Rabu, 29 November 2017

Menjelajah Bromo, A Breathtaking Journey (2)

November 29, 2017 0 Comments
Parkiran jeep yang berbaris menuju Love Hill

Selepas matahari terbit, kami meneruskan kembali perjalanan. Spot kedua adalah padang savana, sebuah hamparan luas kaldera di selatan gunung bromo. Padang savana bisa jadi tempat melepas lelah sekaligus sarapan setelah menikmati matahari terbit di bukit cinta.
Bromo pagi hari, terlihat indah dari sudut manapun
Meski kondisi jalanan menurun, namun keindahan alam di kanan dan kiri jalan membuat mata tak bosan dan lelah.
Padang savana


Sambil menikmati sarapan roti, telur dan susu, kami melepas lelah sambil berfoto. Selanjutnya kami memulai perjalanan pulang melewati pasir berbisik dengan melewatkan pendakian ke kawah Bromo karena terbatasnya waktu. Cukuplah berwefie di kawasan yang menjadi tempat parkiran jeep berwarna warni. Bila  ingin meneruskan hingga kawasan kawah Bromo,  bolangers bisa tempuh dengan menunggang kuda .





Menuju kawah Bromo

Lautan pasir berbisik menjadi teman perjalanan pulang. Meski perjalanan cukup jauh namun suguhan keindahan pemandangan kaldera membuat perjalanan terasa lebih cepat. Tak salah bila Bromo menjadi buruan wisatawan, setiap lekuk nya adalah keindahan yang mempesona.

Meski jalanan berliku dan tidak rata namun jangan khawatir driver jeep sudah sangat terlatih dan mengenal medan dengan baik sehingga kawasan curam akan dengan mudah terlewati. Sesekali kami berhenti di beberapa spot cantik seperti bukit Teletubbies.
Seperti lukisan alam yaaa😍

Karena biaya trip sudah termasuk makan pagi, kami berhenti di sebuah rumah untuk menikmati sarapan ala Jawa Timur-an. Menu yang disajikan sederhana, tempe goreng, telur bumbu pedas, sayur tahu, ikan goreng, sambal dan ditemani segelas teh manis. Serba pedas seperti biasa tentunya namun udara dingin dan rasa lelah membuat apapun terasa nikmat.

10.30 pagi tibalah kami kembali di kota Malang.

Menjelajahi alam selalu menjadi sebuah perjalanan luar biasa untuk menafakuri ciptaan Allah.

Dan menjelajahi Bromo…It was totally a breathtaking journey.





Referensi : Disarikan dari berbagai sumber.
foto : Dokumentasi Pribadi


Selasa, 28 November 2017

Menjelajah Bromo, A Breathtaking Journey (1)

November 28, 2017 0 Comments
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif yang menjadi tujuan wisata di Indonesia. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut yang terletak di 4 wilayah kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo bertautan dengan lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas 10 Km2 dan merupakan konservasi alam yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang biasa disebut BTS.

Menjelajah Bromo adalah satu keharusan saat mengunjungi Malang. Setelah mencari informasi mengenai tour guide yang dapat mengantarkan kami ke Bromo, jadilah kami bersiap. (1,8 juta rupiah untuk satu rombongan dengan maksimal 6 orang). Tak salah bila outfit khusus sudah dikemas di antara baju batik dan seragam outbound kantor demi menikmati indahnya matahari terbit yang menjadi buruan wisatawan. Sedikit merepotkan karena suhu yang dingin memaksa kami membawa pakaian khusus ala musim dingin.

Penjelajahan ke Gunung Bromo dapat ditempuh hanya dengan menggunakan mobil jeep yang disediakan oleh tour guide. Jam 12 tengah malam kami sudah bersiap agar tiba sebelum subuh. Perjalanan memang disarankan dilakukan lewat tengah malam agar dapat menikmati sunrise di Bromo. Berjarak ±65 km dari Kota Malang, trip ke bromo dapat ditempuh selama 2 jam.

Bersiap menjelajah Bromo


Duduk berhimpitan, satu mobil berkapasitas maksimal 6 orang penumpang, 2 orang di depan (bertiga plus sopir tentunya) dan 2 orang di belakang dengan jok saling berhadapan. Meski jalanan penuh dengan goncangan, saya sukses tertidur lelap karena memang tak ada pemandangan yang bisa kami lihat di malam hari. Mobil hanya berhenti satu kali tepat sebelum memasuki gerbang taman nasional untuk memberi kesempatan kepada penumpang ke toilet. Baru terasa dinginnya suhu mendekati Bromo.


Love Hill, spot favorit menikmati sunrise
Spot pertama adalah Love Hill, salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise di BromoLove Hill dapat dicapai lewat anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Jaket plus masker dan sarung tangan sudah siap dikenakan meski di bulan November udara tidak terlalu dingin seperti bulan di musim kemarau. Setelah menyesuaikan diri rasanya saya masih bisa bertahan hanya dengan jaket yang tidak terlalu tebal saja. 

Tiba di atas, tempat sudah penuh sesak. Ada banyak jasa penyewaan tikar. Dan kami pun shalat subuh secara berjamaah di antara himpitan dan riuhan bolangers yang sama-sama menanti momen indah di Bromo.

Beautiful sunrise


Mengabadikan keindahan matahari terbit

Bromo

Menatap Bromo, selayaknya menatap karya Allah dan manusia terasa sangat kecil di hadapan-Nya. 



Referensi : Disarikan dari berbagai sumber.
Foto : Dokumentasi Pribadi


Sabtu, 25 November 2017

Edukasi Seru di Museum Angkut, Batu, Jawa Timur

November 25, 2017 0 Comments
Bila bolangers berkesempatan jalan-jalan ke Jawa Timur, jangan lupa untuk mampir ke Museum Angkut. Museum merupakan museum transportasi dan wisata modern yang terletak di Kota Batu tepatnya di Jl. Terusan Sultan Agung No 2. Museum ini merupakan museum berkonsep transportasi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Memiliki area seluas 3,8 hektar, museum ini memiliki 300 koleksi transportasi angkutan tradisional hingga modern, darat, laut dan udara.



Dengan tiket seharga 75 -100 ribu, bolangers perlu waktu kurang lebih 2 – 3 jam untuk menelusuri setiap sudut Museum Angkut ini. Dan tentu saja siapkan fisik yang fit dan outfit yang nyaman namun tetap instagramable karena museum ini terdiri dari ruangan indoor dan outdoor. Jangan lupa, ada tinggi badan minimal untuk pengunjung museum angkut yaitu 85 cm, jadi pastikan anak-anak sudah mencapai tinggi itu yaaa.

Transformer 😂
Koleksi yang dimiliki oleh Museum Angkut tidak hanya mobil tua dan antik di Indonesia namun dari berbagai negara di Eropa dan Asia. 

Ada beberapa zona yang dapat bolangers kunjungi. Tentunya setiap zona mempunyai cerita tersendiri.

Mobil Presiden RI






Zona pertama yaitu zona edukasi akan menyambut bolangers di area aula, bolangers akan disambut koleksi kendaraan bersejarah seperti mobil dan helikopter yang pernah digunakan Presiden Sukarno. Selain itu ada juga koleksi sepeda, kereta kuda dan mobil kuno. Memasuki lantai 2, bolangers akan dihadapkan dengan dua pilihan. Pilihan pertama berada di luar ruangan atau outdoor yaitu koleksi transportasi udara dan pilihan kedua koleksi transportasi tradisional seperti pedati dan becak. Selanjutnya edukasi perkembangan kereta api, mobil dan energi, dan transportasi masa depan.


Hmmmm....kapan yaaaaa?
Eittts….belum selesai, masih banyak zona lain yang menanti untuk dikunjungi. Zona berikutnya adalah zona Sunda Kelapa dan Batavia, zona ganster dan broadway, zona Uni Eropa, zona Inggris, Zona Las Vegas dan Zona Hollywood.

Zona Inggris

Di dekat pintu masuk terdapat juga Indonesian Heritage Museum, yang tentunya layak kita kunjungi. Selain itu bolangers dapat menikmati jajanan di sepanjang selasar menuju pintu masuk.



Namun jangan khawatir, rasa lelah akan terhapus dengan banyaknya koleksi yang bisa bolangers lihat. Dan pastinya, bolangers dapat bergaya dan berfoto dengan latar aneka koleksi untuk dipajang di media sosial. Seru, bukan!!!



Referensi : Disarikan dari berbagai sumber

Foto : Dokumentasi Pribadi

Rabu, 22 November 2017

Jalan-jalan di Malang, Paris Van East Java

November 22, 2017 0 Comments
Simpang Balapan, Kota Malang

Malang menjadi destinasi wisata favorit di timur pulau Jawa. Banyak lokasi yang bisa dikunjungi di kota yang -di luar dugaan- suasana dan cuacanya yang mengingatkan saya akan kota Bandung tercinta. Mengunjungi Malang, Jawa Timur, tak lengkap rasanya bila tak menjelajahi kota wisata di sekitarnya.

Wisata petik apel di Batu
Teringat Malang pasti teringat buah apel yang khas berwarna hijau. Ada banyak wisata petik apel di Kota Batu. Rasa apel malang memang berbeda dari apel impor yang rasanya campuran asam dan manis. Di wisata petik apel, bolangers dapat memetik dan makan apel sepuasnya atau  dapat membeli apel kiloan langsung hasil dipetik sendiri. Meski harga apel kiloan ini relatif lebih mahal apabila dibandingkan dengan tempat lain namun sensasi memetik sendiri apel-lah yang menjadi pembeda.


Apel segar siap dipetik

Memilih apel hasil petik


Museum Angkut
Destinasi kedua adalah Museum Angkut. Bila bolangers membayangkan museum tidak layak dijadikan destinasi wisata...hhmmmm....sepertinya bolangers harus mampir ke Museum Angkut ini. 

Area seluas 3,8 hektar yang dibuka sejak tahun 2014 ini menjadi destinasi favorit lain di Jawa Timur. Museum Angkut merupakan arena campuran indoor dan outdoor yang bisa jadi sarana edukasi transportasi. Jadi bolangers harus bersiap jas hujan atau payung saat berkunjung di musim hujan yaaa. 






-Baca juga Edukasi Seru di Museum Angkut, Batu, Jawa Timur

Kuliner Malang


Selain keripik apel, bakso Presiden (di Malang tentu tidak ada namanya ‘Bakso Malang’), salah satu kuliner yang wajib dikunjungi untuk penggemar Bakso Malang seperti saya. Dan rasanya belum resmi ke Malang kalau belum menikmati sensasi makan bakso di pinggiran rel kereta api. Setiap hampir 10 menit sekali, kereta lewat tepat di samping warung bakso karena letak rel tepat di hadapan warung. Rasa bakso nya hampir mirip dengan bakso malang yang biasa dijumpai di kota Bandung. Yang membedakan sepertinya bakso bakar dan jeroan.



Bakso ---saja tanpa Malang--
Masih banyak makanan khas Malang yang layak dicoba. Hanya saja bagi bolangers yang berpantang makanan pedas --saya salah satunya-- tentunya harus sedikit waspada karena rasa pedas jadi dominasi makanan tradisional Jawa Timur-an seperti rawon dan rujak cingur.

Dan sebagai catatan, jangan sampai salah memesan 'teh' di rumah makan. Berbeda di tanah sunda, di Malang saat bolangers memesan ‘teh’ artinya teh manis-lah yang akan disajikan.


Tempe dengan bahan kacang kedelai yang lebih besar

Bila ada kesempatan, insyaallah saya akan kembali -teringat janji bertemu seseorang yang tidak sempat saya tunaikan :(

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi