Istana Kadriah dan Rumah Radank di Pontianak, Kalimantan Barat


Di masa pandemi Covid 19, memang tak banyak yang bisa dilakukan. Sudah lama, saya tak bepergian keluar kota kecuali hanya jarak dekat yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 bersama Zauji. Selain kursus-kursus online baik gratisan dan berbayar, kegiatan saya banyak dihabiskan di rumah, berkebun atau mengunjungi orang tua.

Salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah kembali melakukan hobi saya menulis. Setelah mengubah banyak setingan di sana sini, terkadang saya menulis ulang beberapa artikel yang dirasa bisa dikembangkan menjadi tulisan lain diantaranya adalah catatan perjalanan saya ke kota khatulistiwa 2 tahun silam. Saya berkesempatan mengunjungi Pontianak di awal tahun 2017. Pontianak menjadi salah satu kota yang saya suka karena banyaknya wisata sejarah yang bisa saya kunjungi diantaranya Istana Kadriah dan Rumah Radank.


Baca juga : 

Istana Kadriah
Istana Kadriah merupakan istana yang dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di pinggir sungai Kapuas. Konstruksi istana kadriyah terbuat dari kayu ulin yang sudah berumur 245 tahun. Jenis kayu ini sangat kokoh dan kuat serta tahan air. Istana ini terdiri dari 4 lantai dengan serambi luas mengelilingi bangunan yang nuansa kuning dan hijau.



Nuansa kuning dan hijau menjadi warna dominan di Istana Kadriah ini


Meski terkesan tidak begitu terpelihara dengan baik, istana ini masih tetap mengguratkan kemegahan masa lampau. Bagian dalam istana tidak dibuka namun saya bisa mengintip dari jendela. Penjelasan tentang istana ini disampaikan oleh penjaga istana. Berdasarkan informasi bagian belakang istana masih dihuni oleh keturunan sultan.

Rumah Radank
Rumah Radank merupakan replika rumah betang –rumah panjang suku dayak Kanayatn-. Rumah ini digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan diantaranya kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD). Rumah ini pula mendapat rekor sebagai rumah adat terpanjang oleh MURI dengan panjang 138 meter, lebar 5 meter dan tinggi 7 meter yang disangga oleh tiang yang kokoh.
Rumah Radank terkesan sangat besar dan luas. Pengunjung bisa berkeliling namun harus diperhatikan apabila bolangers takut ketinggian yaa.






Sayangnya saya tidak bisa masuk ke dalam karena saat itu tidak ada aktivitas di Rumah Radank.

Sebagai catatan, tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan bolangers mengelilingi kota Pontianak selain taksi. Salah satu alternatif adalah menyewa jasa ojeg (kebetulan mahasiswa Universitas Tarumanagara mempunyai aplikasi sejenis ojeg online). Dan jangan lupa kenakan sunblock, kacamata dan masker untuk mengatasi panas yang menyengat.

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi

No comments:

Post a Comment

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa