Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai..Part 8....Ikhtiar Maksimal

November 19, 2020 0 Comments

Dokter subspesialis glaukoma, dr. Maula Rifada, SpM(K), menyarankan operasi pembuatan saluran untuk mengeluarkan cairan agar dapat menurunkan tekanan mata yang tentunya membahayakan. Sesuai jadwal klinik reguler BPJS, kami kembali berkonsultasi dengan bagian glaukoma. Berdasarkan catatan yang tertera direkam medis, dokter memberikan rekomendasi yang sama yaitu operasi. Berbeda dengan prosedur biasanya, kali ini pemeriksaan pra operasi dilakukan langsung pada hari itu juga tanpa harus menunggu H-3 operasi. Kami pun kembali melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan lab (termasuk PCR), rontgen (hal ini tidak perlu karena rontgen bulan Juni masih berlaku), konsultasi di bagian penyakit dalam dan anestesi.



Menjelang sore, kami kembali ke klinik glaukoma. Dokter memberikan jadwal ±2 minggu yang akan datang. Karena hari sudah sore sehingga suasana klinik relatif sepi dibanding biasanya. Dengan pengalaman operasi hingga 7x, setelah kami diskusi panjang lebar dengan dokter jaga, akhirnya dokter jaga menyarankan agar kami kembali keesokan harinya untuk berdiskusi langsung dengan dokter kepala.

Kami pun kembali keesokan harinya dan Alhamdulillah berkesempatan bertemu lagi dengan dr. Maula. Beliau memahami kondisi dan kekhawatiran kami sehingga memberikan alternatif lain yaitu tindakan laser yang relatif lebih ringan dan insya Allah dapat menurunkan tekanan mata. Namun, tak berbeda jauh dengan operasi pembuatan saluran, tindakan laser ini tetap harus dilakukan saat mata ‘bersih’ dari silikon.

Dokter pun memberikan waktu kepada kami untuk bersiap dan memberikan obat penurun mata selain timol, yaitu glaupen. Dan kami dijadwalkan untuk kembali konsultasi di hari Senin.

Kembali ke rumah dengan segala macam rasa yang tidak bisa dijabarkan. Zauji mengingatkan bahwa ikhtiar yang harus dilakukan pertama kali adalah ikhtiar langit. Segala segala sesuatu milik Allah maka Allah juga yang akan menyembuhkan segala penyakit yang kita rasa. Kita hanya bisa ikhtiar maksimal dengan berobat di rumah sakit terbaik dan dokter terbaik.

Hari Senin kami kembali ke RS Cicendo. Hari itu kami bertemu dengan konsulen lainnya. Hasil visus menyatakan bahwa tekanan mata Zauji di bawah 20 sehingga penundaan operasi dikabulkan. Selanjutnya kami harus kembali kontrol secara rutin.

Di klinik Paviliun RS Cicendo, kami bertemu dengan Dr. dr. Andika Prahasta, SpM(K), M.Kes, dokter subspesialis senior glaukoma, selama ± 2 bulan kami berkonsultasi. Setelah tekanan mata relatif stabil di kisaran 20-an, kami kembali ke bagian retina.

 

Bagaimana selanjutnya?

Baca : Pengalaman Operasi AblasioRetina...Perjuangan itu Dimulai..Part 9

Foto : pixabay

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai..Part 7...Sejauh Mana Kita Bersabar

November 02, 2020 0 Comments

Selepas operasi ablasio retina ke-7 ini, perasaan kami berdua relatif baik-baik saja. Kontrol dijadwalkan satu bulan sekali dan kami sengaja konsultasi dengan dokter yang sama di klinik paviliun. Tiga bulan berlalu, Alhamdulillah kondisi retina Zauji dalam keadaan baik, artinya silikon oksana HD  yang ditambahkan bekerja secara efetif. Hal ini sungguhlah melegakan. Meski penggunaan silikon oksana HD disarankan tidak lebih dari 3 bulan namun Prof. Arief menyarankan untuk tetap mempertahankan silikon oksana HD selama mungkin agar retina menempel dengan sempurna. Evakuasi (pengangkatan) silikon oksana HD hanya akan dilakukan apabila sudah terbentuk emulsi atau hal lain yang mengganggu kondisi retina atau mata secara umum.


Kondisi mata Zauji masih sama seperti sebelumnya, hanya bisa melihat dengan samar namun sudah tidak ada lagi blank seperti dulu. Kondisi inilah yang harus dipertahankan dan tentunya disyukuri.

Qodarullah di bulan ke-4, sesuatu terjadi. Tekanan mata Zauji tiba-tiba naik mencapai 40 artinya red allert karena mengindikasikan glaukoma. Tidak ada gejala sama sekali seperti sebelumnya, pusing atau mual sehingga Zauji merasa baik-baik saja.

Prof Arief memberikan rujukan untuk konsultasi dengan dokter glaukoma. Saat ini juga kami lanjut bertemu dengan dr. Maula Rifada, SpM(K). Tekanan mata naik disebabkan penumpukan cairan yang bisa jadi akibat adanya silikon dalam mata. Beliau menyarankan tindakan operasi berupa pembuatan saluran untuk mengeluarkan cairan. Sebagai konsekuensinya, silikon harus dievakuasi terlebih dahulu. Kondisi ini menjadi simalakama bagi kami. Pembuatan saluran hanya bisa dilakukan apabila mata bersih dari silikon sedangkan kondisi retina yang telah lepas secara berulang akan rentan mengalami robekan kembali apabila silikon dilepas.

Karena diperlukan tindakan operasi, kami kembali ke klinik reguler via BPJS.

 

Bagaimana selanjutnya?

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai..Part 8....Ikhtiar Maksimal