Mengenal Kuliner Khas Nusantara

December 16, 2015 0 Comments
Coto Kuda
Sesuai dengan namanya, coto kuda merupakan coto dengan bahan dasar daging kuda. Coto sendiri merupakan hidangan berkuah khas Makassar. Coto kuda khas Jeneponto, Sulawesi Selatan, awalnya merupakan hidangan istimewa raja atau bangsawan Jeneponto. Coto kuda biasanya dihidangkan bersama ketupat sayur dan bawang. Serat daging kuda lebih besar dan tebal bila dibandingkan dengan serat daging sapi.

Coto kuda, akhirnya tertelan juga dengan bantuan Teh Botol
Bagi bolangers penderita maag, coto kuda tidak disarankan karena akan menimbulkan panas di perut dan kembung hanya beberapa menit setelah sajian meluncur ke dalam perut.


Sate Maranggi
Sate maranggi termasuk salah satu makanan favorit saya. Sate maranggi merupakan sate khas Purwakarta yang mempunyai citarasa kuat karena daging sapi direndam dalam bumbu terlebih dahulu sebelum dibakar. Biasa dihidangkan dengan nasi uduk atau ketan plus sambal oncom atau kacang, sate maranggi menjadi menu pilihan saat berkunjung ke Purwakarta.

img_20170112_123620

Sate maranggi juga banyak dijumpai di daerah Cianjur. Harganya lebih mahal dari sate biasa, satu tusuk Rp. 2500-3000. Semakin mahal harganya, dalam satu tusuk hanya terdiri dari daging saja dan tidak divariasikan dengan lemak. Berbeda dengan sate madura yang banyak dijual menjelang sore, sate maranggi banyak yang dihidangkan pada saat sarapan.

Pisang Epe

Pisang epe merupakan salah satu kuliner khas makassar. Pisang epe terbuat dari pisang kepok yang sudah tua digepengkan dengan benda berpermukaan rata lalu dibakar dan dituangi gula merah cair. Saat ini saus pisang epe tersedia dalam berbagai rasa seperti coklat, durian atau nangka. Ratusan gerobak dorong pisang epe dapat dengan mudah bolangers dijumpai di sekitai Pantai Losari, Makassar.

img00229-20110607-2335
Pisang Epe Saus Durian

Sarabba
Sarabba merupakan minuman kesehatan khas Bugis, Sulawesi Selatan. Sarabba terbuat dari jahe, gula merah dan santan (dapat juga ditambahkan kuning telur dan merica bubuk) sehingga menimbulkan aroma dan rasa hangat saat kita meminumnya. Sarabba mudah dijumpai di daerah wisata. Meski Sarabba merupakan khas Bugis, minuman ini juga dapat dijumpai di sepanjang pantai Kendari, Sulawesi Tenggara.

tiff infomation
Sarabba tanpa kuning telur
Konro Bakar
Masih dari Sulawesi, konro bakar merupakan tulang yang masih berbalut daging iga sapi dengan guyuran bumbu kacang dan kuah sup konro berwarna kehitaman yang khas. konro bakar sendiri merupakan modifikasi sup konro yaitu masakan berkuah dengan warna coklat kehitaman dengan bumbu buah kluwek dan ketumbar. Konro bakar lapangan Karebosi merupakan salah satu tempat kuliner konro bakar yang terkenal.


img_0787
Yummy

Sup Ubi
Saat mendengar kata 'sup' terbayang sejenis masakan seperti halnya 'sup' ayam atau sapi yang biasa kita masak.  Meluncur ke sebuah kedai tepat di seberang Tugu Persatuan, ternyata 'sup ubi' berbeda jauh dari bayangan. Sup ubi merupakan sup bening berisi mie kuning, kecambah dan rebusan daging. Ubi yang dimaksud dalam sup ini adalah singkong goreng yang ditambahkan di atas sup sebagai pelengkap. Sup ini berasal dari Sulawesi Selatan. Sup ubi lebih bersifat hidangan rumahan sehingga jarang disajikan di rumah makan besar dan restoran.


tiff infomation
Sup ubi, siapa yang mau coba


Bagi bolangers yang tidak terbiasa mengkonsumsi sup yang disajikan dengan singkong goreng, sup ubi ini tentunya menjadi sensasi tersendiri.


Getuk Goreng
Getuk goreng merupakan camilan khas Sokaraja, Banyumas. Getuk goreng terbuat dari singkong dan gula jawa sehingga berasa sangat manis. Awalnya getuk goreng berasal dari getuk yang tak laku dan diolah lagi agar tetap dapat dikonsumsi. Kemasan dari anyaman bambu menjadi daya tarik sendiri bagi penganan khas Banyumas ini.

20140926_114413

Bagi bolangers yang tidak terlalu suka rasa manis, tidak disarankan mencicipi getuk goreng terlalu banyak. Rasa manisnya akan tahan lama menempel di gigi.

Tahu Gejrot
Tahu gembos, garam, cabe rawit, bawang merah dan kuah gula merah dalam piring gerabah adalah penampakan yang lazim tahu gejrot makanan khas Cirebon. Disantap dengan menggunakan tusuk kecil dari bambu, makanan ini jadi favorit banyak orang karena rasa dan aroma nya yang khas (hati-hati dengan after taste bawang merah setelahnya)

172308_1719028828919_2574269_o
Dimana pun selalu pesan ini :D


Kini tahu gejrot sudah merambah mall, sebagian food court di mall selalu menyediakan penganan khas Cirebon ini.


Rujak Beubek
Rujak beubek atau rujak tumbuk merupakan rujak khas Jawa Barat yang terdiri atas mangga, jambu air, kedondong, ubi merah, bengkoang dan lainnya yang ditumbuk dengan bumbu rujak dalam suatu alat penumbuk khusus dengan alu. Rujak yang sudah jadi dibuat diwadahi dengan daun yang disemat dengan lidi runcing. Rujak ini dijajakan keliling dengan menggunakan pikulan meski seperti halnya tahu gejrot, saat ini rujak beubek sudah merambah counter fast food di berbagai mall.

224695_1844821093647_4179340_n


Petis
Mirip dengan kupat tahu, petis asal cirebon dibuat dari bahan udang kecil atau ikan yang dijadikan bumbu beberapa masakan. Warna petis cukup unik yakni coklat gelap dan beraroma khas. petis dapat disajikan sebagai bumbu penyebab dari lontong, tahu goreng dan toge dengan kuah kacang dilengkapi kerupuk.

215693_1848364822238_6991691_n
Sepiring petis teman saat sarapan

Bakmi Jawa
Bakmi jawa asal Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta dimasak dengan cara yang unik menggunakan anglo, arang dan wajan kecil dengan pegangan kayu. Aroma yang khas apalagi disantap saat kuah masih panas. Bakmie jawa terdiri dari 3 varian yaitu bakmi rebus, bakmi goreng dan bakmi nyemek (kuah antara rebus dan goreng).

252899_1904925796227_2005693_n
Bakmi Nyemek


Kolak Kampiun
Ingat kolak kampiun…ingat ramadhan…kolak khas Minangkabau ini menjadi santapan berbuka karena rasa manisnya. Kolak kampiun terdiri dari campuran kolak pisang, kolak ubi, bubur sumsum, bubur candil, bubur delima, ketan hitam, ketan putih dan sarikaya. Saat ini kolak kampiun banyak ditemui dan sudah banyak dijual di luar bulan ramadhan.

224549_2111132511266_8089696_n
Tahu Sumedang
Tahu sumedang merupakan tahu yang sudah terkenal jadi tidak hanya ada di daerah Sumedang, Jawa Barat saja. Jenis tahu ini disajikan panas-panas dengan cabe rawit, bumbu kacang atau sambal serta lontong dan diberi wadah dari anyaman bambu yang khas. Kini banyak penjual yang sengaja menggoreng lontong sebagai teman tahu sumedang yang rasanya tak kalah nikmat dengan lontong biasa.

300652_2248817793312_1474062944_n
Tahu sumedang plus lontong goreng


Soto Sutri Purwokerto
Berkuliner di Purwokerto, jangan lupa mampir di daerah Sokaraja. Soto Sutri menyajikan soto khas purwokerto yang akan menggugah selera. Potongan kupat, irisan daging sapi, taoge yang diberi bumbu bawang, kemiri, jahe, kunyit dan merica ini tidak mengandung lemak karena menggunakan daging sapi kualitas terbaik.


10473613_10203964166977897_8014679146768326896_n-1
Cuanki
Naahhh ini dia....salah satu kuliner khas Bandung. Cuanki atau ‘ cari uang jalan kaki’ merupakan makanan campuran baso, tahu goreng dan siomay. Cuanki banyak dijajakan dengan dipikul diiringu bunyi ketukan kentongan kayu dengan irama yang khas. Cuanki Bandung dijamin bikin segar dan mata melek.

316773_2324227798515_2055543837_n
Panas dan pedas...bikin lidah menari


Foto : Dokumentasi Pribadi

Taman Hutan Raya, Bandung

November 02, 2015 0 Comments

Bagi bolangers yang sedang mengunjungi Bandung, selain Lembang dan sekitarnya atau daerah Bandung Selatan seperti kawasan pemandian air panas di Ciwidey, tak salah bila bolangers menyempatkan waktu menghirup udara segar di kawasan hutan lindung. Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (Tahura) atau THR Juanda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dago Pakar terletak sekitar 10 km dari pusat kota Bandung.
Gerbang utama


Tahura memiliki 2500 jenis tanaman, 40 familia dan 112 spesies seluas 590 hektar yang membentang dari daerah Dago hingga Maribaya Lembang. Jadi bolangers yang berniat ngabolang menuju Lembang dapat melalui rute ini. Tahura sendiri dikelola oleh Dinas Kehutanan Pemda Provinsi Jawa Barat dengan konsep hutan lindung sekaligus destinasi wisata alam dan sejarah.
Tanaman koleksi Tahura

Udara yang bersih dan lingkungan yang bersih membuat Tahura menjadi tempat yang asik untuk berolah raga lintas alam dan berekreasi. Bolangers dapat memulai perjalanan dari gerbang utama di Kampung Pakar, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan kota Bandung atau hanya beberapa menit dari terminal Dago –saya sendiri masuk melalui PLTA Bengkok bukan dari gerbang utama–. 

Jalan setapak
Dengan membayar tiket seharga Rp. 8.000, bolangers dapat menempuh lintasan sejauh 6 km dalam waktu 2 – 3 jam menuju obyek wisata curug Omas di Maribaya – Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jarak yang cukup jauh bila ditempuh dengan kendaraan melalui Jalan Setiabudhi.


Hutan yang dibangun Belanda pada tahun 1912 ini memiliki beberapa obyek wisata di dalamnya seperti gua jepang dan gua belanda, monumen Ir. H. Juanda, rumah flora, museum, curug (air terjun) dan taman bermain.

Pengunjung pada umumnya menyengaja untuk melihat gua jepang dan gua belanda, bukti dan saksi bisu penjajahan di bumi nusantara ini. 
Gua Jepang

Denah gua jepang
Gua jepang, gua pertama yang bisa bolangers kunjungi karena berjarak tak jauh dari gerbang utama. Gua yang dibangun tahun 1942 ini memiliki 4 pintu masuk dengan 2 ventilasi. Terlihat lebih kecil dan pengap berbeda dengan gua Belanda  yang lebih besar dan luas. Pada jamannya, gua ini digunakan sebagai tempat penyimpanan amunisi, logistik dan komunikasi radio.

Masih ngeri membayangkan sudut sel tahanan di gua belanda😱

Denah gua belanda
Gua kedua adalah gua belanda yang merupakan jalan tembus menuju kawasan Maribaya. Dibangun pada tahun 1906, awalnya gua ini digunakan untuk terowongan PLTA Bengkok dan kemudian beralih fungsi menjadi markas militer dan stasiun radio telekomunikasi. Gua belanda dibangun menyerupai jaringan di perbukitan batu pasir tufaan. Bolangers dapat menjelajah isi gua yang dahulu dijadikan markas militer sekaligus sel tahanan. Meski sedikit lembab, gua belanda masih terpelihara dan aman untuk dilewati. Jangan khawatir dengan suasana gelap karena ada penyewaan senter di setiap mulut gua.

Bandung💛

Suasana yang sejuk dan asri akan membuat bolangers terlupa sejenak bila Tahura berlokasi tak jauh dari pusat kota. Area Tahura sudah dilengkapi dengan bangku dan meja untuk beristirahat sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Toilet bersih juga tersedia di beberapa titik.

Rasa lelah akan terhapuskan oleh pemandangan indah di sepanjang lintasan. Yuuk jalan-jalan ke Tahura😃

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi

Berburu Batu Akik di Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan

September 01, 2015 0 Comments
Siapapun pencinta batu akik yang sedang happening saat ini wajib berkunjung ke Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan. Berlokasi di Jalan Letjen Soeprapto, Balikpapan, Pasar Inpres Kebun Sayur awalnya dibangun untuk menampung pedagang Pasar Pandansari dan Pasar Blauran Kebun Sayur yang terbakar. Meski dinamakan Pasar Inpres Kebun Sayur, bolangers takkan menemukan sayuran di pasar ini. Pasar yang menjadi destinasi wisata ini didominasi bebatuan akik khas Kalimatan. Bolangers dapat menaiki angkutan kota no 1 arah Kampung Baru – Terminal Batu Ampar, no 5 arah Kampung Baru – Terminal BP atau no 6 arah kampung baru – Terminal BP. Dari arah bandara, Pasar Inpres Kebun Sayur terletak cukup jauh namun jauh lebih seru sekaligus menikmati keindahan kota Balikpapan.
Pasar Inpres Kebun Sayur

Ratusan pedagang membuka lapak sederhana di sini. Beraneka batu berwarna warni sungguh menggoda pencinta batu akik. Akik berharga murah hingga jutaan rupiah tinggal bolangers pilih. Tak hanya diminati oleh wisatawan domestik penggemar batu akik, Pasar Inpres Kebun Sayur juga diminati wisatawan mancanegara.


Jenis batu yang dijual beraneka ragam dari mulai bongkahan batu berukuran kecil hingga besar, perhiasan cincin, liontin, anting, kalung dan lainnya. Pastikan keaslian warna pada batu pada saat bolangers membeli kalung karena beberapa jenis batu diberi tambahan warna buatan agar terlihat lebih menarik. Jangan lupa menawar harga untuk mendapatkan harga terbaik.
Beragam Batu Akik
Selain batu akik, bolangers juga dapat membeli oleh-oleh makanan khas Balikpapan atau souvenir khas Kalimantan seperti kain, mandau, tikar dan lainnya di pasar ini. Saya sendiri membeli kuku macan (camilan ikan tenggiri) dan kain khas Dayak sebagai buah tangan.


Referensi disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi


Jalan-jalan di Balikpapan, The World’s Most Loveable City

August 13, 2015 0 Comments

Teringat Balikpapan, pusat bisnis dan industri di Kalimantan Timur, tentunya akan teringat pusat bebatuan terbaik di negeri ini. Kesan saya sejak menginjakkan kaki di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan International Airport, Balikpapan, jalanan dan kotanya tertata rapi, tak heran karena Balikpapan sudah meraih penghargaan Adipura sebanyak 18 kali. Bahkan Balikpapan meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan. Dinobatkan sebagai The World’s Most Loveable  City atau Kota Paling Dicintai pada tahun 2015 oleh World Wildlife Fund (WWF), tak dapat dipungkiri menjadi salah satu kota paling nyaman.

Balikpapan terletak di pinggiran pantai, tak heran bolangers dapat menikmati keindahan pantai kemanapun bolangers pergi. 




Berada di Balikpapan selama hampir satu minggu, saya pun berkesempatan menikmati jalan-jalan meski hanya terbatas di seputaran bandara saja.
Menginap tak jauh dari bandara, saya hanya berkesempatan jalan-jalan di pinggiran kota saja. Namun tak menyurutkan saya untuk mencicipi beberapa kuliner khas Balikpapan.

Rekomendasi yang pertama adalah Kepiting Dandito yang terletak tak jauh dari Bandara Sepinggan. Sebagai seafood lover, tentunya saya langsung mengiyakan ajakan makan kuliner terkenal di Balikpapan. Jadilah saya melaju dengan menggunakan angkutan umum, dengan tarif yang menurut saya mahal, sekitar Rp. 5000 meskipun jarak yang ditempuh sangat dekat. Karena dalam suasana bulan Ramadhan, saya harus memesan tempat terlebih dahulu karena ternyata tempat Kepiting Dandito tidak terlalu luas.

Kepiting Dandito menyajikan banyak hidangan kepiting. Kepiting lada hitam, ikan goreng kering dan cah kangkong menjadi plihan saya. Sesuai dengan harga yang tertera di menu, satu porsi kepiting lada hitam dibaderol Rp. 150.000, namun rasanya memang nikmat sesuai dengan harganya :D

Sebenernya dulu ada menu yang lebih lezat yaitu kepiting telur namun sudah tidak ada sejak adanya larangan memperdagangkan kepiting telur untuk enjaga populasi kepiting.
Untuk low budgeters, bolangers bisa mampir di Kepiting Kenari dengan tempat yang lebih luas. Namun untuk segi view, pemandangan di Kepiting Dandito jauh lebih bagus, jadi Dandito lebih saya pilih.
Dan bila bolangers berminat membawa kepiting sebagai oleh-oleh, Dandito dan Kenari memberikan servis kemasan yang aman untuk naik pesawat.

Kuliner kedua adalah mantau, roti tanpa isi yang disajikan dengan lauk lada hitam. Baru pertama kali mencicipi mantau, makanan khas Balikpapan ini langsung menjadi favorit saya. Sekilas mirip dengan bakpau yang sudah familiar di lidah saya namun bertekstur lebih lembut. Bila bolangers berniat menjadikan mantau sebagai buah tangan, siap-siap merogoh kocek lebih dalam karena harga nya yang lumayan mahal.

Baca juga : Mantau, Alkulturasi Unik, Rasa Legit

Ada destinasi lain yang membuat sebagian teman-teman kantor semangat meluangkan waktu yaitu Pasar Inpres Kebun Sayur. Ada apa di sana…yuk baca : "Berburu Batu Akik di Pasar Inpres Kebun Sayur."

Referensi disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi pribadi