Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 13...FAQ

June 12, 2021 6 Comments

Rasanya kami berdua pantas dinobatkan sebagai pasien paling cerewet sedunia. Setiap akan melakukan kontrol rutin, saya selalu menyiapkan pertanyaan. Inilah salah satu alasan kami memilih untuk sesekali kontrol di klinik paviliun agar kami dapat leluasa berkonsultasi dengan dokter subspesialis.

 

Kali ini kami sudah membuat segudang pertanyaan yang akan kami ajukan kepada dokter. Alhamdulillah, dr. Made Indra Widyanatha, SpM (K) menjawab semua pertanyaan kami dengan ramah dan jelas.

 

Hard lens atau Kacamata?

Hard lens atau Rigid Gas Permeable Contact Lenses (RGPs) merupakan jenis lensa kontak yang lebih keras dan kaku daripada soft lens (lensa kontak lunak). Hard lens dapat membiarkan oksigen masuk ke mata dan umumnya memberikan penglihatan yang lebih jernih dan tajam daripada lensa kontak lunak. Hard lens tidak berfungsi untuk menggantikan kacamata. Dalam kasus Zauji, kacamata mata kanan akan dibuat sama dengan kacamata mata kiri yang memiliki minus lebih rendah. Sisa minus mata kanan akan digenapi dengan menggunakan hard lens.

 

Secara umum, hard lens lebih awet, lebih berkualitas dan tahan lama, lebih nyaman dan tentu saja lebih mahal. Penggunaan hard lens tak jauh berbeda dengan soft lens, pasien harus telaten dan bersih karena hard lens dimasukan manual dengan bantuan tangan dan tentunya akan terasa lebih ribet bagi yang belum terbiasa. Berdasarkan pengalaman, hard lens dapat digunakan hingga 2 tahun. Harganya tentu lebih mahal, beberapa tahun lalu berkisar 3 – 4 juta per pasang. Setelah berdiskusi, kami sepakat menunda opsi ini karena Zauji masih nyaman menggunakan kacamata biasa dan rasanya akan lebih repot bila harus bongkar pasang hard lens setiap saat..

 

Amankah Glauseta Diminum Setiap Hari?

Glauseta atau merek dagang cendo glaucon merupakan obat mata yang mengandung acetazolamide 250 mg. Glauseta digunakan membantu menurunkan tekanan bola mata. Biasanya digunakan bagi pasien glaukoma. Salah satu efek pemasangan silikon HD untuk menempelkan retina adalah tekanan bola mata yang naik turun. Kondisi tekanan mata yang naik, batas tolerasi bagi pasien ablasio retina pasca operasi adalah maksimal 24, tentunya berbahaya karena dapat menimbulkan glaukoma.

 

Selain obat tetes timol dan glaupen, dokter memberikan resep glauseta yang harus Zauji minum setiap hari. Secara teori, penggunaan glauseta tidak disarankan lebih dari 2 minggu. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Zauji diperkenankan untuk meminum glauseta hanya bila timol dan glaupen sudah tidak dapat memberikan efek menurunkan tekanan mata. Bila perlu, glauseta dapat diminum dalam waktu yang berselang seling alias tidak terus menerus.


Glauseta sendiri memberikan efek kesemutan karena kekurangan kalium sehingga harus dibantu dengan obat lain, Aspar K. Dokter juga memberikan solusi, selama Zauji masih bisa menahan kesemutan yang kerap muncul, Zauji diperkenankan untuk tidak perlu minum Aspar K dan disarankan banyak makan pisang.

 

Kondisi Papil Semakin Pucat dan Mengecil

Papil adalah area ujung syaraf mata. Papil dapat mengecil yang disebut atrofi papil. Kondisi ini menyebabkan syaraf mata rusak dan tidak mampu menghantarkan impuls atau rangsangan seperti mata normal dan terjadi kebutaan. Kondisi ini bersifat terminal atau irreversibel yang berarti kerusakan bersifat permanen dan tidak bisa dikembalikan pada kondisi normal, berbeda halnya dengan ablasio retina yang dapat diperbaiki melalui operasi. 


Dalam kasus Zauji, kondisi mengecilnya papil disebabkan riwayat operasi yang berulang dan pemasangan silikon HD. Inilah yang sering kami sebut dengan buah simalakama, tanpa operasi tentunya retina tidak bisa diperbaiki sedangkan operasi (terutama yang berulang) akan menimbulkan kerusakan pada bagian lain termasuk papil. Dokter sendiri menerangkan bahwa kerusakan papil akan membutuh waktu yang lama. Ikhtiar dan tawakal menjadi senjata penuh bagi kami. Ikhtiar maksimal dan serahkan semuanya pada Yang Maha Memiliki Segalanya termasuk mata, papil, retina dan lainnya yaitu Allah SWT semata.

 

Treatment Menjaga Tekanan Mata Agar Tidak Naik.

Silikon bisa bergerak dengan gerakan tidak terduga dan menekan bola mata yang menyebabkan tekanan bola mata naik. Saat tidur, silikon mata kan menekan papil yang berada di bagian bawah, inilah yang menimbulkan kerusakan pada pail. Sesuai dengan gaya gravitasi, secara logika, posisi tidur sejajar dengan lantai akan menyebabkan silikon menekan papil sehingga posisi tidur yang disarankan kepala harus lebih tinggi. Selain itu, dokter juga menyarankan agar posisi sujud tidak terlalu lama karena silikon cenderung akan bergerak ke depan (menjauh dari retina yang semestinya ditekan oleh silikon karena tidak adanya lensa yang menghalangi).

 

Mengatasi Mata Bengkak Karena Alergi Obat Tetes Untuk Membesarkan Papil

Saat akan dilalukan pemeriksaan visus, semua pasien akan obat tetes mata terlebih dahulu untuk membesarkan papil akan lebih memudahkan pemeriksaan. Alergi obat tetes ini rasanya baru terjadi sejak 6 bulan lalu, biasanya efek alergi berupa mata merah dan bengkak terasa beberapa jam setelahnya. Dokter menyarankan agar pada saat kontrol berikutnya, kami menanyakan pada perawat obat tetes mata apa yang digunakan apakah mydriatil atau efrisel sehingga kami dapat mengecek reaksi setelahnya.

 

Sering Silau dan Kelilipan

Terkadang Zauji mengeluh sering merasa silau saat terpapar cahaya matahari. Dalam kondisi silau, mata akan otomatis menutup dan tentunya berbahaya karena sampai saat ini kami berdua masih bepergian menggunakan motor. 

Kami pun mulai bisa memprediksi kondisi yang membuat mata silau diantaranya sinar matahari pagi terutama saat kami melintasi jalan layang Pasopati saat Zauji mengantar saya bekerja atau sorotan lampu kendaraan yang kami antisipasi dengan memperlambat laju motor.

Dokter Indra menerangkan bahwa kondisi ini terjadi karena retina dalam keadaan tidak normal sehingga lebih mudah merasa silau. Solusi yang bisa dilakukan adalah menggunakan topi dan kacamata agak gelap.




Kondisi lain yang sering dirasakan Zauji adalah sering merasa kelilipan. Dokter memastikan kondisi bukan disebabkan oleh silikon yang pecah namun lebih ke faktor mata Zauji yang memang belum dalam kondisi normal.



Silikon HD atau Gas

Silikon oksana HD merupakan silikon campuran yang memiliki viskositas > silikon 5000 cSt. Silikon oksana HD biasa digunakan pada kasus ablasio retina yang sudah tidak bisa ditangani dengan silikon 5000 cSt. Operasi pemasangan silikon HD dilaksanakan setahun lalu. Umumnya silikon harus dievakuasi atau dikeluarkan dari mata sebelum 3 bulan. Namun dalam kasus Zauji yang telah mengalami robekan yang berulang, diputuskan silikon HD belum dievakuai hingga saat ini. Hal ini tentunya bukanlah hal yang tanpa resiko. Seperti yang sudah dijelaskan dokter berkali kali, kondisi ini bagai buah simalakama karena resiko retina yang terlepas kembali akan selalu ada apabila evakuasi silikon dilakukan, begitu pula resiko lain bila silikon tetap dipertahankan yakni adanya kerusakan di bagian lain mata.


Sayapun sempat mempertanyakan, apabila terjadi robekan kembali setelah silikon dilepas apakah dapat digantikan dengan gas CF6??


Apa itu gas CF6, mampir yuks : Pengalaman Operasi Ablasio Retina..Part 3...Operasi Berikutnya


Dalam kondisi mata Zauji, retina sebagian besar bagus kecuali bagian bawah yang tentunya akan sulit dilihat kecuali pada saat pembedahan. Silikon gas atau silikon biasa secara alami akan bergerak ke atas karena mempunya berat jenis (BJ) yang lebih kecil dari air sehingga bagian bawah retina tidak dapat ditekan secara maksimal.

 

Lain halnya dengan silikon HD yang memiliki BJ lebih berat dari air sehingga secara gravitasi akan menekan ke arah bagian bawah yang otomatis akan menekan retina. Inilah alasan mengapa evakuasi silikon belum dilakukan. Hasil kontrol bagus dan stabil sehingga bila diotak atik ditakutkan akan merusak kondisi yang stabil


Alhamdulillah hingga saat ini Zauji masih bisa beraktivitas normal kecuali mengurangi berkendara di malam hari. Ikhtiar maksimal insyaAllah akan terus kami lakukan. Apapun yang terjadi, itulah yang terbaik bagi kami.


Alhamdulillah ala kulli hal

Bersyukur di setiap keadaan.


Selanjutnya : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 14...Ikhtiar Langit

Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 12...Menunggu

June 02, 2021 0 Comments

Menjelang satu tahun pasca operasi ke-7

Hampir satu tahun, kami ‘bersahabat’ dengan ablasio retina. Ablasio retina merupakan lepasnya retina sehingga terjadi gangguan penglihatan. Ablasio retina dapat muncul salah satunya karena faktor rabun jauh parah, minus tinggi untuk kasus Zauji. Qodarullah, beberapa hari sebelum munculnya gejala yaitu hilangnya penglihatan mata, kami berdua mengalami kecelakaan motor. Entahlah, apa yang memicu terjadinya robekan pada retina mata kanan, yang jelas hingga kini Zauji masih mengalami penurunan penglihatan meski tidak separah saat awal sebelum operasi.

 

Mampir yuks : Pengalaman Operasi Ablasio Retina…Saat Nikmat Mata Berkurang


Bulan Juni tahun ini, tepat 1 tahun pasca operasi ke-7. Secara teori, seharusnya silikon oksana HD yang dipasangkan pada operasi ke-7 harus segera dievakuasi maksimal 3 bulan pasca operasi. Namun dengan riwayat robekan retina yang berulang, dokter memutuskan untuk menunda selama mungkin hingga kondisi retina dipastikan benar-benar menempel.

 

Mampir yuks : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Saat Cinta Diuji

 

Tekanan Mata

Setiap bulan, kami secara rutin kontrol ke poli reguler RS Cicendo, selain itu memastikan kapan evakuasi silikon, kami pun perlu mengecek tekanan mata dan kondisi retina apakah ada robekan atau tidak. Alhamdulillah, hingga saat ini, kondisi retina masih menempel dan stabil meski papil memang terlihat memucat sebagai akibat lamanya pemasangan silikon sehingga terjadi penurunan penglihatan. Karena tekanan mata selalu naik turun, Zauji pun akhirnya memang secara rutin mengonsumsi Glaucon (Glauseta) untuk menjaga tekanan mata. Secara teori, Glaucon tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi untuk jangka panjang sehingga dokter menyarankan Glaucon diminum tidak setiap hari. Obat tetes timol menjadi obat tetes wajib setiap pagi dan malam, sedangkan glaupen hanya ditetes bila tekanan mata >24.


Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk mengontrol tekanan mata karena berbeda kadar gula darah atah tekanan darah yang bisa dideteksi dengan alat mandiri di rumah, tekanan mata hanya dapat diukur dengan alat di RS dan tentunya ini menjadi kendala bagi pasien yang hanya bisa mengetahui tekanan mata saat melaksanakan kontrol rutin.

 

Kontrol di Klinik Paviliun

Bulan Mei, kami berinisiatif menemui Prof. dr. Arief S. Kartasasmita, Sp.M (K) M.Kes Ph.D di klinik paviliun namun qodarullah beliau berhalangan dan digantikan oleh dr. Made Indra Widyanatha, SpM (K). Beliau adalah salah satu dokter yang sering kami temui di poli reguler BPJS dan beberapa kali menggantikan Prof Arief atau dr.Rova Virgina, Sp.M (K) di klinik paviliun.

 

Beliau menerangkan meski secara teori, silikon HD seharusnya sudah dievakuasi namun dokter memutuskan untuk mempertahankan kondisi agar retina menempel sempurna. Dokter juga menenangkan khawatiran kami mengenai penglihatan yang menurun karena papil yang terus memucat. Kerusakan papil berbeda dengan kerusakan retina. Kerusakan papil bersifat irreversibel artinya kondisi tidak bisa dikembalikan ke semula namun proses penurunan penglihatan terjadi dalam jangka waktu yang panjang yang berbeda dengan ablasio retina yang terjadi dalam waktu singkat namun penglihatan bisa dikembalikan menjadi normal selama retina dapat menempel kembali.


Saat ini, mata kanan Zauji memiliki minus kecil karena mata kanan tidak memiliki lensa mata (sejak operasi ke-2) dan masih terpasang silikon HD sehingga saat menggunakan kacamata akan terlihat jelas perbedaan ketebalan diantara lensa mata kanan dan mata kiri. Beliau menyarankan agar Zauji menggunakan hard lens agar kacamata Zauji yang memiliki minus dengan selisih jauh berbeda antara kanan dan kiri, terlihat memiliki ketebalan yang sama. Kacamata minus kedua mata menggunakan ukuran minus kacamata kanan yang lebih kecil sedangkan pada mata kiri dipasang hard lens untuk menggenapkan kekurangan minus di mata kiri. Dokter Indra memberikan rujukan dokter spesialis yang dapat memberikan rujukan apakah Zauji dapat menggunakan hard lens atau tidak. 


Banyak pertanyaan yang kami ajukan dan Alhamdulillah dr. Indra menjelaskan semua pertanyaan yang kami ajukan dengan jelas. 


Pertanyaan apa saja yang kami ajukan???

Mampir yuks : Pengalaman Operasi Ablasio Retina...Part 12...FAQ


Referensi dari berbagai sumber

Foto : Pixabay