Day 5 : Top 7 Fakta Tentang Menong


1. Books Freak

Saya cinta setengah mati membaca buku. Saya bisa membaca sejak menginjak bangku SD di usia 5 tahun. Membaca koran kompas adalah kebiasaan keluarga saya di pagi hari. Dari koran Kompas saya mengenal huruf termasuk angka romawi yang digunakan untuk penomoran halaman. Tak terhitung buku cerita yang sudah saya lahap sedari kecil. Buku (dan coklat) menjadi hadiah ulang tahun yang selalu diberikan Ibunda setiap tahun. Bahkan, Ibunda menghadiahi saya buku Harry Potter saat saya sudah bekerja.


Taman Bacaan Hendra, Jalan Sabang, Bandung


Karena keterbatasan dana, saya sangat jarang membeli buku. Untuk memenuhi dahaga akan membaca buku, saya sudah menjadi anggota Taman Bacaan sejak masih duduk di kelas 2 SD. Jangan tanya buku apa yang saya baca, saya sudah membaca beragam genre sejak kecil meski  ada dua genre yang saya hindari yaitu horor dan romansa. Bukulah yang mengenalkan saya ke dunia kepenulisan. Meski saat ini, membaca buku sudah jarang saya lakukan karena informasi sudah bisa diperoleh lewat handphone, kecintaan saya terhadap buku tidaklah surut. Seperti bertahun-tahun yang lalu, mengunjungi pameran atau toko buku menjadi hal yang menyenangkan bagi saya.


2. Chocolate Freak

Saya adalah penggemar coklat.

Saat kecil tentunya saya jadi fans berat coklat jago, coklat koin dan choki-choki. Varian produk makanan atau minuman yang selalu saya pilih hampir selalu dipastikan rasa coklat. Coklat menjadi mood booster sejati. Kini, di usia yang sudah seharusnya lebih menjaga kesehatan, saya mulai membatasi diri asupan gula. Namun coklat tetaplah menjadi kudapan favorit saya sepanjang masa.

 

3. Addicted to learning new things

Saya senang belajar banyak hal. Tak terhitung berbagai kursus yang sudah saya ikuti meski tak semua berhubungan langsung dengan pekerjaan saya yang saya geluti. Selain mempelajari ilmu baru, dengan mempelajari hal baru, saya bisa bertemu banyak teman. Sejak pandemi, saat menjalani work from home, saya isi dengan berbagai kursus online baik gratis maupun berbayar. Materi yang saya minati lebih pada pengetahuan untuk menambah pengetahuan seputar pendidikan atau keterampilan untuk mempercantik blog justmenong seperti Canva, Digital Drawing, Pembuatan Video dan lainnya. Dari sekian banyak kursus, biaya yang saya keluarkan jarang sekali lebih dari Rp.100.000. Informasinya bisa didapat dengan mudah dari instagram.

 

Baca : Kelas Canva di Tengah Pandemi Covid 19

 

4. Love Writing

Saya bisa menulis apa saja. Tak hanya blog justmenong yang menjadi salah satu sarana kecintaan saya menulis, saya selalu menulis dengan serius apapun yang bisa saya tulis termasuk tulisan ilmiah. Menulis bagi saya adalah seni yang tidak bisa dilakukan asal-asalan. Saat akan menulis, meski tulisan ringan, riset adalah hal yang mutlak dilakukan. Oleh karena itu membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak terpisahkan.


Baca : Menulis Blog Itu "Me Time"


Karena suka menulis, saya mengelola berbagai media sosial untuk pribadi atau pekerjaan. Rasanya menyenangkan bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman yang saya punya. Saya harap, semua tulisan saya bisa menjadi amal jariyah bagi  saya saat saya tiada nanti.

 

5. Like to Try New Things

Mencoba hal baru menjadi salah satu hobi saya meski kini dibatasi karena Zauji sering was-was dengan hobi saya yang satu ini. Saya suka mencoba apa saja yang terkesan unik dan aneh. Meski saya tumbuh di keluarga sederhana dengan keterbatasan finansial, Alhamdulillah, saya berkesempatan mencoba banyak hal. Snorkling, flying fox, rafting sudah saya jajal saat usia saya -lebih- muda.

 

Baca : Snorkling Di Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, Jakarta

 

Masih banyak hal yang belum kesampaian karena terkadang nyali dan situasi tidak mengijinkan seperti bungee jumping, paralayang, diving dan offroad. Seiring dengan pertambahan usia, memang tak dipungkiri kegiatan outdoor jauh lebih dihindari. Toh, keseruan dan hal baru bisa kita dapatkan dalam bentuk apa saja.

 

6. Solitaire Person

Saya adalah makhluk penyendiri. Saya kurang menyukai grouping. Sifat saya ini lebih sering dilekatkan dengan predikat mandiri. Saya bisa melakukan banyak hal meski tidak ada teman yang membersamai. Meski sebagian besar orang enggan melakukan berbagai aktivitas tanpa teman, bagi saya hal tersebut tidak menjadi masalah. Saya sudah terbiasa kemana-mana sendiri, untuk sekedar shopping atau bahkan travelling. Hal ini yang sering kali membuat orang takjub dengan kenekatan saya.  


Baca : Pengalaman Jalan-Jalan ke Istanbul, Turki :Terpesona Konstatinopel : Sightseeing (1)


Baca : Pengalaman One Day Trip ke Raja Ampat,Keindahan Menakjubkan di Papua Barat (1)


Kunci utama adalah tetap bisa menjaga diri dan tidak bersikap konyol atau ceroboh. Pastikan diri kita aman.


7. Zauji’s Happy Wife

Menikah adalah salah satu nikmat dan amanah terbesar yang Allah berikan kepada saya. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan belahan jiwa yang insya Allah akan membersamai saya hingga jannah kelak. Aamiin.


#BPNRamadhan2021

#BPNDay5


Foto : map123.net

No comments:

Post a Comment

Assalamualaikum, teman!
Silakan tulis komentarmu di sini.
Jangan lupa pergunakan bahasa yang baik yaaa