Pengalaman Operasi Ablasio Retina....Part 8....Ikhtiar Maksimal

November 19, 2020 0 Comments

Bagian Glaukoma

Dokter subspesialis glaukoma, dr. Maula Rifada, SpM(K), menyarankan operasi pembuatan saluran untuk mengeluarkan cairan agar dapat menurunkan tekanan mata yang tentunya membahayakan. Sesuai jadwal klinik reguler BPJS, kami kembali berkonsultasi dengan bagian glaukoma. Berdasarkan catatan yang tertera direkam medis, dokter memberikan rekomendasi yang sama yaitu operasi. Berbeda dengan prosedur biasanya, kali ini pemeriksaan pra operasi dilakukan langsung pada hari itu juga tanpa harus menunggu H-3 operasi. Kami pun kembali melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan lab (termasuk PCR), rontgen (hal ini tidak perlu karena rontgen bulan Juni masih berlaku), konsultasi di bagian penyakit dalam dan anestesi.



Menjelang sore, kami kembali ke klinik glaukoma. Dokter memberikan jadwal ±2 minggu yang akan datang. Karena hari sudah sore sehingga suasana klinik relatif sepi dibanding biasanya. Dengan pengalaman operasi hingga 7x, setelah kami diskusi panjang lebar dengan dokter jaga, akhirnya dokter jaga menyarankan agar kami kembali keesokan harinya untuk berdiskusi langsung dengan dokter kepala.

Kami pun kembali keesokan harinya dan Alhamdulillah berkesempatan bertemu lagi dengan dr. Maula. Beliau memahami kondisi dan kekhawatiran kami sehingga memberikan alternatif lain yaitu tindakan laser yang relatif lebih ringan dan insya Allah dapat menurunkan tekanan mata. Namun, tak berbeda jauh dengan operasi pembuatan saluran, tindakan laser ini tetap harus dilakukan saat mata ‘bersih’ dari silikon.


Timol dan Glaupen

Dokter pun memberikan waktu kepada kami untuk bersiap dan memberikan obat penurun mata selain timol, yaitu glaupen. Dan kami dijadwalkan untuk kembali konsultasi di hari Senin.

Kembali ke rumah dengan segala macam rasa yang tidak bisa dijabarkan. Zauji mengingatkan bahwa ikhtiar yang harus dilakukan pertama kali adalah ikhtiar langit. Segala segala sesuatu milik Allah maka Allah juga yang akan menyembuhkan segala penyakit yang kita rasa. Kita hanya bisa ikhtiar maksimal dengan berobat di rumah sakit terbaik dan dokter terbaik.

Hari Senin kami kembali ke RS Cicendo. Hari itu kami bertemu dengan konsulen lainnya. Hasil visus menyatakan bahwa tekanan mata Zauji di bawah 20 sehingga penundaan operasi dikabulkan. Selanjutnya kami harus kembali kontrol secara rutin.

Di klinik Paviliun RS Cicendo, kami bertemu dengan Dr. dr. Andika Prahasta, SpM(K), M.Kes, dokter subspesialis senior glaukoma, selama ± 2 bulan kami berkonsultasi. Setelah tekanan mata relatif stabil di kisaran 20-an, kami kembali ke bagian retina.

 

Bagaimana selanjutnya?

Baca : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 9

Foto : pixabay

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 7...Sejauh Mana Kita Bersabar

November 02, 2020 0 Comments

Kontrol Pasca Operasi ke-7

Selepas operasi ablasio retina ke-7 ini, perasaan kami berdua relatif baik-baik saja. Kontrol dijadwalkan satu bulan sekali dan kami sengaja konsultasi dengan dokter yang sama di klinik paviliun. Tiga bulan berlalu, Alhamdulillah kondisi retina Zauji dalam keadaan baik, artinya silikon oksana HD  yang ditambahkan bekerja secara efetif. Hal ini sungguhlah melegakan. Meski penggunaan silikon oksana HD disarankan tidak lebih dari 3 bulan namun Prof. Arief menyarankan untuk tetap mempertahankan silikon oksana HD selama mungkin agar retina menempel dengan sempurna. Evakuasi (pengangkatan) silikon oksana HD hanya akan dilakukan apabila sudah terbentuk emulsi atau hal lain yang mengganggu kondisi retina atau mata secara umum.


Kondisi mata Zauji masih sama seperti sebelumnya, hanya bisa melihat dengan samar namun sudah tidak ada lagi blank seperti dulu. Kondisi inilah yang harus dipertahankan dan tentunya disyukuri.


Tekanan Mata Naik

Qodarullah di bulan ke-4, sesuatu terjadi. Tekanan mata Zauji tiba-tiba naik mencapai 40 artinya red allert karena mengindikasikan glaukoma. Tidak ada gejala sama sekali seperti sebelumnya, pusing atau mual sehingga Zauji merasa baik-baik saja.

Prof Arief memberikan rujukan untuk konsultasi dengan dokter glaukoma. Saat ini juga kami lanjut bertemu dengan dr. Maula Rifada, SpM(K). Tekanan mata naik disebabkan penumpukan cairan yang bisa jadi akibat adanya silikon dalam mata. Beliau menyarankan tindakan operasi berupa pembuatan saluran untuk mengeluarkan cairan. Sebagai konsekuensinya, silikon harus dievakuasi terlebih dahulu. Kondisi ini menjadi simalakama bagi kami. Pembuatan saluran hanya bisa dilakukan apabila mata bersih dari silikon sedangkan kondisi retina yang telah lepas secara berulang akan rentan mengalami robekan kembali apabila silikon dilepas.

Karena diperlukan tindakan operasi, kami kembali ke klinik reguler via BPJS.

 

Bagaimana selanjutnya?

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 8....Ikhtiar Maksimal

10 Spot Cantik Kawah Rengganis, Ciwidey Bandung

October 15, 2020 0 Comments

HIjaunya sumber air panas kaya belerang

Mengisi liburan panjang di tengah pandemi Covid 19 bukanlah hal yang mudah. Karena kondisi masih belum aman untu bepergian jauh dan berkerumun, kami mencari alternatif lain untuk mengusir kejenuhan. Bandung Selatan menjadi pilihan kami karena jaraknya yang relatif dekat. Seperti biasa kami berangkat sedari pagi. Cuaca Bandung sedikit mendung pagi itu. Hari masih pagi saat kami sampai di alun-alun Ciwidey. Tak lupa sarapan terlebih dahulu untuk mengisi perut, kami berhenti di sebuah warung kecil yang penjual kupat tahu. Warung ini terletak di sebelah kiri persis sebelum belokan ke arah alun-alun Ciwidey.

Saat ini kawasan Kawah Putih dikelola pihak swasta 

Setelah perut terisi, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah kawasan kawah putih karena sebagai orang Bandung, saya sama sekali belum pernah berkunjung kesana. Namun karena tiket masuk dirasa cukup malah (Tiket masuk Rp.100rb dan ongkos angkutan untuk ke lokasi Rp.25rb), kami pun berbalik arah.

Karena tak mungkin langsung pulang kembali ke rumah, kami pun menepi saat melihat gerobak bakso tak jauh dari gerbang Kawah Putih. Penjual bakso mengarahkan ke tempat wisata yang lebih terjangkau, Kawah Rengganis.

Lahan parkir luas

Kami pun melanjutkan perjalanan di bawah langit mendung. Kurang lebih 30 menit kami sampai di lokasi (Kawah Rengganis terletak tak jauh dari Situ Patenggang, Ciwidey, salah satu kawasan wisata favorit di selatan kota Bandung). Kawah Rengganis ada di sebelah kiri jalan. Tak ada papan petunjuk besar yang menandai arah jalan menuju kawasan kawah Rengganis. Kawah Rengganis hanya bisa ditempuh dengan motor. Bagi bolangers yang membawa mobil, kendaraan berukuran besar hanya bisa di parkir di pinggir jalan. Tidak disarankan untuk membawa anak atau lansia karena meskipun jarak dari jalan raya ke kawasan kawah tidak terlalu jauh namun bolangers harus menempuh melalui jalan berbatu tidak terlalu lebar yang menanjak dan berkelok.

Jalan berbatu seperti inilah yang menghubungkan jalan raya Ciwidey dan kawasan Rengganis

Kawah Rengganis masih dikelola dengan sederhana. Tiba di parkiran motor yang cukup luas, kami turun melalui tangga berbatu yang tidak terlalu curam. Hanya berjarak beberapa meter kami tiba di tepian kawah. Tidak ada pos tiket masuk selayaknya tempat wisata, hanya ada meja dengan beberapa petugas yang mengatur antian agar pengunjung tetap menjaga jarak dan memakai masker. Tiket masuk adalah ‘saridona’ alias sukarela.

Papan peringatan ada dimana2

Meski seluruhnya belum tertata dengan baik, kawah Rengganis memiliki pemandangan yang indah dan masih asli. Sumber panas dari dalam tanah dan balik bebatuan dibatasi dengan pagar pengaman. Banyak pengunjung yang sudah berendam di beberapa kolam buatan. Sebagian pengunjung berendam lumpur yang diklaim dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Bagi bolangers yang akan mandi lumpur harus membayar lagi Rp.5000.

Belerang obat kulit

Mengambil lumpur untuk obat

Saatnya mandi lumpur


Pengunjung bisa menggelar tikar alias botram sambil menikmati makanan dan minuman. Kami hanya berkeliling sambil sesekali mengambil foto dan tak menghabiskan waktu disana karena menjelang jam 10.00 WIB sudah banyak pengunjung yang datang. 

Rasanya kawah Rengganis bisa menjadi alternatif bagi bolangers yang rindu dengan pemandian air panas namun tak perlu khawatir dengan kerumunan pengunjung.

Baca juga : Pengalaman One Day Trip ke Raja Ampat, Keindahan Menakjubkan di Papua Barat (1)

Foto : Dokumentasi justmenong

Pantai Ambal, Kebumen, Alternatif Wisata di Jalur Selatan Jawa

September 06, 2020 2 Comments

Beberapa saat yang lalu, kami berkesempatan menunaikan janji kami pada Ibunda Zauji untuk mengunjungi kerabat di kota kelahiran beliau, Purworejo, Jawa Tengah. Rencana ini memang sudah kami rancang jauh hari sebelumnya namun baru terwujud setahun kemudian karena qodarullah berentetan ujian sakit dalam keluarga.

Karena ini kunjungan silaturahim dadakan, alamat yang dituju beserta rute yang akan dilalui baru kami dapat satu hari sebelumnya. Meski Ibunda Zauji bersikeras masih ingat dengan daerah yang akan dikunjungi namun Zauji tetap menyempatkan mencari informasi melalui kerabat lain mengingat memori Ibunda Zauji terpaut jauh hampir 25 tahun yang lalu dan tentunya desa yang dituju sudah banyak berubah ;)

Mengingat perjalanan yang cukup jauh dan ini baru pertama kali kami bepergian jauh, termasuk saya tak pernah merasakan nikmatnya mudik, kami berangkat pada malam hari dengan mobil. Alhamdulillah kami mendapatkan supir baik dan membawa mobl dengan nyaman. Sesekali kami beristirahat di mesjid yang kami lalui. Perhitungan awal waktu akan ditempuh 5 – 6 jam namun karena sering berhenti, hingga jam 7 pagi kami baru sampai di daerah Kabupaten Kebumen.

Ada dua rute yang bisa kami tempuh, lewat kota atau menyusuri panjang sepanjang jalur selatan. Pemandangan cantik jalan pantai selatan Jawa menyambut kami. Tak sengaja melihat papan penunjuk jalan yang menunjukan bahwa ada pantai tak jauh dari jalan raya yang kami lalui. Tepat di sebelah kanan, tak jauh dari jalan raya, terletak di desa Ambalsari, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Pantai Ambal memesona kami semua untuk singgah. Dengan membayar uang parkir sebesar Rp. 10.000,00 saja, kami bisa menikmati keindahan hamparan pasir yang terbentang sepanjang 500 meter. 
Pantai Cantik dan Bersih

Pantai yang bersih dan cantik. Pengunjung yang tidak terlalu banyak sehingga kami bisa bebas berlarian di sepanjang pantai tanpa terganggu pengunjung lain. Deburan ombak Samudera Indonesia menyambut kami. Apabila dibandingkan dengan pantai lain yang pernah saya kunjungi, pantai Ambal sangat layak untuk dijadikan destinasi wisata. Rasa lelah dan penat hilang seketika terhapus oleh pecahan ombak yang menyentuh kaki kami.


Bila tak ingat perjalanan masih panjang untuk kami tempuh, rasanya kami masih ingin berlama-lama di pantai ini. Nah, bolangers, jangan lupa berkunjung ke Pantai Ambal ya untuk menikmati keindahan hakiki pantai selatan Jawa.



Foto : Dokumentasi pribadi

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 6...Hampir Satu Tahun Berlalu

August 28, 2020 0 Comments

Kontrol Pasca Operasi 

Bukan hanya Covid 19 yang membuat semua orang beradaptasi dengan kebiasaan baru atau biasa disebut dengan New Normal, kami mulai beradaptasi dengan keadaan Zauji menjelang satu tahun ‘bersahabat’ dengan Ablasio Retina. Pasca operasi kali ini, kami lebih santai menanggapi karena sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Suasana Antrian Pendaftaran di Klinik Reguler

Pasca kontrol di klinik reguler, kami kembali menemui Prof. Arief S. Kartasasmita, dr., SpM (K), M.Kes.,M.M.,PHd, di klinik paviliun. Beliau dengan ramah menerangkan kondisi terakhir Zauji. Silikon oksana HD merupakan silikon campuran yang memiliki viskositas > silikon 5000 cSt. Silikon oksana HD biasa digunakan pada kasus ablasio retina yang sudah tidak bisa ditangani dengan silikon 5000 cSt. Pasien tidak bisa langsung menggunakan silikon jenis ini karena silikon jenis ini tetap memiliki kekurangan. Silikon oksana HD merupakan campuran polimer yang rentan pecah membentuk emulsi yang dapat menyumbat saluran di mata dan menimbulkan masalah baru yaitu glaukoma. Salah satu pemicu terbentuknya emulsi adalah benturan goncangan seperti terjatuh atau olah raga tertentu termasuk lari.

Selain retina yang baik-baik saja, tekanan mata normal dan hasil visus menunjukan minus mata kanan sudah berganti menjadi plus dan silindris, kondisi kanan Zauji masih mengalami peradangan sebagai efek operasi yang berulang. Kondisi ini harus ditangani dengan obat anti radang sebelum dirujuk ke subspesialis lain bila radangnya masih tetap ada pasca diobati.

Jauh lebih lega..itulah perasaan kami. Sesi konsultasi yang lebih tepat obrolan santai ini membuka wawasan kami. Seperti halnya, dr. Rova, Prof. Arief juga tidak membatasi aktivitas lain seperti mengendarai motor, mengangkat beban berat (alasannya kalau terlalu berat, Zauji juga pasti tidak akan mengangkatnya kan, lol), dan aktivitas lainnya. Alasan terpenting adalah pasien Ablasio Retina bukanlah orang cacat atau invalid sehingga tetaplah produktif seperti biasa.

Nasihat lain adalah jangan terlalu memikirkan penyakit yang diderita karena memikirkan penyakit sejatinya tugas dokter, pasien hanya mengikuti arahan sebagai bagian dari ikhtiar.


Silikon HD

Pada umumnya, silikon oksana HD atau silikon jenis apapun tidak boleh terlalu lama berada di dalam mata atau harus dievakuasi dalam waktu tertentu ( 3 atau 6 bulan). Secara  normal dokter akan menjadwalkan silikon oksana HD 2 – 3 bulan pasca operasi namun hingga menjelang bulan ke-3, posisi retina masih belum pulih sepenuhnya, masih ada bagian yang basah sehingga dikhawatirkan retina akan lepas kembali bila silikon oksana HD dievakuasi dalam waktu dekat. Observasi akan dilakukan dalam waktu satu bulan.

Sudah hampir satu tahun, kami bolak balik ke Pusat Mata Nasional (PMN) RS Cicendo ini. Semoga kondisi mata Zauji segera membaik sehingga operasi terakhir bisa dilaksanakan sembari menunggu pemasangan lensa. Ikhtiar adalah keharusan namun tawakal dan ridho atas segala keputusan Allah di atas segalanya.

 

Baca kelanjutannya di : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 7...Sejauh Mana Kita Bersabar

Foto : Dokumentasi pribadi

Cerita Berjuang Melawan Kanker Payudara...Part 7...Hari-hari Pasca Kemoterapi

August 15, 2020 0 Comments

Proses Kemoterapi

Proses kemoterapi sendiri tidak dirasakan terlalu berat. Pasien hanya berbaring sambil obat yang diberikan via infus selesai. Babak yang justru harus diperhatikan adalah pasca kemoterapi. Efek pasca kemoterapi akan muncul berbeda setiap pasien.

Ibunda baru merasakan 2 hari pasca kemoterapi diantaranya pusing, mual dan tidak berfungsinya indera perasa. Dokter sendiri tidak memberikan obat selain multivitamin dan penahan sakit.



Efek ini tidak tertahankan. Selain semangat untuk sembuh, daya tahan tubuh merupakan kunci untuk bisa kuat selama proses kemoterapi. Banyak kondisi pasien yang turun pasca kemoterapi karena umumnya kurangnya asupan makanan sehingga tubuh melemah. Meski tidak ada rasa sama sekali di lidah, Ibunda tetap memaksakan makan. Inilah yang kami syukuri, semangat Ibunda untuk kembali sehat tak diragukan lagi. Saya pun membatasi obat herbal karena khawatir akan bersifat kontradiktif dengan obat kemoterapi. Herbal yang masih kami teruskan hanya daun kelor, bawang putih tunggal, minyak zaitun, madu dan sari kurma.


Baca : Testimoni Obat Herbal untuk Kanker Payudara


Efek Kemoterapi

Karena sama sekali tidak berselera makan, meski dibatasi untuk makanan tertentu seperti ayam broiler, makanan instan dan gula, saya mengijinkan Ibunda makan apapun yang beliau mau. Menu sarapan pilihan kami adalah lontong padang. Meski tak banyak, setidaknya masih ada makanan yang masuk ke perut. Sebagai gantinya persediaan buah-buahan dan sayuran kami tambah.

Meski terasa pusing, Ibunda tidak berhenti berativitas. Beberapa kegiatan ringan masih bisa dilakukan termasuk pergi ke warung :(

Efek lain adalah mual dan muntah. Alhamdulillah efek ini tidak terus menerus Ibunda rasakan. Kerontokan rambut mulai ada pasca kemoterapi ke-2, sedikit demi sedikit dan masih menyisakan sedikit rambut. Kerontokan ini berbeda setiap pasien. Salah seorang pasien kemoterapi bercerita, rambutnya tiba-tiba menggumpal dan jatuh saat disentuh saat belau bangun tidur. Hal ini menjadi salah satu trauma bagi pasien kanker payudara.

Hal lain yang Ibunda rasakan adalah tak bisa lagi menahan buang air kecil sehingga kerap kali wudhu Ibunda harus diulang, seprai dan baju yang lebih sering diganti. Beberapa kasus terjadi konstipasi (susah buang air besar) namun ada juga yang malah diare berkepanjangan. Terkadang gangguan terjadi pada mata menjadi belekan atau berair. Pada umumnya pasien kemoterapi juga mengeluhkan pengeroposan tulang (osteoporosis) sehingga tambahan kalsium sangat diperlukan.

Kondisi kritis ini berlangsung antara 7 – 10 hari. Hanya saja di sesi ke-6, masa kritis Ibunda berlangsung lebih lama hampir 2 minggu karena mungkin badan setelah lelah ‘digempur’ obat-obatan selama hampir 5 bulan lamanya. Lepas masa kritis kondisi akan membaik dan Ibunda menyiapkan diri untuk kemoterapi berikutnya. Hal-hal tadilah yang sangat berpengaruh pada kondisi pasien kanker payudara. Tentunya selain pertolongan Allah, dukungan dari keluarga juga sangat penting untuk melewati hari-hari berat melawan kanker ini.

Di berbagai kesempatan biasanya kami saling bertukar cerita, ada seorang ibu berumur lebih dari 65 tahun yang juga berjuang melawan kanker payudara harus berobat tanpa ditemani siapapun karena kedua putranya bekerja dan tinggal di luar kota. Beliau menjalani 2 paket kemoterapi (artinya 12 sesi) dan belasan kali opname sendirian. Dan dalam kondisi seperti ini tentunya banyak hal lain yang harus kita urus seperti bolak balik ke rumah sakit untuk daftar kontrol atau kemoterapi, antri di klinik bedah onkologi atau sekedar mencari tempat foto kopi di luar rumah sakit.

Semoga setiap langkah yang kami lakukan menjadi catatan kebaikan di akhirat nanti.

Bagaimana cerita selanjutnya? 

Mampir yuks : Cerita Berjuang Melawan Kanker Payudara.. Part 8....Setelah kemoterapi

Istana Kadriah dan Rumah Radank di Pontianak, Kalimantan Barat

July 22, 2020 0 Comments


Di masa pandemi Covid 19, memang tak banyak yang bisa dilakukan. Sudah lama, saya tak bepergian keluar kota kecuali hanya jarak dekat yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 bersama Zauji. Selain kursus-kursus online baik gratisan dan berbayar, kegiatan saya banyak dihabiskan di rumah, berkebun atau mengunjungi orang tua.

Salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah kembali melakukan hobi saya menulis. Setelah mengubah banyak setingan di sana sini, terkadang saya menulis ulang beberapa artikel yang dirasa bisa dikembangkan menjadi tulisan lain diantaranya adalah catatan perjalanan saya ke kota khatulistiwa 2 tahun silam. Saya berkesempatan mengunjungi Pontianak di awal tahun 2017. Pontianak menjadi salah satu kota yang saya suka karena banyaknya wisata sejarah yang bisa saya kunjungi diantaranya Istana Kadriah dan Rumah Radank.


Baca juga : 

Istana Kadriah
Istana Kadriah merupakan istana yang dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di pinggir sungai Kapuas. Konstruksi istana kadriyah terbuat dari kayu ulin yang sudah berumur 245 tahun. Jenis kayu ini sangat kokoh dan kuat serta tahan air. Istana ini terdiri dari 4 lantai dengan serambi luas mengelilingi bangunan yang nuansa kuning dan hijau.



Nuansa kuning dan hijau menjadi warna dominan di Istana Kadriah ini


Meski terkesan tidak begitu terpelihara dengan baik, istana ini masih tetap mengguratkan kemegahan masa lampau. Bagian dalam istana tidak dibuka namun saya bisa mengintip dari jendela. Penjelasan tentang istana ini disampaikan oleh penjaga istana. Berdasarkan informasi bagian belakang istana masih dihuni oleh keturunan sultan.

Rumah Radank
Rumah Radank merupakan replika rumah betang –rumah panjang suku dayak Kanayatn-. Rumah ini digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan diantaranya kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD). Rumah ini pula mendapat rekor sebagai rumah adat terpanjang oleh MURI dengan panjang 138 meter, lebar 5 meter dan tinggi 7 meter yang disangga oleh tiang yang kokoh.
Rumah Radank terkesan sangat besar dan luas. Pengunjung bisa berkeliling namun harus diperhatikan apabila bolangers takut ketinggian yaa.






Sayangnya saya tidak bisa masuk ke dalam karena saat itu tidak ada aktivitas di Rumah Radank.

Sebagai catatan, tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan bolangers mengelilingi kota Pontianak selain taksi. Salah satu alternatif adalah menyewa jasa ojeg (kebetulan mahasiswa Universitas Tarumanagara mempunyai aplikasi sejenis ojeg online). Dan jangan lupa kenakan sunblock, kacamata dan masker untuk mengatasi panas yang menyengat.

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 5...Saat Cinta Diuji

June 25, 2020 0 Comments

Masa Pandemi

Pandemi Covid 19 membuat semua lini kehidupan berubah termasuk tata cara untuk melakukan pemeriksaan di dokter dan rumah sakit. Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Bandung otomatis gerak kami terbatas. Pemeriksaan dokter di klinik reguler dibatasi dan semua tindakan operasi ditiadakan, sedangkan klinik paviliun sama sekali tidak dibuka. Kami baru meneruskan rutinitas kontrol pasca PSBB dihentikan. Benar saja, melihat lamanya silikon oil 5000cSt pasca operasi ke-6 dan adanya indikasi robekan retina kembali membuat dokter menyarankan operasi semi cito (cito = segera).

Ada yang berbeda saat kami akan mengantri di klinik reguler, skrining Covid 19 dilakukan sebelum pasien dan pengantar masuk ke ruang pendaftaran. Pasien dan pengantar harus dicek suhu dan mengisi formulir skrining. Hanya satu orang pengantar yang diperkenankan mengantar ke dalam. Semua barang yang akan dibawa masuk ke  dalam rumah sakit disemprot desinfektan terlebih dahulu. Wawancara dilakukan oleh tim rumah sakit untuk mengetahui riwayat penyakit dan perjalanan kami. Menurut informasi, kuota pasien dalam satu hari hanya dibatasi 40 pasien per sub klinik. Jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan kondisi normal. Bagi kami ini lebih melegakan karena antrian menjadi lebih pendek. Hanya saja, dokter yang memeriksa menjadi lebih sedikit karena dokter residen (dokter umum yang sedang mengambil spesialis mata) dan dokter fellow (dokter mata yang sedang mengambil subspesialis retina/glaukoma dll) yang biasa membantu pemeriksaan tidak begitu banyak.


Operasi ke-7

Berbekal obat dan catatan dokter di klinik paviliun, dokter di klinik reguler merekomendasikan operasi ke-7 paling lambat 2 minggu. Alhamdulillah, meski jadwal tindakan operasi sangat ketat karena penundaan selama masa PSBB, Zauji mendapat jadwal 10 hari kemudian. Pemeriksaan pra operasi, termasuk rapid test dan HIV, diselesaikan dalam satu hari.

Meski sudah berulang kali menghadap meja operasi, rasa deg-degan tetap saja ada. Berpasrah adalah kunci karena sedari awal Zauji dan saya sudah menyerahkan segalanya kepada para dokter dan perawat sebagai perantara ikhtiar kami.

Seperti biasa, pasien masuk ke ruang rawat inap H-1 setelah melewati serangkaian pemeriksaan di klinik reguler. Entah apa yang salah, kali ini tekanan mata kanan Zauji kembali naik drastis mencapai 46, red alert untuk glaukoma. Meski tidak mengeluh pusing atau mual hebat seperti kasus sebelum nya, tentunya hal ini bukan hal yang normal dan baik bagi Zauji. Dokter retina merujuk kembali ke bagian glaukoma dan ditangani segera. Kondisi ini tentunya berbahaya dan dokter subspesialis glaukoma merekomendasikan operasi penyerta, yaitu pembuatan saluran untuk membuang cairan bila tekanan mata belum juga normal keesokan harinya. Just another stress for us :(

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, semua jenis obat-obat turut saya bawa kali ini termasuk obat penurun tekanan mata : timol, glaucon dan aspar K sehingga dapat langsung Zauji minum. Kami melewati malam menjelang operasi dengan lebih banyak mengobrol, bercanda, saling menguatkan dan berharap ini akan menjadi operasi terakhir. Karena pasien masih tak diperkenankan untuk dikunjungi siapapun, selama 3 hari 2 malam hanya saya yang berjaga. Suasana cukup sepi dan rileks. Beberapa perawat sudah kami kenal dengan baik. Rasanya setiap ruangan bougenvile (kelas I) sudah pernah kami isi 😊.

Bagian Pendaftaran Klinik Reguler

Pagi hari menjelang operasi seperti biasa Zauji bersiap. Mandi dan mencuci rambut yang mulai gondrong (saya belum memperbolehkan Zauji cukur rambut di barber shop langganan), berganti dengan baju masuk ruang operasi, atas mata kanan ditandai spidol dan menunggu panggilan pemeriksaan visus. Biasanya Zauji akan dipanggil untuk pemeriksaan visus sekitar jam 7 pagi dan mulai diantar ke ruangan OK (ruangan operasi) jam 8 pagi untuk jadwal operasi jam 10 pagi. 


Namun kali ini hingga jam 10 pagi masih belum ada panggilan. Ternyata dr.Andika, dokter subspesialis glaukoma yang akan melakukan operasi pembuatan saluran baru datang jam 10 pagi. Berdasarkan pemeriksaan visus tekanan mata Zauji <20 sehingga operasi penyerta tidak lagi diperlukan. Alhamdulillah.


Silikon Oksana HD

Operasi rasanya berlangsung cepat. Saat kembali ke kamar, kondisi Zauji dalam keadaan sadar, artinya tidak bius total seperti yang direncanakan sebelumnya. Qodarullah, ternyata dokter yang melakukan operasi kali ini bukanlah dr. Rova Virgana, Sp.M(K) melainkan Prof. dr. Arief. S. Kartasasmita, Sp.M(K), dokter senior di RS PMN Cicendo.

Kali ini dokter memasang silikon oksana HD, silikon campuran dengan viskositas terberat untuk mengatasi ablasio retina. Segala sesuatu akan berjalan sesuai waktu yang telah Allah tetapkan. Demikian pula siapa yang akan melakukan operasi kali ini.

 

Apa itu silikon oksana HD?

Baca : “Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 6..Hampir Satu Tahun Berlalu”

Foto : Dokumen Pribadi

Meraih Keberkahan Berniaga melalui Sinergi Marketplace dan Website

June 16, 2020 1 Comments

Tiga bulan sudah pandemi Covid 19 melanda seluruh penjuru dunia. Sebagian besar masyarakat pun menjalani kegiatan di rumah saja sesuai dengan himbauan pemerintah termasuk saya. Meski nyaris tak leluasa bepergian namun saya masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa selama work from home termasuk di antaranya membantu Zauji menjalankan usaha yang sudah lama kami rintis.


Marketpalce vs Toko Konvensional
Sejak tak lagi diperkenan bepergian terlalu sering, Zauji lebih sering menjalankan usahanya melalui dunia maya. Lama bermain di salah satu marketplace populer di Indonesia, perkembangan pemasaran via online di era industri 4.0 sangat menarik untuk diamati. Hadirnya marketplace tentunya dirancang untuk memudahkan transaksi yang awalnya dilakukan dengan cara konvensional (toko) beralih secara online dengan mencakup jangkauan yang jauh lebih luas sehingga menambah peluang untuk mengembangkan usaha.


Marketplace sebagai bagian dari pasar online menjadi lompatan tepat bagi pelaku usaha kecil seperti kami. Selain lebih efisien karena banyaknya fitur yang user friendly terutama bagi emak-emak setengah gaptek seperti saya, baik menggunakan aplikasi atau melalui browser, marketplace juga menjanjikan biaya operasional dan promosi yang minim apabila dibandingkan membuka toko biasa. Biaya sewa bagi pelaku usaha yang tidak mempunyai tempat usaha milik pribadi seperti kami, biaya rutin seperti air dan listrik serta pembuatan banner atau spanduk dapat dihilangkan sehingga tentunya saja akan membuat biaya menjadi jauh lebih murah. 



Belanja via Smartphone
Pola belanja masyarakat kini mulai terbiasa untuk belanja secara online terlebih lagi di masa pandemi ini. Entah dari barang kecil seperti spare part elektronik, fashion dan kosmetik (penting bagi kaum hawa), alat pertanian hingga pertukangan, kini tak perlu lagi diperoleh dengan bepergian atau berdesakan. Semua bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui smartphone masing-masing. Pilih, pesan, bayar dan tunggu barang. As simple as it is. Di daerah pedesaan bahkan sudah tersedia marketplace center contohnya Tokopedia Center yang bisa membantu masyarakat yang tidak punya akses ke e-commerce untuk berbelanja dan bertransaksi bahkan memulai usaha dengan mudah. Tentunya hal ini menjadi peluang yang luar biasa besar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha seperti kami.

Tingkat kepercayaan konsumen terhadap marketplace acap kali berubah dari waktu ke waktu. Demi menjaga kualitas produk, beberapa hal harus selalu kami lakukan seperti mencantumkan deskripsi produk secara detil di marketplace, adanya proses quality control untuk setiap produk yang akan dikirim, cepat merespon pertanyaan atau keluhan konsumen dan ketepatan pengiriman produk menjadi faktor penting.

Meski terlihat lebih menjanjikan karena dapat menyentuh beragam segmen pasar dari kalangan menengah hingga atas, namun menjalankan usaha melalui marketplace tidaklah menjadi satu-satunya alternatif. Sebagai pelaku usaha tentunya kami terus belajar, beradaptasi dan lebih kreatif untuk memasarkan produk. Inovasi lain yang dilakukan adalah dengan melakukan marketing dengan platform yang berbeda.


Brand Awareness
Selain menggunakan media sosial yaitu instagram, kami sepakat untuk membuat website untuk meningkatkan brand awareness produk yang kami miliki. Website dengan domain berbayar dengan nama brand kami sendiri diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang kami jual. Alasan kami menggunakan domain berbayar untuk melindungi brand kami dari penjiplakan baik nama merek atau nama domain dan menjadi pembeda dengan produk lain yang hampir serupa. Keuntungan lain dari pemanfaatan website ini adalah kemudahan membagikan brosur online atau katalog produk ke media sosial lain yang kami miliki sehingga target konsumen akan lebih luas dengan tetap menjaga kredibilitas brand kami.



Tentunya 
penyedia domain dan hosting unlimited yang dipilih harus terpercaya dengan standar layanan prima seperti www.rumahweb.com yang memfasilitasi kalangan usaha yang tidak terlalu melek IT (misalnya saya dan Zauji) dengan berbagai kemudahan yang diberikan 'Orang Rumah' sebagai painless hosting solution.


Berbeda dengan konten marketplace yang hanya dikelola oleh Zauji, konten website dan instagram dipercayakan untuk saya kelola karena pengalaman saya mengisi blog pribadi bisa menjadi bekal yang cukup.

Sebagian orang mungkin bertanya mengapa pemasaran melalui marketplace harus disinergikan dengan website yang notabene memerlukan effort yang lebih besar. Jawabannya adalah selain dapat mengembangkan brand yang kami punya dengan pengelolaan penuh tanpa adanya pihak lain seperti halnya marketplace, kami juga dapat memberikan benefit lebih bagi konsumen. 

Konsumen tidak selamanya menjelajah di dunia maya hanya untuk berbelanja saja. Seringkali calon konsumen memerlukan edukasi lebih mengenai suatu produk. Calon konsumen bisa mendapatkan deskripsi produk yang lebih detil dan menarik yang tidak didapatkan melalui marketplace dan instagram pada saat membaca tulisan di website. Deskripsi tidak hanya berbentuk brosur atau katalog online namun juga reviu produk,  artikel atau tips dan trik sederhana yang dapat dipraktekan dengan mudah.

Kunyit, lada hitam dan madu sebagai anti radang


Manfaat Website
Apabila kami berbicara mengenai produk madu di marketplace atau instagram maka dalam postingan website, deskripsi atau narasi akan lebih detil membahas berbagai jenis madu dan manfaatnya, bahkan cara uji keaslian madu secara sederhana. Calon konsumen tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk madu yang kami jual namun mendapatkan pula pengetahuan tambahan secara ilmiah yang menarik dan relevan mengenai produk madu tersebut atau bahkan mendapat inspirasi mengenai gaya hidup sehat atau lainnya.

Marketplace dan website keduanya dapat berjalan dengan sinergi karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan yang saling melengkapi. Selling bukanlah segalanya. Yang terpenting bagi kami, berniaga tidak hanya untuk mengejar profit duniawi saja namun juga untuk menggapai keberkahan dengan menebar manfaat melalui konten positif yang kami berikan.



Referensi : Disarikan dari berbagai sumber

Foto : Rumahweb.com dan dokumentasi pribadi

Cerita Kisah Melawan Kanker Payudara.. Part 6...Sesi Pertama Kemoterapi

June 04, 2020 0 Comments

Hari pertama kemoterapi

16 April 2020.

Jam 06.30 WIB kami sudah bersiap di Cancer Center, RS Santosa Kopo, Bandung. Cancer center berada di belakang gedung utama rumah sakit yang terhubung melalui penghubung di lantai 3 tak jauh dari klinik bedah onkologi. Karena ini pertama kali kami melakukan kemoterapi, sembari menunggu kami saling berbagi cerita dengan pasien lain.

Jam 07.00 WIB, petugas memperbolehkan kami naik ke lantai 5 dan hanya 1 orang penunggu yang diperkenankan masuk. Sebelum melakukan kemoterapi, pasien harus melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu. Jadilah kami kembali ke laboratorium di gedung utama lantai 1. Petugas lab mempersilakan kami untuk kembali ke ruang kemoterapi karena hasil lab akan diserahkan langsung kepada perawat di Cancer Center.

Tak terkesan seperti ruangan yang menyeramkan, unit kemoterapi ditata sedemikian rupa untuk menampung lebih dari 10 pasien yang terbagi menjadi 2 ruangan tanpa sekat. Tak ada pemisah antara pasien umum dan BPJS. Semua pasien kemoterapi dilayani dalam ruangan yang sama, ruangan yang bersih dan nyaman.

Kali pertama itu, ada 5 orang dengan sebagian besar merupakan penderita kanker payudara seperti halnya Ibunda dan semuanya sudah berumur di atas 50 tahun. Tak tampak kesedihan atau raut wajah yang murung. Semua tampak happy dan bersiap menghadapi kemoterapi kesekian kalinya dengan riang dan semangat.

Sambil menunggu perawat menyiapkan obat kemoterapi untuk masing-masing pasien, kami meneruskan obrolan di ruang tunggu tadi sambil tak lupa menyiapkan bekal untuk kami santap. Ya....semua berjaga membawa bekal makan siang dan camilan karena kemoterapi baru selesai sore nanti.

Sebagai newbie, kami mendengarkan nasihat pasien lain yang sudah menjalani kemoterapi ke 4 – 5x. Semua sepakat, semangat sehat kembali dan pasrah kepada Illahi adalah kunci menghadapi ujian ini.


Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu prosedur pengobatan kanker yang menggunakan bahan kimia yang sangat kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Ada dua cara kemoterapi yaitu dengan obat atau infus yang ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker serta kondisi kesehatan pasien.

Kemoterapi dilaksanakan 6 sesi untuk 1 paket dalam rentang waktu 3 minggu per sesi. Kemoterapi memberikan efek samping dalam tubuh yang berbeda-beda pada tiap pasien.

Salah satu pasien mengatakan efek gatal akan langsung terasa setelah 30 menit cairan infus masuk ke dalam tubuh. Efek lain adalah kerontokan rambut secara bertahap, kehilangan indera perasa sehingga tidak nafsu makan, pusing, dan lainnya.

Kemoterapi berlangsung hingga jam 5 sore. Karena kondisi Ibunda dalam keadan sehat maka perawat memperbolehkan kami pulang (sebagian pasien dengan kondisi tidak sehat diharuskan menjalani rawat inap). Kemoterapi berikutnya akan dilakukan 3 minggu ke depan. Perawat mengingatkan agar Ibunda selalu menjaga daya tahan tubuh dan jangan lupa untuk meminta regimen dan mendaftar kemoterapi untuk sesi kedua.

 

Bagaimana hari-hari Ibunda pasca kemoterapi sesi pertama?




Cerita Kisah Melawan Kanker Payudara...Part 5...Persiapan Kemoterapi

May 23, 2020 0 Comments

Hari Pertama Kontrol

Klinik bedah onkologi (bedah kanker) RS Santosa Kopo buka setiap hari Senin dan Kamis, jam 16.00 WIB. Kontrol pertama ini kami mendapat urutan nomor 104. Karena klinik bedah onkologi tutup selama 2 minggu, pasien kontrol mencapai lebih dari 125 orang, jauh lebih banyak dibanding hari biasa. Ibunda yang sudah bersiap dari jam 18.00 WIB ternyata mendapat panggilan jam 20.30 WIB lebih.



Kali pertama kami bertemu dengan Dr. dr. Yusuf Heryadi, SpB(K)onk. Tak banyak bicara, dokter hanya memeriksa rekaman medis termasuk hasil patologi dari masektomi. Dokter Yusuf menyatakan kemoterapi harus dilakukan segera namun sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan jantung terlebih dahulu. Pemeriksaan hanya dilakukan 5 menit saja berhubung antrian masih banyak. Sesuai protokol kesehatan untuk jaga jarak dengan meminimalisir kontak fisik, dokter juga tidak memeriksa luka pasca masektomi hanya menyuruh perban harus sering diganti dan jahitan sudah bisa dilepas. Bila sudah benar-benar kering.


Pemeriksaan Pra Kemoterapi

Selanjutnya perawat memberikan saran agar kami melakukan pemeriksaan jantung dengan menggunakan biaya mandiri atau jalur umum agar kemoterapi bisa segera dilakukan tanpa menunggu penggunaan BPJS yang harus jeda 1 bulan setelah pemeriksaan terakhir. Perawat juga menyarankan kami kembali ke RSUD Ujungberung atau faskes 1 untuk mengecek jahitan pasca masektomi karena keterbatasan waktu di RS Santosa.

Hari itu juga pemeriksaan jantung dilakukan. Setelah dinyatakan sehat kami pulang karena pendaftaran kemoterapi hanya bisa dilakukan di pagi hari. Sebelum melanjutkan ke bagian kemoterapi kami harus mendapatkan regimen (resep kemoterapi) dari dr. Yusuf sehingga kami harus kembali pada hari Senin sore.

Selain regimen, Ibunda juga mendapatkan obat untuk memperkuat daya tahan tubuh dan penghilang sakit (obat ini diminum hanya bila merasakan sakit saja).

Alhamdulillah perawat dan staf RS Santosa Kopo sangat membantu sekali. Setelah kami mendapat regimen dari dokter, pendaftaran kemoterapi dilakukan di Cancer Center. Kemoterapi di RS Santosa Kopo dijadwalkan setiap hari Senin – Jumat dari jam 07.00 – 17.00 WIB. Pasien yang akan menjalani kemoterapi harus dalam keadaan sehat sehingga disarankan untuk makan dan istirahat cukup.

 

Bagaimana Ibunda menjalani proses kemoterapi?

Baca di Cerita Kisah Melawan Kanker Payudara.. Part 6...Sesi Pertama Kemoterapi

Testimoni Obat Herbal untuk Kanker Payudara

May 20, 2020 0 Comments

Kanker Payudara

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, rasanya seperti bermimpi begitu mendengar dokter memvonis Ibunda menderita kanker payudara. Meski ada beberapa kenalan dan saudara yang juga mengidap kanker namun rasanya tak pernah ada dibenak saya kalau kami akan diuji dengan penyakit ‘luar biasa’ ini, terlebih pada saat bersamaan Zauji masih menjalani pengobatan Ablasio Retina.

Baca : "Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai...Part 1...Saat Mata Tak Bisa Lagi Melihat"

Benjolan di payudara sebetulnya sebagian besar bersifat jinak, adik dan beberapa teman saya pernah mengalami hal serupa dengan berbagai penyebab tapi dapat disembuhkan segera dengan operasi. Namun dalam kasus Ibunda tentunya berbeda karena pada lansia,  pasca menopause, kasus ini bisa menjadi inidikasi kanker payudara sehingga perlu penanganan segera.

Sempat abai pada awalnya namun begitu Ibunda mengatakan kepada saya bahwa ada benjolan yang semakin membesar di payudara kiri, saya tidak membuang waktu untuk segera memeriksakan ke dokter bedah. Mengapa dokter bedah yang saya pilih bukan dokter penyakit dalam? Jinak atau tidak, tentunya benjolan tersebut harus segera dikeluarkan dari tubuh sehingga dokter spesialis bedah menjadi pilihan utama.


Meski saya tergolong orang yang rajin membaca literatur pengobatan alternatif menggunakan herbal dan terbiasa mengkonsumsinya sehari-hari namun tindakan medis is a must, tidak bisa ditunda atau ditawar. Beberapa kasus yang saya temui di rumah sakit, pasien umumnya takut untuk diperiksakan ke dokter dengan alasan menghindari operasi sehingga memilih mengobati dengan herbal terlebih dahulu. Kanker bersifat cepat menyebar sehingga kondisi pasien bertambah parah, benjolan semakin besar dan sebaran semakin luas sehingga penanganan lebih sulit karena stadium semakin tinggi. Tujuan penggunaan herbal adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga kondisi pasien dalam keadaan prima saat menjalani berbagai pengobatan baik operasi maupun kemoterapi. 


Alternatif Herbal

Sebelum pengobatan medis berjalan, saya juga mencari informasi mengenai pengobatan herbal yang tepat untuk kanker payudara. Sudah lebih dari satu tahun saya tertarik dengan Jurus Sehat Rasulullah yang diusung dr. Zaidul Akbar, dokter yang beralih menjadi inspirator dan mendakwahkan sehat ala Rasulullah. Alhamdulillah, salah seorang teman mengenalkan saya kepada Ambu, teman diskusi yang juga menerapkan pola #jsr #jurussehatrasulullah di https://www.instagram.com/ambuherbal/

Daun Kelor

Ambu merekomendasikan beberapa herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan kanker payudara sebagai bagian ikhtiar kami, tentunya dengan tidak menafikan ikhtiar medis yang sedang kami jalani. Ambu juga membantu kami mendapatkan herbal yang dimaksud dan memilah mana yang perlu dikonsumsi segera atau tidak. Hal yang terpenting dalam menghadapi kanker adalah pola pikir yang tetap optimis untuk mendapatkan kesembuhan, daya tahan tubuh yang kuat, dorongan keluarga dan tentunya yang terpenting doa dan tawakal kepada Allah SWT.

Ambu merekomendasikan beberapa herbal (dengan harga terjangkau) serta jadwal pemakaiannya setiap hari. Alhamdulillah Ibunda dengan semangat 45 untuk kembali sembuh dengan kemauan keras mematuhi setiap arahan kami.


Resep Herbal Kanker Payudara

Pagi :

Bangun tidur, Ibunda langsung membuat air nano dengan 3 days rules nya #jsr : Hari ke-1 rempah, hari ke-2 buah dan hari ke-3 sayuran dengan tambahan madu. Alhamdulillah sejak rutin minum air nano, kualitas tidur Ibunda membaik dan tak lagi terkena insomnia yang lazim diderita lansia.



Air Nano Made in Ibunda

Seduh daun kelor dengan air panas tanpa penambahan gula sebagai pengganti teh di pagi hari. Daun kelor merupakan antioksidan luar biasa yang dapat memperlambat laju perkembangan sel kanker.

Satu sendok makan minyak zaitun sebagai antioksidan plus sumber lemak baik.

 

Siang :

Ibunda juga mengonsumsi beberapa herbal pemberian kerabat atau tetangga seperti kunyit putih atau kayu bajakah kalimantan yang dikenal sebagai obat kanker.

 

Sore :

Bawang putih tunggal diiris tipis atau digeprek dan seduh dengan air panas. Air rendaman diminum plus sisa bawang putih bisa dimakan bila tahan dengan rasanya yang sedikit tidak menyenangkan di lidah. Bawang putih tunggal atau bawang putih lanang memang digadang sebagai obat anti kanker.

Saya sengaja memilih herbal yang memang sehari-hari aman dikonsumsi seperi daun kelor (ini sama dengan makan sayur kelor), bawang putih yang biasa dipakai bumbu, minyak zaitun dan madu agar tidak kontradiktif dengan obat medis yang Ibunda konsumsi sehingga tidak begitu membebani ginjal.

Pola makan sehat, tidur cukup, olah raga ringan, dan berjemur di pagi hari serta menghindari makanan yang menjadi sahabat baik kanker seperti gula putih, ayam broiler, tepung-tepungan, dan makanan dengan pengawet. Secara fisik, banyak orang yang tak menyangka Ibunda seorang penderita kanker.

Sebetulnya masih banyak herbal yang teman-teman rekomendasikan namun kami pending terlebih dahulu selama kemoterapi.


Bagaimana ceritanya?

Baca :  Cerita Berjuang Melawan Kanker Payudara.. Fighting Another Battle...Part 4...Mencari Rumah Sakit untuk Kemoterapi

Review Ruang Belajar Bersama Ra..Kelas Belajar Canva

May 13, 2020 1 Comments
Belajar Canva
Imbas dari Covid 19, hampir 2 bulan saya #bekerjadirumahsaja. Selain menyelesaikan banyak tagihan kantor, mengajar via daring dan menuntaska pekerjaan rumah yag tak kunjung usai, saya mencari kesibukan lain untuk menghilangkan kejenuhan. 

Sejak lama saya memang pengagum Canva karena sering melihat teman-teman di grup whatsapp ‘pamer’ keahlian mereka ber-Canva ria. Meski sering menggunakan canva, namun desain yang saya gunakan hanya sebatas template yang sudah tersedia di aplikasi Canva yang saya ganti teks nya saja. Sering kali saya terpesona dengan desain teman-teman yang unik dan ciamik namun apa daya kemampuan saya belum semahir mereka.


Ruang Belajar Bersama Ra
Berawal dari informasi teman, akhirnya saya mampir ke facebook "Cara Mudah Belajar Canva", grup ini diasuh Mutiara Hidayati, pengasuh sekaligus pengajar kelas desain dan menulis "Ruang Belajar Bersama Ra."


Mba Tiara sendiri telah tersertifikasi sebagai Canva Certified Creative (CCC) langsung dari salah satu manajemen Canva di Australia, semacam program duta Canva. Berbayar hanya Rp.75.000 saja, ‘Kelas Jago Desain’ via online dibuka setiap minggu. Di kelas yang saya ini berjudul “Cara Mudah Belajar Canva”, diikuti 15 peserta dari berbagai kota dengan latar belakang beragam. Kelasnya sangat seru dengan 10 materi berbeda selama seminggu dari pengenalan Canva, teks, warna, foto, ilustrasi dan sebagainya. Setiap hari dari mulai jam 10.00 – 12.00 WIB kami stand by di depan HP masing-masing (laptop juga bisa) untuk bersiap menerima instruksi dan serangkaian latihan yang harus disetorkan di grup whatsapp. 

Desain Sederhana Ilustrasi

Setiap peserta wajib mengunggah desainnya dan Mba Tiara akan memberikan komentar atau saran sehingga peserta dapat langsung memperbaiki desainnya sesuai tema yang diberikan. Di akhir sesi, kami akan diberi tugas yang harus dikerjakan plus diunggah di medsos masing-masing dengan tagar khusus #kelasjagodesain #caramudahbelajarcanva.
Hasil akhir yang kami peroleh : biodata yang cantik tentunya, double pages yang biasa digunakan

Salah Satu Materi, Double Pages, By IB


Belajar Seru
Sebetulnya saya pernah ikut kelas online belajar Canva sebelumnya di sebuah institusi regional. Jujur saja, untuk tipe orang yang tidak bisa belajar tanpa dengan pendamping, Kelas Jago Desain ini lebih mudah dipahami karena trainer secara intensif membimbing peserta dengan sistematika sederhana namun hasilnya tak kalah keren.  Di akhir sesi, sebagian peserta sudah jago menggunakan Canva dengan desain keren. Belajar online kali ini meski tidak sempurna, dapatlah dibilang salah satu belajar online yang tidak ‘gagal’ saya ikuti karena bisa saya ikuti hingga tuntas. 

Cover Buku, Desain By Wina Priyanti

Dengan hasil yang lumayan memuaskan karena sense of art saya mungkin tidak setajam teman-teman lain yang jauh lebih jago bermain dengan Canva, tak dapat dipungkiri kelas ini salah satu kelas yang saya sukai. Banyak ilmu yang saya dapat dari teman-teman yang super semangat dan super hebat di tengah keriuhan pekerjaan di rumah. Sembari menunggu sertifikat yang akan dibagikan (asiik…ini salah satu poin yang saya garisbawahi), grup whatsapp masih diramaikan dengan serba serbi Canva tingkat lanjut. Kelas Jago Desain Ra menjadi level selanjutnya untuk lebih serius belajar Canva.

Kini saya pun semakin asik otak atik Canva yang bisa saya terapkan untuk postingan Instagram atau sekedar membuat kartu lebaran versi sendiri. Seru yaaa

#belajardirumah


Foto : Dokumentasi Justmenong