Kamis, 13 Maret 2014

Sebuah Catatan Perjalanan di Madinah : Menautkan Cinta di Rumah Rasulullah (2)

Maret 13, 2014 0 Comments
It felt like home.


Seperti rumah, mungkin itu yang bisa menggambarkan perasaan saat pertama kali menginjakkan kaki di kota suci kedua setelah Makkah ini. Madinah Al Munawarah adalah rumah rasulullah. Dataran yang dikelilingi gunung dan perbukitan yang memiliki banyak keutamaan dan nama yang disematkan diantaranya An Najiyah, Al Mubarakah, Al Majinnah, Al Marzuqah, Asy syafiya, Al Mahfufah, Al Marhmah, Al Qudsiyah, Darul Hijrah dan Al Jabirah.

"Sesungguhnya Ibrahim yang menyebabkan Makkah menjadi kota suci dan aku menyebabkan Madinah menjadi kota suci." (HR.Muslim).

Madinah, dahulu bernama Yastrib, terletak di tengah bagian barat Arab Saudi berjarak 430 km arah utara Makkah. Madinah beriklim gurun dengan suhu berkisar 30 – 45°C di musim panas dan suhu rata-rata berkisar 10 – 25°C.


Di kota ini terdapat masjid Nabawi, salah satu masjid utama bagi umat muslim setelah masjidil haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina. Masjid nabawi merupakan masjid kedua yang dibangun rasulullah setelah masjid Quba.  Di sebelah timur masjid Nabawi terdapat makan rasulullah sedangkan ruang di sebelah sisi masjid adalah raudhah yang terletak di antara mimbar dan kamar rasulullah. Raudhah merupakan tempat yang memiliki keutamaan seperti yang disabdakan Rasulullah:

Di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telagaku.” (HR. At Tirmidzi)


Menapaki kota ini yang penuh berkah dan kebaikan ini serasa menapaki kerinduan pada junjungan kita, Nabi Muhammad. Setiap sudutnya adalah saksi betapa kota ini mendapat tempat istimewa di setiap hati kaum muslimin.

Aah…rindu kami padamu ya rasulullah.
It always feels like home with you.
foto0425
The place that I call 'Home'

foto0287

foto0286

foto0309

foto0303

foto0401
Payung unik Masjid Nabawi

foto0420

foto0299

foto0300

foto0290

foto0402
Pelataran Masjid Nabawi


foto0417

foto0272
Berbelanja

foto0410
Pasar dadakan di pelataran masjid setiap bada sholat


foto0415

foto0414

foto0416
Suasana dalam masjid

foto0412
Interior khas masjid

foto0433
Silsilah Nabi Muhammad SAW

foto0278



foto0273

foto0363
Masjid Quba


foto0364

foto0366

foto0372-copy
Berbagai Jenis Kurma

foto0439
Miqot di Bir Ali

-Baca juga Sebuah Catatan Perjalanan : Memahat Rindu di Bumi-Mu (1)-

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi

Sabtu, 22 Februari 2014

Sebuah Catatan Perjalanan di Makkah : Memahat Rindu di Bumi-Mu (1)

Februari 22, 2014 0 Comments
Alhamdulillah...akhirnya berkesempatan menatap kota istimewa ini secara langsung. Makkah Al Mukaramah....Rasulullah tercinta lahir di kota ini. Berbeda dengan Madinah yang cenderung tenang. Hawa Makkah terasa lebih memanggil kita untuk selalu bergegas dan bersegera menuju rumah Allah.

Kota Makkah adalah kota yang dirindukan, tempat kita selalu ingin kembali seperti halnya doa yang kita lantunkan saat menunaikan tawaf terakhir.

“Ya Allah, janganlah Kau jadikan ini sebagai saat perjumpaan yang terakhir dengan rumah-Mu yang suci. Tetapi sekiranya Engkau telah menetapkannya sebagai perjumpaanku yang terakhir dengannya maka karuniakanlah surga bagiku sebagai gantinya.”

“Semoga kami termasuk orang-orang  yang kembali, orang ahli ibadah, ahli sujud dan kepada Allah kami semua memuji.”
“Aamiin”

Kota Makkah dari ketinggian
foto0474
Zamzam Tower


foto0507

foto0509

foto0481
Suasana Masjidil Haram

foto0508

foto0479

foto0480
Pintu Masjidil Haram dengan lengkungan khas nya

foto0471
Air Zamzam


foto0473

foto0472

foto0465

foto0470

foto0523

foto0514

foto0518
Pintu Ka'bah


img-20140318-wa0004

foto0595
foto0589
Jalur berlari-lari kecil Sa'i

foto0583
foto0587
Menepi Sejenak untuk Melepas Dahaga Saat Sa’i


foto0492

foto0498
Angkutan bis bagi jamaah : Jawara Timur

foto0580
foto0578
Miqot di Ji’ronah
foto0579
foto0544
Jabal Rahmah

foto0568
Tenda di Ara'fah...semoga Allah menyegerakan kita kesana untuk berhaji..aamiin
foto0627
Masjid terapung Jeddah

foto0617
Laut Merah, Jeddah


Foto : Dokumentasi Pribadi

Rabu, 29 Januari 2014

Istanbul, Turki : Terpesona Konstatinopel : Sightseeing (2)

Januari 29, 2014 0 Comments
Pesona Konstatinopel, atau yang kini dikenal dengan sebutan Istanbul, seakan tak pernah putus. Berjuta wisatawan datang mengunjungi Istanbul setiap tahunnya. Sebagai bekas pusat kekhilafahan Utsmaniyah, salah satu daya tarik yang dipancarkan adalah banyaknya situs islam yang masih terpelihara hingga kini dan menjadi situs warisan dunia UNESCO. Istanbul merupakan pusat ekonomi, budaya dan sejarah di Timur Tengah. Berpenduduk lebih dari 13 juta jiwa dengan lebih dari 95% muslim, Istanbul merupakan perpaduan budaya antara Eropa dan Asia. Kendati bahasa resmi adalah bahasa Turki, sebagian besar masyarakat Istanbul dapat berbahasa Inggris sehingga memudahkan bila bolangers tidak menguasai bahasa Turki.


Sightseeing


IMG_2027

IMG_1999

20140110_132901

Istanbul adalah pesona yang menggoda dari berbagai sisi. Sebagai daerah yang terletak membentang melintasi selat Bosphorus di Turki Barat Laut, Laut Hitam dan Laut Marmara, Istanbul memiliki keindahan alam yang menarik yang dikelilingi benteng yang telah berusia ratusan tahun sebagai saksi sejarah Bynzatium hingga penaklukan Konstatinopel di abad ke 15.


Di era Turki modern, tata kota Istanbul tetap tidak mengubah nilai historisnya kendati transportasi dan bangunan modern bermunculan. Masyarakat Istanbul sendiri kerap menggunakan ruang publik terbuka sebagai sarana olah raga dan rekreasi. Lapangan terbuka lazim ditemukan dimana saja bahkan dengan fasilitas olah raga lengkap. Sebagian besar masyarakat Istanbul tinggal di apartemen karena mahalnya lahan.
Foto0143
Kawasan perumahan elit di Istanbul Eropa di sisi Selat Bosphorus

20140110_132335
Kawasan pertokoan elit di Istanbul Asia

Foto0218
Universitas Istanbul

IMG_1838
Kawasan tepi Laut Marmara yang terkenal dengan Kapal Freedom Flotilla yang diserang Israel


Tidak seperti tempat tujuan wisata di negara lain, Istanbul tidak begitu memiliki banyak gerai hidangan fast food seperti McDonalds, Starbuck dan sejenisnya sehingga wisatawan ‘dipaksa’ untuk selalu menyantap hidangan lokal sebagai pengganjal perut. Buah zaitun dan keju khas Turki menjadi menu sarapan, sedangkan kebab dan roti cane menjadi pilihan menu makan siang. Camilan khas Turki pun layak dicoba.

Breakfast
Menu sarapan
Sebagai orang Indonesia sejati, bagi saya, menu sarapan hanya dengan 'telur dan roti' memang rasanya jadi kurang 'nendang' :D sehingga bagi yang kurang ‘klop’ dengan hidangan tersebut, restoran cina atau India bisa dijadikan alternatif lain. 

Roti Cane

Kebab

Wisata alam dapat dilakukan dengan melihat menikmati kota Istanbul di daratan Asia dari ketinggian di Çamlıca Tepesi. Dengan uang 1 TL (Turkish Lira) pengunjung bisa menikmati pemandangan indah melalui teropong. Sama seperti di Indonesia, fasilitas umum seperti toilet pun ternyata berbayar juga😃

20140110_140921
Pemandangan Istanbul Asia dilihat dari Çamlıca Tepesi

Selat Bosphorus dapat dilalui pula dengan menggunakan kapal feri. Bangunan dan mesjid dengan gaya arsitektur berabad silam dapat dinikmati sepanjang perjalanan. Angin kencang yang kerap menerpa sehingga cara teraman adalah tetap menggunakan jaket selama di kapal. Bila tak nyaman dengan angin kencang di atas dek, bolangers dapat menikmati keindahan selat Bosphorus di kafe yang terletak di geladak kapal ditemani hangatnya segelas teh khas Turki seharga 5 TL.

Ferri
Kapal Ferri

Foto0232

20140110_203737

Selat Bosphorus (1)

IMG_2114
Pemandangan di Selat Bosphorus

Wisata belanja dapat dilakukan di pasar tradisional Egyptian Bazaar yang dibangun pada tahun 1660. Penamaan tersebut dikarenakan banyaknya rempah-rempah asal Mesir meski banyak juga produk dan makanan khas Turki yang dijual di pasar ini. Selain itu Grand Bazaar dapat dijadikan tujuan wisata belanja lainnya. Tidak perlu khawatir dengan mata uang yang akan digunakan. Dollar, Euro atau Lira (Turkish Lira) dapat digunakan dalam transaksi dengan konversi $1 = 2 lira. 

Banyak suvenir khas Turki yang dapat dibeli dengan harga relatif murah berkisar 1- 2 TL seperti gantungan kunci. Menawar harga adalah sesuatu yang lazim dalam budaya Turki sehingga pembeli tidak perlu ragu untuk meminta harga yang lebih murah. Salah satu kosa kata bahasa Turki yang layak diingat adalah “indirim” yang berarti ‘diskon’.

IMG_1997
Kawasan pertokoan

Foto0199
Egytian Bazaar

Foto0251
Grand Bazaar, destinasi belanja favorit wisatawan

???????????????????????????????
Es krim Dondurma khas Turki, saat ini sudah banyak tersedia di berbagai mall di Indonesia


IMG-20140130-WA0004
Manisan khas Turki, super manis

Pashmina
Pashmina sutera khas Turki, $10

Suvenir
Suvenir khas Turki

Desain Ottoman
Karpet dengan motif Ottoman seharga $50

Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Hippodrome, pada awalnya Hippodrome merupakan gelanggang pacuan kuda dan sebagai pusat olahraga dan sosial di jaman Bynzatium. Saat ini tidak ada lagi sisa peninggalan pacuan kuda. Kini kawasan Hippodrome dikenal dengan sebutan Sultanahmet Square. Di kawasan ini masih terdapat dua obelik Mesir yang dipindahkan dari kuil Karnak di Thebes, Mesir. 

Saat melihatnya, hanya ada satu yang terlintas di pikiran saya : Bagaimana caranya memindahkan batu sebesar itu dari Mesir ke Turki dengan peralatan sederhana berabad yang lalu??

???????????????????????????????
Obelik Mesir
Istanbul sebagai salah satu kota terbesar di Turki telah menjadi salah satu kiblat mode fashion. Kulit kambing –Lambskin Leather– merupakan komoditas utama Turki. Salah satu butik ternama di Istanbul, Kircilar, merupakan pemasok jaket kulit bagi beberapa merek busana ternama dunia. Model dan kualitas terbaik menjadikan produk yang dihasilkan sangat eksklusif. Demikian pula perhiasan asli Turki seperti batu turquoise yang berwarna hijau. Hanya saja perlu kocek yang tebal untuk membeli produk-produk tersebut mengingat harga yang ditawarkan tidaklah murah.

Sebut saja harga berkisar 11 juta rupiah untuk jaket termurah, tentunya menjadi bahan pertimbangan untuk berbelanja. Namun itulah keunggulan pariwisata Turki, semua wisatawan mancanegara 'diwajibkan' untuk berkunjung kedua tempat tersebut.

???????????????????????????????

???????????????????????????????
Peragaan busan di Kircilar Istanbul
        
Torquoise
Batu Turquoise asli Turki

Rasanya tidak penasaran berkeliling Istanbul, kota wisata serba ada. Dan jangan lupa, siapkan baju tebal dan sepatu boots bila berkunjung ke Istanbul di awal Januari ya...dan mungkin bolangers beruntung bisa mendapatkan salju.

-Baca juga Istanbul, Turki : Terpesona Konstatinopel : Sightseeing (1)-

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi