Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai..Part 8....Ikhtiar Maksimal

Dokter subspesialis glaukoma, dr. Maula Rifada, SpM(K), menyarankan operasi pembuatan saluran untuk mengeluarkan cairan agar dapat menurunkan tekanan mata yang tentunya membahayakan. Sesuai jadwal klinik reguler BPJS, kami kembali berkonsultasi dengan bagian glaukoma. Berdasarkan catatan yang tertera direkam medis, dokter memberikan rekomendasi yang sama yaitu operasi. Berbeda dengan prosedur biasanya, kali ini pemeriksaan pra operasi dilakukan langsung pada hari itu juga tanpa harus menunggu H-3 operasi. Kami pun kembali melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan lab (termasuk PCR), rontgen (hal ini tidak perlu karena rontgen bulan Juni masih berlaku), konsultasi di bagian penyakit dalam dan anestesi.



Menjelang sore, kami kembali ke klinik glaukoma. Dokter memberikan jadwal ±2 minggu yang akan datang. Karena hari sudah sore sehingga suasana klinik relatif sepi dibanding biasanya. Dengan pengalaman operasi hingga 7x, setelah kami diskusi panjang lebar dengan dokter jaga, akhirnya dokter jaga menyarankan agar kami kembali keesokan harinya untuk berdiskusi langsung dengan dokter kepala.

Kami pun kembali keesokan harinya dan Alhamdulillah berkesempatan bertemu lagi dengan dr. Maula. Beliau memahami kondisi dan kekhawatiran kami sehingga memberikan alternatif lain yaitu tindakan laser yang relatif lebih ringan dan insya Allah dapat menurunkan tekanan mata. Namun, tak berbeda jauh dengan operasi pembuatan saluran, tindakan laser ini tetap harus dilakukan saat mata ‘bersih’ dari silikon.

Dokter pun memberikan waktu kepada kami untuk bersiap dan memberikan obat penurun mata selain timol, yaitu glaupen. Dan kami dijadwalkan untuk kembali konsultasi di hari Senin.

Kembali ke rumah dengan segala macam rasa yang tidak bisa dijabarkan. Zauji mengingatkan bahwa ikhtiar yang harus dilakukan pertama kali adalah ikhtiar langit. Segala segala sesuatu milik Allah maka Allah juga yang akan menyembuhkan segala penyakit yang kita rasa. Kita hanya bisa ikhtiar maksimal dengan berobat di rumah sakit terbaik dan dokter terbaik.

Hari Senin kami kembali ke RS Cicendo. Hari itu kami bertemu dengan konsulen lainnya. Hasil visus menyatakan bahwa tekanan mata Zauji di bawah 20 sehingga penundaan operasi dikabulkan. Selanjutnya kami harus kembali kontrol secara rutin.

Di klinik Paviliun RS Cicendo, kami bertemu dengan Dr. dr. Andika Prahasta, SpM(K), M.Kes, dokter subspesialis senior glaukoma, selama ± 2 bulan kami berkonsultasi. Setelah tekanan mata relatif stabil di kisaran 20-an, kami kembali ke bagian retina.

 

Bagaimana selanjutnya?

Baca : Pengalaman Operasi AblasioRetina...Perjuangan itu Dimulai..Part 9

Foto : pixabay

No comments:

Post a Comment

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa