Cara Klaim Jasa Raharja Kecelakaan Lalu Lintas

Post a Comment
cara klaim jasa raharja kecelakaan lalu lintas

Saat mendapatkan pertolongan pertama pasca kecelakaan, kami mendatangi sebuah rumah sakit swasta terdekat. Barulah kami tahu urutan cara klaim Jasa Raharja untuk korban kecelakaan lalu lintas.

BPJS Ketenagakerjaan

Awalnya dokter di IGD tidak mendeteksi adanya patahan di tangan kanan. Karena setelah 2 minggu kondisi saya tak juga membaik, akhirnya Zauji membawa saya ke dokter ortopedi di dekat rumah. Hasil rontgen dengan posisi sikut kanan menekuk menunjukan adanya sedikit patahan di sikut kanan. Untuk mendapatkan pengobatan lebih baik, akhirnya kami konsultasi dengan dokter Ortopedi di RSKB (Rumah Sakit Khusus Bedah) Halmahera Siaga, Bandung. 

Meski tidak perlu menjalani operasi, perjalanan pengobatan masih panjang sehingga perawat yang bertugas menyarankan saya untuk menggunakan klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu biaya pengobatan mengingat ‘pelaku’ tidak ada itikad baik dan kecelakaan yang saya alami dapat dikategorikan kecelakaan kerja karena terjadi pada saat berangkat/pulang kerja. Bagi ASN (Aparatur Sipil Negara), BPJS Ketenagakerjaan ini dapat digantikan dengan Tabungan Pensiun atau biasa disebut dengan Taspen. 

Taspen 

Karena searah jalur pulang, kami inisiatif untuk melakukan kunjungan pertama ke Taspen Bandung selepas pulang kerja. Ternyata layanan masih dibuka hingga pukul 17.00 WIB (saya terkagum-kagum dengan jam operasional pelayanan ini). Kami diarahkan ke lantai 2 dan diterima petugas yang menerangkan dengan ramah mengenai klaim Taspen untuk kecelakaan termasuk laka lantas yang saya alami.

Saat menceritakan kronologis kejadian, ternyata ada hal lain yang tak terduga. Kecelakaan yang saya alami dikategorikan sebagai kecelakaan lalu lintas sehingga tidak langsung dicover oleh Taspen. 

Bila ingin mendapatkan bantuan biaya pengobatan dengan menggunakan klaim Taspen, kami harus menggunakan  limit santunan Jasa Raharja untuk kecelakaan lalu lintas sebesar Rp. 20.000.000. Bila limit sudah tercapai, barulah klaim Taspen  dapat digunakan. 

Jasa Raharja

Jasa Raharja merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab mengelola asuransi kecelakaan lalu lintas bagi penumpang baik angkutan umum, kendaraan pribadi, maupun pejalan kaki.

Kamipun meluncur ke kantor Jasa Raharja Kota Bandung di Jl. Surya Sumantri No.8, Sukagalih, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, tak jauh dari Gerbang Tol Pasteur. Teman Menong bisa juga bertanya ke kantor Jasa Raharja Provinsi Jawa Barat di Jl. Soekarno Hatta No.689 A, Jatisari, Kec. Buahbatu, Kota Bandung.

Petugas menjelaskan, dalam kasus laka lantas, ada dua kasus yang mungkin terjadi. Laka lantas tunggal alias terjatuh dengan sendirinya misalnya tergelincir karena genangan oli. Jenis laka lantas ini tidak di-cover Jasa Raharja dan akan dialihkan ke asuransi lain seperti BPJS Kesehatan atau Taspen.

Jenis lain adalah laka lantas adu banteng alias melibatkan dua atau lebih kendaraan. Dilansir dari situs Jasa Raharja, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15&16/PMK.010/2017 Tanggal 13 Februari 2017, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat/laut/udara tertera dalam tabel berikut:
jenis santunan jasa raharja
Jenis Santunan Jasa Raharja (Sumber : situs jasaraharja)


Informasi biaya perawatan (maksimal) Rp. 20.000.000 ini persis seperti yang dijelaskan petugas Taspen. Petugas Jasa Raharja juga mengatakan tidak ada laporan dari IGD RS atas nama saya. Biasanya setiap kasus kecelakaan lalu lintas akan otomatis diteruskan dari RS ke sistem Jasa Raharja.

Berkas klaim Jasa Raharja yang harus dilengkapi adalah:
  1. Laporan polisi (termasuk SIM dan STNK). Jadi pastikan SIM dan STNK teman Menong masih berlaku. SIM dan STNK kendaraan yang kadaluarsa tidak akan mendapatkan santunan Jas Raharja.
  2. KTP, KK dan surat nikah bagi yang sudah menikah
  3. Kuitansi asli biaya perawatan RS di RS pertama pasca kecelakaan dan biaya pengobatan lain yang telah kita bayar secara mandiri. (Klaim Jasa Raharja dapat berlaku surut berbeda dengan klaim BPJS Kesehatan yang tidak bisa digunakan untuk pengobatan yang telah dilakukan) 
  4. Surat keterangan ahli waris dan surat kematian.

Laporan Kepolisian 

Untuk memenuhi berkas nomor 1, kami memerlukan laporan kecelakaan lalu lintas dari kepolisian. Saya dan Zauji pun meluncur ke Gakkum Satlantas, Polrestabes Bandung di Jl. Merdeka No.18-21, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.

Awalnya kami mengira laporan dibuat di Polsek tempat lokasi kecelakaan namun petugas Jasa Raharja menerangkan, laporan kecelakaan lalu-lintas dibuat di Polrestabes.

Dua orang petugas polisi menerima kami dengan ramah. Kamipun menceritakan kembali kronologis yang terjadi termasuk menceritakan alur pengobatan yang telah kami lakukan. (Sepertinya Pak Polisi memperhatikan pula tangan saya yang menggunakan arm sling

Kami juga menceritakan tujuan kami bukanlah untuk memperkarakan mobil penabrak namun kami membutuhkan laporan kecelakaan untuk melengkapi berkas Jasa Raharja sebagai ikhtiar untuk membantu biaya pengobatan dengan mengajukan klaim Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan/Taspen.

Hanya saja, petugas menjelaskan meski kami hanya berniat membuat laporan tertulis saja, bila kecelakaan ganda tersebut sudah dilaporkan ke polisi maka otomatis akan menjadi sebuah perkara yang harus dituntaskan. Artinya akan pencarian tersangka, yaitu mobil dengan nomor kendaraan D 10xx AG, olah TKP (lengkap dengan saksi-saksi) hingga naik ke pengadilan.

Dan sekali proses ini berjalan, kami tak bisa berhenti di tengah jalan atau mencabut laporan. Kami meminta waktu untuk berpikir karena laporan kepolisian bisa berlaku hingga 2 tahun pasca kecelakaan terjadi (artinya hingga 30 April 2026). Jujur saja, kami malas bila harus bila proses harus sejauh itu. 

Sebetulnya kami sudah mendapatkan data penabrak ini sejak di IGD RS pasca kecelakaan dengan bantuan perawat RS. Zauji sendiri tak berniat datang meminta pertanggungjawaban di rumah beliau karena bila berniat baik, sedari awal sudah turun melihat kondisi kami.

Untuk mencairkan klaim Taspen, pastinya harus melewati Jasa Raharja terlebih dahulu dan berkas Jasa Raharja harus dilengkapi dengan laporan kepolisian yang prosesnya pasti  akan berliku. Zauji menyarankan agar kami kembali bertanya mengenai kepastian klaim taspen bila tidak melewati proses klaim Jasa Raharja terlebih dahulu.😕

Related Posts

Post a Comment