Minggu, 05 Februari 2017

Melintas Garis Khatulistiwa di Kota Pontianak

Awal tahun 2017 menjadi pengalaman yang mengesankan karena saya berkesempatan mengunjungi kota Pontianak, Kalimantan Barat dan melintas di garis khatulistiwa. Pontianak, ibukota Provinsi Kalimatan Barat, kota yang dilintasi sungai Kapuas dan sungai Landak ini dibangun pada tahun 1771 M oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie. Terletak di garis imajiner 0° 02’ 24” LU – 0° 01’ 37” LS 109° 16’ 25” – 109° 23’ 04” BT, kota ini mempunyai banyak tempat wisata yang dibanggakan.

Tugu Khatulistiwa



Tak lengkap rasanya bila tak menyempatkan mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Berjarak ± 30 menit perjalanan menggunakan motor dari pusat kota Pontianak --yaap...betul...motor--, tugu khatulistiwa jadi destinasi pertama untuk dikunjungi. Ada 12 negara yang dilewati garis khatulistiwa namun hanya ada 1 kota yang persis memisahkan belahan bumi utara dan selatan yaitu kota Pontianak, sungguh membanggakan ,bukan??

Tugu kebanggaan warga Pontianak ini didirikan pada tahun 1928. Awalnya berupa hanya tonggak namun disempurnakan pada tahun 1930. Kini selain tugu, di lokasi ini juga terdapat museum dan toko suvenir.










Titik Nol


Istana Kadriah
Istana Kadriah merupakan istana yang dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di pinggir sungai Kapuas. Konstruksi istana kadriyah terbuat dari kayu ulin yang sudah berumur 245 tahun. Jenis kayu ini sangat kokoh dan kuat serta tahan air. Istana ini terdiri dari 4 lantai dengan serambi luas mengelilingi bangunan yang nuansa kuning dan hijau.





Meski terkesan tidak begitu terpelihara dengan baik, istana ini masih tetap mengguratkan kemegahan masa lampau.

Rumah Radank
Rumah Radank merupakan replika rumah betang –rumah panjang suku dayak Kanayatn-. Rumah ini digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan diantaranya kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD). Rumah ini pula mendapat rekor sebagai rumah adat terpanjang oleh MURI dengan panjang 138 meter, lebar 5 meter dan tinggi 7 meter.





Sebagai catatan, tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan bolangers mengelilingi kota Pontianak selain taksi. Salah satu alternatif adalah menyewa jasa ojeg (kebetulan mahasiswa Universitas Tarumanagara mempunyai aplikasi sejenis ojeg online). Dan jangan lupa kenakan sunblock, kacamata dan masker untuk mengatasi panas yang menyengat.

Selamat melintasi khatulistiwa!!

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamualaikum, teman!
Jangan lupa tulis komentarmu di sini ya :)