10 Spot Cantik Kawah Rengganis, Ciwidey Bandung

October 15, 2020 0 Comments

HIjaunya sumber air panas kaya belerang

Mengisi liburan panjang di tengah pandemi Covid 19 bukanlah hal yang mudah. Karena kondisi masih belum aman untu bepergian jauh dan berkerumun, kami mencari alternatif lain untuk mengusir kejenuhan. Bandung Selatan menjadi pilihan kami karena jaraknya yang relatif dekat. Seperti biasa kami berangkat sedari pagi. Cuaca Bandung sedikit mendung pagi itu. Hari masih pagi saat kami sampai di alun-alun Ciwidey. Tak lupa sarapan terlebih dahulu untuk mengisi perut, kami berhenti di sebuah warung kecil yang penjual kupat tahu. Warung ini terletak di sebelah kiri persis sebelum belokan ke arah alun-alun Ciwidey.

Saat ini kawasan Kawah Putih dikelola pihak swasta 

Setelah perut terisi, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah kawasan kawah putih karena sebagai orang Bandung, saya sama sekali belum pernah berkunjung kesana. Namun karena tiket masuk dirasa cukup malah (Tiket masuk Rp.100rb dan ongkos angkutan untuk ke lokasi Rp.25rb), kami pun berbalik arah.

Karena tak mungkin langsung pulang kembali ke rumah, kami pun menepi saat melihat gerobak bakso tak jauh dari gerbang Kawah Putih. Penjual bakso mengarahkan ke tempat wisata yang lebih terjangkau, Kawah Rengganis.

Lahan parkir luas

Kami pun melanjutkan perjalanan di bawah langit mendung. Kurang lebih 30 menit kami sampai di lokasi (Kawah Rengganis terletak tak jauh dari Situ Patenggang, Ciwidey, salah satu kawasan wisata favorit di selatan kota Bandung). Kawah Rengganis ada di sebelah kiri jalan. Tak ada papan petunjuk besar yang menandai arah jalan menuju kawasan kawah Rengganis. Kawah Rengganis hanya bisa ditempuh dengan motor. Bagi bolangers yang membawa mobil, kendaraan berukuran besar hanya bisa di parkir di pinggir jalan. Tidak disarankan untuk membawa anak atau lansia karena meskipun jarak dari jalan raya ke kawasan kawah tidak terlalu jauh namun bolangers harus menempuh melalui jalan berbatu tidak terlalu lebar yang menanjak dan berkelok.

Jalan berbatu seperti inilah yang menghubungkan jalan raya Ciwidey dan kawasan Rengganis

Kawah Rengganis masih dikelola dengan sederhana. Tiba di parkiran motor yang cukup luas, kami turun melalui tangga berbatu yang tidak terlalu curam. Hanya berjarak beberapa meter kami tiba di tepian kawah. Tidak ada pos tiket masuk selayaknya tempat wisata, hanya ada meja dengan beberapa petugas yang mengatur antian agar pengunjung tetap menjaga jarak dan memakai masker. Tiket masuk adalah ‘saridona’ alias sukarela.

Papan peringatan ada dimana2

Meski seluruhnya belum tertata dengan baik, kawah Rengganis memiliki pemandangan yang indah dan masih asli. Sumber panas dari dalam tanah dan balik bebatuan dibatasi dengan pagar pengaman. Banyak pengunjung yang sudah berendam di beberapa kolam buatan. Sebagian pengunjung berendam lumpur yang diklaim dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Bagi bolangers yang akan mandi lumpur harus membayar lagi Rp.5000.

Belerang obat kulit

Mengambil lumpur untuk obat

Saatnya mandi lumpur


Pengunjung bisa menggelar tikar alias botram sambil menikmati makanan dan minuman. Kami hanya berkeliling sambil sesekali mengambil foto dan tak menghabiskan waktu disana karena menjelang jam 10.00 WIB sudah banyak pengunjung yang datang. 

Rasanya kawah Rengganis bisa menjadi alternatif bagi bolangers yang rindu dengan pemandian air panas namun tak perlu khawatir dengan kerumunan pengunjung.

Baca juga : Pengalaman One Day Trip ke Raja Ampat, Keindahan Menakjubkan di Papua Barat (1)

Foto : Dokumentasi justmenong