tipe orang yang tidak suka keramaian meski banyak orang yang bilang kalau saya tidak sependiam 15 tahun lalu. Bagi mereka saya ini orangnya rame dan tidak bisa berhenti bercerita. Namun bagi saya, kesendirian adalah teman dan saya menyukainya.


Keheningan

Apapun lebih suka saya lakukan sendiri dalam hening. Belajar, mengerjakan sesuatu atau apapun. Saya tipe orang soliter sehingga saya tidak punya masalah bila harus melakukan banyak hal sendirian. 


Karena saya selalu mencoba banyak hal baru setiap waktu, untuk menghilangkan kejenuhan, saya biasa ‘melarikan diri’ dari rutinitas. Entah hanya sekedar jalan-jalan mengikuti kemana saja kaki saya melangkah atau meluncur menuju bakso langganan saya. Saat jenuh dengan pekerjaan, saya biasa keluar ruangan dan menyendiri. Kebetulan kantor lama saya berada di area pertanian yang memanjakan mata kita dengan kebun dan tanaman. Sebagai kaum rebahan sejati, rebahan adalah obat paling mujarab untuk menghilangkan jenuh.


Jalan-jalan

Sebelum menikah, saya menikmati masa shopping, menonton bioskop atau apapun sendiri tanpa teman. Sightseeing, melihat-lihat barang tanpa akhirnya benar-benar belanja dan berakhir dengan menikmati sajian menu favorit saya. Dalam kesendirian itu saya menemukan banyak hal yang tiba-tiba terpeta dalam pikiran saya. Ide itu berlompatan di kepala saya dan tak sabar untuk mulai dikerjakan.

Mampir Yuks : 10 Spot Cantik Kawah Rengganis, Ciwidey Bandung


Pasca menikah, tentunya saya tidak bisa leluasa untuk kesana kemari tanpa Zauji. Di luar rutinitas kami, jalan-jalan berdua bisa jadi sumber inspirasi saat jenuh. Terkadang Zauji heran dan sebal dengan satu kebiasaan saya. Meski saya berada di dekatnya, saya seolah berada di dimensi lain yang tiba-tiba berkata : “Kayaknya bikin ini bagus,ya”


Entahlah apakah ini terkesan aneh tapi saya sering kali berdiskusi dengan diri saya sendiri saat melontarkan ide-ide yang memang menempel begitu saja di otak saya. Daaaaaan.....apapun ide itu, mewujudkannya adalah suatu keharusan.


And I always do my best for it.


Foto : Dokumentasi Justmenong

#BPNRamadhan2021

#BPNDay11

Day 10 : Top 5 Buku Favorit

April 22, 2021 0 Comments

1. Buku Agatha Christie

agathachristie.id


Saya melewatkan masa remaja dengan membaca petualangan Hercule Poirot, salah satu tokoh dalam novel Agatha Christie. Agaknya saya tertular kakak sepupu saya yang juga menggemari buku-buku Agatha Christie. Sebetulnya alur kisah tokoh utama ini sedikit ‘berat’ bagi anak SMP namun keseruannya lebih menarik bagi saya. Dari novel inilah, saya menyukai cerita misteri dengan alur yang sama seperti buku Sir Arthur Conan Doyle atau komik-komik detektif seperti Detektif Conan atau Kindaichi.

Karakter lain dari novel Agatha Christie adalah Miss Marple, seorang wanita tua yang enerjik dan pandai memecahkan kasus misteri. Novel dengan tokoh Miss Marple cenderung lebih ringan dan santai apabila dibandingkan dengan novel lain yang lebih serius.

 

2. Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle

Ini adalah penulis lain yang buku-buku tebalnya menjadi lalapan saya sehari-hari. Sherlock Holmes dan sobatnya Mr Watson menjadi tokoh yang saya gemari karena selain pintar, detektif yang satu ini juga lucu dan penuh kejutan.  Sir Arthur Conan Doyle menjadi inspirasi karakter Conan dalam komik Detektif Conan. Tak beda jauh dengan novelnya, saya juga menyukai film Sherlock Holmes yang dibintangi Robert Downey Jr.

 

3. Lima Sekawan by Enid Blyton

Jangan tanya ada berapa buku tebal yang sudah saya baca sejak masih duduk di kelas 4 SD. Buku-buku Enid Blyton lah yang membuat saya lebih asik membaca daripada bermain dengan anak-anak yang lain.

Buku Enid Blyton yang saya ingat terbagi menjadi buku misteri seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, dan Sapta Siaga. Dan buku kisah anak-anak di sekolah asrama, St’s Claire dan Malory Towers.

idn.times

Jujur saja, saya penggemar setia buku-buku tersebut. Terkadang berkhayal menjadi detektif cerdas dan pintar menyamar seperti tokoh Fatty a.k.a Frederick Trotteville dalam Pasukan Mau Tahu. Saya juga menjadi pembaca setia yang takjub dengan perubahan Gwen atau Gwendoline Mary Lacey dari anak manja menjadi anak yang dewasa dan penuh tanggung jawab.

Buku detektif remaja lain adalah Trio Detektif by Alfred Hitchcock. Inilah buku detektif remaja dengan alur yang lebih serius dibandingkan buku-buku Enid Blyton. Sebetulnya karya Alfred Hitchcock lebih saya nikmati dalam bentuk film seperti Twilight Zone yang penuh misteri. Mungkin Trio Detektif menjadi satu-satunya buku Alfred Hitchcock yang saya baca.

 

4. Supernova : Akar, Partikel by Dee Dewi Lestari

Inilah buku sastra Indonesia yang saya suka. Meski ada perdebatan di antara teman-teman di komunitas penulis dulu, apakah buku Dee layak dikategorikan sebagai buku sastra atau tidak. Bagi saya, Supernova menjadi pembuka jalan bagi saya menyukai karya sastra selanjutnya yang lebih berat Saman, Ayu Utami. Dari buku inilah saya mengenal kamilat-kalimat berat sarat filosopi.

 

5. Tetralogi Laskar Pelangi Series by Andrea Hirata

Siapa yang tak suka membaca buku fenomenal ini. Kakak sepupu saya yang sama sekali tak suka membaca pun, turut melahap buku ini hingga tuntal. Buku epik ini memang menjadi titik balik bagi perbukuan Indonesia. Novel yang berkisah tentang pendidikan di Indonesia ini sukses mengjungkirbalikan kebiasaan membaca karena gaya penulisan yang asik, lucu namun juga membuka wawasan dan menyentuh perasaan.

id.wikipedia.org


Buku-buku itu hampir semuanya saya baca lebih dari 2x. Meski jalinan ceritanya sudah saya hapal namun rasanya tak pernah bosan untuk membacanya kembali. Keterbatasan dana tidak menyurutkan saya untuk berhenti membaca. Karenanya saya menjadi ‘member’ banyak taman bacaan tak terkecuali perpustakaan daerah atau perpustakaan universitas di kota Bandung.


Ada banyak buku yang saya suka seperti Lupus – Hilman, Mimi Elektrik – Zara Zettira, serial Harry Potter (Yeah...saya adalah Potterhead dan Ibunda memberikan saya buku Harry Potter sebagai hadiah ulang tahun), The Alchemist – Paulo Coelho, buku fantasi The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel (buku ini saya baca berbarengan dengan mengerjakan tesis), Dan Brown dan berbagai jenis buku lainnya kecuali buku romansa.


#BPNRamadhan2021

#BPNDay10