Bagaimana Posisi Tidur Penderita Stroke Yang Benar?

June 24, 2022 5 Comments
bagaimana posisi tidur penderita stroke


Beberapa bulan lalu, salah seorang paman saya mengeluhkan tangan kanannya yang sering kali terasa kebas terlebih pada saat menyetir mobil. Saya ingat gejala itu juga dialami oleh Embah, nenek kami tercinta, di saat awal terkena stroke. Meski Embah telah lama tiada, saya masih mengingat banyak hal bagaimana merawat penderita stroke. Salah satunya bagaimana posisi tidur penderita stroke yang benar harus menjadi perhatian khusus terlebih bila pasien memiliki penyakit penyerta seperti diabetes miletus.

Apa itu Stroke?

Stroke menjadi salah satu penyakit yang sangat dikenal dengan baik oleh hampir setiap orang, begitu pun dalam keluarga saya. Embah dan ayahanda tercinta menderita stroke dalam waktu bersamaan dan tak bisa beraktivitas sama sekali. Secara medis, stroke terjadi karena pasokan darah ke otak terganggu akibat adanya penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). 

Data World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia menyebutkan stroke menjadi penyakit tidak menular kedua yang dapat menyebabkan kematian dan menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab utama penyakit yang menimbulkan kecacatan.

Stroke paling sering disebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pemicu lain adalah adanya penyakit jantung, diabetes miletus, obesitas, dan kolesterol yang tak terkontrol.

Gejala awal stroke yang paling umum ditemukan adalah kebas atau kesemutan di bagian tubuh tertentu khususnya kaki atau tangan, wajah pelo atau menurun karena melemahnya otot wajah dan lidah.

Embah sendiri terkena stroke di usia 77 tahun. Beberapa bulan sebelumnya, Embah sering kali mengeluhkan kebas di tangan kiri yang menjalar ke kaki kiri. Tekanan darah Embah memang sudah mulai meninggi karena usia. Dan qodarullah, tengah malam di minggu ketiga bulan Januari 2005, Embah mendapat serangan jantung dan terkena stroke dua hari kemudian saat dalam pengawasan dokter di rumah sakit.

Diagnosa dokter menyatakan ada pembuluh darah yang pecah di otak sebelah kanan sehingga sel-sel syaraf sebelah kanan mati dan tidak bisa menghasilkan sinyal untuk mengontrol pergerakan otot tubuh di sebelah kiri. 

Kelumpuhan mulai terlihat di tubuh sebelah kiri. Hal ini disadari saat suster selesai memandikan beliau. Karena tak ada persiapan, baju Embah yang saya bawa dari rumah masih kebaya dan kain yang biasa beliau pakai sehari-hari. Berbeda dengan baju modern, kain kebaya membutuhkan peniti untuk mengaitkan agar tertutup di bagian depan. Saat itulah Embah menyadari tangan kiri beliau tak bisa diangkat.

Perawatan Penderita Stroke di Rumah

Embah hanya bisa diam dalam posisi tidur tanpa bisa menggerakan tangan dan kaki. Begitupun berbalik ke kanan atau kiri. Dalam kondisi yang belum stabil, kegelisahan semakin menjadi sehingga beliau pun tak bisa tidur. Beliau juga tak mau menggunakan pampers sehingga tak mau buang air kecil dan buang air besar selama berhari-hari. 

Beliau pun tak bersedia menggunakan pispot. Karena terus menerus saya bujuk, akhirnya beliau pun mau setelah saya berjanji kalau sayalah yang akan membersihkannya bukan orang lain.

Kurang lebih 5 hari Embah dirawat di rumah sakit. Karena di masa sehat beliau termasuk lansia yang aktif beraktivitas, kondisi ini membuat Embah menjadi lebih sensitif dan sering gelisah. Terlebih lagi dalam kondisi yang belum pulih benar pasca serangan jantung, tubuh sebelah kiri Embah mulai mengalami gangguan secara signifikan.

Seperti halnya penderita stroke lainnya, kelumpuhan di sisi kiri mulai terlihat nyata. Selain tetap berikhtiar untuk berobat secara medis dan melakukan pengobatan alternatif stroke seperti akupuntur dan pijat refleksi, kami pun membangun support system agar kondisi hati Embah tetap terjaga baik.

Hal lain tentunya mengubah kondisi rumah agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan Embah ataupun kami yang merawat dan menjaga beliau. Bagian yang terpenting adalah mengubah tata letak kamar Embah terutama agar posisi tidur penderita stroke seperti Embah ini tetap nyaman dan memudahkan perawatan.

Apa saja ya yang harus diperhatikan?

Ranjang dan Tempat Tidur

Ranjang dan kasur menjadi hal yang kami ubah pertama kali. Semula Embah masih tidur di ranjang kayu jadul yang memang biasa dipakai kami beramai-ramai. Karena Embah memiliki 30 orang cucu yang rajin menginap di akhir pekan. Dan pastinya kami senang bila tidur berdekatan sambil mendengarkan Embah bercerita tentang masa peperangan dulu.

Ranjang kami ganti dengan springbed ukuran nomor 4 yang tidak terlalu tinggi sehingga siapapun yang menunggui Embah bisa duduk dengan nyaman tanpa kaki menggantung. Karena kelumpuhan terjadi di sebelah kiri, tempat tidur kami sandarkan ke tembok pada sisi kiri Embah disesuaikan dengan 
luas kamar yang tak begitu besar.

Springbed kami pilih karena selain lebih empuk dan nyaman di bagian punggung dibanding kasur biasa, jenis ini pun tidak memiliki papan halangan di bagian kaki sehingga memudahkan pergerakan bagi pasien atau orang yang menjaganya.

tempat tidur penderita stroke

Tujuannya agar tangan dan kaki kanan Embah masih dapat bergerak bebas seperti saat makan. Selain itu Embah sering kali otomatis berguling ke arah kiri yang tentunya akan berbahaya bila sisi kiri berada dekat dengan lantai. Resiko terguling dan jatuh akan lebih besar.

Posisi ini juga memudahkan kami saat harus membersihkan dan mengganti pampers, memandikan dengan waslap atau keramas setiap harinya. 

Namun posisi ini memiliki kekurangan karena pada saat melakukan fisioterapi sisi kiri baik dengan terapis atau secara mandiri, kami harus menggeser posisi Embah sedikit menjauh dari tembok agar gerakan lebih leluasa.

Suasana Kamar

Kami pun mengubah seting kamar agar lebih leluasa. Selain springbed, lemari baju dan satu buah kursi, kami mengeluarkan perabotan lain yang tak diperlukan. Kami pun menyediakan kasur lipat sebagai alas tidur siapapun yang mendapat giliran menjaga Embah.

Posisi ini memudahkan siapapun yang tidur di bawah untuk bisa memandang Embah yang tidur di atas kasur. Meski hampir setiap hari saya yang menjadi penguasa tetap kasur lipat, namun di akhir pekan anak-cucu yang datang berkunjung bisa tidur berderet untuk menemani Embah. 

Alhamdulillah, mungkin tanda kasih sayang inilah yang banyak membantu Embah untuk mampu bertahan hingga akhir hayatnya. Terlebih kami juga menyediakan TV sehingga menonton sitkom ‘Bajaj Bajuri’ yang sering membuat Embah tergelak menjadi agenda rutin kami.

Posisi Tidur Embah

Bagi penderita stroke, posisi tidur sangat penting diperhatikan karena terbatasnya aktivitas fisik akan menyebabkan gangguan lain yang juga serius seperti adanya luka lecet, pembekuan darah pada tungkai, atau otot tungkai menjadi kaku dan mengecil.

Keseharian Embah tidur dalam posisi terlentang dengan bantal yang menopang kepala dan bahu dengan nyaman. Karena tak bisa menahan tubuhnya, posisi melorot tak bisa dihindari. Akhirnya kami menemukan trik agar Embah menekuk kaki kanannya dan memberikan tekanan sekuatnya ke  arah atas sehingga kembali ke posisi semula.

Secara naluriah, Embah lebih sering berbalik menghadap tembok dengan menggunakan tangan kanan untuk menggapai pinggiran kasur sehingga badan tertarik dan lurus tegak. Ini artinya sisi kiri Embah akan tertimpa sisi kanan Embah yang sehat. 

Hal yang harus diperhatikan adalah pastikan posisi lengan dan telapak tangan tidak menekuk dalam posisi lama untuk mencegah kekakuan otot. Pastikan telapak tangan membuka dan jari tidak mengepal. Tentunya kita harus sering rutin mengingatkan ya.

posisi tangan penderita stroke

Bagaimana bila Embah juga sesekali ingin tidur menghadap TV yang berada di atas lemari. Tentunya secara alamiah, Embah tak bisa mengangkat sisi kiri nya agar bisa berbalik ke arah kanan. Trik yang kami pelajari, kita bisa membantu pasien stroke untuk mengubah posisi tidur ke arah sisi tubuh yang normal dan memberikan ganjalan bantal di punggung agar posisi stabil.

posisi tidur penderita stroke
Posisi Tidur Penderita Stroke (Sumber : Mehmet-Topcuoglu, Research Gate)

Yang harus diperhatikan, pastikan otot tungkai bahu sisi yang lumpuh tidak turun dan melemah ke bawah. Bantu posisi ini dengan meletakkan tangan dengan posisi lurus atau setengah menekuk di pinggang. Beri ganjal dengan bantal agar tangan tidak jatuh ke depan atau belakang.
tungkai bahu stroke
Sumber :  Mary Ann Zapala, The StayWell Company

Karena luput dari pengamatan saya, tungkai baku kiri Embah seperti memisah antara bahu dan tangan.  Terkadang kami mengingatkan beliau untuk berganti posisi ke kiri dan ke kanan secara bergantian. 

Penggunaan pampers yang sudah penuh dengan air kencing akan membuat tak nyaman. Ini bukanlah hal yang baik terutama bagi penderita stroke dengan penyakit bawaan diabetes miletus. 

Bila memungkinkan, sesekali pasien tak perlu menggunakan pampers. Posisi tidur penderita stroke yang telentang terus menerus dapat menimbulkan ruam atau lecet di punggung dan panggul.

Mampir di ig JustMenong
Referensi dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Justmenong, Research Gate,The StayWell Company, Canva  
   

Manfaat SEO On Page Bagi Blogger Pemula

June 21, 2022 10 Comments

Manfaat SEO On Page


SEO On Page

Niat mendalami dengan serius hobi saya menulis membawa saya terdampar di banyak kelas menulis online dari mulai webinar tentang blog, jurnal, hingga berbagai genre buku anak atau dewasa. Di tengah kegalauan hati untuk menekuni yang mana, akhirnya saya kepincut kelas blogging terlebih yang membahas lebih dalam mengenai manfaat SEO On Page Bagi Blogger Pemula.

Dari sekian banyak kelas yang saya ikuti, ada dua kelas yang menarik minat saya secara khusus.

Kelas pertama adalah obsesi saya sejak lama yaitu kelas penulisan buku teks alias kelas buku pelajaran. Sejak lama saya bercita-cita untuk membuat buku yang secara langsung dapat menuangkan pengalaman saya berkecimpung di dunia pendidikan. 

Namun, ternyata menulis buku teks bak menaiki bukit tinggi dengan jalan terjal dan berliku. Bekal dan amunisi yang masih pas-pas an membuat saya terengah untuk mengambil langkah. Well, kelas seru ini masih saya ikuti sampai sekarang meski fokus saya masih banyak teralihkan.

Kelas kedua adalah kelas blogging. Seperti magnet yang semakin lama semakin menarik saya dengan kuat. Tak kurang dari belasan kelas saya ikuti, termasuk ‘terjebak’ dalam sebuah kelas blogging dengan harga ‘lumayan’ bagi saya namun sistem belajarnya yang tak runut dan seolah tak dipersiapkan secara maksimal. Alhasil kini saya menjadi lebih selektif memilih kelas dan pemateri.

Saya semakin jatuh cinta pada kelas blogging, terlebih di pertengahan tahun ini saya mendapat kejutan luar biasa karena terpilih mengikuti kelas blogging luar biasa, Blogspedia Coaching Batch #3 melalui Golden Ticket. 

Kelas ini sudah ‘saya santroni’ selama berminggu-minggu setelah berkenalan dengan sang empu blog, Mba Marita, di sebuah kelas blogging yang lain. Salah satu materinya tentu saja manfaat SEO On Page Bagi Blogger Pemula, topik yang selalu bikin saya penasaran.

Apa itu SEO untuk Pemula?

SEO menjadi makhluk langka yang baru saya kenal setahun belakangan ini. Saat awal pandemi, di tengah kegabutan, saya makin rajin menengok dua blog saya yang dulu sering kali menjadi sarang laba-laba. 

SEO singkatan dari Search Engine Optimatization yang saya artikan secara sederhana sebagai cara blog kita untuk menarik perhatian Mbah Google agar tulisan yang kita buat dilirik Mbah Google dan bisa berada di halaman teratas Google.

Tentunya akan sangat membahagiakan saat kita dapat menemukan tulisan kita di halaman pertama Google. Rasanya luar biasa sekali. Namun tentunya tak ada hal yang instan. Banyak yang harus ditempuh dengan berbagai cara agar Google dapat mengenali ritme blog kita. 

Nah cara ini ditempuh dengan mendatangkan banyak trafik yang tak hanya sesaat namun juga jangka panjang agar pengunjung datang di blog walau tak diundang.

Manfaat SEO

SEO ditujukan agar konten yang kita tuliskan mudah ditemukan mesin pencari, yaitu Google, Baldu, Yahoo! Search. Tujuannya tentunya saja untuk memudahkan pembaca menemukan tulisan kita. 

SEO terbagi dua yaitu SEO On Page dan SEO Off Page. 

Secara umum, SEO On Page adalah usaha yang kita lakukan untuk mempercantik dan menaikan kualitas elemen-elemen dalam blog kita agar mudah dikenali mesin pencari. Elemen apakah yang harus dipercantik? Yang pertama tentunya kualitas konten yang kita tulis dan selanjutnya pemilihan judul dan struktur konten (heading, permalink, gambar dan lainnya). 

Sedangkan SEO Off Page adalah usaha kita untuk menaikkan peringkat tulisan kita lewat penguatan elemen SEO di luar blog. Seperti halnya kita perlu memasarkan suatu produk, tentunya kita juga perlu memasarkan blog yang kita asuh agar lebih dikenal.

Penerapan SEO On Page

SEO On Page seolah menjadi menu wajib yang harus dipelajari blogger pemula. Seperti halnya saya yang masih ‘mengunyah’ pelan-pelan materi per-SEO-an ini, banyak newbie yang masih kebingungan mengenai SEO On Page. 

Kali ini saya akan memberikan pengalaman ‘tak seberapa banyak ini’ dalam menerapkan SEO On Page.

Just Check It Out!!

Kata Kunci

Kata kunci dapat kita pilih berdasarkan pencarian yang banyak dilakukan di Google. Semisal kita akan membuat artikel mengenai Manfaat SEO On Page, mulailah dengan mencari kata kunci tersebut di Google dan cek berapa banyak tulisan yang sudah tersedia.

Nah…dengan kata kunci “Manfaat SEO On Page’’ dapat kita lihat ada 890.000 artikel yang tersedia yang akan menjadi saingan bagi tulisan kita. 


contoh penelusuran kata kunci


Mari kita persempit kata kunci ini dengan menambahkan beberapa kata seperti : Manfaat SEO On Page Bagi Blogger Pemula. Ada 336.000 yang berarti tidak begitu banyak tulisan dengan tema yang sama. Semakin kecil hasil pencarian akan semakin besar pula peluang tulisan kita ‘dilirik’.

contoh penelusuran kata kunci

Judul

Di awal menulis blog, saya sering kali menuliskan judul dengan kalimat super puitis. Maksud hati ingin menorehkan kenangan indah dalam bentuk tulisan namun apalah daya ternyata jiwa kepuitisan itu tidaklah SEO friendly dalam kacamata seorang blogger.

Mulai berkenalan dengan sang Suhu, Mba Marita, saya mulai memilih judul dengan kata kunci agar mudah dikenali Mbah Google. 

Namun, lagi-lagi…saya gagal paham mengenai pemilihan kata kunci ini. Meski sudah menerapkan tips yang diberikan tapi saya malah salah mengartikan arahan Coach Marita dan baru menyadarinya setelah mempelajari kembali materi SEO On Page minggu ini.

Dan jangan lupa karakter untuk judul tak lebih dari 55 karakter ya!

Permalink

Permalink atau permanent link merupakan Uniform Resource Locator (URL) yang mengarah pada tulisan yang ditulis di blog kita. Permalink tentunya akan unik untuk setiap postingan. Permalink yang baik harus sesuai dengan kata kunci yang kita tulis dengan jumlah karakter maksimal 75.

Deskripsi

Satu hal yang tak kalah penting untuk dilengkapi saat membuat sebuah postingan. Deskripsi atau keterangan singkat tentang apa yang ditulis dalam postingan kita. Deskripsi akan muncul dalam pencarian yang akan membantu pembaca memilah postingan yang diperlukan. 

Deskripsi yang baik tentunya harus menggambarkan isi blog yang sesuai dengan kata kunci dan tema yang ditulis dengan maksimal karakter sebanyak 150 karakter.

Cara Jadul Penulisan Keyword

Konon kabarnya, dahulu keyword dituliskan dalam huruf tebal, miring. Saat ini biarkan kata kunci ini ditulis apa adanya karena Google sudah memiliki mekanisme tersendiri untuk membaca kata kunci dalam postingan kita.

Optimasi Paragraf

Yep, paragraph pertama dan paragraph akhir adalah ‘koentji’. Kita sebaiknya menyematkan kata kunci di dalamnya sehingga pembaca akan mudah mengenali tulisan di paragraf selanjutnya. Kata kunci dapat ditulis di awal, di tengah atau di akhir paragraf.

Tak hanya itu, dalam satu paragraf, gunakan 2 -3 kalimat saja atau tidak terlalu panjang untuk dibaca.

Jumlah Kata

Awalnya saya sendiri tidak 'ngeh' dengan jumlah kata yang dipersyaratkan SEO. Beberapa postingan justru tidak menampilkan banyak kata tapi didominasi dengan foto dan sedikit caption unik seperti dalam salah satu postingan bertajuk Pengalaman Umroh di Makkah : Memahat Rindu di Bumi-Mu.
 
Tak ada jumlah kata yang baku yang tepat untuk diterapkan dalam SEO On Page. Sebagian master mengatakan minimal 500, 800 atau bahkan 1000 kata untuk satu artikel. 

Hanya saja, sebuah artikel yang baik tentunya akan menjelaskan secara detil yang dilengkapi dengan riset dan data yang mendukung.


Berikan Heading atau Judul

Ini dia, salah satu ilmu yang baru saya dapat di kelas blogging. ternyata Heading atau Judul tak sekedar menebalkan atau mengubah ukuran font.

Sebetulnya untuk apa ya heading atau judul ini?
Heading atau judul membuat tulisan kita lebih terstruktur sehingga membuat nyaman pembaca. 

Dan juga baru saya sadari ternyata selama ini saya salah pula memahami istilah heading.

Berikut saya beri ringkasan agar teman Menong juga tidak gagal paham seperti saya.
  • Judul = Header (dalam isi postingan, header/judul tidak perlu digunakan ya karena peruntukannya memang hanya untuk judul postingan)
  • Sub judul = Heading
  • Sub dari sub judul = Subheading
  • Sub dari sub-sub judul = Judul Kecil

heading


Optimasi Gambar

Ini adalah kesalahan lain yang dahulu saya lakukan. Karena malas melengkapi keterangan gambar, jadilah optimasi gambar ini saya lewatkan di sebagian besar postingan saya. PR yang lumayan besar untuk memperbaikinya.

Bagaimana cara kita melakukan optimasi gambar?
Pertama, simpan gambar yang akan kita unggah atau gunakan dalam postingan dengan nama yang benar dan jelas. Gunakan nama file yang mendeskripsikan isi gamabr bukan dengan kode seperti halnya nama file asli dari HP, kamera atau unduhan whatsapp.

Optimasi gambar blog



Jangan lupa lengkapi 'Teks Alternatif' dan 'Teks Judul' setelah gambar disematkan dalam postingan kita.
  

Backlink pada Artikel

Backlink atau tautan URL yang mengarah pada artikel lain di blog kita membantu meningkatkan kepercayaan terhadap blog kita dan menaikkan trafik terhadap postingan kita yang lain.

Berapa banyak backlink yang bisa kita sematkan?
Beberapa master mengungkapkan maksimal 3 backlink dalam 1 postingan dapat kiat sematkan. Dan pastikan postingan tersebut bermanfaat bagi pembaca.

Salah satu tips dari Mba Marita adalah jangan gunakan 'klik di sini' untuk merujuk pada sebuah backlink. Gunakan kata yang halus yang membuat pembaca penasaran dengan tulisan kita. 


Latent Semantic Indexing (LSI)

Latent Semantic Indexing (LSI) keyword merupakan kata-kata serupa yang berkaitan dengan kata kunci dalam postingan kita. 

Salah satu contoh LSI dalam salah satu postingan saya yang berjudul Pengalaman Menderita Kanker Payudara adalah penggunaan kata 'masektomi', ónkologi' dan 'kemoterapi'.

Bagikan di Media Sosial

bagian ini menjadi bagian penting yang dahulu saya lewatkan. Sebagai orang yang tak pernah ber-medsos, tahapan ini tak menarik minat saya hingga saya mempelajari SEO On Page.

Dan akhirnya, sayapun mulai menikmati perjalanan JustMenong yang merambah dunia instagram dan twitter. Ternyata seru dan menyenangkan, terlebih trafik akan menaik seiring banyak teman Menong yang juga mampir ke blog ini. 

Inspect URL

Inspect URL akan memberikan informasi tentang postingan yang ada di blog kita sebagai halaman spesifik dalam versi yang sudah diindeks Google. 


Manfaat SEO On Page

Apa ya manfaat SEO On Page ini?
  • Membuat tampilan blog menjadi lebih menarik
Tak dapat disangkal penerapan SEO On page membuat tampilan blog menjadi lebih cantik karena tertata rapi. Dan tentu saja akan semakin meningkatkan profesionalisme kita sebagai seorang blogger.

  • Meningkatkan trafik blog
Tampilan yang optimal akan memudahkan pengunjung blog untuk berselancar sehingga secara otomatis akan membuat pengujung semakin betah dan ingat untuk selalu mampir berkunjung.
  • Membangun brand blog
Brand awareness sangat penting untuk dibangun bila kita ingin meningkatkan peluang blog yang kita miliki menjadi sebuah usaha.

 


Dan ternyata, setelah menyelami manfaat SEO On Page bagi blogger pemula, saya mulai menikmati dan terbiasa dengan alur yang telah diarahkan di kelas blogging. Dan tentunya membuat saya semakin betah untuk otak atik isi blog ini dan semangat untuk membuat blog yang saya asuh menjadi lebih hidup dan bermanfaat.


Mampir di ig JustMenong
Referensi dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Justmenong






 

 


Lagu Romantis Suami Istri

June 14, 2022 31 Comments
Lagu romantis


Saya dan suami menikah di usia yang sudah matang. Saat pertama kali diperkenalkan, tentunya kami berdua sudah sama-sama memiliki tujuan untuk membangun rumah tangga. Tanpa mengenal masa pacaran dan hanya berbilang minggu dari mulai mengenal dengan serius hingga ke jenjang pernikahan. ‘Sweet moment’ baru tercipta saat kami berdua telah SAH menjadi suami istri. Salah satunya dengan mengkoleksi lagu-lagu romantis. Lagu romantis suami istri apa saja ya yang menjadi favorit kami berdua?

How I Met My Husband

Topik ini selalu menjadi pembahasan seru antara saya dan suami hingga kini meski kami sudah beberapa tahun menikah. Mengapa kami masih sering membahas topik yang mungkin bisa dikatakan basi ini? 

Jawabannya adalah karena kami berdua sama-sama merasa ‘takjub’ dengan cara Allah SWT mempertemukan kami berdua. Kami berdua diperkenalkan oleh teman saya mengaji di sebuah Rumah Quran, sebut saja Bu Lierce. Kini saya menyapa beliau dengan panggilan Bule Lierce. 

Bisa dibilang, Bu Lierce adalah sahabat baru saya meski usia kami terpaut jauh karena beliau sendiri hampir seusia Ibu saya. Sosoknya yang ramah, lembut dan pendengar yang super baik membuat siapa saja betah berdekatan. Tak jarang kami sengaja memilih angkot yang sama agar bisa bercerita panjang lebar di sepanjang perjalanan pulang. 

Di tahun kedua, Bu Lierce meminta ijin saya untuk memperkenalkan saya dengan keponakan beliau yang juga masih sendiri. Sebetulnya, obrolan seperti ini seolah setengah tabu bagi saya yang tengah berada di 'level krisis ditanya kapan nikah' karena saya pribadi tak suka mengumbar obrolan super rahasia seperti ini. Pembawaan beliau yang hangat, amanah dan selalu memberikan energi dan solusi positif akhirnya membuat saya mulai berani membuka diri untuk memperbincangkan masalah ‘jodoh’ pada beliau.

Dengan cerita yang berliku, baru di tahun ketiga saya baru benar-benar mengiyakan permohonan Bu Lierce dan mengijinkan untuk memberikan nomor HP saya. Meski awalnya separuh hati saya masih menolak karena banyak hal yang tak sesuai dengan harapan saya sebagai calon suami idaman, beliau terus meyakinkan saya bila keponakan beliau adalah laki-laki yang baik, sholeh dan yang terpenting sangat menyayangi ibunya. 

Seorang lelaki yang memuliakan Ibunya akan juga memperlakukan istrinya dengan cara yang sama

Setelah sempat berkenalan dan bertukar cerita, kami sempat saling menjauhkan diri dan hanya berkomunikasi sebatas teman. Tak pernah dapat diduga bagaimana skenario Allah berjalan, sebuah kisah tiba-tiba saja dimulai. Waktu rasanya berjalan lambat. Di tengah perjalanan, doa yang sama selalu saya panjatkan.

Apabila dia baik untukku, dekatkan dia dan bila dia tidak baik untukku maka jauhkan dia dan berilah aku pengganti yang jauh lebih baik.

Rasanya hati saya semakin mantap untuk menerima nya meski tak dapat saya pungkiri masih terganjal dengan kriteria yang dulu saya tetapkan yang tak bisa dipenuhi beliau. Banyak sisi lain yang Allah tampakkan seolah memberikan jalan kepada kami berdua untuk saling mendekat. Jarang bertegur sapa lewat whatsapp atau bertemu secara langsung karena saya masih bekerja di luar kota, keraguan yang dulu hinggap di hati saya perlahan memudar. 

Penggenap Separuh Dien

Tibalah kami di hari bahagia itu, 27 Dzulhijah. 

Setelah menikah, saya pun mulai belajar memaknai, nasihat yang dulu  disampaikan banyak orang kepada saya.

Pilihlah laki-laki yang sholeh dan baik bukan yang tampan atau mapan 

Yaa…saya baru menyadarinya sekarang seiring perjalanan waktu dengan banyaknya momentum yang hadir dalam kehidupan rumah tangga kami. Seorang laki-laki yang meski tak sempurna namun selalu berusaha menjaga dirinya dan keluarganya agar tak pernah jauh dari naungan Rabbnya. Selalu saya syukuri, pada akhirnya Allah memberikan saya kesempatan untuk menghabiskan sisa umur saya dengan seorang lelaki yang tak hanya menjadi sandaran tapi juga rumah bagi hati ini. Lelaki lembut yang mengulurkan tangan dan hatinya untuk selalu menggenggam jiwa yang rapuh ini.

Inilah alasan mengapa pada akhirnya saya memantapkan diri untuk menerima pinangannya. 

Saya berharap, seorang laki-laki yang sholeh tidak akan pernah berbuat dzalim pada istrinya, semarah apapun atau kecewanya ia.

Lelaki itu kini saya panggil dengan sebutan, suami. Lelaki yang menggetarkan Arsy-Nya dengan kalimat agung saat mengucap janji di depan penghulu. Lelaki yang akhirnya datang untuk menggenapkan separuh dien. Tak hanya bersama di dunia tapi juga insyaallah hingga Jannah-Nya kelak.

Lagu Romantis

Banyak momen lucu yang terjadi selepas akad. Tentunya akan terasa canggung, seorang lelaki ajnabi (asing) tiba-tiba menjadi bagian hidup saya yang selalu ada setiap helaian nafas dan untaian doa. 

Salah satu momen canggung itu adalah bagaimana saya harus menyebut suami, yang semula saya panggil ‘akang’ meski beliau bukan orang sunda. 

Hmmmm…..panggilan apa ya yang tepat???
Aa?
Mas?
Kakanda?
???
???

Mungkin hingga sebulan lamanya kami berdua masih saling memanggil dengan sebutan ‘kang’ dan ‘teteh’. Nama saya di panggilan kontak suami masih ditulis dengan ‘Menong Teman Bule Lierce’…bayangkan betapa jengkel nya saya saat itu😃

Pada akhirnya, suami saya menamai dirinya sendiri dengan sebutan abi dan mulai memanggil saya dengan sebutan umi. Sebutan yang dulu tidak pernah saya cita-citakan karena jujurnya saya lebih memilih sebutan lain bila kelak kami diberi kepercayaan menjadi orang tua. Namun apalah daya, akhirnya saya pasrah mengikuti apa yang suami saya maui. Tapi saya masih tak menyerah untuk mencari sebutan lain yang berbeda namun tetap unik bagi kami berdua. 

Selepas menikah, tentunya kami semakin saling mengenal sisi lain dari pribadi kami berdua termasuk sisi suami yang ternyata romantis, berbeda halnya dengan saya yang cenderung grasak grusuk. Salah satu hobi yang sering dilakukan adalah mengirimi saya lagu-lagu romantis yang tentunya lebih cocok untuk dinikmati pasangan halal. 

Telah lama tak pernah lagi mendengarkan musik secara spesifik kecuali beberapa kenangan pilihan lagu sebagai bagian dari mood booster, pesan cinta yang diungkapkan lewat lagu menjadi salah satu pengecualian. Tak hanya saat menjalani LDM-Long Distance Marriage, lagu romantis itu terkadang dikirim bahkan saat kami berdua sedang duduk berdekatan tapi sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Olala..ternyata diam-diam beliau asik mencari lagu romantis suami istri untuk dikirimkan kepada saya.

Salah satu lagu favorit saya adalah lagu yang diberikan suami kepada saya di awal-awal pernikahan dulu. Dan lagu ini akan saya bagikan pula untuk teman Menong semua. 



Sengaja memilih video klip tanpa model di dalamnya, hanya ada gambar berbentuk hati dengan lirik dalam bahasa arab beserta terjemahnya, lagu ini menjadi lagu suami istri paling romantis versi saya. Lagu berjudul ‘Zaujati’, atau dalam bahasa Indonesia diartikan ‘istriku’, dinyanyikan Ahmed Bukhatir, seorang penyanyi Nasyid Emirat, sebagai ungkapan rasa cinta seorang suami kepada istrinya. 

Lagu yang kemudian telah dicover banyak penyanyi ini berisi lirik yang sangat puitis dan tentu saja romantis yang bisa dipersembahkan sebagai lagu cinta bagi pasangan halal teman Menong.

Dari lagu inilah, saya terinspirasi untuk memanggil suami dengan sebutan ‘Zauji’ yang berarti suamiku. Dan akhirnya sayapun dapat mengganti nama kontak ‘Menong Temannya Bule Lierce’ menjadi ‘Zaujati’.

Dan tentunya, kami masih banyak menyimpan lagu romantis suami istri versi kami berdua, yang kapan-kapan akan kami bagikan ya😘



Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong


Menong dan Kanker pada Lansia

June 11, 2022 4 Comments
Kanker pada lansia


Tak pernah saya bayangkan sebelumnya, kalau saya akan menceburkan diri ke dunia blogging lebih dalam. Seperti yang selalu saya katakan berulang kali, blogging sejatinya adalah ‘me time’, tempat saya mencurahkan ide, pengalaman seru, kegelisahan, impian yang tak pernah bisa saya tuangkan dalam media lain. Namun, tak diduga kini blog justmenong menjadi salah satu referensi terutama bagi penderita ablasio retina dan kanker pada lansia.

Menong dan Siapapun Yang Berkenan Singgah

Dahulu, seperti halnya blogger pemula lainnya, saya bercita-cita untuk membuat blog yang banyak dikunjungi orang. Betapa menyenangkannya berbagi banyak hal dengan dunia. Dengan berbagai postingan awal mengenai keindahan Indonesia, saya ingin banyak orang lebih dekat dengan setiap sudut Indonesia yang mungkin jarang orang lain kunjungi. Setiap pergi bertugas, karena inilah satu-satunya sarana yang bisa menghantarkan saya ke berbagai daerah, saya selalu menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan sejenak meski terkadang karena kegiatan yang sangat padat, hanya beberapa langkah saja yang dapat saya jejakkan.


Raja Ampat



Wisata menjelajahi negeri, aneka kuliner, seluk beluk tempat membeli oleh-oleh hingga fakta unik yang hanya terjadi di Indonesia menjadi hal yang selalu ingin saya bagi.  Yess…saya sangat mencintai negeri indah ini dengan segala detil dalam setiap guratannya. 
Dan tentunya banyak sekali blog dengan niche serupa sehingga saya menyadari dan tak pernah berharap agar postingan saya akan dibaca atau dikomentari banyak orang. Bagi saya cukuplah blog sebagai diari kecil yang menyimpan banyak momen berharga dalam hidup saya. 

Jujur saja, dulu saya tak pernah memetakan siapa saja ‘penggemar berat’ saya yang rajin menyambangi setiap postingan yang saya buat. Masih asyik dengan banyak topik dan bahasan, saya tak pernah memperhatikan siapakah yang rajin singgah di berbagai postingan yang saya tulis. Saya sendiri masih mengasuh blog dengan status single fighter artinya saya tidak pernah dan tidak tahu cara berinteraksi dengan blogger lain. SEO, blog walking, Google Analytic dan hal lainnya baru saya pelajari kemudian. Tak pernah beranjak dari bilangan puluhan, bagi saya, meski tak  ada yang  meninggalkan bayangan berupa komentar, dengan melihat beberapa viewer dalam satu postingan saja sudah membahagiakan.

Obat Hati

Namun, semuanya berubah sejak Zauji divonis dokter menderita ablasio retina dan tak lama setelahnya, Ibunda dinyatakan mengidap kanker payudara. Tak banyak referensi yang saya dapatkan menggerakkan saya menggoreskan pena sebagai bagian dari catatan perjalanan kami. Catatan saya mengenai Pengalaman Operasi Ablasio Retina dan Pengalaman Menderita Kanker Payudara dibaca ribuan orang dan direspon banyak orang yang sedang mencari sumber langsung dari orang yang mengalaminya.

Bahagia dan sedih, itulah yang saya rasakan. 

Bahagia karena ternyata postingan saya bermanfaat bagi banyak orang namun rasa sedih juga menyelinap di hati saya setiap kali ada interaksi dari pembaca, baik berupa komentar yang dituliskan atau email yang saya terima untuk sekedar menyapa, berbagi cerita atau meminta informasi.

Hampir 3 tahun, Pengalaman Operasi Ablasio Retina dan Pengalaman Menderita Kanker Payudara, telah saya tuliskan dalam rangkaian cerita yang berjilid-jliid. Setiap jilidnya tentu saja bagaikan goresan pena yang menyiratkan segala kebingungan, ketakutan, kesedihan yang bercampur menjadi satu. Memang perlu jeda waktu untuk membuatnya lengkap dan utuh hingga menjadi postingan yang mudah dibaca. 

Kini tak ada lagi air mata dalam setiap tetesan tintanya, yang ada adalah rasa syukur karena dengan segala kekuatan yang diberikan Sang Maha Pemberi Kekuatan, saya dapat merangkumnya dan membagikan segala jejak ini kepada semua teman-teman yang juga sedang berjuang.


Cerita Pengalaman Menderita Kanker Payudara yang secara tak langsung mengisahkan kanker pada lansia, mulai mendapatkan banyak respon. Sebagian besar mendapatkan pencerahan yang mengenai pengurusan BJPS mengingat pembiayaan untuk pengobatan kanker tidaklah murah atau saran untuk memilih rumah sakit terbaik pada saat melakukan biopsi, masektomi dan kemoterapi khususnya di kota Bandung. 

Tak hanya saling berbagi informasi dan semangat di dunia virtual namun juga kami menyempatkan berkirim kabar atau ngobrol langsung lewat whatsapp atau bahkan telepon.

Sebut saja Mbak Anggita, putri dari seorang ayah penderita kanker plasma yang bertukar kabar via email. Atau Mba Rinda putri seorang Ibu yang divonis kanker payudara. Beliau menyampaikan ijin untuk menelpon saya langsung agar Ibunda Mba Rinda juga ikut tersemangati untuk menjalani pengobatan karena beliau kerap kali menangis. 

Penyintas kanker



What a surprise…saat kami berbincang, Mba Rinda mengungkapkan malah sang Ibu yang hapal di luar kepala isi blog saya. Hal lucu terjadi saat kami berbincang menceritakan pengalaman sang Ibu menjalani masektomi, ternyata Mba Rinda sendiri lupa harus menyediakan toples sebagai wadah potongan hasil masektomi, padahal sang Ibu sendiri yang mengingatkan Mba Rinda bahwa hal itu sudah dituliskan di blog.

Saya ingat pula, Aisa, seorang pejuang kanker payudara menelpon saya jauh dari Balikpapan, Kalimantan Timur.  Setelah mengobrol lama via telepon, akhirnya beliaupun memutuskan menuntaskan pengobatan di RS yang sama dengan Ibunda yaitu RS Santosa Bandung. Meski karena kesibukan kami belum sempat bertemu di Bandung, namun kami masih sering berkirim kabar lewat japri.

Dan yang membuat saya kagum luar biasa, semua bersemangat untuk sembuh dan sehat kembali setelah membaca tulisan saya di blog. Karena selalu saya ceritakan bagaimana Ibunda bangkit berjuang dan akhirnya sampai saat ini bisa kembali beraktivitas sepert biasa.

Qodarullah, saat ini ibu seorang sahabat saya sedang berjuang pula melawan kanker serviks. Semua kisah yang dulu hanya dibacanya lewat blog, kini teralami sendiri oleh sahabat saya. Alhamdulilah, segala yang saya tuliskan, memberikan sedikit rasa tenang bagi sahabat saya karena optimis perjalanan yang akan dilalui tidaklah terlalu berat. 
Terkadang kami bertemu di Cancer Center RS Santosa untuk saling menyemangati karena bagaimanapun juga tak mudah bagi seseorang yang harus menghabiskan usia senjanya bergelut dengan kemoterapi dan terapi radiasi. 

Teman Menong 

Saya memanggilnya Teman Menong, yang meski banyak diantaranya baru saja saya temui lewat kolom komentar atau surat elektronik berlabel justmenong@gmail.com, rasanya saya sudah mengenalnya dari jauh, merasakan rasa yang dulu pernah hinggap dan menghuni hati saya begitu dalam. 

Saya memanggilnya ‘teman’ karena mereka yang juga sama-sama sedang berjuang yang sejatinya adalah teman saya dalam mengarungi perjalanan keikhlasan dalam menghadapi segala ujian ini. Dan semoga Allah SWT menganugerahkan jannah-Nya. 

Teman adalah orang yang mau mendengarkan kita dengan segala keluh kesah kita. Seorang teman tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian di saat kita sedang berjuang. Seorang teman yang sedang lemah, Insyaallah akan tetap bertahan dan kuat karena kita.

Alhamdulillah ala kulli hal. Segala puji atas Allah di setiap keadaan.


Tidak ada ujian yang datang tanpa Allah SWT menakarnya sesuai dengan kemampuan kita. Hadirnya blog justmenong semoga menjadi teman bagi siapapun yang sedang berjuang atau mendampingi orang yang kita kasihi melawan kanker.


Mampir di ig JustMenong
Foto : Dokumentasi Justmenong, Halal Bihalal Klinik Onkologi RS Santosa

Maria Ulfah, Sosok Dibalik Blog “disuduthari.com”

June 07, 2022 12 Comments
disuduthari.com


Blog “disuduthari.com” menarik perhatian saya saat pertama kali kami diberi tugas blog walking di kelas istimewa kami. Yups, kami bertemu di Blogspedia Coaching #Batch 3, kelas impian para blogger (kalau kami diperkenankan menggunakan istilah ini). Tentunya tak banyak blog yang pernah saya kunjungi menggunakan template bernuasa lembut sehingga membuat saya tergerak untuk mencoba berkenalan dengan sosok dibalik blog “disuduthari.com”, Ruang Ekspresi ini.

Tampilan blog ‘
disuduthari.com’ yang sederhana namun eye catching menyambut saya dan menumbuhkan hal berbeda saat melihatnya. Didominasi warna putih bersalut tosca, orange muda dan hitam, blog cantik ini mencuri perhatian saya dengan deretan label dan arsipnya yang tertata rapi. Kesan pertama saya saat berkunjung di blog ‘disuduthari.com’, saya sudah bisa menduga bila pemiliknya bukanlah sekedar blogger pemula. 

Setiap Rasa Berhak Ada

Setiap Rasa Berhak Ada. Ada hentakan saat saya membaca tagline puitis ini. Tak banyak pertimbangan, saya pun mengiyakan ajakan ‘seseorang’ untuk menjadi partner blogging. Tak disangka, ternyata blog beliau lah yang saya pilih sebagai blog favorit di tugas sebelumnya.

Maria Ulfah, demikian nama perempuan cantik yang menjadi pasangan blogging saya kali ini. Di kelas ini kami diharuskan menggarap suatu proyek untuk saling memperkenalkan profil blog masing-masing. Melalui chat, saya menyapa Teh Ulfah, panggilan teteh cantik yang lahir, besar dan tinggal di Sukabumi, sebuah kota di Jawa Barat yang dikenal dengan suasana sejuk pegunungan ini. 

Saat berjumpa via zoom, saya serasa telah mengenalnya cukup lama meski baru pertama kali bertemu. Sesuai dengan namanya Ulfah yang berarti ‘persahabatan’ dalam bahasa arab, Teh Ulfah benar-benar ramah dan bersahabat untuk berbagi cerita mengenai blognya yang memiliki tag line “Karena setiap rasa berhak ada…setiap orang berhak bahagia”.

Gayanya yang ramah memincut siapapun yang berkenalan dengannya. Tak terasa hampir satu jam kami berbincang secara maya. Mahasiswi tingkat akhir jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah/ Muamalah STAI Al-Masthuriyah ini pun menceritakan kisahnya menggeluti dunia blog. Seperti halnya kisah banyak penulis lainnya, Teh Ulfah pun punya hobi sama yaitu senang menulis sedari kecil. Mengaku sebagai melankolis dan plegmatis, perempuan pencinta kaya Fiersa Bestari ini tumbuh bersama blog nya dengan cara mengagumkan. 

Baginya menulis adalah bercengkrama dengan diri kita yang ideal untuk kembali pada dunia nyata dengan diri yang semakin spesial. Dunia kepenulisan adalah dunia yang dipilihnya. Sebagai bukti, beragam komunitas dan lomba kepenulisan sering Teh Ulfah ikuti di tengah seabreg aktivitasnya namun tak luput menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. 

Dan nyatanya, dari hasil obrolan panjang lebar lewat zoom di hari Selasa pagi yang cerah, kami pun saling berbagi cerita termasuk bagaimana Teh Ulfah bisa terjun sebagai penulis blog.

`Awalnya saya resah setiap kali harus mencari referensi untuk materi perkuliahan melalui internet. Dan ternyata banyak jawaban yang saya dapatkan dari blog. Inilah yang menjadi titik nol untuk memulai blogging’- ungkapnya.

Menyukai berbagai jenis kepenulisan seperti cerpen, puisi dan buku yang terkait motivasi dan pengembangan diri, Maria Ulfah mulai menekuni blogging di tahun 2020. Blog 'disuduthari.com' lahir dengan sukacita sebagai bagian dari bentuk ke’curcol’an nya pada dunia untuk mengungkapkan segala sesuatu yang tertahan di dada atau kegelisahan di hati.

Saat saya menanyakan, mengapa memilih ‘
disuduthari’ sebagai judul blog?

Dengan lugas, Teh Ulfah menyatakan pemilihan nama blog 
disuduthari.com didasari karena rasa sukanya terhadap frasa yang membuatnya merenung begitu dalam dan lahirlah nama ‘disuduthari’. Sebuah nama yang indah sekaligus unik bagi saya yang mengenalnya.

Ruang Ekspresi

Blog disuduthari.com merupakan ruang ekspresi yang berisi puisi, senandika, artikel, quotes dan ulasan yang disajikan sentuhan rasa. Saat berkesempatan berbincang dengan Teh Ulfah, kesan menyentuh rasa langsung hadir seketika. Sosoknya yang lemah lembut seolah terwujudkan dalam setiap sentuhan di blog yang diasuhnya. 

Tak perlu analisis terlalu dalam, hati ini sudah menebak bila sosok istri dari R. Riswandi ini benar-benar perempuan tangguh. Segudang aktivas pengembangan diri membuatnya kaya akan wawasan dan pengalaman. Menyukai segala informasi mengenai psikologi, blog ‘
disuduthari.com’ sarat dengan untaian motivasi bagi siapapun yang bergegas untuk mengenali diri. 

Jangan terkecoh dengan wajah belia yang penuh dengan pancaran senyuman, kita tak akan pernah menduga sosok dibalik blog disuduthari.com memiliki semangat dan visi yang luar biasa siap untuk menorehkan sekeping jejak di dunia sebagai bentuk konstribusinya pada dunia.

Bagaimana Teh Ulfah bertutur?

Kisah yang sangat relatable dengan kehidupan sehari-sehari dan menginspirasi, menginformasi, mengedukasi dan memotivasi pembaca menjadi pilihan Teh Ulfah untuk mengekspresikan isi hatinya melalui blogging. Sesuatu yang dialami dan dirasakan sendiri akan lebih mudah mengalir dengan cepat, terlebih bila topiknya disukai. Berbeda halnya bila topik ‘agak berat’ dan tak begitu dikuasai, effort untuk menulispun akan terasa lebih berat. 

Diksi dan gaya bahasa yang unik menjadi kekhasan blog disuduthari yang pantas untuk dikunjungi. Fokus pada konten artikel, puisi dan sajak, Teh Ulfah sendiri masih sering berperang dengan diri sendiri karena tergoda hal lain. Solusi terbaik yang sering dilakukan adalah kembali memantapkan motivasi dan menjaga mindset. Jurus jitu lain Teh Ulfah adalah melakukan selftalk seperti :

Buat apa sih kita blogging?
Apa gunanya menulis ini?
Apa gunanya melakukan ini?
Apa pentingnya tulisan ini?

Meski kadang tak berhasil, namun setidaknya selalu ada momen terbaik untuk selalu memantapkan diri blogging Maria Ulfah. Salah satunya datang dari suami tercinta sebagai support system terbesarnya, yang selalu menyampaikan agar Teh Ulfah selalu mengembangkan diri karena punya potensi untuk menulis lebih baik dan jangan lupa untuk selalu menjaga kepercayaan pembaca.

~Setiap tulisan yang ditorehkan diharapkan menjadi bagian untuk saling mengingatkan dan menguatkan dalam serentetan perjalanan kehidupan manusia yang senantiasa rentan terhadap guncangan ~Najwa Shihab, content creator favorit.

Seperti halnya saya yang menjadikan menulis sebagai pencapaian terbesar dalam hidup saya, bumil cantik ini berharap, siapapun dapat singgah di blog ‘
disuduthari.com’ tanpa rasa ragu dan canggung untuk turut menggoreskan sebait impian sebagai blogger yang kontennya selalu membawa manfaat.

Ah, rasanya saya tak salah memilih Maria Ulfah, sosok dibalik blog 'disuduthari.com' sebagai salah satu teman seperjalanan di dunia blogging.


Yuks mampir di ig JustMenong

Foto : Dokumentasi disuduthari.com

Mengapa Saya Memilih Menulis di Blog?

May 24, 2022 22 Comments

Cover cerpen
Cover Kumpulan Cerpen : Hatiku Merah Jambu

Selain membaca, saya sangat suka sekali menulis. Tahun ini menjadi tahun ke-10 bagi saya untuk menuliskan banyak hal di blog, entah blog pribadi, blog pekerjaan atau blog lain. Mengapa saya memilih menulis di blog? Ada sejuta alasan tentunya. Dan semua alasan itu berawal dari mimpi dan langkah seorang kanak-kanak yang menyukai buku, kertas dan sebatang pensil.


Bahasa Indonesia

Pelajaran Bahasa Indonesia selalu menjadi pelajaran favorit saya. Karangan bebas mengenai kegiatan liburan panjang yang biasanya menjadi tugas rutin setiap awal tahun ajaran baru selalu saya tunggu dengan gembira. ‘Liburan di rumah nenek’ yang biasa dijadikan topik utama sebagian besar anak-anak saat diminta menulis karangan, saya tulis panjang lebar kali tinggi dengan sudut pandang yang berbeda agar tak lagi berkesan ‘B’ aja.


Saya masih ingat, saat saya duduk di kelas 4 SD, saat itu saya baru saja pindah sekolah, saya sudah dapat menuliskan kerangka karangan dengan baik dalam setiap karangan yang saya buat. Semua cerita dibuat runut sesuai ‘time line’ dan tak ada kalimat yang diawali dengan kalimat yang sama di setiap awal paragrafnya. Bagi saya, sebuah karangan haruslah menjadi suatu mahakarya luar biasa meski penikmat nya hanya saya sendiri 😘

Menjelang abege, diari menjadi jalan bagi saya menulis. Diari yang penuh dengan kode rahasia dan dibuat dengan tulisan sekecil mungkin secara bertumpuk, saya simpan di bawah kasur dengan harapan tak ada orang yang akan membacanya. Dan kebiasaan ini berakhir saat saya punya teman dekat yang tinggal berbeda kota. Saling berkirim surat hingga berlembar-lembar lagi-lagi menjadi jalan berikutnya untuk menulis. Surat-surat ini masih saya simpan berbelas tahun dan akhirnya saya musnahkan dengan hanya mengingatnya saja sebagai kenangan indah di masa kanak-kanak.


Bu Ratni Bezriati

Beliau adalah guru Bahasa Indonesia SMA saya, yang namanya selalu saya sebut setiap saya diminta menceritakan seberapa dalam dan berharganya kecintaan saya menulis. Tiba-tiba saja, saya yang pendiam, nyaris tak terlihat dan biasanya hanya menjadi remahan di antara para siswa, mendadak populer karena cerpen saya dipilih Bu Ratni sebagai cerpen terbaik di antara siswa kelas 1 yang beliau ampu.


That was the best moment
.

Tanpa harus tampil, saya bisa menjadi diri sendiri yang hadir melalui tulisan-tulisan saya. Di masa kuliah, hobi saya menulis akhirnya mendapat jalan lewat mading di kampus yang kami kelola. Dengan nama samaran ‘Diva’ yang berarti perempuan hebat dalam bahasa latin (dulu istilah ini belum setenar sekarang sebagai kata ganti seorang penyanyi dengan bakat luar biasa), saya mengelola mading dengan sepenuh hati. Di sela kesibukan kuliah, praktikum dan menyusun laporan, menulis untuk mading adalah cara paling ampuh dan menenangkan untuk mengekspresikan hobi saya.


Kenangan akan Bu Ratni, membuat saya semakin percaya diri untuk terus mengembangkan diri. Salah satunya bergabung dengan Forum Lingkar Pena asuhan Helvy Tiana Rosa, yang menjadi persinggahan pertama saya belajar menulis. Berbagai cerpen saya mulai diterima di berbagai majalah bahkan sempat mendapatkan juara harapan lomba nasional.

Memilih Menulis di Blog

Hobi menulis tak lantas terhenti kendati saya mulai bekerja. Berubah haluan menjadi penulis materi untuk keperluan pekerjaan, cita-cita menjadi seorang penulis tak pernah hilang dari angan saya. Dan akhirnya kesempatan itu datang. Menyadari diri sebagai orang yang tak cakap teknologi alias gaptek.Tawaran untuk berlatih membuat blog tak saya sia-siakan. Blog pertama saya hadir meski dengan tampilan sederhana. Tertatih untuk selalu belajar memperbaiki blog yang saya asuh, rasanya saya kembali menemukan dunia yang dulu sempat saya tinggalkan. 


Dan akhirnya saya memilih menulis di blog, dengan harapan tulisan saya akan dinikmati dan bermanfaat bagi banyak orang tanpa perlu diterbitkan pihak manapun. Sejujurnya, di awal menulis blog, saya memilih menulis artikel berbagai kegiatan kantor yang saya ikuti atau tulisan mengenai keilmuan yang saya miliki. Tak terbersit sedikitpun untuk menulis blog pribadi. Rasanya “bukan gue banget” mengingat saya termasuk golongan anti-anti curhat club di media sosial. 


Seiring waktu, saya menemukan format tulisan di blog yang sesuai dengan yang saya inginkan. Ide ini bermula menumpuknya berbagai catatan perjalanan yang telah saya lakoni selama saya bertugas. Memotret menjadi hobi baru lainnya yang saya tekuni sehingga rasanya sayang bila foto-foto yang berhasil saya jepret hanya tersimpan begitu saja dalam laptop. Meski bukanlah sebuah karya yang luar biasa, sejatinya, foto dapat menyiratkan sebuah kisah. Dan mulailah saya merangkaikannya bersama tulisan di blog pribadi. 


Justmenong

Nama ini saya pilih sebagai penghargaan pada nama kanak-kanak saya. Menong adalah boneka khas Purwakarta, sebuah kota di Jawa Barat, yang memiliki arti ‘budak geulis’ atau anak perempuan cantik. Demi mewujudkan keseriusan menulis di blog, saya tak ragu memilih untuk membeli domain berbayar dan mempelajari berbagai tips dan trik blogging secara otodidak. Blog www.justmenong.com lahir 10 tahun yang lalu dengan berbagai harapan dan impian. 

Menong Asal Purwakarta
Menong

Berawal dari cerita seru saat ngabolang, akhirnya blog justmenong menjadi  tempat ’curhat’ saat Zauji divonis menderita ablasio retina dan Ibunda divonis kanker payudara. Di tengah kebingungan karena tidak mendapatkan referensi yang cukup mengenai keduanya, saya pun tergelitik untuk menuliskan pengalaman saya selama mendampingi Zauji dan Ibunda hampir 3 tahun ini. 

Pengobatan Kanker Payudara
Kemoterapi Ibunda


Tulisan saya mungkin didominasi mengenai Pengalaman Operasi Ablasio Retina…Saat Nikmat Mata Berkurang dan Pengalaman Menderita Kanker Payudara....Part 1...Cerita DimulaiAlhamdulillah, kisah ini menjadi pelipur lara bagi teman-teman yang sedang sama-sama berjuang. Tak ada yang lebih mengharukan saat teman-teman saling bercerita dan memberikan semangat untuk kembali sembuh.


Menulis dan Waktu Luang

Tak dapat dipungkiri, manajemen waktu saya tidak lah sebaik blogger lain (mungkin saya belum layak bila menyebut diri sendiri sebagai blogger) yang begitu konsisten untuk selalu menuangkan segala kisahnya dalam blog masing-masing. Seringkali berdebu, blog ini saya isi begitu waktu luang tersedia. Sejak Zauji dan Ibunda tak lagi intensif bolak balik ke rumah sakit, sesungguhnya waktu luang saya jauh bertambah. Namun apa daya, daya tarik kaum rebahan masih dominan ‘menjajah’ saya.


Kini, teman-teman yang saya temui di berbagai kursus online blogger menjadi penyemangat dan pengingat saya untuk selalu konsisten menulis kembali di blog. Caranya, pilihlah waktu khusus untuk menulis dan memposting tulisan di blog meski hanya 1x dalam seminggu atau bahkan 1x dalam sebulan. Konsitensi adalah kuntji. 


Dimana waktu luang itu berada?


Waktu luang selalu ada dalam niat kita untuk menulis di blog. Tak perlu berbagai alasan karena banyak blogger dengan segudang kegiatan dan urusan tetek bengek yang masih menyempatkan untuk konsisten menulis. 


Jadi, mulailah menulis walau hanya 1 paragraf setiap hari. Di sela istirahat kegiatan kantor, saya terkadang mengintip dashboard hanya untuk menuliskan secuil ide atau mengubah sedikit setingan dalam postingan lama sesuai arahan coach dalam salah satu kelas blogging. Saat saya harus menjalani LDR dengan Zauji karena harus menemani Ibunda, waktu menulis menjadi lebih fleksibel. Meski berjalan lamban, setidaknya satu langkah coba saya jejakkan setiap waktu.


Saya pun lebih bersemangat untuk berburu ide dan melengkapinya dengan foto-foto cantik jepretan saya sendiri. Kebiasaan ini sering diprotes Zauji karena saya lebih sibuk mengambil gambar daripada menikmati momen berdua😐


Bukankah menulis di blog menjadi cita-cita dan impian saya sejak lama? Menulis di blog adalah 'me time' versi saya, bagian dari cara saya untuk healing dan menjadi diri sendiri.


Seperti yang saya tulisan di halaman About Just Menong, Imam Al Ghazali, seorang pemikir muslim terkemuka, mengatakan :

Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis
.”



Yuks mampir di ig JustMenong

Foto : Dokumentasi JustMenong

Foto Menong : **Foto : @giantidp – Gianti Dewi Permatasari, thx,mba…sudah memberikan ijin

Pengalaman Jalan-jalan ke Turki dengan Biaya Rp. 5 Juta Saja

May 15, 2022 12 Comments
Sejak viralnya salah satu adegan salah satu serial web dengan dialognya yang sungguh epik: "Ït's my dream, not her!", saya kembali terkenang dengan trip istimewa lebih dari 8 tahun yang lalu, jalan-jalan ke Turki dengan biaya yang murah hanya 5 juta rupiah saja. Sungguh, tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran saya bila saya dapat menginjakan kaki di daratan Eropa secepat itu. Lantas, bagaimana ya ceritanya? 

It's My Dream

Yeah, bisa terbang dan jalan-jalan Eropa menjadi impian saya sedari dulu. Terlebih sejak saya memiliki teman seorang konsultan Jerman yang kerap mengajak saya untuk berlibur ke negeri nya. Meski dijanjikan diberikan berbagai fasilitas gratis, namun tentunya saya sendiri harus mempunyai bekal sendiri. Apalah daya, sebagai seorang pegawai dengan gaji yang biasa-biasa saja, bepergian ke luar negeri tentunya hanya akan menjadi angan-angan belaka.

Qodarullah, telah lama berniat melaksanakan umroh, saat pendaftaran, saya bertemu dengan sahabat uwa (bude), Bu Ros,  yang juga sedang mendaftar untuk keberangkatan umroh di bulan yang sama yaitu Januari 2014. Dan serunya, meski sendirian, beliau mengambil paket umroh plus Turki. Beliau pun dengan semangat mengajak saya yang saat itu masih ragu-ragu mengingat biaya umroh reguler pun masih baru saya setorkan untuk uang muka saja, sisa pembayaran masih saya upayakan untuk dicicil dan lunas tepat satu bulan sebelum hari-H.

Beliau meyakinkan saya, dengan selisih hanya 5 juta rupiah saja, saat itu $1 masih Rp. 9000, rasanya kesempatan ini sayang untuk saya lewatkan karena bila menyengaja tentunya takkan cukup dengan biaya 5 juta untuk memulai jalan-jalan ke Turki.

Jadilah impian saya untuk menghirup udara Eropa terwujud saat mendarat di Bandara Internasional Istanbul di kota Istanbul, satu-satunya kota di dunia yang berada di dua benua yaitu Asia dan Eropa yang dipisahkan oleh selat Bosphorus.


Umroh Plus

Alhamdulillah, saat ini pemerintah Saudi Arabia sudah membuka lagi kesempatan bagi umat muslim untuk menjalankan ibadah umroh dan haji di tengah pandemi Covid 19. Meski batas umroh hanya diperkenakan hingga 30 Syawal 1443 H atau 31 Mei 2022 karena pemerintah Saudi Arabia akan bersiap untuk fokus pada  penyelenggaran ibadah haji 2022, kita bisa mulai mempersiapkan rencana umroh plus yang akan kita pilih khususnya umroh plus Turki. 

Apakah salah bila niat kita umroh ini disandingkan dengan 'berjalan-jalan' ke Eropa yang seolah membelokan niat kita beribadah?
Pilihan umroh plus Turki bisa menjadi pilihan terbaik selain umroh ramadhan atau umroh plus Aqsa karena Turki sarat peninggalan peradaban Islam. Turki atau Konstatinopel merupakan tempat semua peninggalan jaya Utsmaniyah berada.


Wisata Sejarah

Sebagai bagian dari pusat peradaban Islam, Istanbul memiliki banyak tempat wisata sejarah yang bisa dikunjungi, salah satunya Aya Shopia atau Hagia Shopia. Saat berkunjung di tahun 2014, Hagia Shopia masih berfungsi sebagai sebuah Museum yang unik karena masih menampilkan ornamen mesjid dan gereja yang memang telah ada sedari dulu karena Hagia Shopia yang awalnya berfungsi sebagai mesjid dan sempat difungsikan menjadi gereja.

Mesjid Hagya Sophia
Mesjid Hagya Sophia



Sejak tahun 2020, Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali menetapkan Hagia Sophia menjadi mesjid yang disambut suka cita kaum muslimin di seluruh dunia. Semoga suatu saat nanti, saya dan Zauji berkesempatan sholat berjamaah di sana.

Yang terpenting tentunya, Istana Topkapi (Topkapi Sarayi) yang menjadi kediaman 24 khalifah Utsmaniyah selama 4 abad. Istana yang didirikan di atas tanah seluas hampir 700.000 m2 ini kini dijadikan museum yang menyimpan lambang kejayaan kekhilafahan Utsmaniyah dan benda-benda peninggalan Nabi Muhammad SAW. Inilah alasan mengapa Turki layak dijadikan destinasi sejarah bagi kaum muslimin. 

Selain Mesjid Hagya Sophia, Turki memiliki banyak mesjid megah dengan arsitektur  bergaya Ottoman dan Byzantium. Salah satu mesjid yang saya kunjungi adalah Mesjid Biru atau Blue Mosque yang terletak di seberang Hagya Sohpia yang menjadi salah satu destinasi utama wisatawan muslim. 


Wisata Belanja

Meski bukan tujuan utama saya saat merencanakan umroh plus Turki, berbelanja menjadi kesenangan tersendiri bagi saya. Dengan bekal yang pas-pasan, saya tak melewatkan wisata belanja di setiap tempat yang kami kunjungi. Wisata belanja dapat dilakukan di Egyptian Bazaar yang dibangun pada tahun 1660. 

Penamaan tersebut dikarenakan banyaknya rempah-rempah asal Mesir meski banyak juga produk dan makanan khas Turki yang dijual di pasar ini. Manisan khas Turki dan gantungan kunci menjadi oleh-oleh murah meriah yang saya bawa nanti.

Egyptian Bazaar Turki
Egyptian Plaza



Selain itu Grand Bazaar dapat dijadikan tujuan wisata belanja lainnya. Di Grand Bazaar, saya membeli sebuah karpet cantik motif khas Turki dengan harga $50 dan pasmina cantik seharga $5.

Karpet Khas Turki
Karpet Khas Turki

Suvenir dari Turki
Suvenir Khas Turki


Tak pernah terbayangkan namun Alhamdulillah dengan modal hanya Rp. 5 juta saja, saya dapat berwisata ke Kontatinopel. Next trip, saya ingin sekali mengajak Zauji untuk menikmati tur lain di Turki seperti Cappadocia. It’s my dream!


Klik di sini untuk mampir di ig JustMenong

Foto : Dokumentasi JustMenong