Jalan-jalan di Balikpapan, The World’s Most Loveable City

August 13, 2015 0 Comments

Teringat Balikpapan, pusat bisnis dan industri di Kalimantan Timur, tentunya akan teringat pusat bebatuan terbaik di negeri ini. Kesan saya sejak menginjakkan kaki di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan International Airport, Balikpapan, jalanan dan kotanya tertata rapi, tak heran karena Balikpapan sudah meraih penghargaan Adipura sebanyak 18 kali. Bahkan Balikpapan meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan. Dinobatkan sebagai The World’s Most Loveable  City atau Kota Paling Dicintai pada tahun 2015 oleh World Wildlife Fund (WWF), tak dapat dipungkiri menjadi salah satu kota paling nyaman.

Balikpapan terletak di pinggiran pantai, tak heran bolangers dapat menikmati keindahan pantai kemanapun bolangers pergi. 




Berada di Balikpapan selama hampir satu minggu, saya pun berkesempatan menikmati jalan-jalan meski hanya terbatas di seputaran bandara saja.
Menginap tak jauh dari bandara, saya hanya berkesempatan jalan-jalan di pinggiran kota saja. Namun tak menyurutkan saya untuk mencicipi beberapa kuliner khas Balikpapan.

Rekomendasi yang pertama adalah Kepiting Dandito yang terletak tak jauh dari Bandara Sepinggan. Sebagai seafood lover, tentunya saya langsung mengiyakan ajakan makan kuliner terkenal di Balikpapan. Jadilah saya melaju dengan menggunakan angkutan umum, dengan tarif yang menurut saya mahal, sekitar Rp. 5000 meskipun jarak yang ditempuh sangat dekat. Karena dalam suasana bulan Ramadhan, saya harus memesan tempat terlebih dahulu karena ternyata tempat Kepiting Dandito tidak terlalu luas.

Kepiting Dandito menyajikan banyak hidangan kepiting. Kepiting lada hitam, ikan goreng kering dan cah kangkong menjadi plihan saya. Sesuai dengan harga yang tertera di menu, satu porsi kepiting lada hitam dibaderol Rp. 150.000, namun rasanya memang nikmat sesuai dengan harganya :D

Sebenernya dulu ada menu yang lebih lezat yaitu kepiting telur namun sudah tidak ada sejak adanya larangan memperdagangkan kepiting telur untuk enjaga populasi kepiting.
Untuk low budgeters, bolangers bisa mampir di Kepiting Kenari dengan tempat yang lebih luas. Namun untuk segi view, pemandangan di Kepiting Dandito jauh lebih bagus, jadi Dandito lebih saya pilih.
Dan bila bolangers berminat membawa kepiting sebagai oleh-oleh, Dandito dan Kenari memberikan servis kemasan yang aman untuk naik pesawat.

Kuliner kedua adalah mantau, roti tanpa isi yang disajikan dengan lauk lada hitam. Baru pertama kali mencicipi mantau, makanan khas Balikpapan ini langsung menjadi favorit saya. Sekilas mirip dengan bakpau yang sudah familiar di lidah saya namun bertekstur lebih lembut. Bila bolangers berniat menjadikan mantau sebagai buah tangan, siap-siap merogoh kocek lebih dalam karena harga nya yang lumayan mahal.

Baca juga : Mantau, Alkulturasi Unik, Rasa Legit

Ada destinasi lain yang membuat sebagian teman-teman kantor semangat meluangkan waktu yaitu Pasar Inpres Kebun Sayur. Ada apa di sana…yuk baca : "Berburu Batu Akik di Pasar Inpres Kebun Sayur."

Referensi disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi