Minggu, 03 September 2017

Enchanting Bali (1)

Bila ditanya destinasi wisata mana yang paling ingin saya kunjungi...jawabannya adalah Bali. Yupp....bertahun-tahun memendam keinginan akhirnya terwujud juga di sela kesibukan mengerjakan pekerjaan kantor yang tak ada ujungnya :)

Tak salah bila pesona Bali tak pernah ada habisnya, Bali menjadi surga wisata bagi wisatawan mancanegara dan domestik. Bali sendiri merupakan provinsi terkecil di Indonesia. Namun demikian keindahan pantai, kesenian dan budaya yang unik membuat  Bali selalu menawarkan sesuatu untuk dinikmati. Keindahan Bali tak hanya pantai namun juga meliputi hamparan sawah dan hutan tropis. Tak heran karena pulau dewata ini dibelah sungai, ngarai, kanal dan dihiasi hutan tropis.



Jembatan Tukad Bangkung, jembatan tertinggi se-Asia yang menghubungkan Kab.Badung, Kab. Bangli dan Kab. Buleleng

Keeksotisan Bali diwarnai oleh budaya yang masih tak tersentuh oleh jaman karena upacara adat dan ritual keagamaan, mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, tak pernah lepas dari keseharian.


Rumah hunian Bali saja mempunyai cerita tersendiri. Terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda, hunian Bali memiliki tata cara penempatan lahan untuk tempat tinggal dan bangunan suci. Seluruh bangunan dikelilingi tembok yang memisahkan dari lingkungan luar.





Rumah hunian Bali


Desa Penglipuran di kabupaten Bangli merupakan salah satu desa tradisional yang dijadikan destinasi baru wisata. Berada di ketinggian 600 – 700 meter di atas permukaan laut, desa Penglipuran menyuguhkan keunikan desa asli Bali. Gerbang, atap dan dinding rumah menunjukan keseragaman dengan konsep berpadu dengan alam. 

Desa Penglipuran penuh pesona


Seperti pada umumnya desa di Bali, di Desa Penglipuran juga terdapat kompleks pura. Seperti halnya mengunjungi desa adat, bolangers tentu diharuskan berpakaian rapi dan sopan. Ada sarung adat bali yang bisa bolangers sewa tepat di bale depan kompleks pura.






Desa Penglipuran menawarkan keunikan yang berpadu dengan kesejukan penuh kedamaian asli Bali. Selain melihat-lihat suasana desa, bolangers dapat membeli cinderamata yang dijajakan langsung di rumah penduduk.



Cinderamata pilihan

Jeruk bali


Melewati obyek wisata Sangeh setiap akan bertugas mengunjungi sebuah sekolah di Petang, Badung, rasanya tak tahan bila tidak mampir sejenak. Sangeh merupakan hutan tropis pohon pala yang sudah berusia ratusan tahun dan  dihuni kera-kera jinak, Macaca facicularia. Kera-kera ini sudah biasa berinteraksi dengan manusia. Bolangers  dapat berfoto dengan kera di pangkuan. Namun jangan coba-coba untuk memeluk kera-kera itu, pawang selalu mengingatkan untuk tidak -bahkan sekedar- menyentuh saja. Biarkan ia naik sendiri ke pangkuan bolangers.





Asyik di pangkuan :D
Hutan seluas 10 hektar ini juga dihuni oleh berbagai satwa seperti elang, burung hantu, musang, kucing hutan dan alap-alap. Di area hutan juga terdapat pura Bukit Sari yang merupakan peninggalan kerajaan Mengwi.

Salah satu tempat wisata yang mencerminkan kebudayaan Bali lainnya adalah Art Center Bali – Taman Werdhi Budaya yang seringkali dijadikan tempat pementasan seni. Art Center ini digagas oleh guburner Bali, Ida Bagus Mantra. Berada di sebelah timur kota Denpasar, di area seluas 5 hektar ini, pengunjung dapat menikmati festival seni yang diselenggarakan di bulan Juni – Juli.

Panggung Terbuka Ardha Candra 

Taman Werdhi Budaya sendiri menjadi pengembangan kesenian dan pelestarian budaya. Banyak anak muda yang berkelompok menghabiskan waktu untuk berkreasi di taman ini.


-Baca juga Enchanting Bali (2)-

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamualaikum, teman!
Jangan lupa tulis komentarmu di sini ya :)