Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 5...Saat Cinta Diuji

June 25, 2020 0 Comments

Masa Pandemi

Pandemi Covid 19 membuat semua lini kehidupan berubah termasuk tata cara untuk melakukan pemeriksaan di dokter dan rumah sakit. Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Bandung otomatis gerak kami terbatas. Pemeriksaan dokter di klinik reguler dibatasi dan semua tindakan operasi ditiadakan, sedangkan klinik paviliun sama sekali tidak dibuka. Kami baru meneruskan rutinitas kontrol pasca PSBB dihentikan. Benar saja, melihat lamanya silikon oil 5000cSt pasca operasi ke-6 dan adanya indikasi robekan retina kembali membuat dokter menyarankan operasi semi cito (cito = segera).

Ada yang berbeda saat kami akan mengantri di klinik reguler, skrining Covid 19 dilakukan sebelum pasien dan pengantar masuk ke ruang pendaftaran. Pasien dan pengantar harus dicek suhu dan mengisi formulir skrining. Hanya satu orang pengantar yang diperkenankan mengantar ke dalam. Semua barang yang akan dibawa masuk ke  dalam rumah sakit disemprot desinfektan terlebih dahulu. Wawancara dilakukan oleh tim rumah sakit untuk mengetahui riwayat penyakit dan perjalanan kami. Menurut informasi, kuota pasien dalam satu hari hanya dibatasi 40 pasien per sub klinik. Jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan kondisi normal. Bagi kami ini lebih melegakan karena antrian menjadi lebih pendek. Hanya saja, dokter yang memeriksa menjadi lebih sedikit karena dokter residen (dokter umum yang sedang mengambil spesialis mata) dan dokter fellow (dokter mata yang sedang mengambil subspesialis retina/glaukoma dll) yang biasa membantu pemeriksaan tidak begitu banyak.


Operasi ke-7

Berbekal obat dan catatan dokter di klinik paviliun, dokter di klinik reguler merekomendasikan operasi ke-7 paling lambat 2 minggu. Alhamdulillah, meski jadwal tindakan operasi sangat ketat karena penundaan selama masa PSBB, Zauji mendapat jadwal 10 hari kemudian. Pemeriksaan pra operasi, termasuk rapid test dan HIV, diselesaikan dalam satu hari.

Meski sudah berulang kali menghadap meja operasi, rasa deg-degan tetap saja ada. Berpasrah adalah kunci karena sedari awal Zauji dan saya sudah menyerahkan segalanya kepada para dokter dan perawat sebagai perantara ikhtiar kami.

Seperti biasa, pasien masuk ke ruang rawat inap H-1 setelah melewati serangkaian pemeriksaan di klinik reguler. Entah apa yang salah, kali ini tekanan mata kanan Zauji kembali naik drastis mencapai 46, red alert untuk glaukoma. Meski tidak mengeluh pusing atau mual hebat seperti kasus sebelum nya, tentunya hal ini bukan hal yang normal dan baik bagi Zauji. Dokter retina merujuk kembali ke bagian glaukoma dan ditangani segera. Kondisi ini tentunya berbahaya dan dokter subspesialis glaukoma merekomendasikan operasi penyerta, yaitu pembuatan saluran untuk membuang cairan bila tekanan mata belum juga normal keesokan harinya. Just another stress for us :(

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, semua jenis obat-obat turut saya bawa kali ini termasuk obat penurun tekanan mata : timol, glaucon dan aspar K sehingga dapat langsung Zauji minum. Kami melewati malam menjelang operasi dengan lebih banyak mengobrol, bercanda, saling menguatkan dan berharap ini akan menjadi operasi terakhir. Karena pasien masih tak diperkenankan untuk dikunjungi siapapun, selama 3 hari 2 malam hanya saya yang berjaga. Suasana cukup sepi dan rileks. Beberapa perawat sudah kami kenal dengan baik. Rasanya setiap ruangan bougenvile (kelas I) sudah pernah kami isi 😊.

Bagian Pendaftaran Klinik Reguler

Pagi hari menjelang operasi seperti biasa Zauji bersiap. Mandi dan mencuci rambut yang mulai gondrong (saya belum memperbolehkan Zauji cukur rambut di barber shop langganan), berganti dengan baju masuk ruang operasi, atas mata kanan ditandai spidol dan menunggu panggilan pemeriksaan visus. Biasanya Zauji akan dipanggil untuk pemeriksaan visus sekitar jam 7 pagi dan mulai diantar ke ruangan OK (ruangan operasi) jam 8 pagi untuk jadwal operasi jam 10 pagi. 


Namun kali ini hingga jam 10 pagi masih belum ada panggilan. Ternyata dr.Andika, dokter subspesialis glaukoma yang akan melakukan operasi pembuatan saluran baru datang jam 10 pagi. Berdasarkan pemeriksaan visus tekanan mata Zauji <20 sehingga operasi penyerta tidak lagi diperlukan. Alhamdulillah.


Silikon Oksana HD

Operasi rasanya berlangsung cepat. Saat kembali ke kamar, kondisi Zauji dalam keadaan sadar, artinya tidak bius total seperti yang direncanakan sebelumnya. Qodarullah, ternyata dokter yang melakukan operasi kali ini bukanlah dr. Rova Virgana, Sp.M(K) melainkan Prof. dr. Arief. S. Kartasasmita, Sp.M(K), dokter senior di RS PMN Cicendo.

Kali ini dokter memasang silikon oksana HD, silikon campuran dengan viskositas terberat untuk mengatasi ablasio retina. Segala sesuatu akan berjalan sesuai waktu yang telah Allah tetapkan. Demikian pula siapa yang akan melakukan operasi kali ini.

 

Apa itu silikon oksana HD?

Baca : “Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 6..Hampir Satu Tahun Berlalu”

Foto : Dokumen Pribadi

Meraih Keberkahan Berniaga melalui Sinergi Marketplace dan Website

June 16, 2020 1 Comments

Tiga bulan sudah pandemi Covid 19 melanda seluruh penjuru dunia. Sebagian besar masyarakat pun menjalani kegiatan di rumah saja sesuai dengan himbauan pemerintah termasuk saya. Meski nyaris tak leluasa bepergian namun saya masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa selama work from home termasuk di antaranya membantu Zauji menjalankan usaha yang sudah lama kami rintis.


Marketpalce vs Toko Konvensional
Sejak tak lagi diperkenan bepergian terlalu sering, Zauji lebih sering menjalankan usahanya melalui dunia maya. Lama bermain di salah satu marketplace populer di Indonesia, perkembangan pemasaran via online di era industri 4.0 sangat menarik untuk diamati. Hadirnya marketplace tentunya dirancang untuk memudahkan transaksi yang awalnya dilakukan dengan cara konvensional (toko) beralih secara online dengan mencakup jangkauan yang jauh lebih luas sehingga menambah peluang untuk mengembangkan usaha.


Marketplace sebagai bagian dari pasar online menjadi lompatan tepat bagi pelaku usaha kecil seperti kami. Selain lebih efisien karena banyaknya fitur yang user friendly terutama bagi emak-emak setengah gaptek seperti saya, baik menggunakan aplikasi atau melalui browser, marketplace juga menjanjikan biaya operasional dan promosi yang minim apabila dibandingkan membuka toko biasa. Biaya sewa bagi pelaku usaha yang tidak mempunyai tempat usaha milik pribadi seperti kami, biaya rutin seperti air dan listrik serta pembuatan banner atau spanduk dapat dihilangkan sehingga tentunya saja akan membuat biaya menjadi jauh lebih murah. 



Belanja via Smartphone
Pola belanja masyarakat kini mulai terbiasa untuk belanja secara online terlebih lagi di masa pandemi ini. Entah dari barang kecil seperti spare part elektronik, fashion dan kosmetik (penting bagi kaum hawa), alat pertanian hingga pertukangan, kini tak perlu lagi diperoleh dengan bepergian atau berdesakan. Semua bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui smartphone masing-masing. Pilih, pesan, bayar dan tunggu barang. As simple as it is. Di daerah pedesaan bahkan sudah tersedia marketplace center contohnya Tokopedia Center yang bisa membantu masyarakat yang tidak punya akses ke e-commerce untuk berbelanja dan bertransaksi bahkan memulai usaha dengan mudah. Tentunya hal ini menjadi peluang yang luar biasa besar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha seperti kami.

Tingkat kepercayaan konsumen terhadap marketplace acap kali berubah dari waktu ke waktu. Demi menjaga kualitas produk, beberapa hal harus selalu kami lakukan seperti mencantumkan deskripsi produk secara detil di marketplace, adanya proses quality control untuk setiap produk yang akan dikirim, cepat merespon pertanyaan atau keluhan konsumen dan ketepatan pengiriman produk menjadi faktor penting.

Meski terlihat lebih menjanjikan karena dapat menyentuh beragam segmen pasar dari kalangan menengah hingga atas, namun menjalankan usaha melalui marketplace tidaklah menjadi satu-satunya alternatif. Sebagai pelaku usaha tentunya kami terus belajar, beradaptasi dan lebih kreatif untuk memasarkan produk. Inovasi lain yang dilakukan adalah dengan melakukan marketing dengan platform yang berbeda.


Brand Awareness
Selain menggunakan media sosial yaitu instagram, kami sepakat untuk membuat website untuk meningkatkan brand awareness produk yang kami miliki. Website dengan domain berbayar dengan nama brand kami sendiri diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang kami jual. Alasan kami menggunakan domain berbayar untuk melindungi brand kami dari penjiplakan baik nama merek atau nama domain dan menjadi pembeda dengan produk lain yang hampir serupa. Keuntungan lain dari pemanfaatan website ini adalah kemudahan membagikan brosur online atau katalog produk ke media sosial lain yang kami miliki sehingga target konsumen akan lebih luas dengan tetap menjaga kredibilitas brand kami.



Tentunya 
penyedia domain dan hosting unlimited yang dipilih harus terpercaya dengan standar layanan prima seperti www.rumahweb.com yang memfasilitasi kalangan usaha yang tidak terlalu melek IT (misalnya saya dan Zauji) dengan berbagai kemudahan yang diberikan 'Orang Rumah' sebagai painless hosting solution.


Berbeda dengan konten marketplace yang hanya dikelola oleh Zauji, konten website dan instagram dipercayakan untuk saya kelola karena pengalaman saya mengisi blog pribadi bisa menjadi bekal yang cukup.

Sebagian orang mungkin bertanya mengapa pemasaran melalui marketplace harus disinergikan dengan website yang notabene memerlukan effort yang lebih besar. Jawabannya adalah selain dapat mengembangkan brand yang kami punya dengan pengelolaan penuh tanpa adanya pihak lain seperti halnya marketplace, kami juga dapat memberikan benefit lebih bagi konsumen. 

Konsumen tidak selamanya menjelajah di dunia maya hanya untuk berbelanja saja. Seringkali calon konsumen memerlukan edukasi lebih mengenai suatu produk. Calon konsumen bisa mendapatkan deskripsi produk yang lebih detil dan menarik yang tidak didapatkan melalui marketplace dan instagram pada saat membaca tulisan di website. Deskripsi tidak hanya berbentuk brosur atau katalog online namun juga reviu produk,  artikel atau tips dan trik sederhana yang dapat dipraktekan dengan mudah.

Kunyit, lada hitam dan madu sebagai anti radang


Manfaat Website
Apabila kami berbicara mengenai produk madu di marketplace atau instagram maka dalam postingan website, deskripsi atau narasi akan lebih detil membahas berbagai jenis madu dan manfaatnya, bahkan cara uji keaslian madu secara sederhana. Calon konsumen tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk madu yang kami jual namun mendapatkan pula pengetahuan tambahan secara ilmiah yang menarik dan relevan mengenai produk madu tersebut atau bahkan mendapat inspirasi mengenai gaya hidup sehat atau lainnya.

Marketplace dan website keduanya dapat berjalan dengan sinergi karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan yang saling melengkapi. Selling bukanlah segalanya. Yang terpenting bagi kami, berniaga tidak hanya untuk mengejar profit duniawi saja namun juga untuk menggapai keberkahan dengan menebar manfaat melalui konten positif yang kami berikan.



Referensi : Disarikan dari berbagai sumber

Foto : Rumahweb.com dan dokumentasi pribadi

Cerita Kisah Melawan Kanker Payudara.. Part 6...Sesi Pertama Kemoterapi

June 04, 2020 0 Comments

Hari pertama kemoterapi

16 April 2020.

Jam 06.30 WIB kami sudah bersiap di Cancer Center, RS Santosa Kopo, Bandung. Cancer center berada di belakang gedung utama rumah sakit yang terhubung melalui penghubung di lantai 3 tak jauh dari klinik bedah onkologi. Karena ini pertama kali kami melakukan kemoterapi, sembari menunggu kami saling berbagi cerita dengan pasien lain.

Jam 07.00 WIB, petugas memperbolehkan kami naik ke lantai 5 dan hanya 1 orang penunggu yang diperkenankan masuk. Sebelum melakukan kemoterapi, pasien harus melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu. Jadilah kami kembali ke laboratorium di gedung utama lantai 1. Petugas lab mempersilakan kami untuk kembali ke ruang kemoterapi karena hasil lab akan diserahkan langsung kepada perawat di Cancer Center.

Tak terkesan seperti ruangan yang menyeramkan, unit kemoterapi ditata sedemikian rupa untuk menampung lebih dari 10 pasien yang terbagi menjadi 2 ruangan tanpa sekat. Tak ada pemisah antara pasien umum dan BPJS. Semua pasien kemoterapi dilayani dalam ruangan yang sama, ruangan yang bersih dan nyaman.

Kali pertama itu, ada 5 orang dengan sebagian besar merupakan penderita kanker payudara seperti halnya Ibunda dan semuanya sudah berumur di atas 50 tahun. Tak tampak kesedihan atau raut wajah yang murung. Semua tampak happy dan bersiap menghadapi kemoterapi kesekian kalinya dengan riang dan semangat.

Sambil menunggu perawat menyiapkan obat kemoterapi untuk masing-masing pasien, kami meneruskan obrolan di ruang tunggu tadi sambil tak lupa menyiapkan bekal untuk kami santap. Ya....semua berjaga membawa bekal makan siang dan camilan karena kemoterapi baru selesai sore nanti.

Sebagai newbie, kami mendengarkan nasihat pasien lain yang sudah menjalani kemoterapi ke 4 – 5x. Semua sepakat, semangat sehat kembali dan pasrah kepada Illahi adalah kunci menghadapi ujian ini.


Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu prosedur pengobatan kanker yang menggunakan bahan kimia yang sangat kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Ada dua cara kemoterapi yaitu dengan obat atau infus yang ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker serta kondisi kesehatan pasien.

Kemoterapi dilaksanakan 6 sesi untuk 1 paket dalam rentang waktu 3 minggu per sesi. Kemoterapi memberikan efek samping dalam tubuh yang berbeda-beda pada tiap pasien.

Salah satu pasien mengatakan efek gatal akan langsung terasa setelah 30 menit cairan infus masuk ke dalam tubuh. Efek lain adalah kerontokan rambut secara bertahap, kehilangan indera perasa sehingga tidak nafsu makan, pusing, dan lainnya.

Kemoterapi berlangsung hingga jam 5 sore. Karena kondisi Ibunda dalam keadan sehat maka perawat memperbolehkan kami pulang (sebagian pasien dengan kondisi tidak sehat diharuskan menjalani rawat inap). Kemoterapi berikutnya akan dilakukan 3 minggu ke depan. Perawat mengingatkan agar Ibunda selalu menjaga daya tahan tubuh dan jangan lupa untuk meminta regimen dan mendaftar kemoterapi untuk sesi kedua.

 

Bagaimana hari-hari Ibunda pasca kemoterapi sesi pertama?