Ikhtiar Pengobatan Kanker Payudara dengan Herbal

May 20, 2020 0 Comments

 

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, rasanya seperti bermimpi begitu mendengar dokter memvonis Ibunda menderita kanker payudara. Meski ada beberapa kenalan dan saudara yang juga mengidap kanker namun rasanya tak pernah ada dibenak saya kalau kami akan diuji dengan penyakit ‘luar biasa’ ini, terlebih pada saat bersamaan Zauji masih menjalani pengobatan Ablasio Retina.


Baca : "Ablasio Retina...Perjuangan itu Dimulai...Part 1...Saat Mata Tak Bisa Lagi Melihat"


Benjolan di payudara sebetulnya sebagian besar bersifat jinak, adik dan beberapa teman saya pernah mengalami hal serupa dengan berbagai penyebab tapi dapat disembuhkan segera dengan operasi. Namun dalam kasus Ibunda tentunya berbeda karena pada lansia,  pasca menopause, kasus ini bisa menjadi inidikasi kanker payudara sehingga perlu penanganan segera.


Sempat abai pada awalnya namun begitu Ibunda mengatakan kepada saya bahwa ada benjolan yang semakin membesar di payudara kiri, saya tidak membuang waktu untuk segera memeriksakan ke dokter bedah. Mengapa dokter bedah yang saya pilih bukan dokter penyakit dalam? Jinak atau tidak, tentunya benjolan tersebut harus segera dikeluarkan dari tubuh sehingga dokter spesialis bedah menjadi pilihan utama.


Meski saya tergolong orang yang rajin membaca literatur pengobatan alternatif menggunakan herbal dan terbiasa mengkonsumsinya sehari-hari namun tindakan medis is a must, tidak bisa ditunda atau ditawar. Beberapa kasus yang saya temui di rumah sakit, pasien umumnya takut untuk diperiksakan ke dokter dengan alasan menghindari operasi sehingga memilih mengobati dengan herbal terlebih dahulu. Kanker bersifat cepat menyebar sehingga kondisi pasien bertambah parah, benjolan semakin besar dan sebaran semakin luas sehingga penanganan lebih sulit karena stadium semakin tinggi. Tujuan penggunaan herbal adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga kondisi pasien dalam keadaan prima saat menjalani berbagai pengobatan baik operasi maupun kemoterapi. 


Sebelum pengobatan medis berjalan, saya juga mencari informasi mengenai pengobatan herbal yang tepat untuk kanker payudara. Sudah lebih dari satu tahun saya tertarik dengan Jurus Sehat Rasulullah yang diusung dr. Zaidul Akbar, dokter yang beralih menjadi inspirator dan mendakwahkan sehat ala Rasulullah. Alhamdulillah, salah seorang teman mengenalkan saya kepada Ambu, teman diskusi yang juga menerapkan pola #jsr #jurussehatrasulullah di https://www.instagram.com/ambuherbal/

Daun Kelor

Ambu merekomendasikan beberapa herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan kanker payudara sebagai bagian ikhtiar kami, tentunya dengan tidak menafikan ikhtiar medis yang sedang kami jalani. Ambu juga membantu kami mendapatkan herbal yang dimaksud dan memilah mana yang perlu dikonsumsi segera atau tidak. Hal yang terpenting dalam menghadapi kanker adalah pola pikir yang tetap optimis untuk mendapatkan kesembuhan, daya tahan tubuh yang kuat, dorongan keluarga dan tentunya yang terpenting doa dan tawakal kepada Allah SWT.


Ambu merekomendasikan beberapa herbal (dengan harga terjangkau) serta jadwal pemakaiannya setiap hari. Alhamdulillah Ibunda dengan semangat 45 untuk kembali sembuh dengan kemauan keras mematuhi setiap arahan kami.


Pagi :

Bangun tidur, Ibunda langsung membuat air nano dengan 3 days rules nya #jsr : Hari ke-1 rempah, hari ke-2 buah dan hari ke-3 sayuran dengan tambahan madu. Alhamdulillah sejak rutin minum air nano, kualitas tidur Ibunda membaik dan tak lagi terkena insomnia yang lazim diderita lansia.



Air Nano Made in Ibunda


Seduh daun kelor dengan air panas tanpa penambahan gula sebagai pengganti teh di pagi hari. Daun kelor merupakan antioksidan luar biasa yang dapat memperlambat laju perkembangan sel kanker.

Satu sendok makan minyak zaitun sebagai antioksidan plus sumber lemak baik.

 

Siang :

Ibunda juga mengonsumsi beberapa herbal pemberian kerabat atau tetangga seperti kunyit putih atau kayu bajakah kalimantan yang dikenal sebagai obat kanker.

 

Sore :

Bawang putih tunggal diiris tipis atau digeprek dan seduh dengan air panas. Air rendaman diminum plus sisa bawang putih bisa dimakan bila tahan dengan rasanya yang sedikit tidak menyenangkan di lidah. Bawang putih tunggal atau bawang putih lanang memang digadang sebagai obat anti kanker.

 

Saya sengaja memilih herbal yang memang sehari-hari aman dikonsumsi seperi daun kelor (ini sama dengan makan sayur kelor), bawang putih yang biasa dipakai bumbu, minyak zaitun dan madu agar tidak kontradiktif dengan obat medis yang Ibunda konsumsi sehingga tidak begitu membebani ginjal.


Pola makan sehat, tidur cukup, olah raga ringan, dan berjemur di pagi hari serta menghindari makanan yang menjadi sahabat baik kanker seperti gula putih, ayam broiler, tepung-tepungan, dan makanan dengan pengawet. Secara fisik, banyak orang yang tak menyangka Ibunda seorang penderita kanker.


Sebetulnya masih banyak herbal yang teman-teman rekomendasikan namun kami pending terlebih dahulu selama kemoterapi.


Bagaimana ceritanya?

Baca :  “ Breast Cancer.. Fighting Another Battle...Part 4...Persiapan Kemoterapi”

Kelas Belajar Canva di Tengah Pandemi Covid 19

May 13, 2020 1 Comments

Imbas dari Covid 19, hampir 2 bulan saya #bekerjadirumahsaja. Selain menyelesaikan banyak tagihan kantor, mengajar via daring dan menuntaska pekerjaan rumah yag tak kunjung usai, saya mencari kesibukan lain untuk menghilangkan kejenuhan. 

Sejak lama saya memang pengagum Canva karena sering melihat teman-teman di grup whatsapp ‘pamer’ keahlian mereka ber-Canva ria. Meski sering menggunakan canva, namun desain yang saya gunakan hanya sebatas template yang sudah tersedia di aplikasi Canva yang saya ganti teks nya saja. Sering kali saya terpesona dengan desain teman-teman yang unik dan ciamik namun apa daya kemampuan saya belum semahir mereka.

Berawal dari informasi teman, akhirnya saya mampir ke facebook "Cara Mudah Belajar Canva", grup ini diasuh Mutiara Hidayati, pengasuh sekaligus pengajar kelas desain dan menulis "Ruang Belajar Bersama Ra."

Mba Tiara sendiri telah tersertifikasi sebagai Canva Certified Creative (CCC) langsung dari salah satu manajemen Canva di Australia, semacam program duta Canva. Berbayar hanya Rp.75.000 saja, ‘Kelas Jago Desain’ via online dibuka setiap minggu. Di kelas yang saya ini berjudul “Cara Mudah Belajar Canva”, diikuti 15 peserta dari berbagai kota dengan latar belakang beragam. Kelasnya sangat seru dengan 10 materi berbeda selama seminggu dari pengenalan Canva, teks, warna, foto, ilustrasi dan sebagainya. Setiap hari dari mulai jam 10.00 – 12.00 WIB kami stand by di depan HP masing-masing (laptop juga bisa) untuk bersiap menerima instruksi dan serangkaian latihan yang harus disetorkan di grup whatsapp. 

Desain Sederhana Ilustrasi

Setiap peserta wajib mengunggah desainnya dan Mba Tiara akan memberikan komentar atau saran sehingga peserta dapat langsung memperbaiki desainnya sesuai tema yang diberikan. Di akhir sesi, kami akan diberi tugas yang harus dikerjakan plus diunggah di medsos masing-masing dengan tagar khusus #kelasjagodesain #caramudahbelajarcanva.
Hasil akhir yang kami peroleh : biodata yang cantik tentunya, double pages yang biasa digunakan

Salah Satu Materi, Double Pages, By IB

Sebetulnya saya pernah ikut kelas online belajar Canva sebelumnya di sebuah institusi regional. Jujur saja, untuk tipe orang yang tidak bisa belajar tanpa dengan pendamping, Kelas Jago Desain ini lebih mudah dipahami karena trainer secara intensif membimbing peserta dengan sistematika sederhana namun hasilnya tak kalah keren.  Di akhir sesi, sebagian peserta sudah jago menggunakan Canva dengan desain keren. Belajar online kali ini meski tidak sempurna, dapatlah dibilang salah satu belajar online yang tidak ‘gagal’ saya ikuti karena bisa saya ikuti hingga tuntas. 

Cover Buku, Desain By Wina Priyanti

Dengan hasil yang lumayan memuaskan karena sense of art saya mungkin tidak setajam teman-teman lain yang jauh lebih jago bermain dengan Canva, tak dapat dipungkiri kelas ini salah satu kelas yang saya sukai. Banyak ilmu yang saya dapat dari teman-teman yang super semangat dan super hebat di tengah keriuhan pekerjaan di rumah. Sembari menunggu sertifikat yang akan dibagikan (asiik…ini salah satu poin yang saya garisbawahi), grup whatsapp masih diramaikan dengan serba serbi Canva tingkat lanjut. Kelas Jago Desain Ra menjadi level selanjutnya untuk lebih serius belajar Canva.

Kini saya pun semakin asik otak atik Canva yang bisa saya terapkan untuk postingan Instagram atau sekedar membuat kartu lebaran versi sendiri. Seru yaaa

#belajardirumah