Ablasio Retina..Perjuangan itu Dimulai..Part 4...Operasi di Tengah Pandemi Covid 19

Keesokan harinya, dokter melakukan observasi kembali. Saat observasi inilah akhirnya pertanyaan kami terjawab. Bubble yang kami lihat sebelumnya ternyata gas CF6 yang mustinya tidak bergerak ke arah depan. Seharusnya gas berada di bagian belakang mata dan menekan retina agar kembali ke posisinya. Karenanya, pasien harus telungkup dengan posisi ekstrim. Kepala menggantung di pinggir bed sehingga diharapkan gas akan bergerak ke belakang menekan retina. Dokter menginstruksikan agar observasi dilakukan di rumah sakit dan bila keadaan tidak membaik operasi berikutnya akan dilakukan 2 hari kemudian.
Ablasio Retina
Berpasrah kepada keputusan dokter, kami melanjutkan observasi di rumah sakit. Ada hal tak diduga saat menjelang operasi. Tekanan mata kiri (bukan mata yang akan dioperasi) Zauji tiba-tiba saja tinggi, 26 mmHg. Sebuah tanda bahaya pertanda glaukoma sekunder. Alhamdulillah, RS Cicendo sebagai Pusat Mata Nasional memang menjadi tempat terbaik bagi kami berikhtiar. Satu jam menjelang masuk ruang persiapan operasi, Zauji dirujuk ke klinik glaukoma dan diperiksa dokter subspesialis glaukoma. Alhamdulillah tekanan mata kiri Zauji kembali normal meski tanpa diberi perawatan apapun sehingga Zauji dapat dioperasi sesuai jadwal.

Operasi keenam dilakukan dengan bius total dengan pemasangan silicon oil 5000 cSt yang ditambahkan. Berkaca dari operasi sebelumnya, kami meminta dokter meresepkan obat penurun tekanan mata, obat lambung dan anti mual untuk Zauji.

Tak dapat dipungkiri, 3 operasi dalam waktu 2 minggu membuat kami lelah baik secara fisik maupun psikis namun ikhtiar maksimal sembari bertawakal kepada Allah adalah satu-satunya jalan yang kami lalui karena sejatinya Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kami.

Karena seluruh rumah sakit mulai melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid 19 dan daerah Bandung Raya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di akhir bulan April 2020, selama pasien tidak dalam kondisi darurat disarankan untuk berobat atau kontrol dalam rentang waktu yang lama. Kami pun berinisiatif kembali kontrol ke dokter sebelum masa PSBB dimulai. Setelah memastikan kondisi cukup baik meski ada indikasi silikon yang sedikit terangkat, dokter hanya memberikan obat tetes dan vitamin hingga batas waktu aman.

Menjelang bulan keempat pasca operasi, kami kembali melakukan kontrol karena sesuai jadwal, evakuasi silikon harus dilaksanakan dalam waktu 3 – 6 bulan pasca operasi pemasangan silikon.

Bagaimana selanjutnya?

Baca : “Ablasio Retina..Bentuk Kasih SayangAllah kepada Hamba-Nya...Saat Cinta Diuji”


Foto : klikdokter.com

No comments:

Post a Comment

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa