Mengenal Menong, Boneka Cantik Asal Purwakarta

Saat akan serius membuat blog, tentunya saya serius pula mencari nama terbaik yang akan saya gunakan sebagai ”brand'' saat akan berkecimpung di dunia blogging. Saat memilih nama untuk domain ini, hanya ada satu pilihan dan nama terbaik yang ada di pikiran saya yaitu menong, boneka cantik asal Purwakarta.

Bendul,Purwakarta

Menong sendiri adalah suvenir khas Purwakarta, tepatnya desa Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Berjarak kurang lebih 60 km dari kota Bandung yang dapat ditempuh dalam waktu dua jam lebih. 

Kakek saya, seorang laki-laki jawa, hijrah dari Kertasono, Nganjuk, Jawa Timur ke desa Bendul, tak jauh dari Plered, sebelum pindah dan akhirnya menetap di Bandung di awal tahun 1930-an. 

Sebagai generasi yang terpaut usia lebih dari setengah abad, hanya sedikit kenangan yang masih terpatri dalam ingatan saya mengenai riwayat Aki dan Nini. 

Yang saya tahu, beberapa bulan sekali, Aki akan mengajak saya ke Bendul, kini dikenal dengan nama desa Sukatani, untuk mengambil hasil panen dari kebun Aki yang memang luas melimpah. Dawegan atau kelapa muda adalah hasil kebun favorit saya.

Terkadang, kami pergi ke Bendul dengan menaiki Elf, transportasi yang lazim digunakan masyarakat di tahun 80-an. Dan tentunya, Elf akan melintasi pula daerah Plered yang telah lama menjadi sentra keramik atau gerabah di Jawa Barat. Di Plered, kita dapat melihat banyak kerajinan dari tanah liat dengan beragam bentuk dan kreasi.

boneka menong purwakarta
Menong

Menong

Tak banyak dikenal, menong merupakan boneka kecil perempuan yang terbuat dari tanah liat atau keramik. Menong memiliki arti perempuan cantik atau budak geulis. Menong awalnya dibuat oleh Yanto, seorang pengrajin keramik pada tahun 1980-an. 

Menong sebenarnya perpaduan beberapa ornamen khas Indonesia seperti siger Lampung, motif pakaian Dayak, hiasan bunga kamboja Legong Bali dan rumbai serat pakaian tradisional Papua. Dan, bagi saya, menong menjadi perwujudan Indonesia karena didesain unik dari berbagai budaya.

Meski awalnya menong diciptakan sebagai hiasan rumah namun kini menong menjadi oleh-oleh khas dan ikon Purwakarta. Kini boneka menong banyak ditemui di berbagai toko suvenir di Purwakarta.

Menong, Panggilan Kesayangan

Saya memiliki berbagai nama panggilan. Tak banyak Aki ceritakan mengenai menong yang kemudian hari menjadi panggilan kesayangan keluarga Aki untuk saya. 

Meski kedua orang tua saya tak pernah memanggil saya dengan sebutan ini, lain halnya dengan anggota keluarga yang lain, paman, bibi, uwa dan sepupu-sepupu saya memanggil saya dengan nama unik ini. 

Dan entahlah, dulu saya sangat kesal dibuatnya. Mungkin karena saya tak paham artinya. Beranjak besar, di saat orang-orang tak lagi memanggil saya dengan nama ‘menong’ karena saya sering protes, saya mulai mencari tahu apa arti kata ‘menong’ sesungguhnya. Voila, akhirnya saya tahu maknanya.

Dalam bahasa sunda sendiri, menong juga dapat diartikan tikar tradisional.

Dan mengapa saya menamai blog ini “justmenong”?

Because it was my childhood nickname. It’s classy, unique and memorable


Nama adalah doa. Sesuai dengan arti nama yang disematkan, www.justmenong.com, semoga blog ini menjelma menjadi perempuan cantik, tidak hanya secara fisik –saya yang masih terbata-bata mempelajari bagaimana blogging yang baik– namun juga bermakna secara bahasa. 

Sesuai dengan namanya, Menong, blog ini menjadi blog yang penuh daya tarik dan menginspirasi karena manfaatnya. Lucu karena menghibur lewat untaian kata dan maknanya.



*Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
**Foto : @giantidp – Gianti Dewi Permatasari, thx,mba…sudah memberikan ijin

No comments:

Post a Comment

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa

Assalamualaikum, friends!
Please write your comments here.
Use good language.